Kisah Cinta Anak Kembar CEO

Kisah Cinta Anak Kembar CEO
Episode 147


__ADS_3

Dokter keluar dari ruangan tersebut dan segera menghampiri Leo dan Ehan,


" Keluarga Nyoya sisil " ucap Sang dokter


" Iya Dok saya suaminya " ucap Leo


" Saya Putranya " ucapnya Farel menghampiri sang dokter


" Bagaimana keadaan istri saya " ucap Leo dengan wajah panik


" Alhamdulillah keadaan Nyoya Sisil baik, Nyoya Sisil hanya kaget saja, dan tekanan darahnya menurun kami sudah memberikan obat agar darahnya stabil dan vitamin agar keadaanya cepat pulih " ucap sang dokter


" Alhamdulillah dok, terima kasih.. kalau begitu boleh saya masuk kedalam melihat keadaan istri saya " ucap Leo dengan antusias


" Silahkan Tuan, tapi untuk sekarang Nyoya Sisil masih tidak sadarkan diri, namun beberapa menit lagi Nyoya Sisil akan segera sadar " ucapnya Sang dokter


" Baik Dok " ucap Leo


" Boleh saya ikut masuk juga dok " tanya Ehan


" Hanya satu orang yang bisa masuk namun bisa bergantian jika ingin menemui Nyoya Sisil " ucap Sang Dokter


" Baik Dok " ucapnya Ehan sambil tersenyum


" Ayah duluan yang melihat keadaan bundamu " ucap Leo


" Baik Ayah, Ehan tunggu disini " ucapnya dengan perasaan lega karena sang bunda kondisinya baik-baik saja


Leo pun segera masuk kedalam ruangan UGD tersebut dituntun oleh seorang suster, ketika diruangan itu hati Leo hancur ketika melihat sang istri terbaring lemah disana


" Hatiku sakit melihat kamu begini sayang " batin Leo


" Mari silahkan pa.. " ucap sang suster


" Terima kasih ya Sus " ucap Leo dingin


" Kalau begitu saya permisi dulu " ucap Suster pamit memeriksa pasien lain


" Sayang " Lirih Leo sambil meneteskan air matanya


" Kenapa kamu bisa begini... kamu tenang saja ya, aku Takan membiarkan Dona lolos begitu saja, aku akan buat dia menyesali perbuatannya " ucap Leo dengan wajah sedih


" Sayang sadarlah... " ucap Leo


Tiba-tiba tangan Sisil bergerak, Leo yang menyadari hal itu langsung memencet tombol emergency, dokter dan suster pun segera menghampiri Sisil


" Ada apa ini " ucap sang dokter


" Istri saya Dok tangannya bergerak " ucap Leo


Kini mata Sisil pun terbuka lebar, betapa kagetnya saat iya melihat sekelilingnya dipenuhi oleh Suster dan Dokter


" Aku ada dimana ini " ucapnya Sisil sambil memegang tangannya


" Nyoya sekarang ada di ruang Ugd " ucap sang dokter


" Memangnya saya kenapa dok " tanya Sisil sambil merasakan kesakitan


" Anda tadi pingsan " ucapnya Sang dokter


" Benar Sayang tadi kamu pingsan " ucapnya Leo menghampiri sang Istri


" Mas ngapain kesini.. " ucap Sisil dengan wajah kesal


" Nyoya anda sebaiknya jangan banyak dulu bergerak, anda harus banyak istirahat agar keadaan anda cepat pulih " ucap sang dokter

__ADS_1


" Farel " ucap Sisil sambil menangis teringat sang putra pertamanya


" Dimana Farel mas " tanya Sisil pada Leo


" Em.. Farel masih ditangani dokter sayang.. " ucap Leo mencoba menenangkan sang istri


" Lepaskan Mas... ini semua gara-gara kamu... Kamu jahat... " ucapnya Sisil dengan menangis tersedu-sedu


" Nyoya tenangkan diri anda, keadaan anda belum stabil... " ucap Sang dokter


" Diam.. aku butuh anakku sekarang.. " ucap Sisil emosi dan mencabut selang infusnya dengan paksa sehingga tangannya berdarah


" Sayang.. lihat tangga mu terluka " ucap Leo mencoba memeluk sang istri


" Lebih terluka hatiku melihat anakku terbaring lemah disana mempertaruhkan nyawanya " Bentak Sisil sambil mendorong sang suami


Sisil segera turun dari ranjang rumah sakit sambil memegang tangannya menuju keluar ruangan namun dicegah oleh para suster yang ada disana


" Nyoya... sebaiknya anda berbaring kembali ditempat tidur " ucap sang suster


" Aku tidak mau " ucap Sisil kekeh


" Sayang... sebaiknya kamu tidur disini sebelum kondisimu benar-benar pulih " ucap Leo


" Lepaskan aku, aku tidak mau... " ucap Sisil sambil menangis


Tiba-tiba tubuh Sisil yang lemah pun terjatuh karena sudah tidak ada tenaga.


" Tuh kan apa aku bilang " ucap Leo panik dan menangkap tubuh sang istri


" Aku mau ketemu Ehan " ucapnya Sisil sambil berteriak-teriak


" Kamu harus tenang... ini rumah sakit " ucap Leo sambil memeluk sang istri


" Aku mau ketemu Ehan " ucap Sisil sambil menangis


" Baik Tuan, sebentar saya panggilkan dahulu " ucap sang suster


" Terima kasih Sus " ucap Leo


Sang suster pun keluar ruangan dan menghampiri Ehan


" Tuan Ehan " panggil suster


" Iya sus, ada apa " tanya Ehan


" Anda diminta masuk keruangan Nyoya Sisil ingin bertemu " ucap sang suster


" Baik sus... " ucap Ehan


" Mari saya tunjukan ruangannya... " ucapnya


" Terima kasih sus " ucapnya Ehan


Ehan dan sang suster masuk kedalam ruangan Sisil, disana iya melihat Sisil duduk dilantai dengan air matanya berlinang


" Bunda " ucapnya Ehan menghampiri sang bunda


" Ehan " ucap Sisil sambil memeluknya


" Bunda kenapa " tanya Ehan


" Bunda mau tau keadaan Abang Farel " ucap Sisil


" Abang Farel masih ditangani dokter bunda... Bunda jangan khawatir ya.. bunda istirahat dulu ya.. jangan bikin Abang Farel sedih nanti " ucap Ehan memeluk dan menenangkan hati Sisil

__ADS_1


" Bunda ga mau ketemu sama ayahmu " ucap Sisil menatap sinis sang suami


" Sayang Maafkan aku " ucapnya Leo menghampiri sang Istri


" Bunda akan istirahat disini asal ayahmu keluar dari sini " ucap Sisil yang masih marah pada sang suami


" Tapi sayang... aku... " ucap Leo terpotong


" Ehan cepat suruh ayahmu keluar " ucap Sis kekeh


" Tapi Bunda... " ucap Ehan


Sang dokter yang melihat keadaan Sisil, lalu menyarankan Leo untuk menuruti keinginan Sisil karena takut keadaanya tambah drop


" Tuan sebaiknya anda keluar dahulu sampai keadaan Nyoya Sisil tenang " ucapnya Sang dokter


" Apa memang sebaiknya aku jangan menemui Sisil dahulu takut ya dia semakin Drop keadaannya " batin Leo


" Baiklah, tapi nanti kita harus bicara sayang " ucap Leo pada sang istri


" Iya " ucap Sisil


Leo pun segera keluar dari ruangan UGD tersebut, disana terlihat Renal sedang diam didepan pintu UGD.


" Tuan.. bagaimana keadaan Nyoya Sisil " tanya Renal


" Dia masih marah sama saya " ucap Leo


" Marah kenapa Tuan " tanya Renal kembali


" Karena saya Farel jadi kecelakaan harusnya aku dulu tidak terpancing oleh omongan Dona " ucap Leo menyesal


" Tuan jangan menyalakan diri tuan terus, harusnya kita pikirkan caranya agar Nyoya Sisil tidak marah lagi " ucap Leo


" Kamu benar.. tapi bagaimana caranya " ucap Leo bingung


" Apa sebaiknya kita telepon Mey-mey dan memberitahukan keadaan tuan Farel, mudah-mudahan dengan datangnya Mey-mey, Nyoya Sisil tidak marah lagi dan mau berbicara dengan Tuan " ucap Renal


" Ide yang bagus " ucap Leo sambil tersenyum jahat


.


.


.


.


.


Bersambung....


Yang penasaran tungguin ya..


aku up jam 16: 00


Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......


Biar saya lebih semangat nulisnya..


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......


So... Ikuti terus kisahnya...


Jangan bosen-bosen ya .....

__ADS_1


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz


__ADS_2