
.
.
.
Raisa tersenyum lebar melihat sarapan mewah yang dibuatkan suaminya.
Frans menatap lekat istrinya yang tengah berbinar melihat sarapan buatannya, Raisa terlihat kebingungan memilih menu yang harus ia mulai terlebih dahulu, Frans menarik dagu lancip Raisa lalu ******* bibir Istrinya setelah puas ia lepaskan,
"manis sekali! ". Frans mengecup lagi dan lagi bibir Raisa yang tersenyum manis
Frans mencium pipi Raisa hingga Raisa mulai mendengus, "kapan mas akan melepaskanku? aku ingin makan". rengek Raisa membuat Pria tampan itu terkekeh.
"duduk disampingku! ". pinta Frans menepuk kursi didekatnya bahkan merapatkannya ke sisi Kursinya.
Raisa dengan patuh menuruti permintaan sang suami, lalu Frans menyibakkan rambut Raisa hingga gadis manis itu menoleh ke Frans secara perlahan.
"sarapan saja..! tidak usah pedulikan aku hmm? ". kata Frans
Raisa pun menuruti perkataan Frans, ia hanya fokus sarapan ala Raisa si gadis biasa yang makan tanpa memikirkan keanggunan, Frans terus saja tersenyum melihat Raisa sarapan.
"aku mau! ". pinta Frans
Raisa yang sedang mengunyah menoleh dengan pipi menggembung dan mata mengerjab, "hmm?? ".
"aku mau juga..! suapin aku sayang". pinta Frans
Raisa pun memotong roti buatan Frans dengan sendok lalu menancapkannya pakai garpu menyuapinya ke Frans.
Raisa semakin malu saja di tatap mesra oleh suaminya, ia tidak bisa berkata-kata selain pura-pura menyibukan diri dengan makan.
"ternyata menikah itu memang menyenangkan". kata Frans begitu asik menatap Raisa.
Raisa tersenyum malu, "apalagi kalau punya suami seperti mas". jawabnya pelan dan Frans tertawa.
mereka menikmati kebersamaan di Puncak lalu kembali ke Kota beberapa hari kemudian, Frans membawa Raisa ke Apartemennya yang lebih dekat dengan Perusahaan miliknya Frans.
"tinggal disini ya? ". bujuk Frans
"tapi Mommy dan Papi bagaimana? ". tanya Raisa
"mereka baik-baik saja tapi jika kamu hamil kita akan kembali ke Mansion". jawab Frans dengan lembut.
Raisa merona seketika saat Frans dengan entengnya mengatakan dirinya akan hamil, membayangkan setiap adegan panasnya dengan sang suami selalu saja membuat tubuhnya memanas.
"ikuti aku sayang..! ". ajak Frans menggenggam tangan Raisa.
__ADS_1
Raisa menganga melihat fasilitas mewah di Apartemen Frans, ada kolam berenang, semua sangat menakjubkan tapi saat Frans membawa Raisa ke dapur,
"waaahhhhh!! ". pekik Raisa berjalan melihat kemewahan dapur itu.
Frans terkekeh mendengar celotehan Raisa yang bilang ada perlengkapan masak yang sangat lengkap, dari Oven, pemanggangan, dan banyak fasilitas yang sangat mempermudah memasak.
"ini untuk apa mas? ". tanys Raisa berbinar menepuk-nepuk sebuah ricecooker yang kecil alias mini.
"itu untuk bubur". jawab Frans memeluk Raisa dari belakang.
"aku jadi pengen masak! ". senyum manis Raisa yang tangannya terasa gatal ingin memasak.
Frans membawa Raisa ke Kulkas hingga Raisa terbengong-bengong melihat banyaknya pintu kulkas di Dapur itu, setau Raisa kulkas mewah hanya 2 pintu tapi ini banyak sekali bahkan ada kulkas khusus untuk es cream.
"ini masih kosong sayang..! aku belum belanja". kata Frans dengan lembut menekan kepala Raisa.
Raisa membalik tubuhnya menghadap Frans, Frans mengunci tubuh Raisa dengan tangannya berada disisi wajah Raisa tangannya sibuk merapikan rambut Raisa yang kusut karna diterbang angin saat berkendara motor tadi.
"kalau begitu aku belanja ya mas? ". Raisa seolah ingin meminta izin pada suaminya.
Frans menggeleng kepalanya pelan hingga senyum Raisa memudar,
"kita berenang bagaimana? ". tanya Frans menyeringai
"tapi mas aku tidak bisa berenang". jawab Raisa
"hah? kenapa tidak bisa? ". tanya Frans gemas
"baiklah..! aku bisa mengajarimu". ajak Frans
Raisa berusaha menolak tapi Frans sampai menggendong Raisa seperti karung beras, saat didalam kolam Raisa menjerit saat kakinya tidak bisa memijak keramik dibawahnya alias menggantung, Raisa terus saja menempeli Frans hingga Frans tertawa terbahak-bahak.
"mas..? aku takut! ". pekik Raisa melingkarkan kakinya di pinggang Frans dan tangannya juga melingkar ditubuh Frans.
Frans malah menikmati ketakutan Raisa, ternyata seru juga punya pasangan yang tidak bisa berenang bisa cari enak, sejak menikah Frans jadi Pria mesum tapi hanya pada istrinya saja.
ke esokan paginya.
"mas bawa aku kemana? ". tanya Raisa
"kita ke Rumahmu! ". ajak Frans
"tapi kita harus ke Perusahaan Mas, udah hampir 2 minggu kita libur". protes Raisa
bukannya Raisa tidak mau menemui keluarganya tapi pulang bekerja masih bisa,
Frans mengabaikannya terus saja membawa Raisa masuk ke mobilnya dan melaju meninggalkan kawasan Apartemennya,
__ADS_1
Raisa pun tidak lagi protes karna Suaminya itu seperti dewa yang tidak bisa dibantah, benar-benar penguasa tapi tidak pernah menyakiti Raisa.
"eeeh..? ini dimana mas? ". tanya Raisa mengedarkan pandangannya melihat sebuah rumah mewah dan kini Mobil Frans masuk saat gerbang dibuka.
Raisa dengan kebingungan mengikuti suaminya, jelas tadi Frans mengatakan akan menemui keluarganya tapi kenapa malah ke Rumah Mewah ini hingga tiba-tiba Raisa melihat Ibu dan adik-adiknya ada di Ruang TV sambil makan cemilan, mereka menyambut Raisa dan Frans.
Ibu Lely tanpa ragu langsung ke dapur membuatkan makanan untuk Frans tapi Raisa berusaha menolak sebab mereka sudah sarapan, Raisa sangat tau suaminya menjaga bobot tubuhnya yang ideal itu, tapi Frans malah meminta minuman saja.
Raisa mengikuti Lely yang ke dapur lalu bertanya yang sebenarnya hingga Raisa terharu dengan penjelasan Lely mengenai kata-kata Frans.
Lely sudah menolak tapi Frans memaksa namun Rumah sebelumnya tidak dijual melainkan di kontrakan saja.
.
.
di parkiran Perusahaan
"kenapa melihatku hmm? ". tanya Frans dengan gemas mencubit pipi Raisa.
"makasih atas semua yang mas lakukan pada keluargaku". ucap Raisa dengan tulus
"keluargaku keluargamu begitu juga sebaliknya, apa menurutmu setelah membawamu dari mereka aku tidak membalas jasa Ibu kandungmu, aku harus berterimakasih padanya telah melahirkan wanita secantik ini untukku". kata Frans mengelus kepala Raisa.
Raisa tersenyum haru, ia merasa sangat spesial bagi Frans hingga memberinya kebahagiaan seperti itu pada keluarganya.
"bayar dengan tubuhmu sayang". seringai Frans
Raisa tersenyum manis dan mengangguk pelan
"bekerja lah seperti biasa, jam makan siang nanti aku minta kamu masuk ke Ruanganku ya?". kata Frans lagi mengelus pipi Raisa.
Raisa pun mengangguk patuh lalu berlari keluar dari mobil Frans,
setibanya di Ruangan Kerja Raisa seperti biasa teman-temannya selalu bertanya padanya kemana saja selama 2 minggu terakhir mengapa liburannya bisa samaan dengan Presdir mereka yaitu Frans.
"benarkah?? aku tidak tau kebetulan aja kali". jawab Raisa begitu meyakinkan.
Raisa belum siap memberi tau teman-temannya bahwa dirinya telah sah menjadi istri Frans dan selama 2 minggu mereka sibuk berbulan madu di Puncak.
Arif datang ke Raisa dan memberitau pekerjaan Raisa yang tertinggal, dengan sigap Raisa mengejar ketertinggalannya.
"kenapa kau keliatan senang sekali? ". tanya Arif terkekeh.
"aku sedang menang lotre". jawab Raisa senang dan Arif hanya berlalu pergi sambil menggeleng-geleng kepalanya.
.
__ADS_1
.
.