Gadis Istimewa Milik Bos CEO Dingin

Gadis Istimewa Milik Bos CEO Dingin
mendatangi


__ADS_3

.


.


Varel mengikuti Shila dari jarak jauh saat Shila membawa seorang Pria kurus yang terlihat menyedihkan bersama 2 Pria asing yang terlihat seperti pekerja nya Shila.


"apa yang ku lakukan? ". decak Varel tapi kakinya terus saja menginjak gas dan mengikuti mobil Shila.


Shila masuk ke kebun binatang dan beberapa orang yang melihat Shila terus saja memotret Shila, tanpa rasa malu Shila mengatakan dirinya sedang membawa Papanya untuk berlibur tapi tidak ada yang mencela Shila, mereka sebagai fans sangat mengerti, mereka hanya memotret Shila saja sudah membuat mereka senang.


"kamu tidak bekerja nak? papa kan kesini bisa bersama mang Aji dan mang Ujang". tanya Suryo dengan lembut.


"tidak bisa dong Pa..! Shila sudah bekerja keras sebelumnya jadi hari ini adalah hari kita berdua, jangan usir Shila ya pa? ". Shila tersenyum manis mengusap rahang tirus Suryo.


"nak..! "


"ssst... Kita ke burung merak ya Pa? Shila pengen lihat aslinya". alih Shila menunjuk ke arah keramaian.


Suryo tak lagi berbicara, ia hanya bisa tersenyum dengan sifat putrinya yang sangatlah sederhana dan begitu patuh padanya, terkadang Suryo sedih karna merasa menjadi beban bagi Shila tapi ia juga tidak boleh menyerah untuk bertahan hidup karna meninggalkan Shila sendirian di dunia ini adalah hal yang lebih menyakitkan bagi Suryo dari pada penyakit yang dideritanya saat ini.


Ujang dan Aji terus saja mengawasi Suryo sementara Shila sedang berbinar seperti anak kecil melihat cara burung merak jantan mencari perhatian merak betina yaitu dengan mengembangkan bulu-bulu indahnya.


"mang..! Fotoin Shila dong! ". rengek Shila


"baik neng". jawab Aji sambil menahan senyum melihat ke arah Suryo yang juga tersenyum.


terkadang Aji dan Ujang begitu mengagumi Suryo yang berhasil membesarkan Shila menjadi berlian murni yang sangat langka, hanya mereka lah yang tau bagaimana sifat baiknya Shila saat di Rumah.


Shila tidak pernah menunjukkan sifat bar-barnya yang kasar pada orang lain di depan Suryo, berbeda dengan Suryo yang terlihat lebih ganas jika ada binatang atau manusia yang melukai putri kesayangannya.


cekrek..


Varel membenarkan masker hitamnya, juga kacamata hitamnya, "kenapa aku mengawasinya? ck.. bagaimana caraku mengatakan padanya kalau mommy ingin menemuinya? apa yang harus aku lakukan? ". gerutu Varel


Varel tidak mau membuat Jessy mendiaminya lagi terlebih lagi Varel tau bagaimana sayangnya Jessy pada Shila yaitu dengan bukti kemarahannya selama ini bisa mendiaminya, menganggapnya tidak ada.


Varel mendengar gosip-gosip pengunjung kebun binatang yang memuji kebaikan Shila,


"mereka tidak tau saja itu hanya topengnya, sifat aslinya berbeda". batin Varel


walau tau Shila galak dan sombong tapi Varel tidak menyalahkannya karna ia merasa topeng Shila itu baik didepan publik sudah biasa, sebenarnya topeng baik didepan Varel itu sudah banyak dilakukan banyak wanita, bukankah itu memuakkan? bosan? hanya Shila yang berbeda. mengapa Shila tidak memasang topeng baiknya pada Seorang Varel? malah bersikap sebaliknya.


"ck... bahkan dia membelaku didepan mommy ! apa maunya sebenarnya? ". batin Varel dengan dingin tapi terbesit rasa penasaran.


.


.


malam harinya.

__ADS_1


Shila membulatkan matanya saat Varel mendatanginya lewat balkon kamarnya lagi.


"aaakkkh! ". jerit Shila dibekap langsung oleh Varel.


"Om cab*l? sedang apa lagi disini?? ". Tanya Shila membentak menepis tangan Varel.


"aku butuh bantuanmu perempuan bar-bar". bisik Varel


"lalu harus cara seperti ini? ". tanya Shila dengan mata melotot


"tadi aku berbicara sopan padamu kau menolakku? apa kau tidak ingat hah? ". decak Varel tak kalah galak.


"tadi itu sopan namanya? itu bukan sopan om tapi pemaksaan, saya sibuk dan om memaksa saya ikut, dasar orang kaya tidak punya Etika". ketus Shila.


"jaga bicaramu..! jika bukan karna mommyku aku tidak akan datang kesini". ucap Varel dengan galak


Shila kaget lalu tertawa lepas seketika hingga Varel membelalak tak senang,


"berani kau menertawaiku hah? ". bentak Varel


Shila masih asik tertawa, "suka-suka saya lah".


"cepat ikut aku..! aku akan bayar berapapun yang kau mau hanya bertemu mommyku saja". titah Varel


Shila tampak berpikir, "apapun yang aku minta om? ".


"iya...! " jawab Varel


"temui mommyku lah! kau fikir apa? ". tanya Varel dengan ketus terkesan tak punya hati


"om kan cab*l ! aku harus hati-hati". jawab Shila membuat Varel melototinya tapi Shila tidak takut.


"pria cab*l pun tidak akan tertarik padamu". ucap Varel dengan dingin dan tersenyum smirk


Shila terkekeh, "lalu kenapa mata om memerah saat itu menatap aku om? tatapan seperti itu adalah tatapan pria cab*l". ejek Shila


"jangan banyak bicara..! cepat lakukan saja perintahku". alih Varel dengan ketus


"dasar tidak punya etika". ejek Shila


"apa kau bilang? ". tanya Varel dengan marah


"dasar penakut ! aku bilang, kenapa? om mau marah?? ". balas Shila menantang.


"kau...? atas dasar apa kau berani melawanku hah?". tanya Varel dengan geram


"atas dasar perikemanusiaan". jawab Shila


"aku bisa mati tegak bicara padamu..! cepat bergerak! ". geram Varel

__ADS_1


Shila menjulurkan lidahnya, "sana lompat..! " usir Shila


Varel berjalan tenang meninggalkan Shila setelah menatap tajam wajah cantik Shila, Shila melebarkan matanya melihat Varel melompat santai dari lantai 3.


Shila berlari dan melihat Varel dari balkon berjalan santai keluar Rumahnya bahkan mudah melompati pagar yang tingginya hampir 5 meter.


"apa pekerjaan sampingannya merampok?". gumam Shila dengan mata melebar kaget.


"pantas saja Papa tidak menyadari kedatangannya, dia lebih mengerikan dari hewan buas, cara masuknya seperti rumah sendiri? ". geleng-geleng kepala Shila.


sebenarnya Shila enggan menuruti permintaan Varel tapi tawaran yang di katakan Varel membuatnya tertarik, ia ingin meminta 1 hal pada Varel hanya Pria berkuasa saja yang bisa memenuhi keinginannya.


.


.


"mang.. Papa tidur? ". tanya Shila ke Ujang


"iya Neng..! neng mau kemana atuh? ". tanya Ujang


"Shila mau keluar bentar mang..! nanti Shila akan pulang cepat, kalau terjadi sesuatu pada Papa tolong kabarin Shila ya mang?". pinta Shila memelas.


"baik neng! ". jawab Ujang.


Shila pun keluar dari Rumahnya dan tidak membawa mobil sama sekali, ia melihat kiri-kanan saat keluar dari pagar rumahnya, tak berapa lama Shila menunggu mobil mewah berwarna hitam datang dan Shila duduk di belakang.


"kau fikir aku supirmu?". bentak Varel


"ck...! tempat itu khusus untuk orang istimewa bagi om.. jadi saya tidak akan duduk disamping om". jawab Shila dengan acuh


"apa peduli mu hah? cepat pindah kedepan, ini lebih mengerikan dari isi pikiranmu itu, kau menganggapku supirmu? cepat duduk depan.! ". titah Varel dengan dingin


Shila terlihat enggan bergerak hingga Varel yang bergerak dengan membuka pintu mobil belakang.


"pindah sendiri atau aku gendong lalu aku jatuhkan tidak elit didepan". ancam Varel


Shila menatap geram Varel yang sangat menyebalkan, dari pada di gendong Varel ia pun pindah sendiri dengan caranya bukan keluar dari mobil hingga Varel tercengang melihat itu.


Varel menutup pintu lalu kembali masuk ke bangku kemudi.


"apa kau memang juara PI hah? kenapa tingkahmu tidak ada anggunnya sama sekali? ". Ejek Varel.


"sifat anggunku hanya ada diatas panggung, jangan harap om meminta aku untuk berakting seperti itu". ketus Shila.


"gadis bar-bar sepertimu tidak cocok menjadi Putri Indonesia yang dikenal sebagai perempuan anggun dan berkelas". ketus Varel


"bodo amat". jawab Shila acuh


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2