
Setelah mengobati luka Dinda iya pun segera pergi dari ruangan Dinda menuju ruangan Ina dilihatnya sudah ada pasien yang menunggu dipanggil Ina, iya pun memberitahukan Suster untuk memberitahukan pada Ina bahwa Ingan ingin berbicara dengannya sebentar.
" Sus, dokter Ina ada didalam " ucap Satria
" Ada Dok " ucap sang Suster
" Boleh saya masuk " tanya satria
" Tapi Dok sudah ada banyak pasien " ucap Sang suster
" Kamu bilang saja sama Dokter Ina, Saya mau bicara " ucap ucap Satria dengan ketus
" Baik Tunggu sebentar " ucap Sang suster langsung mengetuk pintu ruangan sang dokter
Tok... Tok... Tok...
" Masuk "
Ceklek,,
" Dok maaf, diluar ada Dokter satria yang mau bicara pada anda " ucap Sang Suster
" Bilang, saya tidak menerima tamu, pasienku banyak " ucap Ina
" Baik Dok saya permisi " ucap sang suster itu langsung pergi dan menutup pintu ruangan tersebut
" Dokter Satria mohon maaf, Dokter Ina tidak bisa ditemui beliau sedang banyak pasien " ucap Sang suster
" Ada apa sebenarnya dengan Ina, aku tidak mengerti dengan perubahan sikapnya " Batin satria
Satria pun langsung menerobos dan masuk kedalam ruangan Ina, yang kebetulan memang sedang ada pasien,
Iya langsung duduk di sofa ruangan itu, sementara Ina melanjutkan pemeriksaan pada pasiennya, setelah selesai pemeriksaan barulah Satria menghampiri Ina
" Aku mau berbicara empat mata denganmu " ucap Satria mulai kesal
" Aku tidak ada waktu " ucap Ina singkat
" Sabar, sabar tahan emosimu satria " batin Satria
" Sebentar saja " ucap Satria
" Kalau begitu katakan sekarang " ucap Ina dengan sikap dinginya
" Ya masa disini " protes satria
" Kalau tidak mau ya sudah saya akan panggilkan pasien yang lain " ucap Ina mulai kesal
Satria dengan buru-buru mengunci pintu ruangannya, dan kuncinya iya pegang agar Ina tidak bisa kabur darinya lagi
" Kamu apa-apaan " bentak Ina
" Aku ga akan keluar dari sini kalau kamu tidak mau berbicara denganki " ucap Satria
" Ok, kita bicara tapi jangan begini, aku hanya mau berbicara disini " ucap Ina duduk kembali di kursinya
" Ya sudah dari pada dia menghindari ku lagii " batin Satria
" Cepat katakan, waktuku tidak banyak " ucap Ina
" Aku mau tanya Kenapa kamu menghindari ku " ucap Satria dengan wajah serius
" Aku tidak menghindari mu " jawab ina
" Kamu jujur sama aku, kamu kenapa " tanya Satria
" Aku tidak apa-apa " ucapnya sambil tersenyum dipaksakan
" Aku tidak tahu dengan pola pikir kamu, kamu egois " Bentak satria pada Ina
__ADS_1
Ina tidak menjawab iya hanya diam saja, lalu dengan kesal satria membuka pintu ruangan Ina lalu iya keluar ruangan dengan wajah kesalnya
Sementara di dalam Ina tampak meneteskan air mata, iya bingung dengan sikap satria yang belum pernah semarah itu pada ina
Ceklek,,
" Dokter Ina kita lanjutkan lagi pemeriksaan pasiennya " ucap snag suster
" Iya sus " ucapnya menghapus air matanya
Ina pun melanjutkan pekerjaannya yang tertunda, iya memeriksa pasien sampai selesai, setelah beres iya langsung mengunci pintu ruangannya dan makan siang didalam sembari iya menenangkan hatinya.
" Apa Aku ambil cuti saja, aku juga mau liburan " gumamnya
" AKu ikut ke Abang Farel atau ke ka Ehan " tanyanya dalam hati
" Lebih baik aku hubungi Ka Ehan " ucapnya langsung mengambil handphonenya ditasnya dan langsung menelepon Sang Kaka
Tut... Tut... Tut...
