Kisah Cinta Anak Kembar CEO

Kisah Cinta Anak Kembar CEO
Episode 239


__ADS_3

Sang dokter langsung menghampiri Sisil di ruangannya dan memeriksa Keadaanya.


" Selamat siang nyonya " ucap sang dokter


" Siang juga dok " ucap Sisil


" Bagaimana keadaan Nyoya sekarang, coba katakan apa ada yang sakit " tanya sang dokter


" Saya baik-baik saja dok, cuman kepala saya pusing dan tubuh saya terasa lemah " ucap Sisil


" Saya periksa dulu ya Nyoya " ucap sang dokter ramah


" Baik Dok " ucapnya


" Tuan mohon maf anda harus tunggu sebentar diluar " ucap Sang suster


" Saya ga mau, saya mau menemani Istri saya " ucap Leo


" Tapi Tuan " ucap sang suster


" Mas, kamu tunggu di luar dulu " ucap Sisil


" Ga mau, aku ga mau pisah sama kamu " ucap Leo


" Mas, aku mau diperiksa ga akan kemana-mana ko " ucap Sisil sambil menatap wajah sang suami


" Pokonya aku mau disini temani kamu " ucap Leo memberikan tatapan tajam pada sang suster


" Dok bagaimana ini " ucap sang suster ketakutan


" Dok, biarkan suami saya disini.. " ucap Sisil memberikan wajah memohon pada sang Dokter


" Baiklah " ucap sang dokter


Kini sang dokter segera memeriksa Sisil beserta sang suster.


" Alhamdulillah, Keadaan Nyoya Sisil baik-baik saja, hanya kelelahan saja " ucap Sang dokter


" Dok apakah saya bisa pulang dari rumah sakit " Tanya Sisil


" Keadaan ibu sebenarnya belum pulih benar " ucap Sang Dok


" Tapi Dok saya tidak apa-apa " ucapnya Sisil


" Tapi Nyoya..." jawabnya sang dokter

__ADS_1


" Dok, saya harus menemui besan saya yang meninggal dunia, tolong ijinkan saya " ucap Sisil


" Baiklah Nyoya, tapi Nyoya harus di bantu kursi roda " ucap Sang dokter


" Baiklah dok " ucap Leo


Setelah mendapat persetujuan Sang dokter lalu mereka segera menuju kamar jenazah dimana Bu Ida berada.


" Mey-mey " ucap Sisil


" Bunda, bagaimana keadaan bunda " tanya Mey-mey


" Sayang jangan khawatir, bunda tidak apa-apa " ucap Sisil


" Alhamdulillah kalau bunda tidak apa-apa " ucap Mey-mey menghapus air matanya dan segera memeluk sang mertua


" Kamu yang sabar ya, Bu Ida orang baik, bunda yakin dia sudah bahagia di sana " ucap Sisil membalas pelukan Mey-mey


" Iya bunda,, " ucap Mey-mey menetaskan air matanya


Sang suster sudah selesai memandikan Bu Ida, dan segera keluar dari ruangan itu.


" Sus, bolehkah saya melihat ibu saya " ucap Mey-mey


" Silahkan namun bergantian ya " ucap Sang suster


" Mey, susah jangan menangis,, sebaiknya kamu temui Bu Ida untuk terakhir kalinya " ucap Sisil


" Baiklah " ucap Mey-mey


" Aku ikut, aku takut kamu kenapa-kenapa " ucap Farel


Mereka segera masuk kedalam, disana Mey-mey melihat sang ibu yang pucat dan sudah tak bernafas lagi ada rasa hati ketika melihat sang ibu di panggil sang pencipta namun ia juga tidak bisa menyalahkan takdir karena pada dasarnya hidup ini tidak abadi.


" Ibu.. " ucap lirih Mey-mey


" Ibu.. " ucapnya kini mennagis


" Ibu, ini Mey-mey Bu.. maf jika selama ini Mey-mey bukan anak yang bisa ibu banggakan dan belum bisa membahagiakan ibu " ucap Mey-mey menangis tersedu-sedu


Farel segera memeluk pinggangnya erat seakan kesedihan bukan milik Mey-mey karena farel pun merasakan kesedihan itu, meskipun Bu Ida hanya seorang mertuanya.


" Bu,, apa bisa aku hidup tanpa ibu " ucapnya lagi


" Ya Allah, secepat itukah Kau panggil ibu " ucap Mey-mey salah hatinya

__ADS_1


Ucapan Mey-mey terasa sedih ketika air matanya terus mengalir di pipinya, ditambah suara yang lemah, dan keadaan Mey-mey yang sangat kacau.


" Sayang, masih ada aku " ucap Farel menatap wajah Mey-mey


" Hati ini sakit, melihatmu begini Mey.. apa aku sanggup juga jika suatu saat kehilangan bunda " batin Farel


" Tapi ibu Mas.. " ucap Mey-mey


Farel segera memeluk tubuh Mey-mey, ia sudah tidak sanggup melihat keadaan sang istri yang menangis terus.


" Jangan menangis, aku tak sanggup melihatnya " ucap Farel memeluk erat Sang istri


" Mas, ibu mas... " ucap Mey-mey


" Aku berjanji padamu di hadapan jenazah ibu, aku akan selalu menyayangimu, mencintai mu dan menjagamu bahkan jika harus mengorbankan jiwa dan ragaku " Ucapnya Mey-mey sambil menendang jenazah Bu ida.


" Bu, tolong percaya padaku..tenanglah di alam sana, doakan kami supaya hidup bersama dan bahagia apapun yang terjadi " ucap Farel


Mey-mey yang mendengar hal itu kini menangis bahagia karena sang suami adalah orang yang satu-satunya iya sayangi setelah kedua orang tuanya meninggal.


" Ibu, Farel lelaki terhebat yang Tuhan ciptakan Allah untukku.. Aku berjanji akan bahagia dengannya sampai maut memisahkan " batin Mey-mey dalam hatinya


" Ibu.. Terima kasih untuk seluruh cinta dan kasih sayangmu selama ini sepanjang hidupmu untuk ku, Aku belum bisa memberikan balasan untuk semua yang engkau lakukan di hidupku, Aku sangat menyayangi mu.. namun Allah lebih menyayangi dirimu.. aku ikhlas dengan semua ini " ucap Mey-mey


" Ibu, aku akan hidup bahagia seperti selama ini ibu bilang padaku,, aku tidak pernah menyesal dilahirkan olehmu dan hidup bersamamu meskipun dulu kita berada di masa sulit " ucap Mey-mey


.


.


.


.


Bersambung....


Tunggu beberapa part lalu aku akan menceritakan tingkah lucu delapan anak kecil dengan tingkah yang lucu ya..


Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......


Biar saya lebih semangat nulisnya..


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......


So... Ikuti terus kisahnya...

__ADS_1


Jangan bosen-bosen ya .....


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz


__ADS_2