
Riki sudah sampai di pantai tersebut iya pun segera mencari keberadaan sang Tuan. iya lalu menelpon kembali sang majikan
Kring... Kring... Kring...
" Halo Tuan.. " ucapnya Riki
" Em "
" Tuan dimana, saya sudah berada di pantai " ucapnya
" Aku sedang direstoran seafood yang berada ditepi pantai " Ucap Farel
" Baik Tuan saya kesana " jawabnya
Farel segera mematikan teleponnya dan melanjutkan memakan seafoodnya
" Siapa " tanya Mey-mey
" Riki " jawabnya
" Pa Riki mau kesini " ucap Mey-mey dengan terseyum manis
" Ga usah bersikap seperti itu, kamu suka sama Riki " tanyanya dengan kesal
" Emang pa Riki suka sama saya Tuan " tanya balik Mey-mey membuat Farel kesal
" Entahlah " ucapnya
" Tapi Pa Riki kalau dilihat-lihat ganteng juga, manis " ucap Mey-mey dengan terseyum
" Hei.. aku majikanmu jangan sekali-kali memuji lelaki lain " ucapnya tambah kesal
" Loh kenapa Tuan " ucap Mey-mey heran
" Ya ga suka aja " ucap Farel dengan nada ketus
Riki sudah sampai restoran itu, iya segera menghampiri sang majikan, yang iya lihat dikejauhan
" Tuan " pangil Riki menghampiri sang majikan
" Yang diomongin datang, panjang umur sekali Pa Riki " ucap Mey-mey
" Kalian ngomongin aku " ucap Riki dengan antusias
" Iya " ucap Mey-mey
" Kalian ngomongin apa " ucapnya Riki sambil duduk disebelah Mey-mey dengan antusias
" Kita ngomongin Pa Riki, kalau Pa Riki itu.. " ucap Mey-mey terhenti karena Farel mendahului omongan Mey-mey
" Riki jelek, pelit, kucel " ucap Farel dengan terseyum jahat
" Tapi Tuan tadi kita ga bicarakan itu ko, pa Riki serius ga gitu " ucap Mey-mey merasa tak enak hati
" Kamu jahat lihat pembalsanku " bisik Riki pada Mey-mey
" Kalian jangan bisik-bisik " bentak Farel
" Tapi.. tapi.. Tuan Pa Riki ini salah paham " ucap Mey-mey bingung menjelaskannya
" Mana File nya " ucap Farel mengalihkan pembicaraannya
" Ini Tuan " ucap Riki dengan wajah kesal pada Mey-mey
" Pa Riki.. ini tidak seperti apa yang diucapkan Tuan, saya bisa jelaskan " ucap Mey-mey ketakutan
" Sudah diam " ucap Farel melihat kearah Mey-mey
" Kenapa Tuan berbicara begitu, aku kan jadi tidak enak pada Pa Riki " batin Mey-mey
__ADS_1
" Apa-apaan Si Mey-mey malah jelek-jelekkin Aku.. bikin kesal saja " batin Riki
" Ko aku ga suka jika Mey-mey memuji laki-laki lain .. aneh " batin Farel
Disudut lain terlihat seseorang mengintip pembicaraan Mereka bertiga, dengan perasaan kesal dan marah iya pun langsung menghampiri Farel.
" Farel " ucapnya marah
" Dona " ucap Farel kaget
" Oh dia Dona yang dipanggil Tuan pas lagi pingsan.. tapi dia cantik juga " batin Mey-mey
" Nona Anda kenapa ada disini " ucap Riki menghalangi untuk menyentuh sang majikan
Dona tak hilang akal iya pun segera menghampiri Mey-mey dan menjambak ya sehingga Mey-mey kesakitan dibuatnya
" Aw.. Nona sakit " ucap Mey-mey
" Rasakan ini.. berani-beraninya Kamu dekat-dekat dengan Farel " ucap Dona dengan kesal dan semakin menguatkan jambakanya
" AW.. Nona sakit " ucap Mey-mey kesakitan
" Dona lepaskan tangan kotorku pada Mey-mey " bentak Farel
" Kamu bentak aku demi wanita penggoda ini " ucap Dona sambil marah
" Jaga ucapan mu " bentak Farel semakin marah
" AW.. aw.. " ucap Mey-mey
" Nona lepaskan " ucap Riki memisahkan Mey-mey dari Dona
" Riki lepas " ucap Dona
" Tidak Nona.. Akan ku bawa kasus ini ke kepolisian " ancam Riki
" Dona lepaskan Dia " ucap Farel dengan marah
" Jika itu yang kamu mau " ucap Dona segera melepaskan tangannya dari rambut Mey-mey namun kini iya malah mendorong Mey-mey terjatuh sampai kakinya terkilir
" AW.. " ucap Mey-mey terjatuh dan kesakitan
" Rasain " ucapnya Dona sambil tertawa terbahak-bahak
" Kamu tidak apa-apa " ucap Farel
" Kakiku sepertinya terkirir " Jawabnya
" Keterlaluan " ucap Farel marah
" Dona apa yang kamu lakukan, lihat Mey-mey jadi sakit kakinya " ucap Farel
" Oh Namanya Mey-mey.. bagus deh kalau dia kesakitan " ucap Dona cuek dan tak merasa bersalah
PLAKKKK...
" Diam kamu, jangan merasa yang paling benar.. selama ini aku diam tak mau ribut denganmu tapi jika kau terus-terusan menyakiti Dia aku sendiri yang akan memberimu pelajaran " ancam Farel
" Kamu tega belain Dia dan bentak aku demi dia " ucap Dona mulai marah dan kesal
" Karena dia tak sepertimu, Dia jauh lebih baik darimu, Dia tidak akan mengorbankan dirinya dan harga dirinya kepada orang lain hanya karena harta " Cibirnya
" Farel dengarkan dulu aku, aku tidak seperti yang kamu lihat dulu, aku sudah berubah dan aku mau kita kembali seperti dahulu... Aku masih sangat mencintaimu " ucap Dona
" Ku pastikan itu tidak akan terjadi.. cintaku padamu ibarat gelas kamu yang hancurkan gelas itu sendiri, maka gelas itu tidak akan pernah bisa jadi utuh kembali " ucap Farel dengan senyum sinisnya
" Aku benar-benar minta maaf, percayalah kasih Aku kesempatan agar kita bisa seperti dahulu, aku rapuh tanpamu, aku bingung menjalani hidup ini.. lima tahun kita bersama apa kamu bisa lupakan itu semua " ucap Dona sambil menangis tersedu-sedu
" Kenapa Rasanya sakit Tuhan melihat Dona menangis seperti ini, seperti iya tulus dan mengakui perbuatannya .. tapi Aku hati kecilku belum bisa memakannya " batin Farel
__ADS_1
" Aku yakin Dia akan merasa kasian padaku dan kembali lagi padaku, dari dahulu kan dia paling ga bisa lihat aku nangis seperti ini " batin Dona
" Kasian Tuan... ternyata dia dikhianati oleh kekasihnya seperti ini, padahal mereka sudah lama berpacaran " batin Mey-mey
" Apakah Tuan akan kembali pada Dona, secara sekarang ular berbisa ini sedang berakting agar Tuan percaya lagi padanya " batin Riki
" Maaf Dona untuk sekarang aku tak bisa memaafkanmu " ucap Farel sinis
" Mey-Mey kamu bisa berdiri " ucapnya Farel
" Tapi... tapi... tapi.. " ucapnya Dona merasa kesal
" Bisa Tuan tapi berjalan sakit " ucapnya
" Manja " cibir Dona
" Jika kamu mau saya maafkan jangan pernah sekali lagi menyakiti Mey-mey .. camkan itu " ucap Farel pada Dona
" Farel " panggil Dona dengan kesal karena Farel meninggalkan dan menggendong Mey-mey
" Nona Dona saya pamit permisi " ucapnya dengan terseyum jahat
" Riki tunggu " ucap tambah kesal
" Ko aku di tinggalin... kesel kesel kesel " ucapnya menghentikan kakinya dan segera pergi dari sana
Sementara Mey-mey yang digendong Farel merasa tak enak, iya takut jika Farel tidak kuat menggendongnya dan nanti Dia kelelahan.
" Tuan Turunkan saya " ucap Mey-mey
" Bukanya kamu tidak bisa jalan " ucapnya
" Tapi saya takut Tuan nanti cape gendong saya, saya kan berat " ucap Mey-mey
" Tidak ko, aku kuat " ucapnya sambil tersenyum jahat
" Tuan... ko malah berlari... saya takut jatuh " ucap Mey-mey
" Tidak akan pegangan yang kuat " ucap Farel membawa Mey-mey berlari
" Tuan ... pelan-pelan " ucap Mey-mey takut jatuh sedangkan Farel sendiri iya hanya terseyum senang dengan tingkah Mey-mey
Dari kejauhan Riki melihat dan majikan yang asik bersama Mey-mey.
" Tuan sebahagia itu.. saya senang lihatnya " batin Riki
.
.
.
.
Bersambung....
So... Ikuti terus kisahnya...
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan Dukung Aku dengan cara
Like....Komen..... dan Vote ......
Jangan bosen-bosen ya .....
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua....
__ADS_1