Kisah Cinta Anak Kembar CEO

Kisah Cinta Anak Kembar CEO
Episode 174


__ADS_3

Farel, Mey-mey dan Bu Ida kini berpamitan pada Keluarga Leo, dan segera meninggalkan acara resepsi pernikahan dikarenakan iya harus menghadiri acara pemasangan sang ayah.


" Bu Sisil saya pamit " ucap Bu Ida


" Hati-hati ya Bu... " ucap Sisil


" Baik Bu... " ucap Bu Ida


" Bunda ayah.. kami pamit " ucap Farel


" Kamu jagain Bu Ida Sama Mey-mey " ucap Leo


" Baik ayah " ucap Farel


" Assalamualaikum " ucap Mey-mey menyalami Sisil dan Leo


" Waalaikum salam " ucap Leo dan Sisil


Mereka segera menuju bandara yang diantarkan supir yang sudah disediakan Leo, sedangkan Leo dan Sisil kembali kedalam acara bergabung dengan keluarga Rena dan keluarga Renal


" Tuan " ucap Renal


" Bagaimana acaranya " ucapnya Leo


" Lancar Tuan " ucap Renal


" Syukurlah " ucap Leo


" Sil, Keluarga Mey-mey sudah pergi " ucap Yesi


" Sudah " ucapnya


" Kasian ya Mey-mey disaat dia berbahagia tapi disisi lain iya kehilangan " ucap Bu Rahmi


" Itulah hidup Bu.. kit Tidka tau apa yang akan terjadi besok " ucapnya Sisil sambil tersenyum


Acara sungkeman pun tiba, Renal, Yesi, Leo, Sisil, Pa Edi dan Bu Rahmi pun disuruh untuk naik keatas panggung pelaminan untuk dilakukannya sungkeman kepada pihak keluarga penggantian.

__ADS_1


Sang pembawa acarapun menuntun Kedua pengantin untuk melakukan sungkeman kepada keluarganya. Dimulia dari Ehan dan Rena.


" Untuk keluarga Tuan Ehan dan keluarga Nona Rena untuk menaiki panggung pelaminan karena akan dilakukan acara sungkeman " ucap sang MC


Mereka segera menaiki panggung dan duduk dikursi yang sudah disediakan


" Tuan dan Nyoya sekalian mohon untuk duduk di kursi ini " ucap Sang MC, dan keluarga Ehan dan keluarga Rena mengikuti apa yang diperintahkan sang Mc


" Untuk pengantin Ehan dan Rena silahkan duduk disini dibawah ya " sang MC


Alunan musik pun mengiringi langkah mereka Rena dan Ehan pertama-tama bersimpuh di Bu rahmi lalu kemudian dilanjutkan ke Pa Edi.


Rena sudah bersimpuh dikaki Bu Rahmi, meskipun Bu Rahmi bukan ibu kandungnya namun dari bayi iya selalu dirawat Bu Rahmi, iya menganggap Bu Rahmi seperti ibu kandungnya


" Ibu, ijinkan kami kali ini tuk bersimpuh di pangkuanmu, tuk sekali lagi merasakan kasihsayangmu, tuk melebur kesalahan yang pernah kami lakukan kepadamu, untuk kembali memohon do'a dan restumu " ucap sang MC membuat Rena dan Ehan meneteskan air mata


" Kemudian, entah berapa malammu yang hilang, siangmu yang gersang, waktumu yang terbuang, saat engkau harus menjaga kami, mendidik kenakalan- kenakalan kami, merawat sakit kami… Ibu, kesabaran, ketabahan dan pengorbananmu menghadapi kami, bagaikan ombak yang tak pernah jera menerjang karang, untuk kami putra putrimu, harapanmu… Ibu "


" Dan kini kami telah dewasa Ibu, Ketika belum dapat kami memberikan senyuman di bibirmu, memberikan binar kebahagiaan di matamu atau berbakti atas segala jasa - jasamu…. Hari ini kami akan memulai Sunnah Rosul Mulia, dalam sebuah bahligai rumah tangga, Ibu, Ajari kami tuk mencinta, cinta yang bermuara pada Allah semata. Bimbing kami tuk bersabar, kesabaran yang tak lekang diterpa cobaan, arahkan kami tuk memahami, kefahaman kehidupan sesuai risalah Islam yang hakiki. Dan janganlah untuk engkau lelah dalam mendoakan kami, do'a yang menguatkan ikatan, do'a yang meneguhkan kesabaran, do'a yang mengikhlaskan pengorbanan, yaitu do'a dalam sujud-sujud panjang tahajudmu, agar kami bisa menggapai sakinah, mawaddah, warahmah, karena..senyuman kebahagiaan kami... adalah senyuman kebahagiaanmu juga " ucap Sang MC begitu menghayati membuat Leo dan Sisil seakan terbuat dengan acara tersebut.. tamu undangan dibuat sedih mendengarkan kata-kata itu


" Ibu doakan kalian bahagia selalu nak " ucap Bu Rahmi mendengus dan memeluk Rena setelah itu baru lah Bu Rahmi membisikan kata-kata pada Ehan, " Ehan, Jaga Rena.. bahagiakan dia.. dan jangan sekali-kali kamu membuatnya menangis.. " ucap Bu Rahmi


" Sekarang kalian malu menuju Pa Ismail " ucapnya sang Mc


" Begitu pula kami Ayah, kini kami bersimpuh dipangkuanmu, sebagai tanda bakti kami atas pengorbananmu, sebagai permohonan kami untuk do'a dan restumu "


" Ayah, walau apapun yang kami lakukan. .. tak kan pernah dapat mengobati penat dan lelahmu, tak kan pernah dapat membayar cucuran keringatmu, tak kan pernah dapat menggantikan siang dan malammu, ketika engkau harus menafkahi kami, dengan nafkah yang halalan toyiban, nafkah yang mencari keridloan, nafkah yang menghasilkan senyuman, untuk kami putra putrimu…bahkan disaat sakitmu ayah, engkau tetap bersemangat melangkah mencari maisyah "


" Ayah, kami tahu bahwa semua keikhlasan pengorbananmu itu, karena ingin melihat senyuman di wajah kami, riang gembira dalam canda kami, dan kesuksesan dalam masa depan kami "


" Dan kini ayah…ketika belum sempat kami mengobati penat dan lelahmu, memberikan senyuman di bibirmu atau memberikan binar kebahagiaan di wajahmu sebagai tanda bakti kami kepadamu. Kini…kami harus merepotkanmu… karena kami akan menapaki bahtera rumah tangga "


" ayah, kumohon kembali do'a restumu, kumohon selalu bimbingan dan arahanmu. Bekali kami tuk memiliki tangan-tangan kokoh seperti tanganmu, tekad-tekad baja seperti tekadmu. Bimbing kami agar kuat memikul beratnya tanggung jawab, arahkan kami agar tidak salah jalan dalam melangkah, didik kami agar selalu dekat dengan Robbul Izzati dan do'akan kami agar bisa menggapai kebahagiaan dunia dan akhirat…karena kebahagiaan kami adalah kebahagiaanmu juga dan senyuman kami hakikatnya adalah senyumanmu juga…. " ucap Sang MC


Pa Ismay tak bisa membendung rasa sedihnya ketika iya harus melepaskan anak perempuan satu-satunya hidup bersama seorang laki-laki yang kini menjadi suaminya


" Kamu tetap Anak Abi nak.. ketika kamu butuh sandaran datanglah pada Abi.. Abi akan selalu menjadi orang pertama yang ada disampingmu dalam keadaan apapun.. Raihlah surgamu karena surgamu ada pada suamimu.. jangan sekali-kali kamu membantah apapun yang diperintahkan oleh suamimu kecuali dalam hal keburukan dan kejahatan " ucap Pa Ismail memeluk Rena sambil menangis

__ADS_1


" Iya ayah " ucap Rena


Kini giliran Ehan yang bersimpuh pada Pa Ismail sambil menangis.


" Abi harap kamu bisa menjaga, mencintai dan menyayangi Rena sampai akhir hayat mu namun jika kamu sudah tidak mencintainya jangan sekali-kali kamu menyakitinya apalagi sampai dengan kekerasan.. kembalikan saja Rena pada Abi.. Karena Rena anak Abi.. tidak ada seorang yang boleh menyakitinya " ucap Pa Ismail


" Ayah tenang saja.. Rena akan menjadi cinta dunia dan akhirat Ehan .. Ehan akan sekuat tenaga membahagiakannya " ucap Ehan sambil memeluk sang mertua


Kini merekapun langsung bersimpuh didepan Sisil dan Leo, Sang MC langsung membacakan kata-kata seperti diatas. setelah selesai barulah Satria dan Ina yang bergiliran sungkeman pada Sisil, Leo dan Dilanjutkan pada Renal Yesi


'


.


.


.


.


Bersambung....


Kalau biasanya diacara sungkeman kaya begitu..


aku sih suka nangis...


Tapi kalau kalian pas baca tidak terharu maafkan ya...


Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......


Biar saya lebih semangat nulisnya..


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......


So... Ikuti terus kisahnya...


Jangan bosen-bosen ya .....

__ADS_1


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz


__ADS_2