" Halo Ka Ehan.. " ucap Ina
" Halo Adek tersayangku " ucap Ehan
" Ka, Kaka masih dibandung " tanya Ina
" Ya memangnya kenapa " tanya Ehan
" Bolehkah aku liburan Kesana, aku bosan disini " ucap Ina dengan manja
" Kenapa kamu mau kesini, kamu pasti berantem dengan satria " goda Ehan
" Ga ko kami baik-baik saja " ucap Ina mengelak
" Serius " ucapnya masih mengira snag adik
" Serius kaka " ucap Ina sambil tersenyum
" Kalau besok boleh ga ka " tanya Ina kembali
" Ya boleh dong " ucap Ehan
" Makasih ya ka " ucap Ina senang
" Mau Kaka jemput " ucap Ehan pada satria
" Tidak usah, aku pake taksi online saja " ucapnya
" Kamu hati-hati dijalan kalau berangkat hubungi kaka " ucapnya dengan nada khawatir
" Iya kakaku yang sangat bawel " ledek ina
" By Kaka " ucapnya Ina mematikan teleponnya
Setelah selesai menelepon Sang Kaka iya pun pergi keruangan tata usaha untuk mengurus cutinya, sebelum masuk keruangan itu iya melewati kantin.
Tak terduga disana Iya melihat Satria makan siang bersama dengan dokter Dinda, terlihat dokter Dinda seperti sengaja bersikap mesra karena iya melihat Ina tak jauh dari sana
" Semoga kamu bahagia Satria " batin Ina
Kini iya sudah berada diruangan TU itu dan mengambil cuti selama seminggu dari besok. setelah semua selesai iya kembali keruangannya lagi
Namun langkahnya terhenti ketika ada seseorang yang memangil namanya
" Dokter ina " panggil seseorang
" Eh dokter Andi " sapanya
" Kamu dari sana habis ngapain " Tanya dokter Andi
__ADS_1
" Hanya menyelesaikan administrasi " ucap Ina bohong
" Oh, kamu sudah makan " Tanya Dokter Andi
" Sudah tadi " ucap Ina
" Dokter Ina saya antar keruangan Anda " ucap Dokter Andi sambil tersenyum
" Tidak usah dok, saya duluan " ucap Ina menghindarinya
Sesampainya diruangan Ina kembali lagi bertugas dan bahkan iya bersama Satria bekerja sama secara profesional mengoperasi pasien
Setelah selesai Ina segera membersihkan bajunya lalu iya dengan segera menuju taksi online dan meninggalkan satria di Lobi yang sedang menunggunya
" Ina kemana lagi jam segini belum kesini " ucap Satria bingung
" Eh dokter satria " sapa Dokter Dinda
" ia Dok " ucapnya singkayy
" Nyari siapa Dok " tanya Dinda
" Nyari dokter ina " ucap Satria
" Emangnya ada apa " tanya Dinda pensaran
" Ada hal yang saya mau bicarakan sama dia " ucap Satria
" Apa jangan-jangan Dokter satria mau nembak Dokter Ina, ini tidak bisa di biarkan " batin Dinda
" Tapi sepetinya Dokter Ina sudah pulang, soalnya Ruangannya sepi " ucap Dinda
" Yasudah kalau begitu " ucap Satria kecewa
" Dokter Satria bolehkan aku nebeng pulang bersamamu " ucap Dinda
" Bukanya anda bawa mobil sendiri " ucap Satria heran
" mobilku mohok " jawabnya bohong
" Tapi maaf nih Dokter Dinda aku buru-buru.. by " tolak Satria langsung pergi kemobil ya dan melajukan mobilnya agar segera menuju rumahnya
.
.
.
.
Bersambung....
So... Ikuti terus kisahnya...
Insya Allah selama bulan puasa saya up nya akan banyak, saya lagi bersemangat nulisnya, menurut kalian mana yang harus didahulukan part nya..
coba mana tim Rena dan Ehan, mana Tim Satria dan Ina, dan mana tim Farel dan Mey-mey
Komen dibawah ya ditunggu !!!
Tapi jangan lupa Like....Komen..... dan Vote ......
Biar saya lebih semangat nulisnya..
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku
Jangan bosen-bosen ya .....
Marhaban ya Ramadhan
__ADS_1
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... dan selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan