
Rena dan Ehan sedang asik melihat-lihat setiap sudut yang ada dirumah itu tiba-tiba Rena jatuh karena lantainya licin.
" AW sayang sakit " ucap Rena
" Sayang kamu kenapa " tanya Ehan kaget saat melihat sang istri dilantai
" Sayang kaki kamu berdarah " ucapnya Ehan masih kaget
" AW perutku " ucapnya sambil menangis
" Perutmu kenapa sayang " tanya Ehan dengan panik
" Perutku sakit " ucap Rena meringis kesakitan
" Ayah.. bunda... tolong " ucap Ehan berteriak
Tak lama kemudian datanglah Leo dan Sisil menghampiri Rena dan Ehan
" Ada apa kamu teriak-teriak ehan " ucapnya sang bunda semakin kesal
" Rena jatuh bunda " ucap Ehan
" Apa " ucapnya Sisil dan Leo kaget
" Kakinya ada darah " ucap Ehan
" Bunda perutku sakit " ucap Rena dengan wajah pucat
" Ayo kita bawa dia kerumah sakit " ucap Leo
" Iya ini harus ditangani dokter " ucap Sisil
Ehan pun mengendong Rena dibawanya kedalam mobil, lalu mereka segera berangkat menuju rumah sakit.
Sisil langsung menghubungi Ina untuk menyiapkan ruangan UGD untuk Rena takutnya terjadi apa-apa dengan Rena
Tut... Tut... Tut..
" Halo sayang " ucap Sisil
" Halo bunda " ucap Ina
" Rena jatuh perutnya sakit " ucap Sisil dengan wajah paniknya
" terus sekarang keadaanya bagaimana bunda " ucap Ina
" Kami akan membawanya ke rumah sakit " ucap Sisil
" Yaudah bunda bawa Ka Rena ke rumah sakit tempat aku bekerja, nanti aku siapkan semuanya untuk menyelamatkan ka rena " ucap Ina dengan wajahnya mulai panik
" Iya sayang terima kasih, bunda sekarang masih di jalan menuju rumah sakit " ucap Sang bunda
" Yaudah sekarang Ina kerumah sakit " ucapnya
" Iya sayang, assalamualaikum " ucap sang bunda
" Waalaikum salam " ucap Ina
Sisil segera melihat keadaan Rena yang masih meringis kesakitan memegang kandungannya.
" Sayang sabar ya, sebentar lagi kita akan sampai dirumah sakit " ucapnya Ehan
" Sakit sayang " ucapnya
" Bunda gimana ini, Ehan ga kuat lihat Rena kesakitan " ucap Ehan dengan wajah khawatir
" Kamu harus bisa menguatkan Rena " ucap Sisil
" Sayang kamu sabar ya " ucap Sisil
" Iya bunda " ucap Rena wajahnya semakin pucat
" Pa ngebut dong " ucap Ehan
__ADS_1
" Baik Tuan " ucap Sang supir
Merekapun sudah sampai didepan rumah sakit, Leo segera turun dan meminta bantuan pada suster untuk membawakan ranjang rumah sakit
" Sus tolong bawakan ranjang ini ada pasien " ucap Leo
" Iya Tuan " ucap mereka segera membawakannya
Ehan segera menggendong Rena lalu iya meletakan Rena diranjang rumah sakit, lalu mereka membawa Rena keruangan UGD, disana sudah ada Ina dan satria
" Ka rena " ucapnya Ina dengan wajah sedih
" Dek, tolong Rena selamatkan bayi dan Rena " ucap Ehan masih dengan wajah paniknya
" Kaka tenang ya, kita akan melakukan yang terbaik untuk ka Rena " ucapnya Ina
" Iya dek.. " ucap Ehan
" Aku masuk dulu kedalam untuk memeriksa ka Rena " ucap Ina
" iya " ucap Mereka
.
...****************...
.
Ina segera memeriksa keadaan sang Kaka ipar, dilihatnya darah tak berhenti keluar didalam perutnya.
" Ka Rena apa yang Kaka rasakan " ucapnya Ina
" Perutku Ina sakit " ucapnya sambil menangis
Ina langsung menyuruh sang suster membawakan alat USG, iya mau melihat terlebih dahulu posisi sang bayi
" Sus tolong bawakan alat usg " ucap Ina
" Baik Dok " jawabnya
" Sayang bagaimana " tanya satria
" Kita harus mengoperasi ka Rena, tapi aku mau lihat dulu posisi baby nya " ucap Ina
" Aku bantu ya syaang " ucap Satria
" Iya sayang " jawabnya
sang suster pun datang membawa alat tersebut, satria langsung menyiapkan alatnya , lalu Ina langsung memeriksa dan melihat posisi bayi tersebut
" Posisinya bagus " ucap Ina
" Alhamdulillah " ucap Rena sedikit lega
" Ka Rena " panggil ina
" iya " jawabnya
" Ka Rena tidak memungkinkan melahirkan secara normal, kita akan melakukan operasi sesar " ucap ina
" Tapi aku maunya normal " ucap Rena sambil menangis
" Ka Rena harus pikirkan baby nya.. ka Rena ga mau kan kalau mereka terjadi sesuatu " ucap Satria
" Iya " ucap Rena masih menangis
" Karena ini harus segera dioperasi sekarang juga " ucap Ina
" Tapi aku mau ditemani ehan " ucap Rena
" Kaka tenang saja, nanti ka ehan akan menemani Kaka " jawab Ina
" Baiklah " jawabnya Rena akhirnya mau
__ADS_1
Ina menyuruh sang suster untuk menyiapkan ruang operasi sekarang juga.
" Sus siapkan ruang operasi sekarang juga ya.. " ucap Ina
" Baik dok... " ucap mereka segera bergegas
" Sayang aku kedepan dulu untuk memberitahu Ehan untuk menyiapkan semua administrasi nya " ucap satria
" Iya sayang " ucap Ina
" Kamu jangan kemana-mana, disini dulu aja ya jangan cape-cepe " ucap Satria pada sang istri
" Iya sayang " jawab Ina
Satria keluar ruangan UGD tersebut, dilihatnya wajah Ehan begitu panik dan khawatir.
Ceklek,,
" bagaimana keadaan Rena " tanya Ehan langsung menghampiri satria
" Kita harus melakukan operasi sekarang juga untuk mengeluarkan baby nya " ucap Satria
" Yasudah operasi saja, Asal Rena dan bayinya selamat " ucap Ehan
" Kamu harus selesaikan masalah administrasi ya " ucap Satria
" Ok aku Kesana dulu " ucap Ehan segera menyelesaikan masalah administrasi dan menandatangani beberapa berkas
Setelah selesai iya segera menuju ke ruang UGD lagi, Lalu satria pun membawanya masuk kedalam ruangan UGD, dilihatnya Rena sudah memakai baju operasi
" Sayang " ucap Ehan
" Iya sayang " jawab Rena
" Aku merasa ga tega sama Rena " batin Ehan
" Ka Rena, kakak ga akan dibius total, hanya perut saja yang akan dibius " jawab Ina
" Iya, ga papah " ucap Rena
" Aku mau lihat proses kelahiran anakku " jawab Ehan
" Yakin kamu sanggup " ucap Satria
" Kenapa tidak " ucap Ehan
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung....
Aku percepat ya part nya...
Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......
Biar saya lebih semangat nulisnya..
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......
So... Ikuti terus kisahnya...
Jangan bosen-bosen ya .....
__ADS_1
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz