Gadis Istimewa Milik Bos CEO Dingin

Gadis Istimewa Milik Bos CEO Dingin
di traktir


__ADS_3

.


.


"bisakah kau rubah panggilanmu itu? aku tidak setua itu harus kau panggil om". pinta Varel dengan tatapan tajamnya.


Shila mendengus, "lalu aku harus panggil apa?". tanya Shila menantang.


"Tuan Muda". jawab Varel


"ogah..! ". jawab Shila membuat Varel makin menajamkan tatapannya.


"om ngapain kesini? om tidak tau gosip banyak orang?? aku tidak tau kalau mereka semua akan salah faham dengan hubungan kita, tapi yang saya herankan kenapa Om tidak menggunakan kekuasaan om untuk menutup berita itu? ". cecar Shila.


Varel memutar bola matanya dengan jengah, "untuk apa aku membuat pekerjaan tidak tidak berguna? "


"maksud om?". tanya Shila dengan mata melebar


"beritanya sudah kemana-mana, menurutmu aku bisa menutup mulut semua manusia yang ada di negara Ini? ". tanya Varel balik


Shila tampak berpikir, "iya juga Netizen tidak bisa dilawan meski berhadapan dengan orang berkuasa". gumam Shila


"ck... aku tidak mau membuang waktu dengan menutup mulut mereka semua bodoh..! bukan aku tidak mampu melawan mereka, pekerjaanku banyak dan aku sangat sibuk, tidak seperti mereka yang tangannya sibuk mengetik pesan yang tidak bermakna". bela Varel


Shila mengangguk-ngangguk tapi mengapa Varel tersinggung dengan anggukan Shila itu seolah tengah mengejeknya lemah tidak bisa melawan netizen.


"sekarang katakan apa maumu! ". Varel lebih memilih mengalihkan pembicaraan dari pada meladeni sikap kekanakan gadis disampingnya itu.


"aah.. aku lupa.. hehe bayaranku ya om". cengir Shila berbinar penuh bintang seketika.


"dasar perempuan". decak Varel sudah membayangkan Shila meminta hal yang sama seperti perempuan lain pada umumnya.


"aku mau om buatkan Papaku Passport". pinta Shila dengan semangat


Varel menjatuhkan rahangnya seketika, "a.. apa?? ". tanya nya sekali lagi


"om budek ya? ". tanya Shila berubah kesal seketika


"kau minta buatkan passport padaku? apa kau fikir aku sedang bercanda? ". tanya balik Varel dengan dingin dan marah.


"om itu tidak tau apa-apa tentang ku dan Papaku, ada kendala dengan nama Papaku om dan itu sangat sulit untuk diperbaharui, belum lagi Papaku sedang sakit dan aku sibuk bekerja, om kan berkuasa? apa tidak bisa? ". Shila berkacak pinggang sambil mengangkat dagunya menantang Varel.


Varel terdiam seketika, "kendala nama? ". tanya Varel


Shila mengangguk, "iya om..! aku sudah banyak uang dan aku ingin Papaku dirawat di Jerman selama 1 bulan penuh untuk masa pemulihannya".


Varel menatap manik mata Shila yang tampak begitu tulus.

__ADS_1


"apa segitu sayangnya kau pada papamu? kau ikut acara itu juga demi papamu kan? ". pertanyaan Varel yang tidak terduga


"huh...! iya Om tampan, Papaku sedang sakit keras walaupun kata dokter Leon kankernya sudah diangkat hanya butuh kemo untuk membersihkan sisanya tapi aku tidak bisa tenang sebelum semua benar-benar aman, pokoknya papa ku harus pergi ke Jerman untuk itu aku butuh om buatkan papaku passport". curhat Shila dengan raut wajah sedihnya.


bibir Varel berkedut menahan senyum, sungguh ia tidak bisa menahan senyumnya saat Shila tanpa sadar memanggilnya om tampan.


"om..? ". Shila mengguncang lengan Varel


"hanya itu? ". tanya Varel dengan raut wajah datarnya seolah tidak terjadi apa-apa.


"iya.. hanya itu". jawab Shila dengan tampang kucing manisnya yang seperti minta diberi jatah makan pada tuannya.


Varel melihat arah lain, "aku fikir kau akan minta sebuah mal atau hotel".


"issh.. om aja yang buat sana..! prioritas utamaku saat ini hanya Papaku..! sana om pergi buatkan Passport papaku". Shila tanpa takut mengusir Varel keluar dari Ruangannya.


