Gadis Istimewa Milik Bos CEO Dingin

Gadis Istimewa Milik Bos CEO Dingin
rumah masa depan


__ADS_3

.


.


Shila mendengus mendengar perkataan Varel, "terus perusahaan Om gimana? ". tanya Shila dengan heran


"semua aman ditangan Nando". Varel melirik Nando yang memasang wajah datar saja


"gajinya bagus untuk dia aja". jawab Shila membuat Nando melebarkan senyumnya seperti anak kecil yang meminta dibelikan mainan pada orangtuanya.


"kamu yakin sayang? ". tanya Varel meradu keningnya dengan kening Shila.


"iya". jawab Shila memalingkan muka karna ini tempat ramai .


"biar aku yang gaji dia 3 kali lipat". ujar Varel membuat senyum Nando semakin lebar saja.


Shila menganga menatap Varel, Varel membawa Shila berjalan lalu kembali ke tempat duduk Shila dengan pelayanan Varel yang persis seperti Pria yang sangat pandai mendapatkan hati perempuan.


"Izal". panggil Varel


"iya Tuan". sahut Izal terkejut


Varel menepuk-nepuk pundak Izal, "bersikaplah seperti biasa". senyum tipisnya lalu duduk disamping Varel.


hening...


pembacaan naskah pun di mulai, Varel tidak banyak berakting karna karakter Leo dalam naskah itu adalah sifatnya yang sebenarnya.


Vivi memotret meja bundar berisikan bintang dari berbagai TV, Vivi mempostingnya ke akun film yang akan dibintangi Shila bersama Varel.


Foto itu cepat menyebar, banyak dari kalangan netizen tidak percaya bahwa pria yang sedang duduk menyamping itu adalah Varel,


"uuh.. aku foto ntar kedua pemeran utamanya". gerutu Vivi dengan kesal


"tidak tau aja wahai para netizen, Tuan Muda melakukan pekerjaan yang tidak berarti ini demi Shilaku, artisku". decak Vivi bergumam-gumam pelan


.


.


"baiklah..! syuting akan kita mulai bulan depan setelah mendapatkan sponsor, kita harus berfoto!". Izal tersenyum merasa tidak terlalu gugup lagi.


foto bersama, foto pemeran nya yang ada ber enam, lalu foto Shila dan Varel yang mana Varel merangkul mesra pinggang Shila.


Vivi tersenyum lebar melihat hasil fotonya, Varel melihat ke arah Shila yang tampak mengucek-ngucek matanya.


"kenapa sayang? ". tanya Varel lembut


"mata aku perih om, kayaknya ada sesuatu didalamnya". jawab Shila


"coba aku lihat! ". Varel melepaskan tangan Shila


mata Shila tampak berair dan Varel menemukan 1 bulu mata Shila ada didalamnya.

__ADS_1


"bulu matamu masuk sayang". kekeh Varel mengelus kepala Shila.


"uuh.. gatalnya..! makasih ya om". ucap Shila tersenyum mengucek sebelah matanya.


"jangan dikucek". pinta Varel


"gatal". rengek Shila


Varel tersenyum lalu merangkul pinggang Shila kembali, "kita ke dokter ya? ".


Shila menjatuhkan rahangnya,


.


Shila berwajah datar saat diperiksa oleh dokter mata, ia benar-benar tak habis fikir dengan kelakuan om tampannya itu.


"bagaimana mata sayang aku dok? ". tanya Varel


"tidak ada yang patut dikhawatirkan Tuan, Saya beri resep obat mata yang bisa mengembalikan mata merah Nona". kata dokter mata tersebut sambil berjalan ke arah mejanya dan Varel mengikutinya seperti Shila sedang sakit serius saja.


"huuh..! ". Shila menarik nafas lalu menghembusnya perlahan, ia terus melakukannya berkali-kali untuk tetap sabar dengan keposesifan Varel yang 7 kali lipat lebih menyebalkan dibanding Papanya.


"ayo sayang..! kita tebus obatnya! ". ajak Varel mengulurkan tangannya.


Shila menyambut tangan itu tapi jangan lupakan wajahnya yang masih datar karna Shila masih kesal atas apa yang dilakukan Varel.


saat Varel digandeng oleh Shila banyak pasang mata menatap iri mereka, Shila dan Varel seperti pasangan suami istri saja yang datang memeriksa apakah sudah berisi atau belum, dan terlihat sekali wajah Shila seperti kecewa belum berisi, padahal yang sebenarnya bukanlah seperti itu.


