Kisah Cinta Anak Kembar CEO

Kisah Cinta Anak Kembar CEO
Episode 237


__ADS_3

" Ibu selamanya akan sayang padamu... " ucap Sang ibu mulai menutup matanya lalu tubuhnya lemas


" Ibu.. ibu kenapa " ucap Mey-mey Dengan panik dan memencet tombol emergency lalu para dokter dan suster berdatangan untuk memeriksa keadaan Bu ida


" Ibu .. bangun " ucap Mey-mey


" Nona mohon tunggu diluar " Ucap Suster disana


" Tapi Dia ibu saya dok, saya tidak mau terjadi apa-apa pada ibu saya.. " ucap Mey-mey


" Tapi Bu, biarkan dokter memeriksa Keadaanya Sebentar " ucapnya Sang suster memaksa Mey-mey keluar ruangan tersebut


" Sus saya mau melihat keadaan ibu saya " ucap Mey-mey


" Sayang ada apa " ucap Farel menghampiri sang Mey-mey


" Ibu mas.. ibu " ucap Mey-mey dengan wajah panik sambil menangis


" Bu Ida kenapa Mey " tanya Sisil


" Ibu sedang ditangani dokter " ucap Mey-mey yang masih terus menangis


" Kamu harus kuat ya Sayang, jangan bikin ibu sedih.. " ucap Farel memeluk sang Istri


" Tapi mas.. aku ga mau kehilangan Ibu " ucap Mey-mey masih menangis tersedu-sedu


" Kasian Mey-mey, semoga ibu tidak kenapa-kenapa " batin Farel


" Kasian sekali... Ya Allah semoga Bu Ida tidak kenapa-kenapa " batin Sisil


" Kamu harus kuat ya sayang, agar Mey-mey kuat " bisik Leo pada sang istri


" Iya mas " ucap ucap Sisil


Tak lama kemudian sang dokter keluar dari ruang ICU dengan wajah sedihnya.


" Dok bagaiman keadaan ibu saya " ucap Mey-mey menghapus air matanya


" Kami mohon maaf, Kami sudah berusaha sebisa Kamu tapi kami tidak bisa menyelamatkan nyawa Bu Ida.. " ucap sang dokter


" Apa " ucap Mereka kaget


" Ibu... Hiks... hiks... hiks..... " ucap Mey-mey tubuhnya lemah namun hatinya sakit dan bibirnya tak lepas memenggil sang ibu

__ADS_1


Sementara Sisil tak kuat menahan kabar itu langsung tubuhnya lemah dan jatuh pingsan


" Sayang bangun " ucap sang Leo dengan wajah panik


" Astaga bunda " ucapnya Ehan


" Ayo kita bawa Bunda ke ruang ICU.. " ucap Ehan dengan segera Leo menggendong sang istri.


" Sayang kamu kenapa " ucap Leo dengan wajah masih panik


" Dokter Tolong bunda saya.. " ucap Ehan pada salah sang Suster


" Baik Tuan, mari ikut saya " ucapnya sang suster menyuruh Leo kedalam ruang ICU dan segera memanggilkan dokter untuk segera di periksa


" Tuan, tunggu di luar kami akan segera memeriksa keadaan nyoya " ucap sang suster


" Tapi Istri saya tidak akan apa-apa kan sus " ucap Leo


" Kami akan tau hasilnya setelah Nyoya di periksa, sebaiknya Tuan keluar dahulu " ucap Sang suster


Kini Leo segera menuju keluar ruangan itu dengan perasaan sedih melihat sang istri. Sedangkan Mey-mey masih histeris akan kepergian sang ibu.


Leo segera menghampirinya dan memeluknya, sambil berkata " Mey-mey, Ayah tau berat kehilangan orang yang kita sayang apalagi kamu kehilangan seorang ibu.. Ayah cuma mau kamu sabar dan kuat.. kamu harus lihat suami beserta putra dan putrimu " ucap Leo mencoba menenangkan sang menantu


" Ayah pernah di posisimu berapa waktu lalu namun ayah mencoba untuk bangkit, Kamu harus ingat ada banyak orang yang menyayangi mu.. dan akan sedih jika kamu terpuruk " ucap Leo


" Ibu.. hiks..hiks..hiks... " ucap Mey-mey sedikit lebih tenang


" Sudah jangan menangis, kasian Ibumu pasti di alam sana akan sedih melihat kondisi mu sekarang " ucapnya Leo


" Ayah, .. " panggil Mey-mey


" Ada apa " ucap Leo melepaskan pelukannya


" Terima kasih, karena ayah sudah membuka pikiran ku dan membuatku tenang " Ucapnya Mey-mey.


" Tidak masalah " ucap Leo


" Ternyata ayah juga kondisinya buruk, iya masih merasakan kesedihan.. kasian ayah " batin Ehan


Sementara kini Bu Ida dipindahkan keruang jenazah untuk di mandikan, Farel Mey-mey dan Ehan segera menuju ruang jenazah. Sementara Leo menunggu sang istri didepan ruangan ICU dengan wajah paniknya


" Suster ibu saya mau di bawa kemana " ucap Mey-mey yang sedang membawa Bu Ida keruang jenazah

__ADS_1


" Bu Ida mau kami mandikan terlebih dahulu dan akan di masukan kedalam ruangan Kamar jenazah " ucap sang suster


" Baik Sus, saya ikut " ucap Mey-mey tersenyum


" Silahkan.. " ucap mereka


" Ayah, Mey-mey pamit mau menemani ibu untuk terakhir kalinya " ucapnya


" Iya nak " ucap Leo


" Ayah jika ada sesuatu pada bunda telpon Ehan ya, Ehan mau temenin Abang dan Ka Mey-mey " ucapnya


" Baiklah "


" Farel mau temenin Mey-mey dulu ya ayah "


" Sayang, bangun.. kamu kenapa " batin Leo sambil melihat pintu ruang icu


.


.


.


.


Bersambung....


Ada yang mau melihat tingkah lucu Putra dan putri ketiga anak CEO. Apalagi Leo dan Oma yang mereka dikerjai mereka.. atau aku end saja ceritanya...


Komen ya Guys...


Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......


Biar saya lebih semangat nulisnya..


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......


So... Ikuti terus kisahnya...


Jangan bosen-bosen ya .....


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz

__ADS_1


__ADS_2