
Mey-mey dan Farel sekarang segera keluar dari kamar jenazah. Sisil pun segera masuk kedalam diikuti oleh sang suami.
" Apa kamu baik-baik saja mey " tanya Sisil
" Aku baik-baik saja bunda " ucap Mey-mey
" Bunda jangan khawatir ya " ucap Farel
" Iya sayang, kalau begitu Bunda ke dalam dulu ya " ucap Sisil
" Baik Bunda " ucap Mey-mey
Sisil sudah didalam kamar itu lalu segera menghampiri sang besan. dilihatnya sang besan wajah yang bersinar dan senyuman diwajahnya.
" Bu Ida.. " ucapnya Sisil
" Sayang jaga kondisi tubuh mu " ucap Leo mengingatkan sang istri
" Iya Mas " ucap Sisil
" Bu Ida ini saya Sisil, tadi ibu masuk kedalam mimpi saya.. Maf tadi saya tidak bisa memahami perkataan ibu " ucap Sisil sambil meneteskan air matanya
" Sayang, jangan menangis " ucap Leo menghapus air mata sang istri
" Iya mas " ucap Sisil sambil tersenyum
" Bu Ida, beristirahat yang tenang, kami akan menjaga Mey-mey, menyayangi Mey-mey seperti anak kami sendiri " ucap Sisil sambil menatap wajah Bu Ida
" Bu Ida Jangan khawatir aku juga akan menjaga Mey-mey dan menyayanginya seperti kami menyayangi Farel " ucap Leo Sambil menatap wajah Bu ida
" Aku tau apa yang dirasakan Mey-mey karena aku juga pernah di posisi dia, Takan ada yang sanggup kehilangan ibu yang melahirkan kita namun didunia ini tidak ada yang abadi " ucap Leo dalam hatinya
" Kami akan selalu ada untuk Mey-mey " ucap Sisil
" Ibu percayakan Mey-mey pada kami " ucap Leo
" Ada kesedihan yang sama dengan Mas Leo, aku bisa melihatnya dari wajahnya " batin Sisil
" Mas, kamu tidak apa-apa " ucap Sisil
__ADS_1
" Tidak sayang " ucap Leo
" Bu Ida kami minta maf jika ada perkataan yang tidak berkembang di hati ibu, kita saling memaafkan ya Bu.. " ucapnya Sisil
" Terima kasih Bu, sudah menyayangi Farel seperti ibu sayang pada Mey-mey..." ucap Leo membuat Sisil kaget
" Mas Leo benar-benar menghargai wanita sekarang, tidak seperti dulu padaku " batin Sisil
Seorang suster pun datang dan menghampiri Leo dan Sisil yang berada disana.
" Maf Tuan dan nyoya jenazah ini akan kami bawa ke dalam ambulance " ucap Sang suster lelaki disana
" Silahkan " ucap Leo
Sisil dan Leo segera keluar dari ruangan itu, lalu dibelakangnya sang suster yang sedang mendorong jenazah Bu Ida yang akan segera masuk kedalam ambulance
" Ibu " ucap Mey-mey melihat jenasah yang hendak dimasukan kedalam ambulance
Mey-mey dan Farel masuk kedalam ambulance, sedangkan mobil Farel di pakai Ehan untuk mengantarkan ayah dan bunda mengikuti ambulance tersebut
" Ayo sayang " ajak Farel
Mereka saling beriringan, mobil ambulance didepan dan mobil Farel yang dikendarai Ehan mengikutinya dari belakang.
Kini mereka sudah sampai di rumah Yang dibelikan oleh Leo Dan Sisil. Jenazahnya pun segera diturunkan dari Ambulance dan segera menuju tengah rumah yang Suad disiapkan sebelumnya.
Banyak tetangga yang tak menyangka Bu Ida yang dikenalnya mereka baik sudah meninggalkan mereka, mereka berdatangan menengoknya.
" Astaga Bu ida " ucap para tetangga silih bergantinya menengok Bu Ida
Mereka memberikan semangat dan bela sungkawa pada Mey-mey, disambut baik olehnya dan Farel.
Jenazah Bu Ida sudah siap untuk di makamkan. Lalu jenazahnya di bawa ke pemakaman dekat dengan sang Ayah di kubur Disana.
Mereka membawa jenazahnya dengan menggunakan mobil ambulance. Namun sebelum itu pihak keluarga menyolatkan jenazah Bu Ida terlebih dahulu
Setelah selesai mengsolatkan jenazah Bu Ida barulah mereka pergi menuju TPU. dan Jenazah Bu Ida kini susah di semayamkan. Orang-orang yang mengantarkan pun segera pulang.
" Sayang kamu yang sabar ya " ucap Sisil
__ADS_1
" Iya Bunda Mey-mey sudah ikhlas " jawabnya
" Kamu harus ikhlaskan ibu meskipun kamu berat melakukannya " ucap Farel
" Anggap kami adalah orang tuamu, Ibumu sudah menitipkan mu pada kami, jadi kamu jangan sungkan jika ada apa-apa pada kamu " ucap Leo
" Iya ayah terima kasih " ucap Mey-mey
" Kami sangat menyayangi mu Mey-mey, kami akan menjagamu " ucap Sisil.
" Terima kasih bunda " ucap Mey-mey
" Ayo kita pulang, cuacanya sudah mendung, kita belum melihat putra putri kita " ajak Farel pada sang istri
" Iya sayang " ucap Mey-mey dengan wajah yang masih sedih
Mereka kini meninggalkan pemakaian itu meskipun sedih namun hidup harus terus berjalan, apalagi ada Putra dan putri Mey-mey yang masih kecil yang tidak bisa di abaikan.
.
.
.
.
Bersambung....
Tunggu beberapa part lalu aku akan menceritakan tingkah lucu delapan anak kecil dengan tingkah yang lucu ya..
Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......
Biar saya lebih semangat nulisnya..
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......
So... Ikuti terus kisahnya...
Jangan bosen-bosen ya .....
__ADS_1
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz