
Sang dokter keluar ruangan itu dengan wajah yang sedih, Lalu segera menghampiri Leo dan semua yang ada disana.
" Keluarga Nyoya Natalia " Ucap Sang Dokter
" Iya Dok saya putranya " ucap Leo dengan wajah kaget
" Mohon maf Tuan, kami sudah berusaha semaksimal mungkin namun takdir berkata lain,, saya tidak bisa menyelamatkan Nyoya Natalia.. sekali lagi saya mohon maf " ucap Sang dokter
" Jangan bercanda dok, tadi Momi saya sudah membaik keadaanya " ucap Leo dengan memberikan tatapan tajam pada Sang dokter
" Mohon maf Tuan " ucap Sang dokter
" Ini tidak mungkin kan sayang " ucapnya Leo pada Sisil, sedangkan Sisil sudah meneteskan air matanya tubuhnya seketika lemah dan hampir terjatuh ke lantai namun dengan sigap sang suami menangkapnya
" Sayang... " ucap Leo panik ketika melihat keadaan sang istri
" Mas... Momi ... mas... " ucap Sisil langsung menangis dan Leo langsung memeluk Sisil
" Tenang ya sayang, pasti dokter itu salah.. mana mungkin Momi meninggal " ucap Leo masih tidak mempercayai sang dokter
" Natalia... " ucap Sang oma menangis sesegukan
" Sayang Kamu duduk dekat Oma ya, biar aku masuk kedalam dan melihat keadaan momi " ucap Leo
" Tapi mas... " ucap Sisil masih menangis
" Aku akan buktikan jika memang Momi tidak apa-apa " ucap Leo langsung mendidikan sang istri disamping sang Oma
" Oma, Leo Masuk dulu kedalam " ucapnya langsung melangkah pergi keruangan ICU.
Sedangkan Sisil dan Oma saling pandang lalu memeluk satu sama lain.
" Oma.. Momi... Oma... " ucap Sisil masih menangis
" Iya Natalia... Oma merasa ga percaya kamu meninggalkan Oma... " ucap Sang oma menangis diperlukan cucu menantunya
" Momi... mafkan Sisil... " ucap Sisil dalam hatinya
" Natalia, meskipun kamu jahat dimasa lalu namun aku sudah memaafkan mu... " ucap Sang Oma dalam batinnya
Sedangkan Leo langsung masuk kedalam ruangan ICU dan segera menuju sang momi berbaring tadi, iya melihat sang momi terbaring kaku dan ditutupi selimut rumah sakit.
" Momi " ucap Leo menghampirinya
" Momi " ucapnya Leo membuka selimut yang menutupi wajah sang ibu kandungnya
" Astaga... ini tidak mungkin " ucap Leo kaget dan tak terasa air mata mengalir deras diwajahnya
__ADS_1
" Katakan padaku ini tidak benar kan sus " bentak Leo pada sang suster yang hendak membawa jenazah Natalia
" Mohon tenang Tuan, ini rumah sakit... " ucap Sang suster kaget dan ketakutan
" Momi bangun " bentak Leo namun tak ada tanggapan dari sang Momi
" Momi bangun " ucap Leo mengguncang-guncangkan tubuh Sang momi
" Momi bangun " ucap Leo berteriak
" Tuan, tenang kan diri anda " ucap Sang suster
" Diam kalian " bentak Leo kembali pada sang suster
" Momi bangun... " ucap Leo masih mengalir air matanya
" Ini tidak adil bagiku... kamu jahat " ucapnya Leo Sambil memeluk jenasah sang Momi
" Kamu benar-benar jahat padaku.. bangun Momi bangun " teriakan Leo
" Maf Tuan, Jenazah Nyoya Natalia kali akan mandikan terlebih dahulu " ucap Sang suster tampak ragu-ragu takut di bentak lagi oleh Leo
" Kalian bisa diam tidak... Ibuku tidak meninggal " ucap Leo masih menangis
" Tapi Tuan... " ucap Sang suster merasa ketakutan saat ditatap tajam oleh Leo
" Berikan aku waktu, aku ingin berbicara denganya untuk terakhir kalinya " ucap Leo sambil menahan amarahnya
" Momi.. " ucap Leo menangis kembali sambil memeluk Sang Momi
" Momi kenapa jahat sama aku, setidaknya jangan meninggal dahulu.. aku belum pernah mendapatkan kasih sayang dari mu sejak dulu " ucap Leo masih memeluk sang Momi
" Katanya Momi sayang aku tapi kenapa Momi malah ninggalin aku.. apa salah Leo Momi.. dari dulu Momi selalu meninggalkan Leo " ucapnya dengan Leo merasakan sesak dihatinya bagaimana pun dulu ibunya namun ada rasa sayang dihatinya meskipun sedikit.
" Momi, semoga Momi tenang disana... Terima kasih sudah melahirkan Leo meskipun dari dulu Leo tidak pernah mendapat kasih sayangmu... Semoga Momi diampuni dosa-dosanya.. Leo hanya ingin bilang kalau Leo sangat merindukan Momi, apalagi kasih sayang Momi.. Momi aku sayang momi " ucap Leo tak mampu lagi melihat Sang Ibu yang terbaring dengan tubuh yang pucat, ia segera keluar ruangan itu dan segera menghampiri sang istri dan segera menelepon sang Ayah yang kebetulan sedang berada di Jepang sebulan yang mengurus bisnisnya.
Tut... Tut... Tut...
" Halo Ayah " ucap Leo dengan nada bicara yang tak beraturan
" Kamu kenapa nak.. apa ada masalah " ucap Sang ayah
" Ayah dimana " tanya Leo
" Ayah masih dikepang nak.. " ucap Sang ayah
" Ayah... Momi... ayah " ucap Leo Tak bisa lagi menahan tangisnya
__ADS_1
" Ada apa dengan momimu " tanya sang Ayah heran
" Perasaan ku tidak enak " batin sang ayah
" Momi sudah meninggal " ucap Leo masih menangis
" Kamu bicara yang benar, jangan bercanda " ucapnya
" Aku serius ayah " ucap Leo
" Inalilahi, Natalia aku tidak menyangka... " ucap sang ayah
" Aku dan Oma berencana untuk memakamkan Momi di Jakarta " ucap Leo
" Baik, sekarang juga Ayah akan ke Singapura " ucapnya
" Jangan ayah, kita bertemu saja di Jakarta " ucap Leo
" Baiklah, ayah akan segera terbang dari sini menuju Indonesia " ucap sang ayah sambil meneteskan air matanya
" Iya ayah " ucap Leo
" Kamu yang sabar ya nak, kamu harus ikhlas.. mungkin ini yang terbaik untuk momimu " ucap Sang Ayah mencoba menguatkan Leo
" Iya ayah " ucap Leo dan langsung menutup teleponnya
" Kasian Mas Leo pasti hatinya hancur, meskipun selama ini aku lihat, Mas Leo tidak pernah akur dengan Momi tapi masih ada rasa sayang yang mas Leo simpan dihatinya untuk momi " batin Sisil sempat mendengarkan pembicaraan sang suami dan sang mertua
" Kenapa rasanya sakit Ya Allah, padahal Momi tak pernah menyayangi ku dari dukuy " batin Leo
.
.
.
.
Bersambung....
Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......
Biar saya lebih semangat nulisnya..
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......
So... Ikuti terus kisahnya...
__ADS_1
Jangan bosen-bosen ya .....
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz