
Sisil melepaskan pelukannya sambil tersenyum berkata " Bunda ingin mengajakmu untuk tinggal di Jakarta bersama kami " ucap Sisil
" Tapi bunda.. " ucap Mey-mey meneteskan air matanya
" Bunda biar bisa menjaga dan lebih dekat denganmu dan Farel " ucap sang bunda
" Apa kah aku bisa meninggalkan kota ini, dimana aku lahir dan banyak kenangan disini " batin Mey-mey
" Bunda tidak akan memaksa mu, cuma bunda kamu mau memikirkannya karena bunda di beri amanat dari ibumu.. " ucap Sisil sambil tersenyum
" Bunda, biar Mey-mey bicarakan kembali dengan Farel " jawabnya
" Baiklah, kamu pikirkan baik-baik ya nak " ucapnya Sisil
" Kalau begitu Saya pamit ya, bunda istirahatlah " ucap Mey-mey menyelimuti Sisil
" Terima kasih nak " ucap Sisil sambil tersenyum
Mey-mey segera pergi dari ruangan itu menuju ke ruang tamu. namun langkahnya terhenti ketika Farel mengobrol dengan sang ayah mertua.
" Farel " ucap Leo
" Iya ayah " ucap Farel menengok ke arah Leo
" Ayah mau bicara sama kamu, kita duduk " ucap Leo
Mereka bertiga pun duduk di kursi sambil mengendong bayi.
" Ada apa Ayah " ucap Farel penasaran
" Bundamu diberikan amanah oleh almarhumah mertuamu untuk menjaga dan menyayangi Mey-mey " ucap Leo
" Kapan ibu berkata begitu ayah " ucap Ehan
" Ibumu masuk kedalam mimpi Bunda, sewaktu bunda pingsan, Ayah maunya sih kamu ikut dengan kami ke Jakarta, agar bundamu bisa menjaga amanah itu " ucap Leo
" Aku tau, pasti bunda tidak akan tenang jika amanat itu tidak di laksanakan " ucap Ehan mengerti
" Benar apa yang di katakan Ehan, bagaimana jika memikirkan hal itu bunda sakit, ayah tidak mau kehilangan bundamu, setelah Momi pergi Ayah takut akan kehilangan bundamu " ucap Leo sambil meneteskan air matanya
" Ayah, jangan menangis kami akan menjaga bunda juga " ucap Ehan
" Benar kata ayah, aku juga tidak mau kehilangan bunda dan melihat ayah sedih seperti ini " ucap Farel dalam hatinya
" Tolong kamu bicarakan hal ini pada Mey-mey, bujuk dia agar mau pergi ke Jakarta bersama kami berkumpul disana. " ucapnya leo
" Iya ayah nanti aku bicarakan sama Mey-mey, ayah tidak usah sedih lagi.." ucap Farel
__ADS_1
" Alhamdulillah " ucap Leo
" Ayah harus kuat ya, " ucap Farel memberikan semangat
" Iya nak " ucap Leo
Mey-mey segera menghampirinya mereka dan seolah-olah tidak mendengarnya apa yang dikatakan mereka.
" Mas " ucap Mey-mey pada sang suami
" Iya sayang " ucap Farel melihat wajah sang istri
" Sepertinya mereka sudah tidur, biar aku tidurkan di kamar mereka.. " ucap Ehan
" Yasudah nanti Ehan panggil saja baby sister untuk menjaga mereka " ucap Mey-mey
" Baik ka, ayo Ayah " ajak Ehan
" Iya nak, Ayah juga mau menemui bundamu setelah mereka ke kamar " ucap Leo
" Iya ayah " ucap mereka
Leo dan Ehan pun menidurkan bayi-bayi lucu tersebut. setelah selesai Leo segera menemui Sisil di kamar Tamu.
Ceklek,,
Leo segera mendekati ranjang kamar tersebut, dilihatnya sang istri sedang tidur, Leo segera membaringkan tubuhnya disamping sang istri,
Leo mencium kening Sisil sambil tersenyum dan berkata " I love you sayang " ucap Leo
Sedangkan Sisil tertidur lelap karena iya kelelahan, apalagi dia baru sembuh. Leo pun memeluk sang istri sambil memejamkan matanya
Tak terasa mereka tidur bersama dengan saling berpelukan, sedangkan Ehan tidur di kamar sendiri sambil melihat Poto sang istri dan kedua putra putrinya yang menggemaskan
" Aku kangen " ucap Ehan
" Kalian semangat hidupku.. " ucap Ehan menciumi Poto yang berada di handphonenya
Ehan langsung melakukan Vidio call pada sang istri karena sudah tidak kuat menahan rindu.
Tut.. Tut...Tut..
" Halo sayang " ucap Ehan sambil tersenyum senang melihat sang istri
" Halo sayang, kamu gimana disana kapan pulang " ucap Rena sambil tersenyum senang
" Besok aku pulang bersama ayah dan bunda " ucap Ehan
__ADS_1
" Alhamdulillah, aku kangen " ucap Rena
" Aku sangat kangen sama kamu sayang " ucap Ehan
" Kamu kalau ada apa-apa segera hubungi Aku ya " ucap renay
" Pasti sayang, I love You " ucap Ehan semakin merindukan sosok Istrinya
" I love you to sayang ' ucap Rena sambil tersenyum
" Bayi kita bagaimana " tanya Ehan
" Mereka merindukanmu " ucap Rena
" Bayi kita atau kamu yang merindukanku " goda Ehan
" Dua-duanya " ucap Rena sambil tersipu malu
" Tunggu besok aku pulang ya sayang " ucap Ehan
" Ia sayang " ucap Rena
" Kalau begitu kamu harus tidur.. aku juga mau tidur " ucap Ehan
" Iya sayang... "
.
.
.
.
Bersambung....
Tunggu beberapa part lalu aku akan menceritakan tingkah lucu delapan anak kecil dengan tingkah yang lucu ya..
Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......
Biar saya lebih semangat nulisnya..
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......
So... Ikuti terus kisahnya...
Jangan bosen-bosen ya .....
__ADS_1
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz