
.
.
.
"kau suka anak kecil? ". tanya Frans ke Raisa
"eeh..? ii.. iya Tuan, adik saya banyak jadi.. hmm.. begitulah Tuan". cicit Raisa yang kini tengah memangku Vikri.
"tatak.. tatak.. ciluk.. baa.. ". Vikri memperagakan ekspresi jeleknya bukannya jelek malah terlihat menggemaskan hingga Raisa tertawa lebar.
"cilukk.. baaa.. ". Raisa membuat matanya bersatu ke arah depan (juling) dan lidahnya keluar bergerak-gerak ke arah Vikri.
Vikri tertawa menggemaskan, Raisa yang tak kuasa betapa menggemaskannya Vikri menggelitiki bocah itu dengan wajah dan jemarinya hingga Vikri semakin tertawa.
"ciluuk.. baaa". tiba-tiba Raisa muncul dengan ekspresi lucu yang lain hingga perut Vikri sakit karna tertawa.
Frans tersenyum melihat hal itu, baginya perempuan yang menyukai anak kecil sangat sulit ditemukan karna kebanyakan wanita itu memberikan bayinya pada babysister.
"kalau begitu kita beli makanan untuk adik-adikmu". kata Frans tiba-tiba
"eeh..? ma.. makanan apa ditengah hujan begini Tuan? tidak usah Tuan". tolak halus Raisa
"bisa". jawab Frans yang menepikan mobilnya masuk ke Restaurant khusus pengendara tanpa harus keluar mobil.
Raisa terperanjat kaget karna ia tau belanja di tempat ini sangatlah mahal, Raisa protes pun dianggap angin lalu oleh Frans.
"tatakkk". rengek Vikri
Raisa menoleh ke Vikri dan akhirnya bermain dengan Vikri hingga Vikri tertawa lebar,
Frans membawa Perempuan juga anak, mereka bertiga seperti keluarga bahagia yang sedang berlibur apalagi Raisa begitu profesional mengajak bermain Bocah itu.
.
setibanya di Rumah tempat tinggal Raisa, Raisa disambut oleh adik-adiknya.
Rizzo 19 tahun (laki-laki), Rayola 16 tahun (perempuan), Richa 12 tahun (perempuan), Raman (laki-laki) 10 tahun, Rumini 6 tahun (perempuan).
bukan maksud apa-apa, tapi mereka berlari menyambut Raisa karna kakaknya membawa seorang bocah menggemaskan berumur 4 tahun.
"waah.. anak siapa kak? tampan sekali..! ". heboh Rayola
"dapat anak dimana Kak? apa kami punya adik baru?". pekik Rumini sibungsu yang sangat ingin punya adik.
"hai... ". Rizzo menggendong Vikri yang terlihat linglung begitu ramai yang menyambutnya, tentu saja ia terlihat semakin menggemaskan.
"ekheemmm!! ". Frans berdehem
semua adik-adik Raisa menoleh ke arah Frans, mereka tentu syok ternyata kakaknya membawa seorang Pria yang sangat tampan.
"ini.. makanan untuk kalian". kata Frans
Rumini berlari kecil ke arah Frans lalu memegang kaki Frans, "apa.. abang atasan kakak? ". tebak Rumini mendongakkan kepalanya.
__ADS_1
Frans berjongkok, "iya..! bagaimana kamu bisa tau?". tanya Frans tersenyum
"Fo..? ".
"ahahahaha....! maaf Tuan adik saya meracau". Raisa menutup mulut adik kecilnya yang ingin memberitau Frans bahwa Foto Frans ada di kamarnya.
"siapa nak? ". tanya seorang wanita yang ditebak Frans adalah ibu nya Raisa.
"Ma..! ini Bos Raisa di Perusahaan". jawab Raisa tersenyum sambil membekap mulut kecil adiknya
akhirnya adik-adik Raisa yang lain mendekati Frans dan menyalami pria itu karna tau Frans sangat baik mau menerima Kakaknya yang tidak sekolah, gaji di Perusahaan Frans bahkan begitu besar hingga bisa membantu keuangan mereka.
pertama kali gajian saja, uang yang diterima Raisa 4 Juta belum upah kemenangan mereka karna game mereka berhasil alias terkenal dikalangan masyarakat dan ditambah bonus, Raisa sampai menangis membawa pulang uang 10 Juta.
"saya Frans bu". ucap Frans ramah.
"iya nak..! kenapa bawa banyak makanan? maaf ya nak..! rumah kami sangat kecil, Richa.. buatkan minuman hangat untuk Tuan Frans". Titah ibu Lely
"iya Bu". jawab Richa segera melepaskan tangannya dengan hati-hati dari Vikri.
.
Vikri tertawa ditengah-tengah adiknya Raisa, mereka memperlakukan Vikri begitu baik seperti adik mereka sendiri hingga Vikri merasa nyaman karna kasih sayang yang mereka berikan tulus seperti keluarga.
"terimakasih". ucap Frans ramah ke Richa
"iya abang Bos..! abang Bos tampan sekali, lebih tampan dari fotonya". senyum lebar Richa dapat pelototan tajam dari Raisa.
"Foto? ". beo Frans
adik-adik Raisa hanya tersenyum lebar, mereka akhirnya mengerti kakaknya memberi peringatan pada mereka supaya tidak memberi tau kalau dikamar Raisa ada Foto Frans.
tubuh Frans menghangat saat meminum minuman teh jahe hangat yang dibuat oleh Richa, Ibu Lely berbicara dengan Frans.
.
.
Frans menggendong Vikri dan izin pada keluarga Raisa, Vikri melambai-lambai saat semua adik-adik Raisa melambaikan tangan pada Vikri.
mereka yakin Vikri adalah Bocah pintar dan jenius, dilihat dari cara Vikri menceloteh pada mereka.
hujan sudah mereda tapi masih gerimis melanda kota mereka saat ini, semua Adik-adik Raisa masuk dan mencecar kakaknya yang bisa membawa Bos nya ke Rumah.
"sudah kakak bilang kalau Tuan kakak sangat baik, dia mengantar kakak karna hujan, biasanya naik ojek dan angkot tapi tidak ada, dia hanya menumpangi kakak". jelas Raisa
"Rumini suka sekali dengan Vikri Kak, jika kakak menikah dengan Abang Bos pasti kakak punya anak lucu seperti Vikri kan? Rumini pengen punya adek". celoteh Rumini sibungsu yang suka ceplas-ceplos.
Raisa membulatkan matanya, ia segera menyentil kening Rumini yang meringis kesakitan, sementara yang lainnya hanya tertawa, Ibu Lely pun menggeleng-geleng kepala saja.
"bicara yang benar dek..! kakak nggak suka kalau kamu bicara seperti itu didepan Tuan kakak". peringatan Raisa.
"iya kak". jawab Rumini mengerucutkan bibir mungilnya.
.
__ADS_1
setibanya Frans di Mansion
Vikri berlari dengan kaki kecilnya memanggil sang Mama.
"Mama.. mama? ". teriak Vikri heboh.
"iya sayang.. Mama disini". Vivi bangkit dari sofa ruang tamu dan berlari ke arah Putranya.
Vivi memang menunggu kedatangan Putra-putra nya
Vivi memeluk Mamanya yang berjongkok, "uuuh... say..aaangg!! Mama rindu sekali denganmu".
Frans menggeleng kepalanya melihat hal itu, "dimana Vikram Kak? apa belum pulang? ".
"kami disini..! ". sahut Ariel yang tengah menggendong Vikram.
Vivi melepaskan pelukannya dari Vikri, "kenapa sayang? kenapa wajah putra Mama bisa bersinar begini hmm?". gemas Vivi.
"Vikli ketemu banyak temen ma, meleka baik-baik dan celalu ciluk ba dengan vikli". oceh Vikri girang
Ariel memicing curiga ke Frans,, "kamu bawa anakku ke Rumah si tulang punggung Frans? ".
Frans mengangguk, "sudah ya bang..! aku lelah mau mandi terus tidur tampan".
Ariel semakin curiga melihat Adiknya melarikan diri, sementara Vikram minta diturunkan dari gendongan Ariel.
Vikram membawa banyak makanan lalu memberinya ke Mamanya, Vivi mencium sayang kening Vikram sambil mendengarkan celotehan Vikri, Vikram sedikit pendiam tapi Vikri lumayan cerewet seperti Vivi padahal dia lelaki.
"kamu tidak marah kan Beb? ". tanya Ariel
"tidak Mas..! Vikri keliatan senang sekali, siapa si Tulang punggung Mas? ". tanya Vivi
"itu anak yang kamu terima di Perusahaan Frans, dia punya tanggungan adiknya 5 terus ibunya sedang sakit". jawab Ariel.
"ooh.. gadis itu.. siapa namanya? aku lupa Mas". Vivi
"Tatak laisa". jawab Vikri
"Laisa? ". beo Vivi
Vikri menggeleng-geleng kepalanya, "eeerrrrrr".
Vikri seolah menjelaskan bukan L tapi R karna lidahnya memang belum bisa menyebut R.
"ohh. .Raisa? ". tebak Vivi dibalas anggukan cepat oleh Vikri.
Vikram memilih pergi dengan kaki kecilnya ke dapur, Ariel mengikuti putranya sambil menyiapkan piring untuk makan enak mereka malam ini.
tak berapa lama Ramon dan Jessy pun bergabung, bersama Reza dan Nisa serta Shila, Varel. semua berkumpul kecuali Frans yang keenakan tidur setelah membersihkan diri.
.
.
.
__ADS_1