
Dokter keluar dari ruangan tersebut dan segera menghampiri Leo dan Ehan,
" Keluarga Nyoya sisil " ucap Sang dokter
" Iya Dok saya suaminya " ucap Leo
" Saya Putranya " ucapnya Farel menghampiri sang dokter
" Bagaimana keadaan istri saya " ucap Leo dengan wajah panik
" Alhamdulillah keadaan Nyoya Sisil baik, Nyoya Sisil hanya kaget saja, dan tekanan darahnya menurun kami sudah memberikan obat agar darahnya stabil dan vitamin agar keadaanya cepat pulih " ucap sang dokter
" Alhamdulillah dok, terima kasih.. kalau begitu boleh saya masuk kedalam melihat keadaan istri saya " ucap Leo dengan antusias
" Silahkan Tuan, tapi untuk sekarang Nyoya Sisil masih tidak sadarkan diri, namun beberapa menit lagi Nyoya Sisil akan segera sadar " ucapnya Sang dokter
" Baik Dok " ucap Leo
" Boleh saya ikut masuk juga dok " tanya Ehan
" Hanya satu orang yang bisa masuk namun bisa bergantian jika ingin menemui Nyoya Sisil " ucap Sang Dokter
" Baik Dok " ucapnya Ehan sambil tersenyum
" Ayah duluan yang melihat keadaan bundamu " ucap Leo
" Baik Ayah, Ehan tunggu disini " ucapnya dengan perasaan lega karena sang bunda kondisinya baik-baik saja
Leo pun segera masuk kedalam ruangan UGD tersebut dituntun oleh seorang suster, ketika diruangan itu hati Leo hancur ketika melihat sang istri terbaring lemah disana
" Hatiku sakit melihat kamu begini sayang " batin Leo
" Mari silahkan pa.. " ucap sang suster
" Terima kasih ya Sus " ucap Leo dingin
" Kalau begitu saya permisi dulu " ucap Suster pamit memeriksa pasien lain
" Sayang " Lirih Leo sambil meneteskan air matanya
" Kenapa kamu bisa begini... kamu tenang saja ya, aku Takan membiarkan Dona lolos begitu saja, aku akan buat dia menyesali perbuatannya " ucap Leo dengan wajah sedih
" Sayang sadarlah... " ucap Leo
Tiba-tiba tangan Sisil bergerak, Leo yang menyadari hal itu langsung memencet tombol emergency, dokter dan suster pun segera menghampiri Sisil
" Ada apa ini " ucap sang dokter
" Istri saya Dok tangannya bergerak " ucap Leo
Kini mata Sisil pun terbuka lebar, betapa kagetnya saat iya melihat sekelilingnya dipenuhi oleh Suster dan Dokter
" Aku ada dimana ini " ucapnya Sisil sambil memegang tangannya
" Nyoya sekarang ada di ruang Ugd " ucap sang dokter
" Memangnya saya kenapa dok " tanya Sisil sambil merasakan kesakitan
" Anda tadi pingsan " ucapnya Sang dokter
" Benar Sayang tadi kamu pingsan " ucapnya Leo menghampiri sang Istri
" Mas ngapain kesini.. " ucap Sisil dengan wajah kesal
" Nyoya anda sebaiknya jangan banyak dulu bergerak, anda harus banyak istirahat agar keadaan anda cepat pulih " ucap sang dokter
__ADS_1
" Farel " ucap Sisil sambil menangis teringat sang putra pertamanya
" Dimana Farel mas " tanya Sisil pada Leo
" Em.. Farel masih ditangani dokter sayang.. " ucap Leo mencoba menenangkan sang istri
" Lepaskan Mas... ini semua gara-gara kamu... Kamu jahat... " ucapnya Sisil dengan menangis tersedu-sedu
" Nyoya tenangkan diri anda, keadaan anda belum stabil... " ucap Sang dokter
" Diam.. aku butuh anakku sekarang.. " ucap Sisil emosi dan mencabut selang infusnya dengan paksa sehingga tangannya berdarah
" Sayang.. lihat tangga mu terluka " ucap Leo mencoba memeluk sang istri
" Lebih terluka hatiku melihat anakku terbaring lemah disana mempertaruhkan nyawanya " Bentak Sisil sambil mendorong sang suami
Sisil segera turun dari ranjang rumah sakit sambil memegang tangannya menuju keluar ruangan namun dicegah oleh para suster yang ada disana
" Nyoya... sebaiknya anda berbaring kembali ditempat tidur " ucap sang suster
" Aku tidak mau " ucap Sisil kekeh
" Sayang... sebaiknya kamu tidur disini sebelum kondisimu benar-benar pulih " ucap Leo
" Lepaskan aku, aku tidak mau... " ucap Sisil sambil menangis
Tiba-tiba tubuh Sisil yang lemah pun terjatuh karena sudah tidak ada tenaga.
