
Keesokan Harinya,,
Pagi ini Ehan sudah Rapi dan wangi, bukan tanpa alasan iya melakukan itu. Dia hanya ingin bertemu Rena yang dianggapnya sebagai cinta pertamanya selama dia di pesantren dulu. Iya mencari alasan agar bisa keluar pagi-pagi.
Sekarang ia keluar kamarnya dengan stelan santai, dengan senyum di bibirnya menandakan Jika iya sedang berbahagia hatinya.
Sementara Niko iya sudah siap dengan pakaian santainya hendak melangkah membuka pintu rumah untuk mencarikan sang majikan sarapan pagi.
Ceklek,,
" Ehan ... Kau sudah bangun... " ucapnya heran
" Aku sudah ganteng belum " ucapnya sambil terseyum
" Ganteng sih.. memangnya kau mau kemana pagi-pagi begini " ucap Niko masih heran dengan tingkah sang majikan
" Ya mau nemenin kamu cari sarapan " ucapnya
" Tumben... biasanya juga susah dibangunkan " ucap Niko menggerutu
" Ehan sekarang sudah berubah " ucapnya dengan bangga
" Ada angin apa Kamu mau berubah " ucap Niko
" Berubah menjadi lebih baik apa salahnya bro " ucap Ehan masih dengan senyum manisnya
" Terserah lah... " ucap Niko
" Yu kita cari sarapan bareng " ajak Ehan
" Bilang aja mau ketemu Rena " sindir Niko
" Kalau itu mah... Rezeki.. ga mungkin ditolak " jawabnya
" Sudah ku duga... " ucap Niko dengan wajah sinisnya
Kini Ehan dan Niko berjalan kaki keluar rumahnya untuk mencari sarapan paginya yang dijual dekat dengan rumah yang iya sewa.
" Wah... itu kayanya enak... soalnya ngantri begitu " ucap Ehan terseyum jahat
" Bos bukanya kemarin bilang mau makan nasi uduk tiap hari " ucap Niko
" Itu kan kemarin... " Ucap Ehan
" Tapi nasi uduknya kan enak kemari Bos sangat lahap memakanya " ucap Niko
" Aku penasaran sama tukang dagang itu.. sepertinya enak " ucap Ehan
" Dari mana bos tahu itu enak atau tidak " ucapnya Niko sambil tersenyum dipaksakan
" Logikanya kalau pedagang itu laris sampai mengantri begini... berarti pedagang itu rasanya enak... " Ucap Ehan
" Tapi Bos " ucap Niko
" Cepat kamu ngantri sana... aku tunggu disini " ucap Ehan
Akhirnya Niko pun mengantri bersama orang-orang yang sudah mengantri disana, sedangkan Ehan dia terlihat duduk manis sambil melihat orang-orang yang datang disebuah kursi panjang terbuat dari kayu yang disediakan disana
__ADS_1
Tidak terduga datanglah Rena bersama sahabat-sahabatnya sudah dari warung membawa plastik belanjaannya.
Ehan yang melihat itu langsung menghalangi jalan Rena.
" Tunggu " ucap Ehan
" Ada apa ya.. " ucapnya Rena heran
" Minggir kamu " ucap Marni
" Ish... aku ga mau ngomong sama kamu... aku maunya ngomong sama Rena.. " ucapnya sambil terseyum
" Kalau kamu mau ngedeketin Rena berhadapan dengan aku " ucap Marni kesal
" Ye... jomblo sirik... ga ada yang deketin " ucap Ehan tertawa
" Awas aku mau bicara sama Rena " ucap Ehan
" Ga boleh " ucap Marni mencoba membawa Rena pergi namun tangan Rena langsung di pegang Ehan
" Astaghfirullah " ucap Rena dengan kaget
" Maf... kita bukan muhrim.. Jagan pegang saya " ucap Rena
" Cowo ga tau diri.. main nyosor aja " ucap Marni kesal
" Aku cuma mau ngobrol sama kamu lima menit aja " ucap Ehan
" Ga bisa " ucap Marni
" Harus bisa " ucap Ehan
" Nah kalau gitu kan enak " ucap Ehan menjulurkan lidahnya ke Marni
" Ada apa " tanya Rena langsung To The point
" Aku Ehan " ucap Nya menjulurkan tangannya
" Sudah tahu " ucap Rena tak menanggapinya
" Ini cewe jutek amat... Aku harus dapatkan hatinya apapun yang terjadi " batin ehan
" Em... aku mau minta no handphone kamu... nama Facebook kamu dan nama Instagram kamu " ucap Ehan dengan tersenyum manis
" Masya Allah... apakah Dia Ehan yang aku kenal dulu... Aku senang kita bertemu kembali namun sesuai janji ku waktu kecil kalau kita bertemu lagi.. aku akan menggapmu seperti orang lain " batin Rena
" Aku tak punya semuanya... " ucap Rena singkat sambil menunduk
" Loh kenapa... masa jaman sekarang ga punya aplikasi begitu.. kamu kudet nih... " ucap Ehan
" Kalau sudah tidak ada yang mau dibicarakan... say permisi " ucap Rena
" Eh tunggu " ucap Ehan memegang tangan Rena
" Astaghfirullah.. jangan pegang-pegang kita bukan muhrim " ucap Rena sedikit kesal
" Maf... Kapan dong " ucap Ehan
__ADS_1
" Kapan apa " tanya Ehan
" Kapan kita muhrimnya " ucap Ehan mampu membuat Rena kaget.
Ada sedikit rasa senang dihati Rena mengingat Ehan adalah cinta pertamanya yang dulu kagumi dan sekarang mereka bertemu kembali entah takdir atau hanya kebetulan baginya. Namun disisi lain perlakukan Ehan dahulu masih teringat diingatnya. Meskipun iya tidak membenci Ehan namun kata-kata Ehan justru menyadarkannya jika lelaki itu harus berjuang mendapatkan perempuan bukan sebaliknya.
" Aku permisi " ucap Rena melangkah Pergi dari sana
" Rena tunggu... " ucap Ehan namun tak didengar oleh Rena
" Rasain Kau " ucap Marni yang kini membalas perbuatan Ehan yaitu menjulurkan lidahnya
Kini Ehan merasa kesal dengan apa yang iya alami. Belum pernah ada perempuan yang melakukan itu padanya. biasanya semua orang akan senang jika Ehan puji-pujian.
Datanglah Niko dengan wajah kesalnya menghampiri Ehan yang sedang terdiam meliat langkah Rena yang meninggalkannya.
" Bos "
" Apa " ucap Ehan kesal
" Waduh si bos kenapa... gawat nanti aku kena semprot lagi " batin Niko
" Bos... mohon maf nih ya... serabi yang Bos mau sudah habis... " ucap Niko dengan hati-hati
" Serabi " tanyanya heran
" Kan tadi bos persen mau makanan dari pedagang itu ... itu pedagang serabi... dan serabinya habis " ucap Niko
" Beli nasi uduk saja " ucap Ehan melangkah pergi menuju Rumah yang iya sewa
" Bos mau kemana " tanya Niko
" Pulang... " ucap Ehan kesal
" Loh... terus ini nasi uduknya gimana " ucap Niko
" Ya Kau yang beli lah.. masa aku " ucapnya masih dengan wajah kesalnya
" Yasudah kalau begitu " ucapnya Niko dengan suara pelan-pelan
Sementara Kini Ehan berada di ruang tamu menunggu kedatangan Niko yang sedang membeli nasi uduk tersebut. setelah menunggu sepuluh menit datanglah Niko dengan bungkusan pelastik berisikan nasi uduk.
Niko heran dengan tingkah Ehan yang berubah drastis.
" Bos ini Sarapannya " ucap Niko
" Lama " ucap Ehan
" Maaf Bos... kan Saya dari sana harus jalan kaki " ucap Niko
" Diam Kamu " ucap Ehan
" Bos benar-benar aneh.. Kesambet jin apa dia " batin Niko
Merekapun memakan sarapannya tanpa sedikitpun suara. tampak Ehan yang masih kesal dengan sikap Rena padanya. sedangkan Niko cuek menghabiskan makananya.
Setelah selesai dengan makananya merekapun segera menuju proyek pembangunan yang akan didirikan oleh Leo. sebagai pengganti sang ayah, iya harus bertanggung jawab atas pembangunan terbit dikarenakan sudah dua orang mandor yang korupsi dan pembangunan pun tak kunjung selesai.
__ADS_1
Mereka pergi ke Proyek sesuai rencana kemarin yaitu mengunakan pakaian santai dan diam-diam Kesana, supaya mudah menyelidiki semuanya.