
Keesokan harinya,,
Sisil Bagun lebih pagi, iya segera menuju kamar mandinya untuk membersihkan tubuhnya, Setelah selesai iya segera turun kedapur untuk memuaskan makanan kesukaan sang Suami agar iya bisa melihat sang suami tidak terllau sedih.
Tiba-tiba Rena datang menghampiri Sang Bunda yang sudah ada disana. kebetulan semalam iya menginap di rumah sang mertua karena Sore hari Leo menelepon dan meminta Ehan untuk datang.
" Bunda " Sapa Rena heran
" Sayang, Kamu sudah bngun " Ucap Sisil sambil tersenyum
" Iya Bunda, kebetulan Lio dan Lia tidak rewel semalam " jawab Rena
" Syukurlah lah.. kamu harus jadi ibu yang sabar dan Kuat ya nak.. " ucapnya Sisil
" Pasti Bunda " ucap Rena sambil tersenyum
" Itu baru Menantuku.. " jawabnya Sisil
" Bunda mau masak sarapan apa " tanya Rena
" Bunda mau masak makanan kesukaan Ayah Leo.. " ucap Sisil
" Aku jadi sedih melihat raut wajah ayah Leo yang sangat sedih kehilangan Momi Natalia " ucap Rena
" Kamu tenang saja.. Ayah pasti bangkit dengan sendirinya " ucap Sisil
" Iya Bunda " ucap Rena
" Sebaiknya kamu tunggu saja di kamar, biar bunda yang siapkan sarapan.. keadaan mu Baru melahirkan berapa hari " ucap Sisil tampak khawatir jika menantunya kecapean
" Aku tidak apa-apa ko Bunda.. " ucap Rena
" Rena.. ini demi kebaikan mu.. lagian bunda sudah ada yang bantu.. para bibik-bibik ini " ucap Sisil sambil tersenyum pada pembantunya
" Iya Non.. Non jangan khawatir.. " ucap Sang pembantu pada Rena
" Tapi Bunda " ucap Rena sedikit tidak enak hati
" Kamu jagain saja cucu-cucuku ya.. " ucap Sisil tersenyum kembali
" Baiklah bunda, Rena kekamar dulu ya.. " ucap Rena melangkah pergi dengan hati kecewa, niat nya ingin membantu sarapan seperti biasanya namun di larang oleh sang Mertua.
.
...****************...
.
__ADS_1
Ceklek,,
" Sayang Kamu dari mana saja .. " tanya Ehan kaget
" Aku mau menyiapkan sarapan tapi Bunda malah melarang aku " ucap Rena dengan raut wajah kecewa
" Sayang dengarkan aku.. bunda sangat sayang padamu jadi dia tak ingin terjadi hal-hal yang tidak diinginkan padaku.. apalagi kondisi mu baru melahirkan beberapa hari " ucap Ehan berubah posisi menjadi duduk di ranjang
" Baiklah " ucapnya Rena
" Sebaiknya kamu menunggu baby-baby kita yang sangat mengemaskan ..." ucap Ehan
" Iya mereka terlihat sangat menggemaskan " ucap Rena
" Sama seperti aku kan sayang " goda Ehan pada sang istri
" Tidak " ucap Rena sambil tersenyum
" Ngaku saja sayang " ucap Ehan
" Sebaiknya kamu mandi sayang... badanmu bau " ucapnya Rena dengan senyuman manisnya
" Astaga aku harum sayang " ucap Ehan
" Kamu bau ketek sayang " jawab Rena sambil tertawa
" Sayang kamu mau ngapain " ucap Rena sedikit takut, iya berpikir jika luka sesar nya saja masih belum kering dan masa nifasnya juga masih mengalir, jangan sampai sang suami meminta haknya
" Menurut mu aku sedang ngapain " goda Ehan
" gawat... " Batin Rena ketakutan
" Menggemaskan sekali ketika Istri ku sedang tenang dan sedikit ketakutan " batin Ehan
" Mas jangan mendekat... " ucap Rena namun Ehan tak mendengarkan, Rena semakin panik lalu iya mulai melancarkan aksinya
" AW.. " ucap Rena berakting seakan iya sekarang sedang kesakitan
" Kamu kenapa sayang.. apanya yang sakit.. biar aku lihat " kini wajah Ehan yang berubah menjadi panik melihat sang istri kesakitan
" Padahal aku hanya bercanda " batin Ehan
" AW. " ucap Rena lagi
" Ayo Kita duduk diranjang sayang... biar aku lihat yang sakit dimana " ucap Ehan
Rena akhirnya menurut, Ehan dengan hati-hati menuntun Rena dengan wajah pucatnya duduk di tepi ranjang.
__ADS_1
" Sayang kamu tunggu disini ya, biar aku panggilkan dokter " ucap Ehan
" Tidak perlu mas " ucap Rena seketika menjadi gugup
" Kenapa sayang " Tanya Ehan heran
" Aku hanya ingin beristirahat saja " ucap Rena
" Tapi barusan kamu kesakitan " ucap Ehan masih dengan wajah panik
" Aku sudah tidak apa-apa, sebaiknya kamu mandi biar kita sarapan bersama bunda " Ucap Rena
" Tapi... kalau kamu sakit begini , kamu makan saja di kamar " tawarkan Ehan
" Tidak sayang... Aku mau makan bersama, aku merasakan kehangatan keluarga jika aku makan bersama kalian " ucap Rena
" Yakin perutmu sudah tidak apa-apa " tanya Ehan
" Iya sayang.. " ucap Rena sambil tersenyum
" Kalau begitu Aku mandi dulu... kamu tunggu di kasur jangan bergerak sampai aku selesai mandi " ucap Ehan membalikan tubuhnya dan segera menuju kamar mandi
" Baiklah sayang " ucap Rena sambil tersenyum melihat punggung kekar sang suami. iya snagat bahagia karena Ehan memperlakukannya sangat baik meskipun terkadang sangat berlebihan.
.
.
.
Bersambung....
Ada yang mau melihat tingkah lucu Putra dan putri ketiga anak CEO. Apalagi Leo dan Oma yang mereka dikerjai mereka.. atau aku end saja ceritanya...
Komen ya Guys...
Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......
Biar saya lebih semangat nulisnya..
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......
So... Ikuti terus kisahnya...
Jangan bosen-bosen ya .....
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz
__ADS_1