Kisah Cinta Anak Kembar CEO

Kisah Cinta Anak Kembar CEO
Episode 58


__ADS_3

Satria pun sama lahapnya iya memakan baksonya sampai habis tanpa sisa, Kini mereka menjadi semakin dekat.


Setelah habis memakan jengkolnya lalu mereka memutuskan untuk membungkus dua porsi bakso yang akan mereka berikan pada Ehan dan Niko.


Pesanan mereka sudah di bungkus lalu mereka memutuskan untuk segera pulang kerumah.


" Mba ini pesanannya " ucap tukang bakso tersebut


" Jadi berapa mas " ucap satria


" Lima puluh ribu mas "


" Ini "


" Yu kita pulang " ajak satria


" Ayo " ucap Ina senang


Mereka pulang bersama tiba-tiba hujan pun turun sangat lebat. mereka pun mencoba meneduh terlebih dahulu


" Aduh hujannya lebat sekali " ucap Satria


" Kita ujan-ujanan yu " ucap Ina sambil tersenyum


" Ga mau, nanti kamu sakit " ucap Satria khawatir


Tiba-tiba Ina pun malah pergi ketempat yang hujan sehingga semua tubuhnya basah, Satria pun hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.


" Ina cantik.. jangan hujan-hujanan nanti kamu sakit " teriakan satria


" Ga akan " ucapnya malah senang diguyurkan air hujan


" Aduh gimana, Ehan pasti marah sama aku gara-gara aku " keluh satria


Satria pun dengan terpaksa menghampiri Ina lalu iya memetik dauh pisang yang tak jauh dari dia berada, mereka pulang dengan daun pisang diatas kepalanya, mereka gunakan sebagai payung


" Kamu bandel sekali " ucapnya Satria mencubit hidung ina


" Biarin, sejak dulu aku paling ingin main hujan-hujanan tapi bunda ga pernah ijinin " ucap sambil tersenyum senang


.


...****************...


.


Merekapun sudah sampai kontrakan dengan seluruh tubuh basah kuyup, Niko dan Ehan yang melihat itu tampak heran.


" Ina kamu kenapa basah kuyup begini " ucap Ehan


" Aku tadi makan bakso ketika kami pulang bukanya turun, terlanjur basah hujan-hujanan aja " ucap Ina sambil tersenyum senang


" Kenapa kamu biarkan Ina hujan-hujanan kamu mau dia sakit " bentak Ehan pada satria


" Bukan begitu ka ... jangan salahin satria " ucap ina


" Ini memang maunya ina "


" Sekarang kalian bersihkan badan kalian dengan air hangat agar tidak kedinginan " ucapnya Ehan


" Baik ka " ucap Ina


" Kalau sudah selesai kalian kesini, Kaka ada informasi penting " ucapnya


" Siap ka "


Ina dan Satria kini sedang membersihkan tubuhnya di kamar mandi masing-masing, setalah beres mereka pun segera menuju ruang tv dimana Ehan dan Niko berada


" Ina keringkan dahulu rambutmu nanti kamu sakit " ucap Ehan dengan wajah khawatirnya


" Aku mau cepat dengar berita yang penting ka " ucap ina

__ADS_1


" Keringkan dahulu.. " bentak Ehan


" Tenang Han, gue ambilkan dulu pengering buat ina " bela satria langsung menuju kamar Ina dan membawakan ya pengering rambut


" Sini aku keringkan " ucapnya


" Keringkan sendiri, memang kamu ga bisa keringkan sendiri " cibir Ehan


" Ish ka Ehan ini " ucap Ina kesal dengan segera iya mengeringkan rambutnya yang basah hingga kering, setelah selesai Ina duduk diantara Ehan dan satria


" Jadi Kaka mau ngomong apa " ucapnya penasaran


" Aku sudah tau semua transaksi di nomor rekening mandor itu " ucap Ehan


" Terus " ucap mereka penasaran


" Banyak transaksi dari supplier bahan bangunan yang aku tidak tahu, setelah aku cek supplier itu ternyata supplier yang menjual barang-barang murah " ucap Ehan


" Wah, ini bahaya untuk pembangunan kita bos " ucap Niko


" Aku juga berpikiran begitu " ucapnya


" Terus kita harus bagaimana " ucap ina


" Gimana kalau Ina cari no rekening mandor itu yang lain " ucap Niko


" Ini terlalu berbahaya " ucapnya Ehan dengan wajah ragu


" Tapi itu satu-satunya cara " ucap Niko


" Nanti aku akan cari wanita lain sebagai umpan " ucap Ehan


" Sebaiknya kamu kembali ke Jakarta " ucap Ehan karena iya takut Ina dalam bahaya


" Aku ingin puasa pertama bersama kaka " ucapnya Ina dengan terseyum


" Kaka juga maunya kita berkumpul kembali " ucap Ehan dengan wajah sedih namun pura-pura tegar


" Han, sekali lagi kita memang harus butuh bantuan ina " ucap Niko


" Kita butuh tau, berapa banyak Rekening yang iya miliki " ucap Niko


" Jangan libatkan Ina lagi .." ucap Ehan


" Ina mau ko Nik " ucap Ina kini tak mendengarkan ucapan sang kaka


" Aku ga setuju Ina, aku sependapat dengan Ehan " ucap Satria


" Sebelum aku pulang, ijinkan aku ya " ucap Ina penuh harapan


" Ga " ucap Ehan


" Aku hanya akan mengajak dia ngobrol di warung saja " ucap Ina


" Tuh bos, ga bahaya ko " ucap Niko


" Ayolah ka " ucap ina


" Yaudah deh, tapi aku akan memantau semua pergerakan mandor dan kamu " ucap ehan


" Siap ka " ucap Ina


" Aku lupa, aku bawakan bakso buat kaka " ucap Ina sambil tersenyum dan mengambilkan. dua mangkuk bakso buat Niko dan Ehan


" Ini bukan sogokan " yang Ehan


" Tenang saja Han itu bukan sogokan " ucapnya Satria dengan terseyum jahat


Ehan dengan segera memberikan cabe yang banyak, iya merasa ingin lebih pres berpikir karena dengan pedas bisa melegakan pikiran, itu hanya pemikiran Ehan


" Em.. enak " ucap Niko memakan segera baksonya sama halnya dengan Ehan menikmati semangkuk bakso dalam keadaan cuaca dingin seperti disana

__ADS_1


" Benar ini enak, makasih dek " ucap Ehan masih fokus memakan baksonya


" Bukan aku yang beliin tapi satria " ucap Ina sambil tersenyum


" Makasih satria, tapi tumben kamu baik " cibir Ehan


" Sebentar itu traktiran dari aku dalam rangka.. " ucapnya terpotong


" Rangka apa.. " tanya Niko


" Dalam rangka aku dan Ina sudah jadian " ucapnya dengan senyum jahatnya


Uhuk... Uhuk... Uhuk... Uhuk...


Uhuk... Uhuk... Uhuk... Uhuk...


Uhuk... Uhuk... Uhuk... Uhuk...


" Air " ucap Ehan dan Niko tersedak karena ucapan satria yang membuat mereka kaget


" Ini " ucap Satria dengan cekatan membawakan mereka air kedalam teko


" Hah lega " ucap mereka


" Tapi ko tekonya beda " tanya Niko


" Itu sebenarnya air mentah " ucap Satria dengan terseyum jahat


" Apa " ucap Mereka


Wuek... wuek... wuek...


" Satria " ucap Niko dan Ehan mulai marah


" Apa " tanya Satria


" Kamu berani-beraninya mengerjai kita " ucap Ehan kesal


" Tidak " ucap mengelak satria


" Aku ga percaya kamu jadian sama Ina " ucap Niko


" Benar aku tanya dulu Ina " ucapnya


" Ina cantik, Mereka mau bertanya padaku dan berkata masukan Ina cantik menjadi pacar satria ganteng " ucapnya membuat Niko dan Ehan heran dan Salin pandang


.


.


.


.


Bersambung....


Maaf ya semuanya hari kemarin saya up-nya sedikit, saudara saya ada yang meninggal jadi saya sibuk disana.


untuk membalas hari kemarin, hari ini saya up-nya banyak


Hayo tim Satria Sama Ina mana suaranya...


sudah dipencet belum tombol Like....Komen..... dan Vote ......


Biar saya lebih semangat nulisnya..


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......


So... Ikuti terus kisahnya...


Jangan bosen-bosen ya .....

__ADS_1


Marhaban ya Ramadhan


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... dan selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan, jangan lupa jaga kesehatan ya guyz


__ADS_2