
Sementara ditempat lain Farel yang sedang menunggui Sang mertua di depan ruang ICU meminta sang dokter untuk mengijinkan dia masuk kedalam.
" Dok bisakah saya masuk kedalam " tanya Farel pada sang dokter yang susah memeriksa keadaan Bu ida
" Maf Tuan, tidak bisa!, pasien masih dalam perawatan intensif... " ucap sang dokter menolak permintaan Farel
" Dok tolong.. ijinkan saya " ucap Farel masih memaksa pada dokter itu
" Maf Tuan tidak bisa.. saya mohon maf " Ucap Sang dokter
Lalu datanglah Jesline yang tidak sengaja disana. Ia melihat Farel disana lalu heran dan bertanya-tanya siapa yang sakit. Iya segera menyapa Farel karena penasaran kenapa dia bisa berada disini.
" Farel.. " ucap Jesline menghampirinya sambil tersenyum
" Dokter Jesline " ucapnya Farel kaget
" Siapa yang sakit ya " batin Jesline
" Apa aku minta tolong saja pada dokter Jesline " batin Farel
" Sedang apa disini " tanya Jesline pada Farel
" Ibu mertuaku sedang dirawat di ruang ICU, bisakah kamu membantuku dokter Jesline " ucap Farel dengan wajah sedihnya
" Membantu apa, jika aku bisa pasti aku bantu, kamu adalah kakak dari sahabat baikku " ucap Jesline sambil tersenyum
" Bisakah aku menemui ibu mertuaku " ucap Farel sambil melihat kearah sang dokter laki-laki yang tadi memeriksa sang mertuanya
Jesline memandangi dokter itu sambil tersenyum.
" Dokter Tian bolehkan Kakak saya masuk kedalam, dia hanya ingin melihat sebentar keadaan mertuanya " ucap dokter Jesline
" Tapi Dok.... " ucap Dokter Tian
" Hanya sebentar " ucap Jesline
" Baiklah Dok tapi hanya sebentar ya, saya belum bisa memberikan waktu lama pasien berinteraksi dengan keluarganya kondisinya masih koma " ucap Dokter Tian
" Baik Dok terima kasih.. " ucap Jesline sambil tersenyum dan langsung melihat kearah Farel
" Ka Farel silahkan masuk tapi hanya sebentar ya " ucap Jesline
__ADS_1
" Terima kasih Jesline.. kamu sangat membantu " ucap Farel
" Sama-sama Ka.. " ucap Jesline
" Terima Kasih juga dok " ucap Farel pada sang dokter yang bernama Tian Itu
" Sama-sama Tuan, tapi hanya sebentar ya.. " ucap sang Dokter
" Mari saya antarkan " ucapnya Dokter Jesline
" Iya " ucap Farel senang karena bisa melihat keadaan sang ibu mertua
Kini Farel memakai baju khusus dengan segala perlengkapan media yang lainnya.
" Hanya lima menit ya Tuan " ucap sang suster
" Baik sus, terima kasih " ucap Farel segera masuk kedalam ruangan itu.
Dilihatnya sang ibu mertua sedang terbaring lemah disana dengan selang yang diterapkan di dalam tubuhnya. seketika tubuhnya mematung dan menatap wajah Bu Ida dengan sedih dan meneteskan air matanya.
" Bu " ucap Farel meskipun iya merasakan sakit ketika semua alat terpasang disana namun iya mencoba tetap tenang
" Ibu bangun Bu... jangan bikin Farel dan Mey-mey khawatir.. kami sangat mengkhawatirkannya keadaan ibu.. farel minta tolong pada ibu.. tolong ibu bangun " ucap Farel dengan lirih
" Tuhan rasanya tak sanggup hati ini sakit jika melihat keadaan ibu... " batin Farel
" Bu.. " ucap Farel memanggil kembali ibu mertuanya
" Bu bangun... tolong bangun... jangan tinggalkan aku dan Mey-mey.. aku sudah menganggap ibu sebagai ibuku sendiri.. jadi tolong Bu ibu bangun.. " ucap Farel
" Ya Allah, aku takut jika Mey-mey melihat keadaan ibu seperti ini Pasti Mey-mey akan sangat sedih " batin Farel
" Bu.. bangun... " Ucapnya Farel sambil menggenggam tangan Bu Ida lalu keajaiban pun datang, iya bisa menggerakkan tangan yang di pegang oleh Farel
seketika raut wajah farel kaget dan senang, ia juga kembali tersenyum saat melihat Bu Ida membuka matanya.
" Bu aku akan panggilkan dokter " ucap Farel namun hal itu farel urung lakukan karena suara dari Bu ida
" Jangan " ucap Bu ida
" Tapi Bu... " ucap Farel bingung
__ADS_1
" Ibu hanya ingin berbicara denganmu... " ucap Bu Ida sambil nafas tersengal-sengal
" Ibu mau bicara apa sama farel, coba katakan " ucap Farel penasaran
" Aku hanya ingin kamu menjaga Istri dan anakmu.. " ucap Bu Ida
" Farel janji akan menjaga mereka dengan segenap jiwa dan raga farel Bu, ibu jangan khawatir... sekarang ibu pikirkan saja kesehatan ibu... " ucap Farel melihat tubuh Bu Ida yang masih lemah
" Ibu mau kamu bahagiakan Mey-mey dan jangan pernah tinggalkan dia " ucap Bu Ida
" Iya Bu Farel janji, sekarang ibu tunggu disini.. aku mau panggilkan dokter " ucap Farel
" Ibu hanya butuh Mey-mey " ucapnya
" Baik Bu... saya akan panggilkan Mey-mey dulu.. " ucap Farel buru-buru keluar dari ruangan itu dan menuju Mushola dimana Mey-mey sedang berdoa disana.
.
.
.
.
Bersambung....
Ada yang mau melihat tingkah lucu Putra dan putri ketiga anak CEO. Apalagi Leo dan Oma yang mereka dikerjai mereka.. atau aku end saja ceritanya...
Komen ya Guys...
Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......
Biar saya lebih semangat nulisnya..
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......
So... Ikuti terus kisahnya...
Jangan bosen-bosen ya .....
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz
__ADS_1