
Riki langsung memasukan Dona kedalam mobilnya, lalu iya segera masuk kedalam mobilnya dan mengunci mobilnya agar Dona tidak bisa kabur
" Apa yang kamu lakukan, buka pintunya " ucap Dona panik dan berteriak-teriak dalam mobil itu
" Diam Nona " bentak Riki
" Kamu mau ngapain " ucap Dona yang tiba-tiba tubuh Riki mendekati Dona
" Saya mau memasangkan anda sabuk pengaman " ucapnya sambil mendekatkan wajahnya yang tinggal beberapa Senti dengan wajah Dona
" sudah sana jangan dekat-dekat " ucap Dona mendorong tubuh Riki
" Kenapa sekarang aku takut pada Riki jantungku berdebar kencang " batin Dona
" Saya sopan jika anda sopan Nona, mohon untuk tidak berulah " ucap Riki dengan wajah datarnya
" Terserah lah " ucap Dona
" Baik "
Riki segera melajukan mobilnya menuju Apartemen Dona, sepanjang perjalanan mereka tanpa ada bicara hingga sampai Dona sendiri yang memulai obrolan
" Riki " panggil Dona
" Iya Nona " ucap Riki
" Kamu tau apakah Farel masih mencintai aku atau tidak .. " tanya Dona
" Tuan Farel sudah tidak mencintai Nona " ucap Riki
" Tapi aku tidak percaya, tadi dia begitu khawatir dan panik saat aku pingsan " ucap Dona
" Kenapa anda tau, apakah anda memang pura-pura pingsan " tanya Riki heran
" Em.. aku pingsan beneran " alasan nya
" Anda yakin.. " ucap Riki
" iya " ucapnya gugup
" Riki... " panggilnya lagi
" Ada apa Nona.. "
" Bantu aku mendapatkan Farel kembali " ucap Dona
" Itu tidak mungkin Nona " ucapnya
" Kenapa " tanya Dona
" Tuan Farel sudah bahagia bersama Mey-mey " ucap Riki
" Bahagia kamu bilang, apa Farel akan bahagia jika Tuan Leo tau yang sebenarnya tentang Mey-mey " ucapnya mulai sinis
" Saya harap anda jangan bertindak gegabah, biarkan mereka yang bilang dan meminta restu " ucap Riki
" Anda jangan macam-macam Tuan Farel bisa melakukan hal yang kejam terhadap anda " ucap Riki dengan melihat wajah dengan tatapan tajam
" Kita lihat saja nanti " ucap Dona ketus
__ADS_1
Merekapun sudah sampai di apartemennya, Dona pun segera masuk kedalam sedangkan Riki iya segera melajukan mobilnya ke perusahaan.
" Kita sudah sampai, sebaiknya nona turun dan beristirahat " ucap sinis Riki
" Terima kasih sudah memaksa mengantarku " jawabnya
" Tidak masalah Nona " ucap Riki
Dona susah berada di kamar apartemennya, dengan perasaan kesal iya pun segera menelepon seseorang.
" Halo, kamu dimana " ucap Dona
" Saya sudah mengumpulkan informasi yang anda minta " ucap seseorang yang Dona hubungi
" Bagus kirimkan padaku " ucapnya sambil tersenyum
" Baik Nona " ucapnya
" Dan satu lagi, Sewa pengacara yang bagus untuk mengeluarkan pa Edi dalam penjara.. " ucap Dona
" Baik Nona "
Dona segera menutup teleponnya dan merebahkan tubuhnya di ranjang empuknya
" Kenapa aku merasa mual terus, apakah mag ku separah itu " ucap Dona
" Tapi nanti aku akan tebus obat itu " Ucapnya sendiri
Iya pun melangkah pergi kekamar mandinya untuk membersihkan tubuhnya. Setelah mandi justru badan Dona semakin terasa tidak enak badan
" Ada apa denganku.. badanku tambah sakit " ucapnya tidur diselimut yang tebal
Lalu iya segera menelepon Farel namun tidak dijawabnya. iya pun dengan terpaksa menelepon Riki
Tut... Tut... Tut...
" Ayolah angkat kenapa sih Farel tidak angkat telepon ku " ucapnya sedih
Tut... Tut... Tut...
" Farel aku butuh kamu, kamu angkat teleponnya " ucapnya tambah sedih
Tut... Tut... Tut...
" Farel Sampai kapan kamu seperti ini padaku, mohon maafkan aku, angkat teleponnya " ucapnya meneteskan air mata
Tut... Tut... Tut...
" Halo Riki " ucapnya Dona menghapus air matanya
" Ada apa Nona " jawabnya
" Bisakah Kamu ke apartemen ku " ucap Dona
" Memangnya ada apa " tanya Riki semakin heran
" Aku sakit " ucap sambil menangis
" Terus apa hubungannya denganku " ucap Riki
__ADS_1
" Farel sudah tidak peduli lagi padaku, aku sendiri.. dalam sakit begini apakah kamu tega juga padaku " ucapnya dengan wajah memelas
" Kasian juga Nona Dona " Batin Riki
" Halo Riki.. " ucap Dona memangil nama Riki karena Riki tidak menjawab apa-apa
" Riki... Riki " ucap Dona heran karena Riki malah mematikan teleponnya
" Dalam keadaan seperti ini kenapa sih ga ada orang yang mau merawat ku.." ucapnya menangis
Satu jam kemudian, Dona merasa lapar iya pun mencoba untuk meraih handphonenya yang berada di sampingnya lalu iya segera memesan bubur untuk iya makan.
Sambil menunggu pesanan datang iya merasa haus, dan langsung masuk kedapur untuk mengambil air putih.
Tiba-tiba ada seseorang yang datang.
Ting... Tong... Ting... Tong...
" Tunggu sebentar " teriakannya
Dengan pelan-pelan iya segera menuju pintu depan untuk membuka dan melihat siapa yang datang
Ceklek,,
" Kamu " ucap Dona
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung....
Coba tebak siapa yang datang guyz..
Tim Mey-mey dan Farel mana suaranya...
Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......
Biar saya lebih semangat nulisnya..
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......
So... Ikuti terus kisahnya...
Jangan bosen-bosen ya .....
Marhaban ya Ramadhan
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... dan selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan, jangan lupa jaga kesehatan ya guyz
__ADS_1