Gadis Istimewa Milik Bos CEO Dingin

Gadis Istimewa Milik Bos CEO Dingin
perdebatan kecil


__ADS_3

.


.


Aham dan Rion sangat tau sebesar apa perasaan bencinya Ariel pada keluarganya itu, mereka tidak mengira bahwa Ariel akan dengan mudahnya melupakan rasa dendamnya itu, dulu mereka tau bagaimana bencinya Ariel hingga ingin menghancurkan Fox Group dan membantai seluruh keluarganya.


Ariel tidak minta dilahirkan bukan? tapi kenapa ia harus di buang hingga menderita, kenapa Ariel tidak dicekik saja saat bayi? dengan begitu Ariel tidak akan mengalami penderitaan itu kan?


namun apa yang Aham dan Rion lihat kini, dendam dan kebencian Ariel hilang dalam sekejab saat tinggal di Kediaman Fox Group beberapa bulan.


.


ke esokan harinya, dimalam hari


Shila mendatangi acara besar Perusahaan ternama, ia berpakaian anggun dan sopan untuk kenyamanannya.


"sebentar lagi akan ada Acara Putri kebanggaan Negara Indonesia (Internasional) dan Shila akan ditunjuk menjadi perwakilan Indonesia". ujar salah satu kontestan Putri Indonesia


Shila tak sengaja mendengarnya segera mendekat lalu duduk disamping rekan-rekannya.


"apaa..? dari mana kalian tau? ". tanya Shila tak percaya


"kamu tidak tau Shila? ". tanya mereka serentak


Shila menggeleng kepalanya seperti anak kecil yang tak tau apa-apa.


mereka menceritakan semuanya hingga Shila menganga lebar mendengarnya.


"apa aku bisa menolaknya kak? ". tanya Shila penasaran


pertanyaan Shila membuat semua rekan-rekan cantiknya menjatuhkan rahang tak percaya Shila akan menolak kesempatan besar itu.


"kenapaa? ". tanya mereka serentak


Shila pun kaget dengan pertanyaan mereka semua.


"a.. aku tidak mau ikut acara itu karna terlalu dewasa bukan? ak.. aku masih kecil dan ingin kuliah". cicit Shila


mereka menghela nafas panjang dan mengocehi Shila yang tak bisa ambil kesempatan namun apa boleh buat jika Shila tidak mau mereka bisa apa? sangat sayang di tolak tapi menerima pun Shila tidak mau karna alasannya juga sangat masuk akal.


"jadi kamu mau berhenti dari tempat kerjaanmu Shila? ". tanya rekan cantik Shila


"b.. bukan berhenti tapi hanya menunda sebentar saja, aku ingin tamat kuliah lebih cepat dan menfokuskan 1 tahun ini untuk kuliah". jawab Shila sambil tersenyum

__ADS_1


"kamu yakin tidak mau ikut acara itu? ". tanya mereka serentak


"tentu saja aku yakin.. kenapa? pertanyaan kalian seperti aku menolak emas batangan yang diberikan padaku". kekeh Shila


"memang benar". jawaban mereka semua membuat Shila terdiam lalu berdehem pelan untuk menetralkan kecanggungannya ditatap mereka semua.


acara di mulai, sedangkan Ariel sibuk mengoceh dengan rekan bisnisnya yang mengenalnya sebagai Varel.


"anda sangat hebat Tuan..! terimakasih. ! saya sangat beruntung memiliki rekan kerja seperti anda". ucap Rekan Kerja Ariel


"Terimakasih atas kepercayaan anda. ". ucap Ariel membalas jabatan tangan Rekannya.


mereka kembali bercakap-cakap soal pekerjaan dan lama-lama Rekan kerja lainnya datang ke tempat Varel ikut bergabung menceritakan soal keluhan di kantor mereka.


"ada penghianat di Perusahaan Anda Tuan, coba selidiki". pinta Ariel dengan serius.


"benarkah Tuan? tapi saya rasa semua baik-baik saja". tanya Rekan Kerja Ariel


Ariel tidak berbicara lagi karna merasa di ragukan sedangkan Pria itu tampak berpikir akan ide Ariel, tidak ada salahnya mencoba mencari tau bukan?


"kenapa anda menolongnya Tuan? ". tanya Nando dengan datar


"memang ada apa dengannya? ". tanya Ariel menaikkan sebelah alisnya.


"dia itu orang bodoh yang begitu mempercayai saudara sepupunya menghandel Perusahaan, sebelumnya anda sudah memperingatinya untuk tidak menerima pria itu karna kegagalan tahun lalu hampir membuat mereka jatuh bangkrut". Nando


.


Ariel menyampaikan sepatah dua kata di panggung dan disorak gemas oleh orang-orang yang ada, kagum, iri, sangat berkharisma, itu lah yang membuat mereka histeris terutama dikalangan wanita.


Shila hanya bisa menggeleng-geleng kepala sambil mengusap telinganya yang terasa harus di jaga karna teriakan rekan-rekan cantiknya yang tidak wajar.


seorang Wanita diujung panggung menatap ke Arah Ariel dengan geram, "aku akan menjebakmu lagi Tuan.. kau fikir bisa lepas dariku? tidak peduli kau seorang Raja sekalipun". gumam Wanita itu yang tak lain adalah Desi


kehidupan Desi benar-benar hancur saat Rahasianya terbongkar hingga Papanya marah menampar dan menjambaknya bahkan tanpa hati mengusirnya, Desi putri sulung kebanggaan Papanya dan Papanya itu sangat bangga akan hal itu tapi tanpa diduga Desi menghianati nya.


"tidak masalah aku menjadi selir nya tapi aku tidak akan jatuh sendirian". gumam Desi dengan tatapan benci


Desi berlalu dari sana menghapus air matanya, apa salah jika dirinya bahagia? yaitu dengan merasakan surga dunia tapi mengapa semuanya harus terbongkar? Desi sangat benci akan hal itu dan ia bersumpah akan menjebak Ariel yang membuat dirinya terusir dan terbuang dari keluarganya sendiri.


.


sementara Ariel yang sudah selesai di panggung hendak turun namun dihentikan oleh MC, mereka mengundang Shila naik ke atas panggung hingga mengundang sorak para penonton.

__ADS_1


"ihh.. kenapa lagi sih ini? ". gumam Shila berdecak pelan namun dengan gigi merapat tidak ada yang mendengarnya sama sekali.


"waah.. sana maju Shila! ". heboh rekan-rekan Shila


alhasil mau tak mau Shila harus naik ke atas panggung dan menyelesaikan semuanya dengan cepat.


.


Ariel melirik Shila dengan datar, "kau pasti membenci hal ini kan? ". bisik Ariel di telinga Shila


"diam Pak". jawab Shila mendesis menatap ke arah Ariel


Ariel berdecak kesal karna Shila memanggilnya Bapak, sungguh tak diduga ada seorang gadis menyebalkan yang memanggilnya bapak padahal umurnya masih muda.


"apa wajahku masih ada kerutannya? ". tanya Ariel berbisik kembali


Shila beralih menatap Ariel, "hmm.. masih ada". jawab Shila dengan tenang


"ba.. bagaimana bisa? aku sudah perawatan". tanya Ariel tak suka


Shila mendengus, "siapa suruh otak dan pikiran bapak kotor hingga memunculkan kerutan di dahi itu". jawab Shila menunjuk kening Ariel


"otak kotor bagaimana maksudmu? ". tanya Ariel sambil memegang keningnya


"hati yang diselimuti dendam itu adalah otak kotor yang aku maksud pak". jawab Shila


"benarkah? aku rasa tidak ada pengaruhnya". Ariel membantah hal itu


"ada Pak..! coba bapak bersihkan lagi hati dan otak bapak, aku gadis kampung sangat tau perubahannya, jangan meremehkan pandangan gadis kampung". jawab Shila


Ariel terkekeh, "apa yang bisa dibanggakan dari tatapan gadis kampung heh? ".


"sinar wajah seseorang". jawab Shila dengan santai dapat tatapan kesal dari Ariel


"dasar gadis kampung! ". decak Ariel


"ya.. jangan macam-macam dengan gadis kampung yang masih banyak percaya dengan mitos". jawab Shila mengakui


Ariel mendengus lalu meraba dahinya,


tanpa mereka duga percakapan kecil mereka malah di nilai mesra oleh orang-orang yang melihatnya tanpa tau apa-apa masalah Ariel dan Shila yang sebenarnya bukanlah berbicara hal mesra melainkan perdebatan saja.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2