"duduk disini sayang..!". Varel mendudukkan Shila di kursi pojok


"Nona anda beruntung sekali memiliki pria seperti itu! ". bisik wanita disamping Shila


"beruntung apa nya? mata ku cuma merah karna dikucek, aku cuma bilang gatal tapi dia langsung membawaku ke dokter mata". jawab Shila dengan kesal


Shila kaget saat orang-orang yang mendengar perkataan Shila malah memekik heboh,


"Nona anda harus bersyukur..! ".


Shila mendengarkan perkataan wanita-wanita yang duduk disekitarnya, ia melihat ke arah Varel,


"masa iya sih? apa aku kurang bersyukur? tapi memang kelakuan om menyebalkan, aku hanya mau dimanja bukan seperti ini, aku pikir om akan menghembus mataku tapi malah membawaku kesini dengan mudahnya membatalkan pekerjaanku". batin Shila mengerjab-ngerjabkan matanya.


.


.


"om ini dimana? ". tanya Shila melihat sebuah rumah yang tampak megah dengan banyak bunga disekitarnya.


"kamu suka sayang? ". tanya Varel dibalas anggukan oleh Shila


"ini rumah masa depan kita". jawab Varel membuat Shila menoleh ke Varel seketika


"ayo keluar..! ". ajak Varel

__ADS_1


Shila pun keluar dan Varel mengulurkan tangannya juga saat sudah berdiri disamping Shila, Shila menatap desain Rumah itu yang terlihat minimalis.


setibanya di dalam Rumah itu Shila sampai kaget, diluar terlihat kecil namun di dalam begitu mewah dan panjang kebelakang serta ada garasi bawah tanah.


"lihat..! ". Varel memberikan surat kepemilikan tanah serta rumah yang kini didecak kagumi Shila.


"nama ku om? ". tanya Shila


"iya sayang..! rumah ini atas namamu, setelah kita menikah nanti kita akan pindah kesini, kamu pemiliknya dan aku hanya menumpang disini". kata Varel membuat Shila tersenyum manis mengelus rahang Varel.


"kenapa om menumpang? ". tanya Shila terkekeh


"karna kamu harus percaya kalau aku tidak pernah berniat meninggalkanmu sayang". jawab Varel


"lalu kapan om bangun rumah ini? ". tanya Shila begitu suka dengan bentuk Rumah barunya yang sangat elegan dan berkelas terlihat kecil kenyataannya sangat luas kebelakang.


"sejak aku jatuh cinta padamu". jawaban Varel membuat Shila melihat ke arah Varel


Shila mengerjab-ngerjabkan matanya saat Varel mendekat padanya, tangan Varel meraba pipi Shila dan mengelusnya lembut hingga terakhir mengusap bibir Shila.


"kamu seksi sekali sayang! ". kata Varel tidak nyambung


"kenapa begitu om? ". tanya Shila


"garis bibirmu sangat seksi, sangat pas untuk dilum*t habis". kekehnya membuat Shila membelalak.


"haha.. Om tidak ada makanan? aku sangat lapar". alih Shila mengelus-ngelus perutnya


Varel mengulum senyumnya, "tetaplah disini! aku akan beli bahan-bahannya diluar dan kita masak disini ya? "


"udah ada perlengkapan dapurnya om? ". tanya Shila


"tentu saja! ". jawab Varel mengedipkan sebelah matanya lalu berlalu setelah mengelus kepala sang kekasih.


Shila memegang dadanya dan mengelus-ngelusnya, "kenapa jantungku terus seperti ini sih? sejak aku menerima om jadi pacar aku, aku punya penyakit jantung". gerutu Shila yang memang dasarnya tidak peka.


.


Shila hanya duduk manis sementara om tampannya memasak untuk Shila,


"sayang? ". panggil Varel


"hmm? ". sahut Shila


"tidak apa". jawab Varel terkekeh gemas melihat tampang Shila yang sangat menggemaskan


Shila menautkan kedua alisnya, "kenapa sih om? ".


"kapan aku boleh menc*um bibirmu? ". tanya Varel fokus dengan masakannya sementara Shila terpaku mendengarnya.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2