Kisah Cinta Anak Kembar CEO

Kisah Cinta Anak Kembar CEO
Episode 171


__ADS_3

Acara yang ditunggu pun tiba, Sang calon pengantin dirias mulai dari jam lima pagi semua persiapan sudah beres. Semua calon pengantin dirias diruangan khusus dengan perias yang profesional.


Sisil senang karena bisa melihat calon menantunya dirias dengan sangat cantik-cantik.


" Aku bahagia bisa melihat calon menantu-menantuku yang cantik-cantik " batin Sisil


Sisil segera menghampiri Bu Ida yang sedang dirias.


" Bu Ida. Mey-mey " panggil Sisil sambil tersenyum


" Bu Sisil " ucap Bu Ida menghapus air matanya


" Bu mohon maf jangan menangis terus.. make up nya rusak lagi " ucap Snag perias


" Biarkan saja Bu Ida menangis kamu cukup make up Bu Ida dengan make up anti air " ucap Sisil


" Baik Nyonya maafkan saya " ucap Sang perias


" Bu Sisil Maafkan saya " ucap Bu ida


" Ibu tidak salah kenapa minta maaf.. " ucapnya Sisil


" Karena saya... jad.. " ucap Bu Ida terpotong


" Sudahlah Bu Ida.. jangan khawatirkan masalah itu... " ucap Sisil


" Iya Bu... " ucapnya


" Bu Ida bagaimana keadaan Bu Ida sekarang.. " tanya Sisil


" Hati saya hancur Bu... sakit " ucap Bu Ida kembali menangis


" Saya tau perasaan ibu.. namun jika ibu menangis terus Mey-mey pun sama.. ibu adalah wanita kuat dan tegar.. Kasian Mey-mey.. ibu harus terlihat kuat didepannya.. agar iya tidak terlalu sedih " ucap Sisil mencoba menenangkan Bu ida


" Bu Sisil benar... terima kasih bu " ucap Bu ida


" Sama-sama.. ibu tenang.. setelah acara ijab qobul selesai ibu, Mey-mey dan Farel akan terbang menuju kota Surabaya.. Saya sudah siapkan Pesawat untuk kalian " ucap Sisil


" Saya sudah tidak tahu lagi harus membalas kebaikan Bu Sisil dengan cara bagaimana.. saya banyak berhutang Budi pada keluarga Ibu " ucap Bu Ida


" Kita kan sebentar lagi akan menjadi keluarga... ibu tak usah sungkan pada kami " ucap Sisil


Tiba-tiba Mey-mey menghampiri Sisil dan Bu Ida dengan wajahnya berlinang air matanya


" Ibu.. bunda " ucap Mey-mey menangis


" Duduk sini nak " ucap Sisil


" Bunda.. ayah... " ucapnya Mey-mey memeluk Sisil


" Bunda tau.. farel sudah cerita sama bunda " ucap Sisil


" Kamu yang sabar ya tabah dan kuat.. kalau kamu terus menangis ibumu akan sedih.. ini hari bahagia mu setidaknya untuk beberapa saat kamu hapus air matamu.. " ucap Sisil


" Bunda.. aku sedih ... sakit hatiku bunda " ucap Mey-mey


" Bunda tau.. tapi kamu juga harus tau..ayahmu diatas sana tidak akan mau melihat mu menangis seperti ini .. kamu harus ikhlas " ucap Sisil sambil menghapus air matanya


" Iya bunda, Mey-mey akan coba " ucapnya

__ADS_1


" ini baru menantuku " ucap Sisil memeluk Mey-mey lagi


" Yasudah kamu tenangkan diri.. sebentar lagi acaranya akan dimulai " ucap Sisil


" Iya bunda " ucapnya Mey-mey


" Bu Ida.. Mey-mey saya pamit ke ruangan khusu lelaki.. saya mau tau apa mereka sudah siap-siap " ucap Sisil


" Baik Bu.. "


" Baik Bunda "


Sisil pun segera menuju ruangan khusus lelaki itu namun iya melihat sang putri kesayangannya sangat cantik, iya pun segera menghampirinya


" Astaga Putri bunda cantik sekali " ucap Sisil memeluk Ina


" Bunda, Ina seneng banget Ina cantik kan bunda " Ucapnya sambil tersenyum


" Kamu cantik sekali... " ucap Sisil meneteskan air matanya


" Loh ko bunda menangis " tanya ina


" Bunda terharu karena sekarang bunda bisa melihat Putri bunda menikah.. padahal bunda merasa baru kemarin kamu menangis dan baru belajar jalan.. tapi sekarang kamu sudah dewasa.. dan sebentar lagi akan menjadi istri satria " ucap sang bunda


" Ina juga tidak menyangka bunda " ucap Ina masih tersenyum


" Memang begitu Bu sisil " ucapnya Bu Rahmi ibu tirinya Rena menghampiri Sisil dan Ina


" Iya Bu.. Maaf ya belum menyapa Bu Rahmi.. saya sibuk menyiapkan ini semua " ucap Sisil


" Tidak apa-apa Bu.. justru saya yang berterima kasih kepada kepada Bu Sisil sudah repot-repot menyiapkan ini sejua " ucap Bu Rahmi


" Ini sudah menjadi kewajiban saya, saya ingin melihat putra dan putri saya bahagia " ucap Sisil sambil tersenyum


" Hai Yesi.. kamu cantik sekali " ucap Sisil


" Kamu bisa saja " ucap Yesi tersipu malu


" Bu Rahmi kenalkan ini Yesi dia sahabat saya sekaligus ibunya satria calon suaminya ina " ucap Sisil


" Oh iya perkenalkan saya Bu Rahmi ibu sambungnya Rena calon istrinya ehan " ucap Bu Rahmi menyalami Yesi


" Saya dulu kenal Rena loh saat mereka satu kecil suka main bersama " ucap Yesi


" Iya Betul, dulu Rena sempat tinggal bersama dengan ibu kandungnya namun hanya sebentar dan saya yang merawatnya kembali.. saya sudah mengganggap Rena anak saya sendiri karena dari lahir Rena saya yang rawat " ucap Bu Rahmi


" Memangnya Ibunya Rena kemana " Tanya Yesi


" Ibunya Rena itu sibuk, wanita karir.. " ucap Bu Rahmi


" Tapi Dia sayangkan ke acara pernikahan Rena " tanya Sisil


" Saya sih sudah memberitahukan acara pernikahan ini pada Ibunya Rena namun dia sepertinya sibuk " ucap Bu Rahmi


" Ada iya ibu yang seperti itu " ceplos Yesi


" Hus jangan bicara begitu " ucap Sisil


" Bu Rahmi, Yesi saya tinggal sebentar dulu saya mau mengecek para lelaki apakah mereka sudah siap karena acaranya sudah mau dimulai " ucap Sisil pamit

__ADS_1


" Silahkan Bu.. "


" Baiklah " ucap Yesi


" Ina bunda mau cek dulu keadaan abangmu, kakakmu dan ayahmu " ucap Sisil


" Iya Bunda " ucap Ina


Sisil pun segera menuju ruangan dimana para lelaki sedang berkumpul.


.


...****************...


.


Ceklek,,


" Sayang kamu cantik sekali " ucapnya Leo terpesona melihat kecantikan Sisil


" Mas bisa saja " ucap Sisil


" Ada apa kamu kemari sayang " tanya Leo


" Aku hanya mau mengecek apakah persiapan kalian sudah selesai.. " ucap Sisil menghampiri Farel dan satria, sedangkan Leo sedang mengobrol dengan Renal


" Aku sudah siap bunda " ucap Farel


" Aku juga siap bunda " ucap Satria


" Loh ko ada yang kurang " ucap Sisil


" Apa bunda " ucap Farel dan satria heran


" Astaga dimana Ehan " tanya Sisil


" Aku belum melihatnya dari tadi " ucap Satria


" Apa jangan-jangan Ehan masih tidur " ucap Farel sambil tertawa


" Dia kan biasanya jam karet " ucap Satria


" Kalian benar.. bunda mau cek Ehan di kamar hotel.. kalau kalian melihat Ehan hubungi bunda ya " ucapnya


" Baik bunda " ucap Mereka


Sisil pun melangkah pergi dari sana namu Leo menahannya karena iya heran melihat tingkah sang istri panik


" Kamu kenapa sayang " tanya Leo


" Ehan Mas " ucapnya dengan wajah panik


" Ehan kenapa " tanya Leo semakin heran


" Ehan ga ada disini " ucap Sisil


" Maksudnya " ucap Leo


" Aku yakin Ehan masih tidur " ucap Sisil melangkah pergi namun langkahnya dibuntuti oleh sang suami

__ADS_1


" Kamu yakin Ehan masih tidur " tanya Leo


" Kau yakin mas.. " ucap Sisil


__ADS_2