Kisah Cinta Anak Kembar CEO

Kisah Cinta Anak Kembar CEO
Episode 108


__ADS_3

Niko segera menghampiri Ehan yang sedang berada diruangan sebelah


Tok... Tok... Tok...


" Bos... Bos.. " Teriakan Niko sambil mengetuk pintu


Ceklek,,


" Ada apa sih kamu " ucap Ehan heran


" Lala bos " ucap Niko dengan panik


" Lala memangnya kenapa " tanya Ehan


" Lala dia.. Dia ... " ucap masih panik


" Sekarang kamu diam.. tarik nafas keluarkan perlahan ulangi sampai lima kali, lalu setelah itu bicara padaku " ucap Ehan menenangkan Niko


" Lala pingsan " ucap Niko kini sudah lebih tenang


" Ko bisa " ucap Ehan heran


" Mungkin dia tadi syok " ucap Niko


" Sekarang Lala nya dimana " Tanya Ehan


" Dibawa kerumah sakit D " ucap Niko


" Dibawa siapa, nanti kalau dia hilang bisa runyam urusannya " ucap Ehan


" Dibawa Pa Reno bos " ucap Niko


" Sebentar Aku telepon dulu Reno nya " ucap Ehan segera mengambil handphonenya dan menghubungi Reno


Tut... Tut... Tut...


" Halo Reno " ucap Ehan


" Iya ada apa " jawabnya


" Kamu dimana " tanya Ehan


" Aku sudah sampai dirumah sakit D, kamu cepat kesini " jawab Reno


" Tapi Lala tidak apa-apa kan " ucap Ehan


" Dia masih ditangani Dokter di ruang UGD "


" Tapi dia tidak apa-apa kan " ucap Ehan


" Mana Saya tahu " ucapnya


" Yasudah kamu tunggu disana, Aku dan Niko akan datang Kesana " ucap Ehan


" Ok aku tunggu "


Kini Ehan dan Niko segera menuju rumah sakit tempat dimana Lala dirawat, namun sepanjang perjalanan Ehan terus mengintrogasi Niko


" Kenapa Lala sampai begitu, kamu ga becus jagain dia " ucap Ehan sinis


" Maaf Bos, saat Mandor itu mau memaksa Lala untuk menghisap barang haram itu aku kira dia memang pingsan bohongan " ucap Niko


" Terus nyatanya dia pingsan beneran gitu " ucap Ehan


" Saya minta maaf Bos " jawabnya


" Menyusahkan.. Kamu harus jagain dia selama dirumah sakit " ucap Ehan


" Kenapa saya Bos " tanya Niko


" Mau protes, ini semua salahmu.. kan tadi sebelum rencana ini kita jalankan, aku bilang Kamu akan jagain Lala nyatanya begini " ucap Ehan


" Iya Tuan sekali lagi saya minta maaf "


Ehan dan Niko pun sudah sampai dirumah sakit, iya segera menuju ruang UGD tempat Lala dirawat.


" Itu pa Reno Tuan " ucap Niko


" Ayo kita kesana " ucap Ehan


" Baik bos " ucapnya mengikuti langkah sang majikan.


Ehan segera menghampiri Reno tapi Reno malah masuk kedalam ruang UGD


" Keluarga Pasien nona Lala " ucap sang suster

__ADS_1


" Iya dok " ucap Reno


" Maaf anda siapanya pasein " ucap Sang Suster


" Ini Ehan mana sih, lama banget sih kan kasian Lala, aku harus jawab apa lagi " batin Reno bingung


" Saya suaminya " ucap Reno tampak bingung dengan terpaksa iya berbohong karena bingung


" Silahkan lewat sini Pa, mari ikuti saya " ucap sang suster


" Baik Suster " ucap Reno mengikuti langkah sang Suster menuju Lala berada


Reno sudah masuk kedalam ruang UGD, iya melihat Lala tampak sedih dan menangis, Reno segera menghampirinya.


Lala tyidka tahu yang datang bukan Ehan, iya langsung Memeluk Reno yang iya anggap sebagai Ehan.


" Kamu kemana saja sih, aku takut tadi " ucapnya menangis dan langsung memeluk Reno


" Kamu ko tadi ga selamatkan aku " ucap Lala masih memeluk Reno sambil menangis


Reno tidak banyak bicara iya hanya mencoba menenangkannya dengan memeluknya dan mengusap rambut Lala


" Kasian Lala, tapi ko aku merasa nyaman memeluk dan dipeluk dia, terasa hangat " batin Reno


" Kamu jahat .. Hiks.. hiks.. " ucapnya masih memeluk erat Reno


.


...****************...


.


Sementara diluar Ehan dan Niko menghampiri sang suster untuk masuk kedalam


" Sus Saya mau masuk kedalam bertemu dengan Lala " ucap Ehan


" Maaf anda siapanya pasien " ucap Sang Suster


" Em.. saya Kakanya " ucapnya bohong


" Kalau dibilang hanya teman pasti ga boleh masuk " batin Ehan


" Kalau anda siapanya " ucap Suster pada Niko


" Em .. saya adiknya Sus " ucap Niko gugup


" Ya udah kami masuk Sus " ucap Niko bersemangat


" Maaf, didalam ada suaminya, kalau kalian mau masuk harus salah satu jangan dua-duanya " ucap Sang suster


" Gimana ini bos " bisik Niko


" Saya masuk duluan " ucap Ehan


" Baik Bos " ucapnya berbisik


" Jadi siapa yang mau masuk duluan " ucap Sang Suster


" Saya Sus " ucap Ehan sambil tersenyum


" Baik Silahkan ikut saya " ucapnya


Ehan dengan segera mengikuti langkah sang suster, dari kejauhan pun iya melihat Lala yang sedang memeluk Reno


" Ternyata kalian sedekat itu " batin Ehan


" Sus " panggil Ehan


" Iya Tuan " Ucapnya


" Sampai sini saja, saya akan Kesana sendiri " ucap Ehan


" Baik, sebelah sana " ucap sang suster menunjukan ruangan Lala yang tak jauh dari sana


" Terima kasih sus " ucap Ehan


" Sama-sama Tuan, saya permisi " pamitnya


" Silahkan " ucap Ehan


Ehan pun langsung melangkah menuju ruangan yang ditunjukan sang suster dengan senyum jahatnya iya akan memberi kejutan pada mereka.


Tanpa terduga Lala membuka matanya, sebenarnya sejak tadi Lala memejamkan matanya, betapa terkejutnya dia saat melihat Ehan dihadapannya sedangkan yang iya peluk entah siapa


" Ehan " ucap Lala kaget Lalu dengan segera melepaskan pelukan

__ADS_1


" Kamu siapa, mau coba mencuri kesempatan ya.. dasar lelaki tukang modus " ucap Lala kesal dan meledeknya


" Yang meluk duluan siapa coba " cibir Reno


" Kenapa kamu ga bilang kalau kamu bukan Ehan " Bentak Lala


" Kamu kan ga sebutin nama Ehan dari tadi juga " ucap Reno kesal karena iya dituduh macam-macam oleh Lala


" Ah Dasar Modus " ucap Lala sebenarnya iya mulai malu karena memang yang diucapkan Reno benar tapi gensinya lebih tinggi


" Siapa juga yang modus " ucap Reno masih dengan wajah kesal


" Lah ko kalian jadi berantem, tadi peluk-peluk mesra " ucap Ehan


" Ih siapa yang mau meluk dia, kalau tau dia bukan kamu ogah aku peluk dia " ucap Lala kesal


" Berarti kamu mengakui kalau kamu meluk aku duluan kan " ucapnya Reno


" Ga.. orang kamu yang modus " ucap Lala kekeh


" Pake ga mau ngaku lagi, eh Kamu itu bisa sampai kesini aku yang bawa, aku juga yang gendong badan berat kamu " ucap Reno


" Apa kamu gendong aku " ucap Lala kaget


" Iya, kamu berat, aku gendong kamu kaya panggul karung berisi beras " ucap Reno


" Jangan meledek, aku langsung begini juga " ucap Lala tidak terima dihina seperti itu


" Sudah-sudah kalian cocok ko, kalian memang berjodoh " ucap Ehan


" Jangan sembarang kamu ngomong " ucap Reno


" Siapa juga yang mau berjodoh sama Nene sihir ini yang bawel dan cerewet " cibir Reno


" Jangan sembarang kalau ngomong, aku ga Sudi jodoh sama dia, ga ada bagus-bagusnya dibanding kamu Ehan " Ucap Lala sambil tersenyum


" Sudah-sudah kenapa malah bertengkar " ucapnya Ehan sambil menggeleng-gelengkan kepLanya


" Dia yang mulai duluan " ucap Lala dengan nada manja pada Ehan


" Hey, kamu duluan cari gara-gara sama aku " ucap Reno


" Kamu... "


" Kamu .. "


" kamu... "


" kamu.. "


Itu ucapan mereka saling bertautan tidak mau kalah, sedangkan Ehan hanya terdiam dan melihat tingkah laku mereka lalu iya segera pergi dari tempat itu


.


.


.


.


.


Bersambung....


Hay semuanya...


Terima kasih untuk doa kalian,


Alhamdulillah ibuku sudah lahiran ibu dan anaknya juga sehat..


Meskipun harus jalan sesar karena plasentanya menghalangi jalan baby keluar


Semoga ibuku cepat pulang dari RS dan aku bisa up yang banyak buat kalian...


Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......


Biar saya lebih semangat nulisnya..


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......


So... Ikuti terus kisahnya...


Jangan bosen-bosen ya .....


Marhaban ya Ramadhan

__ADS_1


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... dan selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan, jangan lupa jaga kesehatan ya guyz


__ADS_2