Varel seolah tidak marah didorong oleh Shila keluar dari Ruangan kecil itu, ia tidak tahan melihat wajah kucing minta makan Shila itu padanya, mengapa Shila terkadang galak dan terkadang sangat imut padanya? entah sengaja atau tidak tapi Varel akui Shila memang imut.


Cantik? Varel sudah biasa melihat wanita-wanita cantik dengan tubuh super seksi tapi tidak ada yang bisa masuk ke dalam matanya.


"sana buatkan..! ". ketus Shila lalu menutup pintu dengan kuat


brakh..


Varel balik badan dan melihat Nando dan Agus tengah menatapnya, dengan cepat kedua pria berbeda ketertarikan hormon itu mencari alasan dengan bertingkah seolah-olah tidak melihat Varel yang diusir oleh Shila.


Agus melihat kepergian Varel pun dengan cepat menerobos masuk ke Ruangan Shila.


"shilaaaaaa?? ". jerit Agus dengan nada centil hingga Shila mengusap-ngusap telinganya.


"apa sih kak? ". tanya Shila dengan heran.


"apa gosip itu memang benar? kalian berpacaran? sudah tahap kenal orangtua?? ". heboh Agus


"isshh.. semua itu hanya salah faham kak..! aku menolong om tampan itu untuk menemui Mommynya, sepertinya mommynya sangat tulus padaku, aku rasa mommy nya om tampan itu ingin aku menjadi anak perempuannya". jelas Shila


"ahahahaa". Agus terbahak mendengar penjelasan Shila yang sangat polos.


.


.


Nando menganga saat Varel sendiri yang turun tangan membuat Passport atas nama Suryono (Papa Shila), padahal Nando bisa mengerjakannya sekejab mata.


"Tuan? seharusnya anda meminta saya saja yang melakukannya". kata Nando dengan tidak enak hati


"ini permintaan gadis biasa itu kau tau? dia malah meminta hal semudah ini padaku bukannya meminta hotel, ketenaran, atau uang padaku". jawab Varel malah melenceng dari pertanyaan Nando.

__ADS_1


Nando menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"apa katanya? ingin ke Jerman? apa isi kepalanya hanya Papa..papa.. papanya saja? apa dia tidak punya keinginan lain? ". decak Varel.


Nando hanya diam mencerna omelan Varel, ia sudah yakin Varel memang sudah kepincut oleh Shila hanya saja Tuan Muda Arogan dan Sombong itu belum menyadarinya.


.


Shila mendatangi sebuah Restaurant dimana ia sudah ada janji hendak menemui Varel,


"om? ". Shila berlari semangat ke arah Varel yang duduk santai sedangkan Nando berdiri pun segera menunduk sopan dan meninggalkan Shila bersama Varel.


"ini! ". Varel memberikan sebuah buku kecil


Shila menerima passport yang dibuat oleh Varel.


"waah.. benar-benar jadi ya? memang kekuasaan terlalu mengerikan". Shila membuka buku passportnya sambil tersenyum lebar


"terimakasih Om". ucap Shila menatap Varel


Varel tersentak, hanya masalah kecil seperti itu Shila berterimakasih padanya?


"karna om sudah membuatkan benda berharga ini untukku, aku akan traktir om makan". ucap Shila segera menyimpan buku pentingnya.


Varel tertawa kecil, "kau mau mentraktirku makan? ".


"iya om..! aku banyak uang, om tenang saja! ayo pesan..! pesan !! jangan malu ditraktir anak remaja". Shila menarik lengan Varel dan duduk dimeja makan.


Varel baru pertama kali merasakan perasaan langka itu, dimana ia seorang Pria Kaya Raya ditraktir seseorang makan, dimana-mana semua perempuan malah ingin ditraktir dan banyak maunya pada Varel tapi berbeda dengan gadis 20 tahun ini.


"ayo om makan..! ". ajak Shila


"aku malas membuka kulit lobsternya! tanganku bisa bau". kata Varel


"apaa?? om masih jaga gengsi? dasar orang kaya". decak Shila


Varel ternganga melihat Shila mencuci bersih tangannya lalu membuka cangkang Lobsternya.


"ini makanan orang kaya terenak om..! lobster". senyum manis Shila


"apa om? ayo makan! aku sudah bukakan cangkangnya kan? ". pinta Shila


Varel pun tersadar dari lamunannya, jujur Varel memakan lobster pertama kalinya juga dikupasin oleh Jessy dan Shila adalah gadis asing pertama yang membuka cangkang lobster untuk Varel setelah mommynya.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2