
Sementara Leo dan Renal memutuskan untuk bertemu dengan Pa Edi, sebelum mereka mencari Sisil kembali.
Mereka sudah sampai dipenjara, mereka segera menemui petugas yang berada disana dan menanyakan keberadaan Pa Edi
" Maaf Pa permisi saya mau bertemu dengan Pa Edi " ucap Renal pada sang petugas yang ada disana
" Maf anda siapa " ucap sang petugas
" Saya kerabat jauhnya " ucapnya Riki sambil berbohong
" Baik Saya akan panggilkan Pa Edi, anda berdua sebaiknya duduk disebelah sana, diruangan khusus untuk menemui para tahanan " ucap Sang petugas menunjukan ruangan khusus itu
" Baik Pa, terimakasih " ucap Renal
" Silahkan Tuan duduk " ucap Renal sopan pada sang majikan
Sang petugas pun segera masuk kedalam dan memberitahu jika ada pihak keluarganya Pa Edi yang ingin bertemu dengannya.
Lalu petugas yang satunya segera memanggil Pa Edi dan menyuruhnya untuk menemui pihak keluarga itu.
" Pa Edi ada tamu untuk anda " ucapnya sang Petugas yang ada disana
" Siapa " ucap Pa Edi heran
" Apa Dia Mey-mey dan wanita tua itu, atau Nona Dona " batin Pa Edi
" Dia mengaku sebagai kerabat anda " ucap sang petugas
" Kerabat " ucapnya heran
" Iya "
Sang petugaspun segera membawa Pa Edi keruangan khusus itu, Pa Edi heran dengan kehadiran dua lelaki yang berpenampilan berjas yang rapi dan sopan.
" Maaf kalian siapa " ucap Pa Edi heran
" Perkenalkan nama saya Renal, dan ini majikan Saya Tuan Leo " ucap Renal
" Saya tidak kenal anda " ucap Pa Edi ketus
" Anda tidak perlu kenal kami, kami hanya ingin menanyakan sesuatu pada anda " ucap Leo dingin
" Sebenarnya mereka ini siapa " batin Pa Edi
" Kalian dari pengadilan agama atau dari mana " tanya Pa Edi heran
" Saya mau bertanya beberapa pertanyaan pada anda " ucap Leo sinis
" Mau tanya apa.. kalau masalah wanita tua itu, aku akan menandatangani surat perceraiannya karena aku sudah tak mau hidup dengan wanita tua itu.. aku akan mencari wanita muda yang lebih bisa berguna dari pada dia " ucap Pa Edi
" Ternyata ayahnya Mey-mey memang jahat " batin Leo
" Ternyata benar kata Tuan Farel dan Mey-mey, ayahnya sungguh pantas berada disini " batin Renal
" Habis manis sepah dibuang " cibir Leo
" Memangnya kenapa, dia sudah tua dan sakit-sakitan dia sudah tidak bisa diandalkan, apalagi si Mey-mey dia bekerja diperusahaan dengan gajih kecil cukup buat apa coba.. " ucapnya Pa Edi
" Memangnya Dulu Mey-mey kerja dimana " tanya Leo
__ADS_1
" Sebenarnya dulu Saya sudah masukin Mey-mey ke Club malam, bahkan gajinya disana jauh lebih banyak dari pada sekarang tapi ternyata seorang lelaki menebusnya.. padahal kalau Mey-mey disana aku mungkin akan lebih kaya dan aku tidak akan berada ditempat ini " ucap Pa Edi
" Kamu kesini karena kesalahanmu " ucapnya Renal memancing agar Pa Edi berkata jujur
" Semua Takan seperti ini jika wanita tua itu tidak kabur dariku dan sudah tidak memberiku banyak uang lagi... " ucapnya dengan kesal
" Beneran brengsek Pa Edi aku akan Pastika dia dihukum dengan berat.. " batin Leo
" Semoga Tuan Leo terbuka hatinya dan bisa menerima Mey-mey " batin Renal
" Saya rasa percakapan kita cukup sampai disini terimakasih waktunya " ucap Leo sinis
" Cuma mau nanya gitu dong... buang-buang waktu ga penting " ucap Pa Edi dengan kesal
" Maf Tuan jam besuknya sudah habis " ucap seorang petugas yang ada disana
" Baik Pa, terima kasih waktunya " ucapnya Renal sopan
" Ayo kita pergi, dua lelaki tak berguna hanya buang-buang waktu " ucap Pa Edi marah dan segera mengajak petugas penjara Agara cepat-cepat kembali ke sel tahanan
" Dia benar-benar ya... " bentak Leo mulai kesal
" Tahan emosi anda Tuan.. ini di penjara sebaiknya kita cepat-cepat pergi dari sini " ucap Renal mencoba menenangkan sang majikan
Leo dan Renalpun segera pergi dari sana dan menuju mobilnya, namun tiba-tiba handphone Leo berbunyi tanda seseorang menghubunginya
Kring... Kring... Kring....
" Halo " ucap Leo
" Halo Ayah bisakah ayah datang kerumah sakit A, sekarang.. " ucap Ehan dengan panik
" Pokonya ayah kesini " ucap Ehan
" Farel.... " ucap Sisil menangis terdengar di handphonnya Leo dan Ehan yang sedang berbicara
" Itu bunda Sisil kan " ucap Leo panik
" Iya ayah kesini ya " ucapnya Ehan panik karena sang bunda pingsan
" Bunda... bunda... bunda bangun " ucap Ehan mencoba membangunkan sang bunda
" Ehan... Ehan... halo... Ehan... halo " ucap Leo namun dihiraukan oleh Ehan karena iya harus menggendong sang bunda karena pingsan
" Sial... Ehan kenapa perasaanku jadi tak karuan " ucap Leo dengan wajah sangat panik
" Ada apa Tuan " ucap Renal ikut kaget melihat ekspresi wajah sang Majikan
" Saya tidak tahu, tapi Sisil menangis lalu pingsan cepat kita ke rumah sakit A, aku khawatir dengan Sisil " ucap Leo pada Renal
" Baik Tuan " ucap Renal
" Sisil apa yang sebenarnya terjadi... jangan membuatku cemas " batin Leo
" Tuan Leo panik sekali, kasian beliau " batin Renal
Leo dan Renal segera menuju rumah sakit A sesuai dengan apa yang Ehan katakan, tak lama kemudian mereka sudah sampai di rumah sakit tersebut, mereka segera menghubungi Ehan
Tut... Tut... Tut....
__ADS_1
" Halo Ayah... " ucap Ehan
" Kamu dimana Nak, Ayah sudah berada di lobi rumah sakit... " ucap Leo dengan wajah masih panik
" Ayah langsung menuju UGD ya, Ehan sekarang sedang di UGD " ucapnya Ehan
" Baik Nak, ayah Kesana sekarang " ucapnya Leo mematikan teleponnya dan segera menuju UGD dengan langkah buru-buru.
Leo melihat Ehan tampak didepan ruangan UGD dengan wajah pucat dan baju penuh darah, iya tak melihat kehadiran sang istri lalu pikirannya langsung kacau
" Ehan " panggil Leo
" Ayah. " ucap Ehan menghampiri sang ayah dan memeluknya
" Kamu kenapa nak, sebenarnya apa yang sedang terjadi " tanya Leo masih memeluk Ehan
" Abang Farel ayah... " ucap Ehan meneteskan air matanya
" Abang kenapa nak " tanya Leo menghapus air mata Ehan
" Abang kecelakaan, Abang Farel ditabrak oleh mobil berwarna merah.. " ucapnya Ehan dengan berbicara terburu-buru
" Kamu tenang, tarik nafas lalu buang... pelan-pelan bicaranya.. " ucap Leo
" Abang Farel ditabrak mobil berwarna merah.. tapi tunggu mobil itu... milik Dona.. ya itu milik dona " ucap Ehan panik
" Kamu tenang masalah Dona biar Renal yang urus " ucap Leo menenangkan sang Putranya
" Loh Ko jadi aku ya " batin Renal
" Renal " ucapnya Leo
" Iya Tuan "
" Urus Dona... jangan biarkan dia lolos.. aku mau dia dihukum dengan seberat-beratnya " ucap Leo
" Baik Tuan " ucap Renal
.
.
.
.
.
Bersambung....
Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......
Biar saya lebih semangat nulisnya..
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......
So... Ikuti terus kisahnya...
Jangan bosen-bosen ya .....
__ADS_1
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz