
Keesokan harinya,,
Bu Ida segera bergegas menuju rumah sakit dimana sang cucu dan anaknya dirawat, dengan perasaan senang iya membawakan rantang yang berisi makanan kesukaan sang anak, iya pergi kerumah sakit dengan menaiki mobil taksi online agar cepat sampai dirumah sakit.
" Bu Ida ya " ucap sang supir taksi tersebut
" Benar pa " jawabnya
" Silahkan masuk " ucap Super taksi sambil tersenyum
" Terima kasih pa " ucap Bu Ida
" Sesuai dengan aplikasi ya bu " ucap sang supir
" Iya pa " ucap Bu Ida
Sang supir pun melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. tiga puluh menit kemudian Bu Ida sudah sampai rumah sakit, iya segera memberikan ongkos pada sang supir
" Ini pa, kembaliannya buat bapak " ucap Bu Ida sambil tersenyum
" Terima kasih " ucap sang supir tersebut merasa senang
.
...****************...
.
Bu Ida menuju kamar perawatan yang ditempati Mey-mey, dengan langkah terburu-buru iya segera masuk kedalam kamar tersebut
Ceklek,,
" Assalamualaikum " ucap Bu ida
" Waalaikum salam " ucap Farel dan Mey-mey yang baru bangun
" Ibu pagi-pagi sekali sudah kesini, apa ibu yidak cape " tanya Farel
" Tidak nak " ucap Bu ida
" Ibu kesini naik apa " tanya Mey-mey
" Naik taksi online, oh iya ibu bawakan makanan untuk Rena dan juga kamu farel " ucap Bu ida sambil tersenyum
" Ibu repot-repot sekali menyiapkan kami makan " ucapnya Farel sambil tersenyum dan senang
" Tidak nak, untuk kalian ibu ga pernah repot " ucapnya Bu Ida senang karena rantang itu sudah dibuka oleh Farel dan melihat ekspresi wajah farel yang senang dengan masakannya.
" Oh iya bayi kalian kemana " tanya Bu ida
" Belum kesini, mungkin Sebentar lagi " ucap Farel sambil tersenyum
" Iya semoga tidak ada apa-apa ya dengan cucu-cucu ibu " ucap Bu ida sambil tersenyum
" Aaminn " ucap Mey-mey
__ADS_1
Farel menyuapi Mey-mey untuk sarapan pagi, agar Mey-mey sehat dan segera pulang dari rumah sakit, agar mereka bisa berkumpul dengan bayi mereka.
" Sayang makan yang banyak ya, aku suapi " ucap Farel menyuapi sang istri
" Iya Sayang, aku juga mau cepat pulang dari sini dan berkumpul dengan bayi kita " ucap Mey-mey bahagia
" Iya sayang " ucapnya Farel
" Aku bangga dengan farel, meskipun iya seorang CEO dan orang kaya, tapi iya sayang sekali sama Mey-mey, aku tidak salah memilih menantu " batin Bu ida
Tiba-tiba suster dan dokter masuk kedalam ruangan Mey-mey.
Ceklek,,
" Pagi Nona Mey-mey " ucap sang dokter menghampiri Farel Yang sedang menyuapi sang istri
" Pagi juga dok " ucap Farel merasa malu karena sang dokter melihat iya menyuapi sang istri
" Romantis sekali ternyata Tuan Farel " ucap sang dokter sambil tersenyum
" Iya dok, suami saya memang begitu " ucap Mey-mey sambil tersenyum malu
" Oh iya Tuan farel, saya dokter Jasmine, apa anda masih ingat saya ini temannya dokter Ina adik anda " ucap sang dokter
" Oh iya aku ingat, dulu dokter datang ke acara pernikahan saya " ucap Farel
" Iya, selamat ya atas kelahiran ketiga bayi kembar Tuan dan nona " ucap sang dokter
" Jangan panggil begitu, kan kamu temanya Ina panggil saja saya farel dan ini istri saya Mey-mey " ucap Farel
" Baiklah Farel " ucap Sang dokter
" Baik dok " ucap Mey-mey
Sang suster dan dokter Jasmine pun memeriksa keadaan Mey-mey, dan ternyata hasilnya baik
" Bagaimana keadaan istri saya dok " tanya Farel
" Alhamdulillah kondisi Mey-mey baik semua " ucap sang dokter
" Alhamdulillah " ucap mereka
" Oh iya dok kapan ketiga bayi kita dibawa kesini " ucap Farel penasaran
" Ada kabar buruk yang harus saya sampaikan pada kalian " ucap sang dokter
" Ada apa Dok dengan bayi kami " ucap Mey-mey berubah wajahnya dengan sedih
" Ketiga bagi anda kuning, dan harus dirawat secara intensif " ucap sang dokter dengan wajah sedih
" Apa " ucap Mey-mey meneteskan air matanya
" Sayang anak kita " ucap Mey-mey dengan nada bicara yang sedih
" Kamu tenang ya sayang, anak kita kuat ko " ucapnya Farel menguatkan dirinya didepan sang istri
__ADS_1
" Nak, insya Allah anak kalian anak yang kuat mereka bisa melewati semua Ini " ucap Bu Ida sedih
" Yang dikatakan Bu Ida benar, ketiga bayi itu sedang disinar ultraviolet agar keadaan nya baik-baik saja " ucap sang dokter
" Apa saya bisa menemui mereka " ucap Mey-mey
" Untuk sementara tidak bisa, anda hanya bisa melihat dari kaca saja " ucap sang dokter
" Tapi dok saya ingin melihat mereka " ucap Mey-mey
" Ketiga bayi itu akan dirawat intensif selama tiga hari, kita juga akan melihat perkembangannya apa hasilnya bagus atau malah sebaiknya " ucap sang dokter
" Dok selamatkan ketiga bayi kami " ucap Farel dengan wajah sedihnya
" Kami akan berusaha sebisa kami untuk menyelamatkan mereka, namun semua kembali kepada doa kalian, karena kekuatan doa itu paling mujarab " ucap sang dokter
" Baby kita.. sayang " ucap Mey-mey menangis dan memeluk sang suami
" Kamu kuat ya sayang.. kita harus banyak berdoa agar mereka segera sembuh dan berkumpul dengan kita " ucap Farel menenangkan sang istri
" Yang dikatakan Farel benar nak, kamu harus kuat " ucap Bu ida
" Saya permisi dulu " ucap sang dokter dan suster segera pamit dan meninggalkan ruangan itu
" Iya dok Terima kasih " ucap Farel
" Sudah sayang jangan sedih.. " ucap Farel menghapus air matanya Mey-mey
" Aku mau lihat mereka sayang " ucap Mey-mey
" Iya kita akan melihatnya tapi kamu jangan nangis " ucap Farel
" Iya sayang " ucap Mey-mey menghapus air matanya
.
.
.
.
.
Bersambung....
Masih ditunggu ya, komen kalian untuk menyumbangkan nama untuk anak-anak Ina, Rena dan Mey-mey
Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......
Biar saya lebih semangat nulisnya..
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......
So... Ikuti terus kisahnya...
__ADS_1
Jangan bosen-bosen ya .....
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz