Kisah Cinta Anak Kembar CEO

Kisah Cinta Anak Kembar CEO
Episode 201


__ADS_3

Mereka kini sudah bersiap-siap menuju Mall. Leo sengaja menyewa mobil untuk kapasitas lima orang, supaya Bu Ida pun ikut bersama mereka.


" Ayah, kita mau pakai mobil terpisah atau bagaimana " tanya Farel


" Ayah sudah menyewa mobil untuk mengantar kita " ucap Leo


" Biasanya juga ayah langsung b Li mobil tidak menyewa " ucap Sisil Sambil tersenyum


" Nanti kalau bunda mau ganti mobil, ayah beliin " ucapnya Leo sambil tersenyum


" Beruntung sekali jadi Bu Sisil " ucap Bu ida sambil tersenyum


" Sayang Bu, di Mansion mobil ada beberapa masa harus beli lagi " ucap Sisil


" Siapa tau bunda mau beli keluaran taun sekarang " ucapnya Leo


" Nanti saja ya Mas " ucap Sisil pada sang suami


" Baiklah " ucap Leo


" Bahagia melihat kebahagiaan ayah dan bunda, semoga aku dan Mey-mey bisa seperti mereka selalu harmonis " batin Farel


" Ayo mobilnya sudah ada dibawah " ajak Leo


Merekapun segera turun kebawah, dilihatnya mobil hitam sudah menunggu mereka, Akhirnya mereka naik kedalam mobil tersebut


Terlihat mereka begitu senang dan nyaman dengan mobil yang Leo sewa, Sang supir pun menjalankan mobilnya dengan kecepatan Sedang


Ditengah perjalanan, Farel pun bingung karena arah Mall yang mereka tuju dengan jalan yang mereka lalui berbeda


" Ayah " panggil Farel


" Iya nak " ucap Leo


" Ini bukan arah mau ke Mall " ucap Farel bingung


" Sayang sebenarnya Bunda dan ayah punya kejutan untukmu sebelum kami pulang " ucap Sisil akhirnya jujur


" Kejutan apa bunda " Tanya Mey-mey


" Kami tidak sedang ulang tahun bunda " ucap Farel


" Nanti juga kalian akan tahu " ucap Leo


" Bunda katakan Abang penasaran " ucap Farel


" Abang sabar sebentar lagi kita akan sampai " ucap Sisil


" Tapi Bunda " ucap Farel


" Kalian duduk manis saja dan tutup mata pakai ini coba " ucap Sisil


" Tapi bunda ko kita pakai beginian " ucapnya Farel Protes


" Ayolah Abang .. pakai ya " ucap Sisil memberikan mereka syal untuk menutup mata mereka


" Bu Sisil ada apa ini " tanya Bu Ida heran

__ADS_1


" Hanya kejutan Bu.. " ucapnya Sisil sambil tersenyum


" Saya kira apa " ucap Bu Ida sambil tersenyum


Tak lama kemudian mereka sudah sampai ditempat yang menjadi kejutan untuk Farel dan Mey-mey


" Alhamdulillah Kita sudah sampai " ucap Sisil sambil tersenyum


" Bolehkan Abang buka penutup matanya " ucap Farel


" Masih belum boleh " ucap Sisil sambil tersenyum


" Lalu bagaimana kalau Mey-mey jatuh karena tidak bisa melihat " ucap Farel


" Biar bunda dan Bu Ida yang menuntun Mey-mey dan ayah akan menuntunmu " ucap Sisil


" Tapi bunda " ucap Farel


" Sudah kamu diam saja ok " ucapnya Sisil sambil tersenyum gembira


" Baiklah " ucap Farel


Dengan Pasrah akhirnya Farel menerima apa yang sang bunda perintahkan, Mereka dituntun keluar dari mobil


" Setelah hitungan ketika kalian boleh buka mata " ucap Sisil


" Iya bunda " ucap Farel dan Mey-mey


" Kita hitung sama-sama ya Bu ida " ucap Sisil


" Satu.... Dua... Tiga... " ucap Leo, Sisil dan Bu Ida


Merekapun membuka penutup matanya, mereka heran melihat rumah dihadapannya.



" Ini kejutan untuk kalian " ucap Sisil sambil tersenyum


" Apa ini untuk kami " ucap Farel heran


" Iya ini hadiah untuk kalian " ucap Sisil sambil tersenyum


" bukankah kita punya rumah bunda, yang dulu dijadikan mahar untuk Mey-mey " ucap Farel


" Itu rumah untuk Mey-mey, kalau ini rumah dari kami untuk kalian berdua " ucap Sisil


" Tapi bunda, Apakah ibu saya boleh tinggal bersama saya dan Farel " tanya Mey-mey


" Tentu nak, Bunda sengaja belikan rumah yang besar karena jika adik-adikmu berlibur kesini jadi mereka berkumpulnya dirumah ini " ucap Sisil sambil tersenyum


" Apa kalian suka " tanya Leo


" suka ayah, terima kasih " ucap Mey-mey dan Farel


" Ayo kita masuk kedalam " Jak Sisil


" Iya bunda " ucap Mereka

__ADS_1


Mereka Segera masuk kedalam rumah tersebut, dilihatnya nyaman dan bersih disana juga Sisil sudah siapkan asisten rumah tangga agar semua pekerjaan rumah ada yang mengerjakan karena Mey-mey sedang mengandung tidak mungkin mengerjakan pekerjaan rumah.


Sedangkan diluar juga Sisil siapkan petugas keamanan agar anak dan menantunya aman.


" Apa kalian menyukainya " tanya sisil


" Sangat suka bunda " ucap Mey-mey


" Syukurlah jika kalian suka " ucap Sisil


" Bu Sisil apa ini tidak berlebihan, ada pembantu juga disini sama satpamnya " ucap Bu ida


" Tidak Bu, saya hanya ingin memastikan anak dan menantu saya nyaman tinggal disini " ucap Sisil sambil tersenyum


" Terima kasih Bu Sisil, anda sangat sayang pada anak saya " ucap Bu ida


" Saya juga sangat terima kasih pada Bu Ida yang sudah menyayangi Farel selama ini.. " ucap sisil sambil tersenyum


Mereka pun melihat-lihat sudut ruangan yang ada disana, rumah dengan beberapa kamar yang nyaman dan juga di belakang rumah ada kolam renangnya.


" Kalian bisa pindah ketempat ini mulai dari besok " ucap Sisil


" Iya bunda " ucap Mey-mey sambil memeluk sang bunda


" terima kasih bunda " ucap Mey-mey terharu


" Sama-sama nak " ucap Sisil membalas pelukan sang menantu


Setelah selesai melihat-lihat mereka kembali lagi ke apartemen untuk menyiapkan barang-barang Sisil dan Leo yang akan segera pulang di malam hari


.


.


.


.


.


.


Bersambung....


Hai Semua,, aku mau minta maf untuk sementara aku up 1 kali sehari, karena kondisi kesehatan ku sedang drop


Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......


Biar saya lebih semangat nulisnya..


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......


So... Ikuti terus kisahnya...


Jangan bosen-bosen ya .....


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz

__ADS_1


__ADS_2