Kisah Cinta Anak Kembar CEO

Kisah Cinta Anak Kembar CEO
Episode 36


__ADS_3

Riki sudah sampai di pantai tersebut iya pun segera mencari keberadaan sang Tuan. iya lalu menelpon kembali sang majikan


Kring... Kring... Kring...


" Halo Tuan.. " ucapnya Riki


" Em "


" Tuan dimana, saya sudah berada di pantai " ucapnya


" Aku sedang direstoran seafood yang berada ditepi pantai " Ucap Farel


" Baik Tuan saya kesana " jawabnya


Farel segera mematikan teleponnya dan melanjutkan memakan seafoodnya


" Siapa " tanya Mey-mey


" Riki " jawabnya


" Pa Riki mau kesini " ucap Mey-mey dengan terseyum manis


" Ga usah bersikap seperti itu, kamu suka sama Riki " tanyanya dengan kesal


" Emang pa Riki suka sama saya Tuan " tanya balik Mey-mey membuat Farel kesal


" Entahlah " ucapnya


" Tapi Pa Riki kalau dilihat-lihat ganteng juga, manis " ucap Mey-mey dengan terseyum


" Hei.. aku majikanmu jangan sekali-kali memuji lelaki lain " ucapnya tambah kesal


" Loh kenapa Tuan " ucap Mey-mey heran


" Ya ga suka aja " ucap Farel dengan nada ketus


Riki sudah sampai restoran itu, iya segera menghampiri sang majikan, yang iya lihat dikejauhan


" Tuan " pangil Riki menghampiri sang majikan


" Yang diomongin datang, panjang umur sekali Pa Riki " ucap Mey-mey


" Kalian ngomongin aku " ucap Riki dengan antusias


" Iya " ucap Mey-mey


" Kalian ngomongin apa " ucapnya Riki sambil duduk disebelah Mey-mey dengan antusias


" Kita ngomongin Pa Riki, kalau Pa Riki itu.. " ucap Mey-mey terhenti karena Farel mendahului omongan Mey-mey


" Riki jelek, pelit, kucel " ucap Farel dengan terseyum jahat


" Tapi Tuan tadi kita ga bicarakan itu ko, pa Riki serius ga gitu " ucap Mey-mey merasa tak enak hati


" Kamu jahat lihat pembalsanku " bisik Riki pada Mey-mey


" Kalian jangan bisik-bisik " bentak Farel


" Tapi.. tapi.. Tuan Pa Riki ini salah paham " ucap Mey-mey bingung menjelaskannya


" Mana File nya " ucap Farel mengalihkan pembicaraannya


" Ini Tuan " ucap Riki dengan wajah kesal pada Mey-mey


" Pa Riki.. ini tidak seperti apa yang diucapkan Tuan, saya bisa jelaskan " ucap Mey-mey ketakutan


" Sudah diam " ucap Farel melihat kearah Mey-mey


" Kenapa Tuan berbicara begitu, aku kan jadi tidak enak pada Pa Riki " batin Mey-mey

__ADS_1


" Apa-apaan Si Mey-mey malah jelek-jelekkin Aku.. bikin kesal saja " batin Riki


" Ko aku ga suka jika Mey-mey memuji laki-laki lain .. aneh " batin Farel


Disudut lain terlihat seseorang mengintip pembicaraan Mereka bertiga, dengan perasaan kesal dan marah iya pun langsung menghampiri Farel.


" Farel " ucapnya marah


" Dona " ucap Farel kaget


" Oh dia Dona yang dipanggil Tuan pas lagi pingsan.. tapi dia cantik juga " batin Mey-mey


" Nona Anda kenapa ada disini " ucap Riki menghalangi untuk menyentuh sang majikan


Dona tak hilang akal iya pun segera menghampiri Mey-mey dan menjambak ya sehingga Mey-mey kesakitan dibuatnya


" Aw.. Nona sakit " ucap Mey-mey


" Rasakan ini.. berani-beraninya Kamu dekat-dekat dengan Farel " ucap Dona dengan kesal dan semakin menguatkan jambakanya


" AW.. Nona sakit " ucap Mey-mey kesakitan


" Dona lepaskan tangan kotorku pada Mey-mey " bentak Farel


" Kamu bentak aku demi wanita penggoda ini " ucap Dona sambil marah


" Jaga ucapan mu " bentak Farel semakin marah


" AW.. aw.. " ucap Mey-mey


" Nona lepaskan " ucap Riki memisahkan Mey-mey dari Dona


" Riki lepas " ucap Dona


" Tidak Nona.. Akan ku bawa kasus ini ke kepolisian " ancam Riki


" Dona lepaskan Dia " ucap Farel dengan marah


" Jika itu yang kamu mau " ucap Dona segera melepaskan tangannya dari rambut Mey-mey namun kini iya malah mendorong Mey-mey terjatuh sampai kakinya terkilir


" AW.. " ucap Mey-mey terjatuh dan kesakitan


" Rasain " ucapnya Dona sambil tertawa terbahak-bahak


" Kamu tidak apa-apa " ucap Farel


" Kakiku sepertinya terkirir " Jawabnya


" Keterlaluan " ucap Farel marah


" Dona apa yang kamu lakukan, lihat Mey-mey jadi sakit kakinya " ucap Farel


" Oh Namanya Mey-mey.. bagus deh kalau dia kesakitan " ucap Dona cuek dan tak merasa bersalah


PLAKKKK...


" Diam kamu, jangan merasa yang paling benar.. selama ini aku diam tak mau ribut denganmu tapi jika kau terus-terusan menyakiti Dia aku sendiri yang akan memberimu pelajaran " ancam Farel


" Kamu tega belain Dia dan bentak aku demi dia " ucap Dona mulai marah dan kesal


" Karena dia tak sepertimu, Dia jauh lebih baik darimu, Dia tidak akan mengorbankan dirinya dan harga dirinya kepada orang lain hanya karena harta " Cibirnya


" Farel dengarkan dulu aku, aku tidak seperti yang kamu lihat dulu, aku sudah berubah dan aku mau kita kembali seperti dahulu... Aku masih sangat mencintaimu " ucap Dona


" Ku pastikan itu tidak akan terjadi.. cintaku padamu ibarat gelas kamu yang hancurkan gelas itu sendiri, maka gelas itu tidak akan pernah bisa jadi utuh kembali " ucap Farel dengan senyum sinisnya


" Aku benar-benar minta maaf, percayalah kasih Aku kesempatan agar kita bisa seperti dahulu, aku rapuh tanpamu, aku bingung menjalani hidup ini.. lima tahun kita bersama apa kamu bisa lupakan itu semua " ucap Dona sambil menangis tersedu-sedu


" Kenapa Rasanya sakit Tuhan melihat Dona menangis seperti ini, seperti iya tulus dan mengakui perbuatannya .. tapi Aku hati kecilku belum bisa memakannya " batin Farel

__ADS_1


" Aku yakin Dia akan merasa kasian padaku dan kembali lagi padaku, dari dahulu kan dia paling ga bisa lihat aku nangis seperti ini " batin Dona


" Kasian Tuan... ternyata dia dikhianati oleh kekasihnya seperti ini, padahal mereka sudah lama berpacaran " batin Mey-mey


" Apakah Tuan akan kembali pada Dona, secara sekarang ular berbisa ini sedang berakting agar Tuan percaya lagi padanya " batin Riki


" Maaf Dona untuk sekarang aku tak bisa memaafkanmu " ucap Farel sinis


" Mey-Mey kamu bisa berdiri " ucapnya Farel


" Tapi... tapi... tapi.. " ucapnya Dona merasa kesal


" Bisa Tuan tapi berjalan sakit " ucapnya


" Manja " cibir Dona


" Jika kamu mau saya maafkan jangan pernah sekali lagi menyakiti Mey-mey .. camkan itu " ucap Farel pada Dona



" Farel " panggil Dona dengan kesal karena Farel meninggalkan dan menggendong Mey-mey


" Nona Dona saya pamit permisi " ucapnya dengan terseyum jahat


" Riki tunggu " ucap tambah kesal


" Ko aku di tinggalin... kesel kesel kesel " ucapnya menghentikan kakinya dan segera pergi dari sana


Sementara Mey-mey yang digendong Farel merasa tak enak, iya takut jika Farel tidak kuat menggendongnya dan nanti Dia kelelahan.


" Tuan Turunkan saya " ucap Mey-mey


" Bukanya kamu tidak bisa jalan " ucapnya


" Tapi saya takut Tuan nanti cape gendong saya, saya kan berat " ucap Mey-mey


" Tidak ko, aku kuat " ucapnya sambil tersenyum jahat


" Tuan... ko malah berlari... saya takut jatuh " ucap Mey-mey


" Tidak akan pegangan yang kuat " ucap Farel membawa Mey-mey berlari


" Tuan ... pelan-pelan " ucap Mey-mey takut jatuh sedangkan Farel sendiri iya hanya terseyum senang dengan tingkah Mey-mey


Dari kejauhan Riki melihat dan majikan yang asik bersama Mey-mey.


" Tuan sebahagia itu.. saya senang lihatnya " batin Riki



.


.


.


.


Bersambung....


So... Ikuti terus kisahnya...


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan Dukung Aku dengan cara


Like....Komen..... dan Vote ......


Jangan bosen-bosen ya .....


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua....

__ADS_1


__ADS_2