Kisah Cinta Anak Kembar CEO

Kisah Cinta Anak Kembar CEO
Episode 149


__ADS_3

" Sebenarnya Farel kenapa bunda " ucap Mey-mey kaget dan meneteskan air matanya


" Farel kecelakaan " ucapnya Sisil sambil meneteskan air matanya sama dengan Mey-mey


" Bunda kenapa ini semua bisa terjadi " ucapnya Mey-mey sambil memeluk Sisil


" Maafkan bunda... ini salah bunda... " ucap Sisil tersedu-sedu


" Hiks.. hiks... Farel.. " ucap Mey-mey semakin deras air matanya


" Karena menyelamatkan Bunda.. farel jadi kecelakaan begini " ucap Sisil larut dalam pelukan Mey-mey


" Bunda " ucapnya Mey-mey


" Ada apa Nak.. " tanya sisil


" Ini semua bukan salahnya Bunda, mungkin ini sudah jadi kehendak Tuhan " ucap Mey-mey sambil menghapus air matanya


" Nak bunda boleh bertanya " ucap Sisil


" Bunda mau bertanya apa " ucapnya Mey-mey


" Apa kamu mencintai Farel tulus meskipun dia sudah tidak diberikan fasilitas mewah oleh sang ayah " tanya Sisil


" Mey-mey akan selalu disamping Farel apapun yang terjadi, masalah uang kita akan cari bersama-sama tapi untuk kasih sayang tidak bisa dibeli oleh uang " ucapnya Mey-mey sambil tersenyum


" Aku melihat Mey-mey begitu tulus dan menyanyangi Farel, semoga Farel cepat sadar" batin Sisil


" Terima kasih Sayang, bunda merestui hubungamu dengan Farel.. " ucapnya sambil tersenyum


" Bunda serius " ucap Mey-mey


" Iya Nak " ucap Sisil


" Makasih bunda " ucap Mey-mey sambil tersenyum dan memeluk Sisil kembali


" Tapi kamu jangan sampai menyakiti hati Farel ya, kalau kamu menyakiti hati Farel bunda akan sangat marah sama kamu " ucap Sisil


" Siap bunda, Mey-mey janji ga akan menyakitinya Farel... " ucap Mey-mey


" Sekarang Bunda sudah sehat Antarkan Bunda ke depan " ucap Sisil


" Tapi Bunda " ucap Mey-mey bingung


" Kalau kamu ga mau bantu bunda, bunda akan jalan sendiri " ucapnya sambil melepaskan infusan yang menempel ditangannya


" Bunda pelan-pelan lihat tangan bunda terluka " ucap Mey-mey dengan wajah paniknya


" Kamu tenang bunda tidak apa-apa " ucap Sisil


" Bunda yakin " tanya Mey-mey


" Bunda sangat yakin, bunda mau melihat keadaan Farel " ucapnya Sisil dengan wajah sedihnya


" Kasian Bunda, kalau aku tidak bantu dia nanti Tuan Leo marah " batin Mey-mey


" Mey-mey bantu ya bunda " ucap Mey-mey membawa kursi roda, Sisil pun duduk disana sedangkan Mey-mey mendorongnya


Mereka keluar ruangan tersebut, Leo Ehan dan Renal yang melihat Sisil keluar dari ruang UGD heran dan segera menghampirinya


" Apa-apaan kamu bawa Bunda keluar UGD... " ucap Leo marah


" Tuan...em.. " ucap Mey-mey ketakutan


" Mas, jangan marahin Mey-mey karena aku sendiri yang mau kesini.. " ucap Sisil

__ADS_1


" Bunda kan belum sehat betul, lihat tangan bunda terluka " ucap Ehan panik


" Bunda tidak apa-apa " ucap Sisil


" Sebentar saya panggilkan dokter dahulu " ucapnya Renal melangkah pergi dari sana


" Sayang, tangan kamu terluka yu kita kembali lagi kedalam " bujuk Leo


" Tidak mau.. aku mau bertemu Farel " ucap Sisil


" Farel masih ditangani dokter sayang " ucap Leo mencoba membujuk sang istri agar mau kembali keruangan perawatan


" Aku mau disini, jangan paksa aku " ucapnya Sisil kekeh


Tiba-tiba keluarlah Dokter yang menangani Farel diruangan tersebut


" Keluarga Tuan Farel " ucap Sang dokter


" Iya dok saya bundanya " ucap Sisil


" Saya Leo ayahnya " ucapnya


" Pasien kehilangan banyak darah, kita butuh Tiga kantung darah golongan A segera, stok dirumah sakit ini hanya tinggal satu, Akita butuh dua kantung darah lagi " ucapnya Sang dokter


" Apa " ucap Sisil menangis


" Bunda tenang " ucapnya Leo memeluk sang istri


" Ambil saja darah saya dok " ucap Sisil


" Maaf Bu kondisi ibu sedang sakit, Tidak bisa menjadi pendonor untuk pasien " ucap sang dokter


" Ambil saja darah saya dok " ucap Ehan


" Baik, suster bawa Tuan Ehan keruang pendonor darah " ucap sang dokter


" Mari Tuan " ucapnya sang suster


" Baik, bunda ayah, dan semuanya Ehan masuk keruangan itu dulu ya " ucap Ehan pergi dan mengikuti sang suster


" Iya " ucap Mereka


" Saya permisi, namun ingat Kita kekurangan satu pendonor lagi untuk Tuan Farel " ucap sang dokter langsung melangkah pergi dari sana


" baik dok " ucap mereka


Setelah sang dokter pergi barulah mereka berdiskusi Maslah kekurangan darah


" Bagaimana ini Mas " ucap Sisil sambil menangis


" Kamu tenang ya, kita pasti akan dapatkan pendonor itu " ucap Leo


" Tapi siapa " ucapnya Sisil kesal


" Kita tenang dulu bunda.. " ucapnya Mey-mey


" Aku akan mendonorkan darahku pada Mey-mey.. " ucap Sisil pada mereka


" Jangan Nyoya " ucap Renal


" Sayang kata dokter kamu ga bisa mendonorkan darahmu pada Farel " ucap Leo


" Aku ga peduli mas, meskipun nyawa sekalipun pun akan aku berikan asal anakku bisa selamat " ucap Sisil


" Bunda.. tenang bunda.. " ucap Mey-mey

__ADS_1


" Sebaiknya bunda minum dulu, Mey-mey punya air minum untuk bunda agar bunda bisa lebih tenang " ucapnya Mey-mey menenangkan sang calon mertua


" Terima kasih Nak " ucapnya Sisil mengambil air mineralnya


Sisil pun meminumnya agar lebih tenang.


" Kepala ku sakit " ucap Sisil sambil memegang kepalanya


" Bunda ga papah " ucapnya Mey-mey


" Sayang kamu ga papaj " ucap Leo langsung memegang kepala sisil


" Mas kepalaku sakit " ucap Sisil


" Kita kedalam lagi ya, Kamu belum sehat betul " ucap Leo membawa sang istri ke dalam dan memberitahukan dokter dan suster keadaan sang istri


" Dok.. sus.. tolong " ucap Leo bingung


" Ada apa ini Tuan... " ucap sang dokter


" Istri saya kepalanya sakit kembali " ucap Leo


" Ayo kita baringkan terlebih dahulu sebelum saya periksa " ucap sang dokter


" Baik dok " ucap Leo langsung menggendong Sang Istri keranjang rumah sakit


" Tuan, mohon untuk tunggu di luar, Nyoya Sisil akan kami periksa " ucap sang suster


" Tapi dok.. kasian istri saya " ucap Leo kekeh


" Maaf Tuan, ini sudah jadi prosedur rumah sakit " ucap Sang suster


" Tapi... tapi... " ucapnya langsung dihadang oleh suster dan dipaksa untuk menunggu diluar karena Sisil akan diperiksa sang dokter


" Ayah bagaimana keadaan Bunda " tanya Ehan yang sudah selesai mendonorkan darahnya untuk sang Abang


" Bunda sedang diperiksa karena kepalanya pusing " ucap Leo


" Bagaimana keadaan mu nak " tanya Leo pada Ehan


" Aku tidak apa-apa ko Ayah " ucapnya


" Sekarang ayah bingung siapa yang punya darah golongan A dan akan mendonorkan darahnya pada Farel " ucap Leo


.


.


.


.


Bersambung....


Yang penasaran tungguin ya...


Aku up jam 16 : 00


Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......


Biar saya lebih semangat nulisnya..


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......


So... Ikuti terus kisahnya...

__ADS_1


Jangan bosen-bosen ya .....


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz


__ADS_2