
" Sebenarnya Farel kenapa bunda " ucap Mey-mey kaget dan meneteskan air matanya
" Farel kecelakaan " ucapnya Sisil sambil meneteskan air matanya sama dengan Mey-mey
" Bunda kenapa ini semua bisa terjadi " ucapnya Mey-mey sambil memeluk Sisil
" Maafkan bunda... ini salah bunda... " ucap Sisil tersedu-sedu
" Hiks.. hiks... Farel.. " ucap Mey-mey semakin deras air matanya
" Karena menyelamatkan Bunda.. farel jadi kecelakaan begini " ucap Sisil larut dalam pelukan Mey-mey
" Bunda " ucapnya Mey-mey
" Ada apa Nak.. " tanya sisil
" Ini semua bukan salahnya Bunda, mungkin ini sudah jadi kehendak Tuhan " ucap Mey-mey sambil menghapus air matanya
" Nak bunda boleh bertanya " ucap Sisil
" Bunda mau bertanya apa " ucapnya Mey-mey
" Apa kamu mencintai Farel tulus meskipun dia sudah tidak diberikan fasilitas mewah oleh sang ayah " tanya Sisil
" Mey-mey akan selalu disamping Farel apapun yang terjadi, masalah uang kita akan cari bersama-sama tapi untuk kasih sayang tidak bisa dibeli oleh uang " ucapnya Mey-mey sambil tersenyum
" Aku melihat Mey-mey begitu tulus dan menyanyangi Farel, semoga Farel cepat sadar" batin Sisil
" Terima kasih Sayang, bunda merestui hubungamu dengan Farel.. " ucapnya sambil tersenyum
" Bunda serius " ucap Mey-mey
" Iya Nak " ucap Sisil
" Makasih bunda " ucap Mey-mey sambil tersenyum dan memeluk Sisil kembali
" Tapi kamu jangan sampai menyakiti hati Farel ya, kalau kamu menyakiti hati Farel bunda akan sangat marah sama kamu " ucap Sisil
" Siap bunda, Mey-mey janji ga akan menyakitinya Farel... " ucap Mey-mey
" Sekarang Bunda sudah sehat Antarkan Bunda ke depan " ucap Sisil
" Tapi Bunda " ucap Mey-mey bingung
" Kalau kamu ga mau bantu bunda, bunda akan jalan sendiri " ucapnya sambil melepaskan infusan yang menempel ditangannya
" Bunda pelan-pelan lihat tangan bunda terluka " ucap Mey-mey dengan wajah paniknya
" Kamu tenang bunda tidak apa-apa " ucap Sisil
" Bunda yakin " tanya Mey-mey
" Bunda sangat yakin, bunda mau melihat keadaan Farel " ucapnya Sisil dengan wajah sedihnya
" Kasian Bunda, kalau aku tidak bantu dia nanti Tuan Leo marah " batin Mey-mey
" Mey-mey bantu ya bunda " ucap Mey-mey membawa kursi roda, Sisil pun duduk disana sedangkan Mey-mey mendorongnya
Mereka keluar ruangan tersebut, Leo Ehan dan Renal yang melihat Sisil keluar dari ruang UGD heran dan segera menghampirinya
" Apa-apaan kamu bawa Bunda keluar UGD... " ucap Leo marah
" Tuan...em.. " ucap Mey-mey ketakutan
" Mas, jangan marahin Mey-mey karena aku sendiri yang mau kesini.. " ucap Sisil
__ADS_1
" Bunda kan belum sehat betul, lihat tangan bunda terluka " ucap Ehan panik
" Bunda tidak apa-apa " ucap Sisil
" Sebentar saya panggilkan dokter dahulu " ucapnya Renal melangkah pergi dari sana
" Sayang, tangan kamu terluka yu kita kembali lagi kedalam " bujuk Leo
" Tidak mau.. aku mau bertemu Farel " ucap Sisil
" Farel masih ditangani dokter sayang " ucap Leo mencoba membujuk sang istri agar mau kembali keruangan perawatan
" Aku mau disini, jangan paksa aku " ucapnya Sisil kekeh
Tiba-tiba keluarlah Dokter yang menangani Farel diruangan tersebut
" Keluarga Tuan Farel " ucap Sang dokter
" Iya dok saya bundanya " ucap Sisil
" Saya Leo ayahnya " ucapnya
" Pasien kehilangan banyak darah, kita butuh Tiga kantung darah golongan A segera, stok dirumah sakit ini hanya tinggal satu, Akita butuh dua kantung darah lagi " ucapnya Sang dokter
" Apa " ucap Sisil menangis
" Bunda tenang " ucapnya Leo memeluk sang istri
" Ambil saja darah saya dok " ucap Sisil
" Maaf Bu kondisi ibu sedang sakit, Tidak bisa menjadi pendonor untuk pasien " ucap sang dokter
" Ambil saja darah saya dok " ucap Ehan
" Baik, suster bawa Tuan Ehan keruang pendonor darah " ucap sang dokter
" Mari Tuan " ucapnya sang suster
" Baik, bunda ayah, dan semuanya Ehan masuk keruangan itu dulu ya " ucap Ehan pergi dan mengikuti sang suster
" Iya " ucap Mereka
" Saya permisi, namun ingat Kita kekurangan satu pendonor lagi untuk Tuan Farel " ucap sang dokter langsung melangkah pergi dari sana
" baik dok " ucap mereka
Setelah sang dokter pergi barulah mereka berdiskusi Maslah kekurangan darah
" Bagaimana ini Mas " ucap Sisil sambil menangis
" Kamu tenang ya, kita pasti akan dapatkan pendonor itu " ucap Leo
" Tapi siapa " ucapnya Sisil kesal
" Kita tenang dulu bunda.. " ucapnya Mey-mey
" Aku akan mendonorkan darahku pada Mey-mey.. " ucap Sisil pada mereka
" Jangan Nyoya " ucap Renal
" Sayang kata dokter kamu ga bisa mendonorkan darahmu pada Farel " ucap Leo
" Aku ga peduli mas, meskipun nyawa sekalipun pun akan aku berikan asal anakku bisa selamat " ucap Sisil
" Bunda.. tenang bunda.. " ucap Mey-mey
__ADS_1
" Sebaiknya bunda minum dulu, Mey-mey punya air minum untuk bunda agar bunda bisa lebih tenang " ucapnya Mey-mey menenangkan sang calon mertua
" Terima kasih Nak " ucapnya Sisil mengambil air mineralnya
Sisil pun meminumnya agar lebih tenang.
" Kepala ku sakit " ucap Sisil sambil memegang kepalanya
" Bunda ga papah " ucapnya Mey-mey
" Sayang kamu ga papaj " ucap Leo langsung memegang kepala sisil
" Mas kepalaku sakit " ucap Sisil
" Kita kedalam lagi ya, Kamu belum sehat betul " ucap Leo membawa sang istri ke dalam dan memberitahukan dokter dan suster keadaan sang istri
" Dok.. sus.. tolong " ucap Leo bingung
" Ada apa ini Tuan... " ucap sang dokter
" Istri saya kepalanya sakit kembali " ucap Leo
" Ayo kita baringkan terlebih dahulu sebelum saya periksa " ucap sang dokter
" Baik dok " ucap Leo langsung menggendong Sang Istri keranjang rumah sakit
" Tuan, mohon untuk tunggu di luar, Nyoya Sisil akan kami periksa " ucap sang suster
" Tapi dok.. kasian istri saya " ucap Leo kekeh
" Maaf Tuan, ini sudah jadi prosedur rumah sakit " ucap Sang suster
" Tapi... tapi... " ucapnya langsung dihadang oleh suster dan dipaksa untuk menunggu diluar karena Sisil akan diperiksa sang dokter
" Ayah bagaimana keadaan Bunda " tanya Ehan yang sudah selesai mendonorkan darahnya untuk sang Abang
" Bunda sedang diperiksa karena kepalanya pusing " ucap Leo
" Bagaimana keadaan mu nak " tanya Leo pada Ehan
" Aku tidak apa-apa ko Ayah " ucapnya
" Sekarang ayah bingung siapa yang punya darah golongan A dan akan mendonorkan darahnya pada Farel " ucap Leo
.
.
.
.
Bersambung....
Yang penasaran tungguin ya...
Aku up jam 16 : 00
Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......
Biar saya lebih semangat nulisnya..
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......
So... Ikuti terus kisahnya...
__ADS_1
Jangan bosen-bosen ya .....
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz