
Tiba-tiba seseorang dari kejauhan berlari dan menghampiri Ehan lalu memeluk Ehan dari samping
" Ehan " Teriakannya langsung memeluk ehan
" Lepaskan tanganmu kita bukan muhrim " ucap Ehan sambil wajahnya melihat wajah Rena yang menunduk ke bawah
" Sebenarnya Lala itu siapanya Ehan, ada hubungan apa mereka " Rena dalam hatinya
" Lala Apa-apaan sih peluk-peluk segala, kan jadi ga enak sama Rena " batin Ehan
" Ko Ehan dingin sekali padaku, apa gara-gara ada Rena " batin Lala
" Eh maaf aku hanya terlalu senang " jawabnya
" Rena kamu ga papah kan " tanya Ehan heran karena Dari tadi Rena hanya menunduk
" Em. tidak " jawabnya
" Jangan cemburu " bisik Ehan membuat Rena langsung menatap Ehan Ehan hanya tersenyum saat wajahnya dipandang Rena
" Em.. Ehan " ucap Lala
" Apa " ucap Ehan menoleh padanya
" Semua bukti sudah terkumpul, kita hanya perlu menjebaknya " ucap Lala tersenyum pada Ehan
" Em ok.. kita nanti diskusikan masalah ini " ucap Ehan Dingin
" Ehan Aku permisi dulu ya, " ucap Rena pamit
" Memangnya kamu mau kemana " tanya Ehan
" Aku mau ketoilet sebentar " ucapnya sambil tersenyum
" Perlu aku antar " goda Ehan
" Tidak usah " jawabnya
Sementara Lala pun memperhatikan Rena, ia memikirkan caranya agar iya bisa berbicara dengan Rena secara empat mata.
" Ehan Niko mana ya " tanya Lala
" Niko dan Marni sedang belanja makanan buat kita nanti buka puasa " jawabnya
" Tapi perasaan tadi ada didapur sepertinya " ucap Lala mencari alasan
" Masa sih " ucap Ehan heran
" Sebentar ya aku cari dulu " ucapnya
" Em "
Kini Lala segera menuju dapur dan menunggu Rena keluar dari kamar mandi, gak lama kemudian Rena pun keluar dari kamar mandi.
" Aku mau bicara penting sama kamu " ucap Lala sinis
" Boleh " ucapnya
" Tapi jangan disini " ucap Lala
" Dimana " tanya Rena
" Ikut aku " Ucap Lala dengan wajah kesal
__ADS_1
" Baik "
Mereka segera menuju halaman belakang rumah itu, mereka duduk dikursi kayu yang ada disana, dengan ditemani Angin dan udara yang sejuk, Lala pun berbicara tentang perasaannya pada Ehan
" Rena Aku mau tanya sesuatu tapi kamu harus jawab sejujurnya " ucap Lala
" Memangnya ada apa " ucap Rena heran
" Rena apakah kamu mencintai Ehan " Tanya Lala
" Kenapa berbicara seperti itu " ucap Rena heran
" Tinggal kamu jawab saja iya atau tidak " ucap Lala dengan wajah kesalnya
" Haruskah aku jujur perasaanku pada Lala " batin Rena
" Semoga Rena tak menyukai Ehan " batin Lala
" Aku juga tidak tahu, aku hanya berharap jika dia jodohku maka dekatkan lah kami kalau dia bukan jodohku semoga Allah mengirimkan jodoh yang terbaik untuk kami " ucap Rena sambil tersenyum
" Benar kata Mu, tapi perasaan ku pada Ehan melebihi perasaan Mu pada Ehan ternyata " ucap Lala tersenyum sinis
" Aku akan ikhlas jika memang Ehan Suka sama kamu " ucap Rena
" Kamu yakin, nanti kamu nyesel " ucap Lala
" Tidak, kalau sudah tidak ada yang mau dibicarakan aku permisi " ucapnya melangkah pergi
" Tunggu, apakah kita pernah saling kenal " ucap Lala menghentikan langkah Rena
" Saya tidak tahu " ucap Rena diam sejenak
" Aku Merasa dulu kita pernah dekat " ucapnya Lala heran
" Loh kalian disini ngapain " tanya Niko
" Tidak, hanya saling meyapa " ucap Rena sambil tersenyum
" Apa terjadi sesuatu " ucap Marni pada Rena
" Tidak " ucap Lala
" Yasudah aku kembali Kesana dulu ya, pekerjaan ku masih banyak " ucap Rena pamit
" Kenapa aku kepikiran ucapan Lala barusan " batin Rena
Rena kembali ketempat iya tadi mengerjakan pekerjaannya, disana terlihat Ehan sedang menunggunya
" Dari mana saja " ucap Ehan heran melihat tingkah Rena
" Em.. tadi dari toilet " ucapnya
" Ko lama " tanyanya kembali
" Em.. ngantri " ucapnya Bohong
" Kamu tau kan aku ga suka dibohong " ucap Ehan
" Bukan begitu " ucap Rena tersenyum dipaksakan
" Kamu jujur sama Aku atau aku..." ucap Ehan kini mendekatkan wajahnya dekat dengan Rena
" Kamu mau ngapain " tanya Rena
__ADS_1
" Jawab Jujur saja, apa terjadi sesuatu.. apa yang dilakukan Lala padamu " ucap Ehan melihat wajah Rena lebih dekat
" Iya.. aku jujur tapi bisakah Kau menjauhkan wajahmu itu, ini sedang puasa " ucap Rena degdegan
" Jadi kalau bukan bulan puasa boleh " goda Ehan
" Em.. tidak, kita bukan mihrim " jawabnya
" Yasudah cepat cerita ada apa " tanya Ehan penasaran
" Lala hanya bertanya padaku bukan apa-apa ko " ucapnya
" Memangnya dia nanya apa " tanya Ehan masih penasaran
" Em tadi dia bertanya apakah aku mencintaimu.. " ucap Rena salah tingkah
" Terus kamu jawab apa " tanya Ehan sambil senyum-senyum
" Em aku jawab ga tau " ceplos Rena
" Ko bilang ga tau.. gimana sih kamu " protes Ehan
" Terus harusnya aku jawab apa " tanya balik Rena
" Kamu jawab kalau kamu cinta sama aku dan aku juga cinta sama kamu " ucap Ehan sambil menatap mata Rena
" Aku juga maunya seperti itu, tapi entah kenapa hatiku selalu takut jika suatu saat kamu tau aku sebenarnya " batin Rena
" Aku bilang kalau aku tidak tahu, aku hanya berharap jika Kamu jodohku maka dekatkan lah kami kalau Kamu bukan jodohku semoga Allah mengirimkan jodoh yang terbaik untuk kami " ucap Rena memandang wajah Ehan
" Setelah urusanku selesai, aku akan melamarmu " ucap Ehan tulus
" Ya ampun hati aku kenapa senang sekali Ehan berbicara begitu " batin Rena
" Kamu tunggu aku Rena, aku akan menjadikanmu satu-satunya wanita dihatiku " batin Ehan
" Kamu yakin " tanya Rena
" Aku sangat yakin " jawabnya
" Ayahku itu ga mudah ditaklukan, ustad Geri juga ditolak ayah apalagi kamu yang kaya begini " ceplos Rena
" Kamu lihat saja nanti, jangan remehkan aku.. " ucapnya sambil tersenyum
.
.
Bersambung....
Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......
Biar saya lebih semangat nulisnya..
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......
So... Ikuti terus kisahnya...
Jangan bosen-bosen ya .....
Marhaban ya Ramadhan
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... dan selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan, jangan lupa jaga kesehatan ya guyz
__ADS_1