
Rena sedang menggendong bayi perempuannya sambil memandangi wajah si bayi.
" Sayang, bayi kita mau dikasih nama siapa, aku lupa tidak menanyakan ya padamu " ucap Rena pada sang suami
" Aku juga bingung " jawabnya dengan senyum yang terukir diwajahnya
" Masa kamu bingung sama nama anak kamu " ucap Sisil heran
" Hehehe habisnya banyak yang aku pikirkan " ucap Ehan
" Rena tidak apa-apa jika nama bekalang putra dan putrimu ada nama Wiratmaja, karena mana belakang itu nama belakang keluarga yang sering dipakai dikeluarga ayah " ucap Leo
" Tidak apa-apa ko ayah " ucap Rena sambil tersenyum
" Bagaimana kalau namanya Adelia dan Adelio " ucap Rena
" Nama yang bagus " ucap Sisil
" Benar, Ayah setuju " ucap Leo
" Ok namanya Adelio Putra Rehan Wiratmaja " ucap Ehan sambil tersenyum
" Rehan siapa sayang " tanya Rena
" Rehan itu gabungan nama aku sama kamu " ucap Ehan
" Oh Rena dan Ehan jadi Rehan " ucap Rena tersenyum senang
" Jadi anak perempuan kita Adelia Putri Rehan Wiratmaja " ucap Ehan dengan bangganya
" Sayang kita juga harus gabungkan nama kita " ucapnya Ina yang tak mau kalah
" Iya sayang masalahnya aku juga bingung " ucapnya satria
" Ayo dong pikiran " ucap Ina
" Bagaimana kalau namanya Rafa, Refa, Rifa " ucap Satria
" Nama yang bagus " ucap ina
" Rafa Putra Satna Pratama Wiratmaja .. " ucap satria
" Ko Satna " tanya Ina
" Satria Ina.. gabungan nama kita " ucap Satria
" Ga kepanjangan tuh, pas ujian nasional nanti dia bingung ngisi lembar jawaban " Ledek
" Ih kaka " ucap Ina kesal
" Biarin " ucap Ehan menjulurkan lidahnya
" Tapi namanya bagus " ucap Sisil
" Refa Putri Satna Pratama Wiratmaja dan Rifa Putra Satna Pratama Wiratmaja " ucap Satria
" Nama ya bugus " ucap Leo
" Terima kasih ayah " ucap Satria sambil tersenyum
__ADS_1
" Sama-sama " ucal Leo
" Sayang, sebaiknya kita pulang ya, untuk membereskan barang-barang kita, soalnya kita akan berangkat sore " ucap Sisil
" Baiklah sayang " ucap Leo
" Sayang, bunda dan ayah pamit ya.. " ucap Sisil
" Iya bunda, hati-hati dijalan " ucap Ina dan Ehan sambil tersenyum dan mencium tangan Sisil dan leo
" Iya sayang " ucap Sisil memeluk ina
" Bunda jaga kesehatan ya " ucap Ehan memeluk sang bunda
" Iya sayng " ucap Sisil
" Ayah hati-hati ya, jagain bunda " ucap Ehan kini memeluk Leo
" Iya nak " ucap Leo
Leo dan Sisil pun segera pergi dari sana meskipun berat meninggalkan mereka apalagi mereka belum melihat cucu mereka anak dari Farel namun Natalia yang lebih membutuhkan mereka
Sisil dan Leo menaiki mobilnya, Leo langsung melanjutkan mobilnya menuju Mansionnya dengan kecepatan sedang
" Aku itu sebenarnya kasian sama Ina, berat melepaskan Ina " ucap Sisil pada sang suami
" Nanti kita Carikan baby sister untuk mereka " ucap Leo
" Benar juga mas, aku akan mencari di yayasan penyalur tenaga kerja " ucap Sisil
" Berarti kamu pilih lima orang " ucap Leo
" Kenapa tidak " ucap Leo
" Yasudah aku akan memesan baby sister lima orang " ucap Sisil dengan raut wajah bahagianya
" Jadi sekarang kamu tidak usah cemas dan khawatir ya " ucap Leo sambil tersenyum
" Iya sayang " ucap Sisil
Kini mereka sudah Sampai di Mansionnya dan segera masuk kedalam, Sisil segera masuk kekamarnya dan membereskan barang-barangnya beserta barang sang suami.
" Sayang jangan banyak-banyak bawa barangnya " ucap Leo
" Iya sayang, hanya beberapa saja " ucap Sisil
" satu koper saja " ucap Leo
" Tapi sayang " ucap Sisil
" Sayang nanti disana kita bisa beli baju, gampang " ucap Leo
" Mas kita kesana bukan untuk shopping tapi untuk merawat Momi Natalia " ucap Sisil
" Memang tapi apa salahnya jika disana beli baju " ucap Leo sambil tersenyum
" Yasudah gimana baiknya saja " ucap Sisil
" Iya sayang " ucap Leo
__ADS_1
.
...****************...
.
Sementara ditempat lain, Ehan sedang menggendong bayi perempuannya yang sedang rewel dan menangis terus dari tadi semenjak Sisil dan Leo pergi.
" Sayang sudah jangan sedih dan galau, Nene dan kakek bentar lagi juga akan pulang dan bermain dengan kamu nak " ucap Ehan menenangkan bayi perempuannya
" Terus saja nangis nak, biar ayahmu kesal " ucap ina
" Jangan dengarkan bibi Ina ya " ucap Ehan
" Bilang bibi muda yang cantik gitu nak " ucap Ina
" Bibi muda apaan, udah punya baby begitu, banyak lagi " ucap Ehan
" Biarin " ucap ina
" Adelia sudah dong jangan menangis terus " ucap Ehan mulai bingung harus bagaimana
" Sayang, biar sama aku saja " ucap Rena
" Tidak sayang, aku bisa ko menenangkannya " ucap Ehan
" Tapi sayang Adelia nangis terus " ucap Rena
" Menenangkan apanya Adelia dari tadi nangis terus " cibir Ina
" Ssttt... Diam kamu Ina " ucap Ehan kesal
.
.
.
.
.
Bersambung....
Hayo tinggal nama untuk ketiga bayi farel dan Mey-mey...
Apa ada yang mau menyumbang nama untuk ketiga bayi tersebut
komen ya guys
Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......
Biar saya lebih semangat nulisnya..
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......
So... Ikuti terus kisahnya...
Jangan bosen-bosen ya .....
__ADS_1
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz