Kisah Cinta Anak Kembar CEO

Kisah Cinta Anak Kembar CEO
Episode 41


__ADS_3

Yesi semakin gelisah didepan pintu itu, Renalpun datang dengan membawa kunci cadangan


" Mas kenapa lama " Protes Yesi


" Maaf tadi nyari kuncinya lama " ucap sang suami


" Ayo dong mas cepetan buka" ucap Yesi tidak sabaran


" Sabar dong " ucapnya


Pintu kamar itu langsung dibuka oleh Renal, Yesi pun langsung menghampiri Satria dan menjewer ya.


" AW.. mah sakit " rengek Satria


" Kamu ngapain dikamar Ina Hem " ucap Yesi masih menjewer telinga Satria


" Mah lepaskan " ucap Satria kesakitan


" Mah ada apa ini " tanya Ina


" Satria ngapain kamu nak " tanya Yesi pada Ina melepaskan jewerannya dan segera memeluk Ina


" Satria, mamah salah panam aku dan Satria tidak ngapa-ngapain ko " jelaskan Ina


" Kamu jangan bohong nak, jujur saja mamah akan hukum dia kalau dia sampai menyakiti kamu " ucap Yesi dengan wajah marahnya


" Bener mah " ucapnya


" Terus tadi Siska dengar Ka Ina menjerit kesakitan .. Kaka kenapa " tanya siska


" Oh itu, jadi begini mah tadi aku satria bantuin aku untuk menyisir rambut namun Rambutku kusut " jelaskan Ina


" Yang benar Non Ina " ucap Renal


" Benar ayah Renal aku ga bohong " ucapnya dengan wajah serius


" Terus kamu mau ngapain ke kamar Ina " tanya Renal


" Aku cuma mau mengobrol dengannya " ucap Satria dengan wajah datarnya


" Mengobrol tapi ko dikunci kamarnya " cibir Siska


" Diam kamu anak kecil " ucap Satria kesal pada sang adik


" Apa yang dikatakan Siska benar, tidak seharusnya kamu mengunci pintu " bentak sang ayah


" Ayu Ina minta maaf jika membuat ayah dan semuanya khawatir " ucap Ina


" Kamu ga salah nak, yang salah satria " ucap Yesi kesal pada sang anak


" Mamah ko salahin aku " ucap Satria sambil memonyongkan bibirnya


" Sekarang kamu ikut Ayah ke ruang kerja ayah, ayah mau bicara sama kamu satria " ucap Renal


" Baik ayah " ucapnya yang masih kesal


Kini Satria dan Renal pergi keruang kerja untuk berbicara serius sedangkan Yesi, Siska dan Ina masih disana


" Mamah Ina minta maaf ya " ucapnya dengan wajah sedih


" Sudahlah ini kan semua hanya salah pamit " ucap Yesi


" Iya mah " jawabnya


" Sekarang kamu tidur ya, istirahat " ucap Yesi dengan senyum dibibirnya


" Iya mah, good night " ucap Ina


" Good night juga sayang, jangan lupa berdoa " ucap Yesi sambil menyelimuti Ina


" Makasih mah " ucap Ina

__ADS_1


Akhirnya Yesi dan Siska keluar dari kamar Ina, menuju ruang kerja Renal, sesampainya disana Yesi kaget melihat Sang suami menatap tajam sang anak


" Jawab dengan jujur kamu tadi ngapain dikamar Ina " bentak Renal


" Ayah kan tadi Ina udah jelaskan aku juga barusan jelaskan aku hanya butuh bicara sama Ina, sumpah aku ga ngapa-ngapain ko meskipun ingin " ucapnya keceplosan


" Satria " bentak sang Ayah


" Ayah kenapa ga percaya sama aku " ucapnya kesal


" Mana bisa Ayah percaya padamu dengan tingkahmu seperti itu " ucap Renal semakin marah


" Mas, jangan keras sama Satria kasian " ucap Yesi terlihat membela sang anak


" Ina anak Majikan ku yang harus ku jaga dan ku lindungi bagaimana jika Tuan Leo tau dan salah paham sama semua ini " ucap Renal


" Satria mamah mohon dengan sangat kamu jangan seperti itu lagi " ucap sang mamah dengan raut wajah serius


" Iya mah satria janji " ucap Satria dengan menundukkan kepalanya


" Sekarang Siska sama satria tidur ya, mamah mau bicara serius dengan ayah kalian " titah Yesi pada mereka


" Iya mah, kami permisi " ucap mereka meninggalkan ruangan kerja sang ayah dan segera menuju kamar mereka masing-masing


" Makanya jangan macam-macam " ucap Siska


" Siapa juga yang macam-macam " kilah satria


" Em.. " ucap Siska langsung masuk kedalam kamarnya


Sedangkan Satria masih berjalan menuju kamarnya, dia diam didepan pintu kamar Ina.


" Ina cantik lagi apa ya " ucap Satria


" Pasti Ina sudah tidur sebaiknya aku juga tidur " ucapnya langsung masuk kedalam kamarnya dengan perasaan lemah lesu dan tak bersemangat


Satria segera membaringkan tubuhnya di ranjang empuknya, dengan pikiran yang masih bertanya-tanya iya berusaha memejamkan matanya.


.


.


Ina sepeti biasa iya sudah siap dan rapi namun kali ini berbeda iya pergi dengan membawa kopernya, sesuai rencananya yang kemarin iya akan berlibur bersama Ehan.


" Mah " ucap Ina mencari Yesi kedapur, dan benar saja Yesi dan para asisten rumah tangganya sedang sibuk meyiapkan sarapan


" Eh Nak, ngagetin saja, Kamu sudah rapi dan penampilan mu berbeda sekali .. " tanya Yesi


" Mah aku mau ijin sama mamah " ucapnya


" Izin apa sayang " jawabnya


" Aku akan pergi menemui ka Ehan selama seminggu " ucapnya


" Loh memangnya kenapa sayang " ucap Yesi kaget


" Aku hanya kangen saja sama ka Ehan " jawabnya sambil tersenyum


" Kamu yakin " tanya Yesi


" Iya mah.. " ucapnya


" Yaudah mamah akan suruh Satria Antarkan kamu ke Ehan " jawab Yesi yang merasa khawatir


" Tidak usah mah, Aku sudah pesan taksi online " ucapnya sambil memeluk Yesi


" Mamah khawatir sama kamu " ucap Yesi dengan wajah sedihnya


" Cuma seminggu saja ko mah " jawabnya


" Tapi kamu ga akan ninggalin mamah lama-lama kan, mamah khawatir kamu ga balik lagi kesini " ucap Yesi

__ADS_1


" Mamah tenang saja pasti aku pulang lagi kesini " jawabnya


" Janji "


" Janji mah " ucap Ina mencium pipi kiri dan kanan Yesi


" Aku pamit ya mah, taksinya sudah sampai.. by mah " ucap Ina melangkah keluar menuju taksi onlinenya


.


...****************...


.


Lima menit kemudian Satria turun dari tangga dan menemui sang mamah untuk menyapanya sebelum iya kekamar Ina.


" Pagi mamahku sayang " ucap Satria senang


" Pagi " ucap Yesi dengan wajah sedihnya


" Loh ko mamah pagi-pagi udah kaya gitu wajahnya, ada apa " tanya satria sambil mencicipi makanan sang mamah


" Ina pergi dari rumah ini " ucap Yesi dengan wajah Lesu Satria yang mendengar hal itu langsung terkejut dan kaget merasa tak percaya dengan perkataan sang mamah


" Apa " ucap kaget satria sambil matanya melotot


" Kuping mamah sakit tau " protes Yesi pada Satria yang berteriak


" Mamah serius kapan Ina perginya " ucap Satria mulai bingung


" Baru saja " ucapnya Yesi


Satria langsung berlari menuju pintu rumahnya namun tak menemukan tanda-tanda Ina pergi, iya pun langsung menuju kekamar Ina.


Sesampainya dikamar Ina iya langsung mencarinya bahkan lemari pakaian Ina pun memang sudah tidak ada semua.


" Mah.. mamah " ucap Satria berteriak dengan meneteskan air matanya


" Ada apa teriak-teriak " ucapnya Yesi kesal dengan tingkah satria


" Ada apa ini " ucap Renal


" Pagi-pagi udah berisik " ucap Siska kesal


.


.


.


.


Bersambung....


So... Ikuti terus kisahnya...


Insya Allah selama bulan puasa saya up nya akan banyak, saya lagi bersemangat nulisnya, menurut kalian mana yang harus didahulukan part nya..


coba mana tim Rena dan Ehan, mana Tim Satria dan Ina, dan mana tim Farel dan Mey-mey


Komen dibawah ya ditunggu !!!


Tapi jangan lupa Like....Komen..... dan Vote ......


Biar saya lebih semangat nulisnya..


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku


Jangan bosen-bosen ya .....


Marhaban ya Ramadhan

__ADS_1


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... dan selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan


__ADS_2