" Tuh kan apa aku bilang " ucap Leo panik dan menangkap tubuh sang istri
" Aku mau ketemu Ehan " ucapnya Sisil sambil berteriak-teriak
" Kamu harus tenang... ini rumah sakit " ucap Leo sambil memeluk sang istri
" Aku mau ketemu Ehan " ucap Sisil sambil menangis
" Baik Tuan, sebentar saya panggilkan dahulu " ucap sang suster
" Terima kasih Sus " ucap Leo
Sang suster pun keluar ruangan dan menghampiri Ehan
" Tuan Ehan " panggil suster
" Iya sus, ada apa " tanya Ehan
" Anda diminta masuk keruangan Nyoya Sisil ingin bertemu " ucap sang suster
" Baik sus... " ucap Ehan
" Mari saya tunjukan ruangannya... " ucapnya
" Terima kasih sus " ucapnya Ehan
Ehan dan sang suster masuk kedalam ruangan Sisil, disana iya melihat Sisil duduk dilantai dengan air matanya berlinang
" Bunda " ucapnya Ehan menghampiri sang bunda
" Ehan " ucap Sisil sambil memeluknya
" Bunda kenapa " tanya Ehan
" Bunda mau tau keadaan Abang Farel " ucap Sisil
" Abang Farel masih ditangani dokter bunda... Bunda jangan khawatir ya.. bunda istirahat dulu ya.. jangan bikin Abang Farel sedih nanti " ucap Ehan memeluk dan menenangkan hati Sisil
__ADS_1
" Bunda ga mau ketemu sama ayahmu " ucap Sisil menatap sinis sang suami
" Sayang Maafkan aku " ucapnya Leo menghampiri sang Istri
" Bunda akan istirahat disini asal ayahmu keluar dari sini " ucap Sisil yang masih marah pada sang suami
" Tapi sayang... aku... " ucap Leo terpotong
" Ehan cepat suruh ayahmu keluar " ucap Sis kekeh
" Tapi Bunda... " ucap Ehan
Sang dokter yang melihat keadaan Sisil, lalu menyarankan Leo untuk menuruti keinginan Sisil karena takut keadaanya tambah drop
" Tuan sebaiknya anda keluar dahulu sampai keadaan Nyoya Sisil tenang " ucapnya Sang dokter
" Apa memang sebaiknya aku jangan menemui Sisil dahulu takut ya dia semakin Drop keadaannya " batin Leo
" Baiklah, tapi nanti kita harus bicara sayang " ucap Leo pada sang istri
" Iya " ucap Sisil
Leo pun segera keluar dari ruangan UGD tersebut, disana terlihat Renal sedang diam didepan pintu UGD.
" Tuan.. bagaimana keadaan Nyoya Sisil " tanya Renal
" Dia masih marah sama saya " ucap Leo
" Marah kenapa Tuan " tanya Renal kembali
" Karena saya Farel jadi kecelakaan harusnya aku dulu tidak terpancing oleh omongan Dona " ucap Leo menyesal
" Tuan jangan menyalakan diri tuan terus, harusnya kita pikirkan caranya agar Nyoya Sisil tidak marah lagi " ucap Leo
" Kamu benar.. tapi bagaimana caranya " ucap Leo bingung
" Apa sebaiknya kita telepon Mey-mey dan memberitahukan keadaan tuan Farel, mudah-mudahan dengan datangnya Mey-mey, Nyoya Sisil tidak marah lagi dan mau berbicara dengan Tuan " ucap Renal
" Ide yang bagus " ucap Leo sambil tersenyum jahat
.
.
.
.
.
Bersambung....
Yang penasaran tungguin ya..
aku up jam 16: 00
Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......
Biar saya lebih semangat nulisnya..
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......
So... Ikuti terus kisahnya...
Jangan bosen-bosen ya .....
__ADS_1
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz