
Sedangkan disisi lain Lala sedang menguping pembicaraan Sisil dan Rena
" Aku harus rekam pembicaraan mereka " batin ucap
" Kamu Rena teman masa kecil Ehan kan " tanya sisil
" Aku ingin kamu jujur padaku, Ehan anakku " ucap Sisil
" Apa yang harus aku lakukan " batin Rena
" Sebenarnya aku.... " ucapnya gugup
" Bicara saja nak " ucap Sisil
" Aku akan jujur sama bunda bahwa aku memang Rena yang dulu, Rena teman dan mantan pacar Ehan saat kecil " ucapnya menunduk sambil meneteskan air matanya
" Astaga.. Rena " ucap Sisil
" Iya Bunda " ucapnya menangis tersedu-sedu
" Sudah jangan menangis " ucap Sisil langsung memeluk Rena
" Maafkan aku bunda " ucap Rena yang masih menangis
" Kenapa minta maaf " tanya Sisil
" Aku rahasiakan ini semua dari kalian aku hanya ga mau Ehan dan yang lainnya membenciku seperti dulu " ucap Rena tersedu-sedu
" Bunda tau ko, Ini bukan sepenuhnya salah kamu, tapi kamu juga harus jujur sama Ehan, bunda hanya ga mau jika Ehan tau dari orang lain iya akan kecewa padamu " ucap Sisil
" Iya bunda, Rena janji akan jujur sama Ehan " ucapnya menghapus air matanya
" Bunda akan selalu dukung kamu, sekarang kamu Seyum nya, masa orang cantik nangis " goda Sisil
" Iya bunda " ucapnya sambil tersenyum
" Apa kamu sekarang lebih lega " tanya Sisil
" Sedikit bunda "
" Yasudah nanti kita pikirkan caranya jujur sama Ehan yang penting kamu sekarang tidak boleh terlihat sedih didepan Ehan, nanti dia sedih " ucap Sisil
" Bunda benar, makasih ya bunda " ucapnya
" Makasih buat apa " ucap Sisil
" Makasih bunda sudah ngertiin aku... dan Nerima aku " ucap Rena
" Bunda tau, kebahagiaan Ehan ada di kamu, dan bunda berharap kamu tidak membuat Ehan bersedih dan kecewa karena itu sama aja kamu melakukan hal yang sama sama bunda " ucapnya
" Iya Bunda.. Rena ga akan kecewain Bunda dan Ehan " ucap Rena
" Bunda senang dengarnya " ucap Sisil
Tiba-tiba Seseorang datang dan memanggil Rena.
" Kamu Rena kan "
" Eh iya ada apa " ucapnya
" Kamu dipanggil oleh Tuan Ehan kepanggung " ucapnya
" Ada apa ya " tanya Rena heran
__ADS_1
" Saya juga ga tahu " ucapnya langsung pergi
" Sebaiknya kita kesana " ajak Sisil
" Tapi Bunda aku malu " ucap Rena
" Kita duduk saja di kursi kalau kamu malu " ucap Sisil
" Baiklah " ucap Rena sambil tersenyum
" Semoga Ehan mau memaafkan aku yang selama ini menyembunyikan identitas ku sebenarnya " batin Rena
Rena dan Sisil segera pergi dari sana dan menuju Ehan, sedangkan Lala masih berada disana dengan perasaan senang
" Akhirnya aku sudah merekam pembicaraan antara bunda Sisil dan Rena meskipun aku potong sebagian, tapi aku yakin jika Ehan melihat ini pasti dia akan kecewa dan aku bisa menyingkirkan Rena " ucap Lala sendiri, iya pun langsung pergi dari toilet
.
...****************...
.
Kini Ehan sudah diatas panggung dengan lampu ruangan itu dimatikan hanya lampu dan hiasan panggung yang menyala. Alunan musik romantis pun diputarnya
Kini Ehan menarik tangan Rena kepanggung karena Rena sudah duduk di kursinya.
" Rena ikut saya " ucap Ehan sambil tersenyum manis mengulurkan tangan
" Tapi.. Tapi " ucapnya Rena kaget
Akhirnya Rena dan Ehan sudah berada diatas panggung, Ehan sambil tersenyum menatap wajah Rena.
" Saya minta perhatiannya pada anda semua " ucap Ehan
Semua yang ada disana tampak diam dan memperhatikan Ehan.
" Ehan apa-apa ini, ayo cepat berdiri aku malu " ucap Rena
Tiba-tiba panggung itu dinyalakan banyak hiasan bunga mengelilingi mereka menambahkan kesan romantis yang Ehan tunjukan
" Sebenarnya aku seneng banget Ehan berbuat begini.. aku juga mencintaimu Ehan bahkan dari dulu " batin Rena
" Rena Dwiyanti maukah Kau menikah dengan ku, menjadi ibu-ibu dari anak-anakku ada setia disampingku saat suka dan duka saat miskin dan kaya " ucap Ehan memegang tangan Rena
" Maaf kita belum muhrim jangan pegang tanganku " ucap Rena pelan agar tidak ada yang dengar
Semua yang ada disana sontak senang dengan apa yang Ehan ucapkan, bahkan mereka memberi dukungan pada Ehan
" Terima... Terima... Terima " ucap Mereka
" Terima... Terima... Terima " ucap Mereka
" Apa sebaiknya aku terima " batin Rena
" Aku berharap Rena mau Nerima aku " batin Ehan
" Jadi gimana jawabannya " tanya Ehan
" Em.. aku...m... " ucapnya terpotong saat Lala naik keatas panggung dan menghancurkan semuanya
" Tunggu Ehan, Aku punya sesuatu untukmu yang akan membuatmu kaget " ucap Lala sambil tersenyum jahat
" Maksudnya Lala apa ya " Batin Rena
__ADS_1
" Maksudnya apa ya " ucap Ehan kaget
" Dihadapan semua orang saya akan tunjukan rahasia yang selama ini disembunyikan Rena dari semua orang " ucap Lala pada semua yang hadir disana
" Lala merusak saja acaraku " batin Ehan
" Ko aku jadi ga enak hati " batin Rena
Lala pun segera memberikan handphonenya kepada seseorang agar di tampilkan dilayar panggung.
" Kali ini kamu akan hancur Rena " batin Lala
Rekaman itu pun diputar, semua orang heran dengan Vidio itu, sedangkan Sisil yang sedang duduk dikursi nya merasa kaget
" Bagaimana ini Mas " ucap Sisil berbisik pada Leo
" Tenang, aku tau Ehan akan bersikap tenang dihadapan lawannya " ucap Leo memegang tangan sang istri untuk menenangkannya
Sementara diatas panggung suasana menjadi sangat tegang, Ehan kecewa dan marah pada Rena namun dihadapan semua orang terutama keluarga Rena iya bersikap tenang dan mengendalikan emosinya
" Bagaimana apa kamu masih tetap akan melamar Rena setelah apa yang iya lakukan padamu " ucap Lala mengopor-ngompori Ehan
" Tenang Ehan... malu jika aku harus ribut didepan orang banyak, apalagi banyak wartawan yang meliput " batin Ehan
" Astaga, padahal aku mau jujur kenapa semuanya seperti ini... apa Ehan akan membenci aku lagi " batin Rena
" Yang aku inginkan jawaban Rena mau atau tidak, bukan ucapan dari kamu " ucap Ehan Ketus
" Loh Ehan ko ketus sih, harusnya dia marahi Rena bukan aku " batin Lala kesal
" Apa yang harus aku jawab " batin Rena
" Sebaiknya kamu jawab sekarang, setelah ini saya mau bicara serius sama kamu " ucapnya Ehan berbisik
" Baiklah " ucap Rena
" Bismillah, Aku mau jadi istri kamu " ucapnya Rena sambil tersenyum dan memang itu kata-kata tulus dari lubuk hatinya
" Hore... " ucap Semua tamu yang hadir senang
" Sial, padahal aku mencoba adu domba kan dia, dia malah begitu " batin Lala kesal
.
.
.
.
.
Bersambung....
Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......
Biar saya lebih semangat nulisnya..
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......
So... Ikuti terus kisahnya...
Jangan bosen-bosen ya .....
__ADS_1
Marhaban ya Ramadhan
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... dan selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan, jangan lupa jaga kesehatan ya guyz