Kisah Cinta Anak Kembar CEO

Kisah Cinta Anak Kembar CEO
Episode 192


__ADS_3

Rena baru sampai ke Mansion Leo, ditemani kedua orang tuanya, tak lupa juga suami siaga yang menjaganya.


" Sayang jangan dulu dibuka pintu mobilnya " ucap sang suami


" Memangnya kenapa sayang " tanya Rena heran


Ehan segera turun dan membukakan pintu mobilnya Lalu iya menggendong sang istri, hal itu membuat Umi dan Abi Rena menjadi senang melihat keharmonisan mereka


" Senangnya melihat mereka harmonis seperti ini " batin Bu Rahmi


" Stop " ucap Rena, baru saja Ehan mau melangkah kedalam


" Ada apa sayang " tanya Ehan


" Aku mau kelapa itu " ucap Rena pada sang suami


" Yang mana " ucap Ehan bingung


" Yang itu " ucap Rena


" Apa,, itu kan lumayan tinggi " ucap Ehan


" Umi, abi kalian masuk duluan saja, Rena mau lihat dulu kelapa itu " ucap Rena sambil tersenyum


" Baiklah Nak, Ehan jagain Rena ya " ucap Bu Rahmi


" Iya umi, tenang saja " ucap Ehan


" Aku mau kesana " ucap Rena sambil digendong oleh Ehan, Ehan segara menuruti kemauan sang istri, Iya segera menghampiri pohon Kelapa itu.


" Pa Caca " panggil Ehan didepan pohon kelapa itu


" Iya Tuan Ehan " ucapnya segera menghampiri sang majikannya disana


" Tolong panjat pohon kelapa itu dan berikan kelapa muda itu pada saya " ucap Ehan


" Tunggu " ucapnya Rena menatap wajah Ehan


" Apa Apa sayang " ucap Ehan bingung


" Aku maunya kamu yang naik Kesana dan bawakan aku kelapa yang segar itu " ucap Rena membuat Ehan dan Pa Caca kaget


" Apa " ucap Ehan kaget


" Walah.. walah... Nona Rena ngidamnya ngeri sekali " batin Pa Caca


" Gila itu kan lumayan tinggi " batin Ehan


" Ayo cepat sayang " rengek Rena


" Tapi sayang itu lumayan tinggi " ucapnya Ehan


" Kamu ga mau, yaudah Turunkan aku sekarang " ucap Rena ngambek

__ADS_1


" Iya sayang jangan ngambek lagi, aku kan memanjat pohon Kelapa itu demi Kamu dan anak kita " ucap Ehan membuat Rena kembali tersenyum


" Terima kasih sayang " ucap Rena senang


" Sama-sama, tapi kamu harus diam dulu dikamar dan beristirahatlah.. nanti aku akan mengantarkannya kekamar kita " ucapnya Ehan


" Tidak aku, mau lihat kamu sendiri yang panjat pohon kelapa itu " ucap Rena


" Apa... " ucap Ehan semakin kaget dengan permintaan sang istri


" Kamu ya nak, didalam perut saja sudah minta yang aneh-aneh " batin Ehan


" Pa Caca " panggil Ehan kembali


" Iya Tuan " ucapnya


" Ambilkan kursi untuk istri saya " ucap Ehan


" Baik Tuan, tunggu sebentar " ucapnya langsung berlari kedalam Mansion dan membawakannya kursi sesuai permintaan sang majikan


Iya segera membawa kursi tersebut kehadapan sang majikan


" Silahkan Nona " ucap nya sambil tersenyum


" Tapi kamu duduknya agak jauh-jauh ya takut kena padamu " ucap Ehan


" Jangan dilepaskan aku maunya kamu petik sediri " ucap Rena, membuat Ehan semakin kaget


" Cobaan apa ini Ya Allah, aku harus tanya pada Ina,, ibu hamil itu ngidamnya satu atau dua kali selama hamil, gawat kalau dua kali ngidam yang aneh-aneh " batin ehan


" Sayang Ko kama " ucap Rena merasa tidak sabar pada Ehan


" Iya sayang tunggu sebentar " ucap Ehan bingung


" Tuan nanti Tuan ambilkan yang paling kecil saja, dan nanti pakai ini ikat pada badan Tuan " bisik Pa caca


" Siap pa Caca, terimakasih ya " bisik Ehan pada Pa Caca


" Kalian Ko bisik-bisik " tanya Rena


" Tidak nona, saya hanya memberikan golok pada Tuan " ucap Pa Caca


" Iya sayang sebentar " ucap Ehan


" Ya Allah mudahkanlah jalanku, Selamatkan lah aku, dan berkahilah setiap langkahku " ucap Ehan iya berdoa agar semuanya lancar


" Aku mulai ya sayang " ucap Ehan dengan wajah pucatnya


" iya sayang semangat... " ucap Rena senang


Ehan segera memanjat pohon itu dengan penuh semangat, sedangkan dibawah sana sang istri menyemangatinya


" Ayo Ehan.. Ehan... Ehan... " ucap Rena sambil bersemangat

__ADS_1


" Ayo Tuan Ehan semangat.. " ucap Pa Caca


Tiba-tiba Satria datang dan menghampiri Rena dan Pa Caca


" Ka Rena ngapain disini " tanya satria


" itu " ucapnya Rena menunjuk Ehan yang sedang memanjat pohon Kelapa


" Ngapain Ehan disana " ucap Satria heran


" Jadi nona Rena mengidam mau minum air kelapa yang dipanjat dan dipetik oleh Tuan Ehan " ucap Pa Caca


" Apa " ucapnya Satria dengan tersenyum jahatnya


" Ehan... Ehan... Ehan " ucap Satria mampu membuat Ehan menoleh Satria


" Sialan, gara-gara satria aku jadi melihat kebawah,, gila ini lumayan tinggi " batin Ehan


" Ehan ayo semangat ... demi bayimu " ucap Satria dengan wajah senangnya bisa membuat konsentrasi Ehan Butar


Sebenarnya ini bukan yang pertama untuk Ehan, apalagi dulu dikampung iya pernah memanjat pohon kelapa, iya juga pernah ikutan panjat tebing dulu di Kulaiahnya jadi itu bukan hal yang sulit namun tetap saja namanya diatas kalau kita lihat kebawah pasti ada rasa ketakutan


" Ehan.. kamu bisa demi Rena dan anakmu " ucapnya sendiri menyemangatinya


" Ehan... Ehan... Ehan... " ucapnya satria sambil tersenyum


" Diam kamu satria baja hitam " ucap Ehan Kesal


" Ayo sayang " ucap Rena


" Iya sayang tunggu sebentar lagi " ucap Ehan pada Rena


" Iya sayang " ucapnya Rena sambil tersenyum


.


.


.


.


.


Bersambung....


Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......


Biar saya lebih semangat nulisnya..


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......


So... Ikuti terus kisahnya...

__ADS_1


Jangan bosen-bosen ya .....


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz


__ADS_2