Kisah Cinta Anak Kembar CEO

Kisah Cinta Anak Kembar CEO
Episode 183


__ADS_3

Dua bulan kemudian,,


Ehan, Rena, Ina dan Satria tinggal satu atap. namun mereka jangan bertemu karena mereka sibuk dengan pekerjaannya masing-masing.


Ehan sibuk dengan perusahaan, Rena sibuk menjadi kepala sekolah disekolah yang Sisil punya sedangkan Ina dan Satria sibuk dengan rumah sakit yang diberikan Leo mereka memegang rumah sakit yang berbeda.


Namun diwaktu sarapan mereka memang dituntun untuk sarapan bareng oleh sang Bunda dan ayah. Mekipun Leo jarang ke kantor namun iya selalu memantau perusahaan dirumah.


Seperti biasanya Sisil meyiapkan sarapan untuk keluarganya bersama Rena tapi tidak dengan pagi ini, Sisil menyiapkan sarapan dibantu sang pembantu


Setelah semuanya siap, Sisil dan Leo heran karena dimeja makan hanya ada mereka berdua, Anak dan menantunya tidak ada


" Sayang dimana yang lainya " tanya Leo sambil duduk dikursi makan


" Aku juga heran sayang, Rena tadi pagi juga tidak kelihatan.. apa mereka sudah pergi pagi-pagi sekali " ucap Sisil pun merasa heran iya pun segera memanggil sang pembantu disana


" Iyem " panggil Sisil


" Iya Nyoya, ada yang bisa saya bantu " ucap Iyem menghampirnya sang majikan dengan buru-buru


" Kamu melihat Ehan, Rena, Ina atau satria " tanya Sisil


" Tidak Nyoya, sepertinya mereka belum keluar kamar " ucap Iyem


" Coba kamu bangunkan mereka, dan bilang kalau kami menunggunya di ruang makan.. " perintah Sisil


" Baik Nyoya " ucapnya pergi dari sana dan segera melakukan apa yang diperintahkan sang majikan


.


...****************...


.


Tok... Tok... Tok...


" Nona Ina, Tuan Satria.... " panggil Iyem


Tok... Tok... Tok...


Ceklek,,


" Ada apa Bi " ucap Ina membuka pintu sambil mengucek-ucek matanya


" Nona Ina dan Tuan Satria ditunggu Tuan Leo dan Nyoya Sisil diruang makan " ucap Sang bibi


" Memangnya ini jam berapa " tanya Ina


" Sudah jam tujuh non " jawab Iyem


" Astaga aku kesiangan " ucapnya langsung menutup pintu dan segera menghampiri sang suami yang masih tidur dikasur


" Sayang... bangun... sayang.... " ucap Ina menggoyang-goyangkan tubuh satria agar iya membuka matanya dan bangun


" Apa sayang " tanya satria masih enggan membuka matanya


" Sudah jam tujuh kita kesiangan " ucap Ina


" Apa... " tanya satria langsung bangun karena iya kaget


" Kalau begitu aku mandi duluan " ucap Ina


" Kita mandi bareng saja " ucap Satria


" Tidak.. kalau mandi bareng bersamamu pasti akan lebih lama " jawab Ina


" Aku janji ga akan minta jatah... ya.... mandi bersama ya... " ucap Satria dengan wajah memelas


" Yaudah ayo tapi jangan macam-macam " ucap Ina

__ADS_1


" Satu atau dua macam boleh " ucap Satria menggoda sang istri


" Yasudah aku tidak mau mandi bareng " ucap Ina dengan kesal


" Iya.. iya sayang... ga macem-macem janji deh " ucap Satria membawa sang istri kedalam kamar mandi


.


...****************...


.


Sementara Bi Iyem setelah dari kamar Ina barulah iya menuju kamar Ehan, dilihatnya juga kamar Ehan masih tertutup rapat


" Sepertinya Tuan Ehan masih tidur " batin Iyem segera menghampiri kamar tersebut


Tok... Tok... Tok...


" Tuan Ehan, Nona Rena.... " panggil Iyem


Tok... Tok... Tok...


Ceklek,,


" Iya Bi " ucap Ehan mencoba membuka matanya


" Tuan Ehan dan nona Rena ditunggu Tuan Leo dan Nyoya Sisil diruang makan " ucap Sang bibi


" Baik Bi, terima kasih .. " ucap Ehan menutup kembali kamarnya, iya heran karena sang istri tidak ada disana


" Kemana istriku... " ucap Ehan heran


" Apa dia sudah pergi tanpa pamit padaku.. apa dia pergi dijemput laki-laki lain.. astaghfirullah pikiranku pagi-pagi sudah tidak karuan sebaiknya aku mandi dulu " ucapnya melangkah pergi kedalam kamar mandinya


Iya kaget ketika melihat sang istri pingsan disana, iya langsung menghampirinya lalu mengangkat tubuh Rena lalu iya letakan kedalam kasurnya.


" Aku harus panggilkan dokter " ucapnya langsung pergi dari kamarnya dan meninggalkan Rena disana sendirian, Ehan langsung menemui ayah dan bundanya diruang makan


" Ayah bunda gawat " ucap Ehan panik


" Ko kamu belum siap-siap kekantor nak " tanya sang bunda heran


" Itu tidak penting bunda.. ini lebih gawat " ucap Ehan dengan panik


" Gawat kenapa nak, coba ceritakan " ucap Sisil langsung menghampiri Sang bunda


" Kamu cerita pelan-pelan ya..." ucapnya sang bunda masih mencoba menenangkan sang putra kesayangannya


" Rena Bunda.. " ucap Ehan meneteskan air matanya


" Rena kenapa " tanya Leo dan Sisil berbarengan


" Rena.. aku temukan pingsan di kamar mandi " ucap Ehan


" Apa " ucap Mereka kaget dan menghampiri Ehan


" Sekarang Rena dimana " ucap Sang Ayah


" Dikamar aku baringkan dikasur " ucap Ehan


" Sudah panggil Dokter " Tanya Sisil


" Belum.. " ucap Ehan


Tiba-tiba Satria dan Ina menghampiri mereka dan menanyakan ada apa sepertinya mereka bertiga panik


" Pagi ayah bunda " sapa Ina


" Pagi nak " ucap Sisil

__ADS_1


" Ada apa ko kalian panik " tanya ina


" Rena pingsan " ucap Sang Bunda


" Apa.. " ucap Ina dan Satria kaget


" Aku akan periksa sekarang " ucap Ina langsung pergi menghampiri kamar Ehan, sedangkan Ehan dan yang lainnya segera mengikuti Ina dari belakang


Ceklek,,


" Astaga Ka Rena " ucap Ina kaget dan menghampiri Rena


" Sebenarnya Kaka kenapa sih " ucap Ina langsung memegang tangan Rena dan langsung menatap wajah satria


" Ada apa sayang " tanya satria


" Tolong ambilkan peralatan ku di tas kerjaku " ucap Ina pada sang sumi


" Tunggu sebentar " ucap Satria langsung berlari menuju kamarnya dan segera membawakan peralatan yang diminta sang istri


" Kamu yang benar periksa ya awas kalau salah obat " ucap Ehan


" Kakaku yang ganteng aku ini Dokter profesional kandungan... tapi aku akan mencoba menganalisa terlebih dahulu ka Rena " ucap Ina mulai kesal


Ina mulai dibantu oleh sang suami memeriksa keadaan Sang Kaka iparnya.


" Satria awas ya kalau kau berani pegang-pegang atau menyentuh istriku " ucapnya Ehan dengan wajah sinis


" Kaka iparku tenang saja, adikmu yang memegang Ka Rena " ucap Satria dengan wajah kesal


" Cemburu Kaka berlebihan... dia adik iparmu mana mungkin ada apa-apa dengan Istrimu " cibir Ina


" Ga ada yang ga mungkin aku suka lihat sekilas sinetron yang ada ditv itu kan judulnya aneh-aneh dan seram-seram " ucap Ehan


" Itu hanya fiksi belakang ka.. aneh pengusaha tapi suka liat sinetron " cibir Satria


" Aku ga liat cuma suka denger saja.. kalian jangan salah paham.. " ucap Ehan membela dirinya sendiri


" Terserah lah " ucap Satria


" Ka Ehan kita harus bawa Ka Rena kerumah sakit keadaanya semakin Lemah " ucap Ina


" Aku ga mau terjadi apa-apa dengan istriku.. bagaimana ini " ucap Ehan


" Ayo kita gendong Rena ke mobilku saja " ucap Satria


" Jangan biar aku yang gendong dan pakai mobilku.. ini kuncinya " ucap Ehan memberikan kunci mobilnya pada adik iparnya


.


.


.


.


Bersambung....


Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......


Biar saya lebih semangat nulisnya..


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......


So... Ikuti terus kisahnya...


Jangan bosen-bosen ya .....


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz

__ADS_1


__ADS_2