Kisah Cinta Anak Kembar CEO

Kisah Cinta Anak Kembar CEO
Episode 184


__ADS_3

Mereka sudah sampai dirumah sakit milik Ina, Rena segera dibawa ke ruang UGD untuk tindakan lebih lanjut, Ina seger masuk kedalam ruangan UGD sedangkan Ehan dan lainnya menunggu diluar.


Dengan raut wajah paniknya iya duduk dikursi depan ruang UGD, sang bunda pain memeluknya karena tidak tega melihat kegelisahan Ehan


" Sayang kamus tenang ya, Kamu berdoa untuk Rena agar dia cepat sadar " ucap sang bunda


" Iya bunda " ucap Ehan masih dengan wajah panik


" Kamu yang sabar ya " ucap Satria memegang pundak Ehan


" Aku takut dia kenapa-kenapa " ucap Ehan sambil meneteskan air mata


" Rena kuat, pasti dia tidak apa-apa " ucap Satria menenangkan sang kakak iparnya


" Ehan, apa kamu sudah hubungi Pa Ismail dan Bu Rahmi " tanya Leo


" Belum ayah " ucap Ehan


" Sebaiknya kamu telepon dulu dan kasih tahu, biar mereka juga kirim doa buat Rena " ucapnya Leo


" Iya ayah, Ehan hubungi sekarang " ucap Ehan langsung mengambil handphonenya disaku celananya dan bangkit dari duduknya


Tut... Tut... Tut....


" Assalamualaikum,, Nak Ehan " ucap Sang ayah mertua


" Waalaikum salam abi " ucap Ehan tak sanggup menahan tangisnya


" Nak Ehan Kenapa, ada apa coba bicara sama abi " jawab Pa Ismail khawatir mendengar suara Ehan


" Rena... " ucap Ehan


" Rena kenapa nak " tanya Pa Ismail semakin khawatir


" Rena... pingsan " ucap Ehan menahan tangisnya


" Apa " ucap Pa Ismail kaget


" Iya Abi, tadi pagi Ehan kekamar mandi dan Rena sudah tergeletak pingsan " ucap Ehan


" Sekarang Rena dimana, keadaanya bagaimana " tanya Pa Ismail semakin cemas


" Rena diruang UGD Abi, Ehan minta doanya agar Rena cepat sadar " ucap Ehan


" Abi dan umi selalu doain kalian, Abi da umi akan pergi ke Jakarta hari siang ini " ucap Pa Ismail


" Mau saya jemput " tanya Ehan


" Tidak usah Nak, kami mau pakai bis travel saja biar cepat " ucap Sang mertua


" Baiklah Abi, hati-hati dijalan kalau ada apa-apa hubungi Ehan " ucapnya


" Kamu juga kalau Rena sudah sadar hubungi Abi ya " ucap Sang mertua


" Baiklah Abi.. ..Assalamualaikum " ucap Ehan pamit


" Waalaikum salam " ucap Pa Ismail menutup teleponnya


Ehan kembali lagi Fokus duduk kembali didepan pintu ruangan UGD dan berharap pintu itu segera dibuka oleh Ina.


Beberapa menit kemudian pintu kamar UGD itu sudah dibuka oleh Ina, iya segera menghampiri Ehan dengan Senyum bahagianya


" Ka Ehan " panggil Ina

__ADS_1


" Iya bagaimana keadaan Rena " tanya Ehan langsung bangkit dari duduknya


" Rena belum sadarkan diri " ucap Ina membuat yang lainnya cemas


" Apa " ucap mereka


" Sebenarnya Rena sakit apa dek .. " ucap Ehan menatap tajam ke sang adik


" Ka Rena sebenarnya tidak sakit ka " ucap Ina membuat semuanya heran


" Apa maksudmu tidak sakit, keadaanya pingsan dan belum sadarkan diri begitu " bentak Ehan Tidka terima jika sang adik mengagangap istrinya tidak sakit


" Sabar Ehan... " ucap sang bunda


" Sayang ada apa ini.. kenapa kamu bilang Ka Rena ga sakit " ucap satria


" Ka Rena memang tidak sakit dia hanya kecapean karena dia sedang mengandung " ucap Ina membuat Ehan heran tapi Leo dan Sisil malah tersenyum


" Mengandung apa " tanya Ehan masih tidak mengerti


" Astaga Ehan kamu tidak tahu mengandung " tanya satria sambil tertawa


" Aku kan bukan dokter kaya kalian " ucapnya kesal


" Menggantung itu Diperut Rena ada bayinya..." ucapnya Satria menjelaskan


" Maksudnya Rena sedang hamil dan mengandung anakmu " ucap Sang bunda senang


" Jadi aku... " ucap Ehan dengan mata berkaca-kaca


" Selamat ya ka.. sebentar lagi kamu akan menjadi ayah.. " ucap Ina sambil tersenyum


" Benarkan ini... ayah.. bunda " ucap Ehan menangis bahagia dan segera bersujud tanda iya sangat bersyukur pada Allah SWT


" Bunda ikut bahagia nak " ucap Sang bunda memeluk Ehan


" Selamat Kaka ipar semoga bayinya sehat sampai nanti persalinan dan harus mirip Rena jangan mirip dirimu " ucap satria


" Memangnya kenapa kalau kirim aku " ucap Ehan dengan senyum jahatnya


" Kalau mirip Ehan bisa-bisa kalau nanti aku punya anak nasibnya kaya aku... " batin satria


" Kapan aku diposisi ka Rena, punya Anak " batin Ina


" Tidak apa-apa " ucap Satria dengan senyum terpaksa


" Ina Bolehkah aku masuk kedalam bertemu dengan istriku " ucap Ehan


" Tunggu sebentar lagi, Aku akan memindahkan Ka Rena kekamar perawatan.. " ucap Rena


" Baiklah " ucap Ehan mulai lega dan tersenyum senang dengan kabar berita tersebut


Merekapun menunggu Didepan pintu UGD kembali namun dengan perasaan senang, sementara Ina menyiapkan semuanya agar Rena dipindahkan keruang perawatan.


.


...****************...


.


Sementara ditempat Farel, Mey-mey sedang menyiapkan sarapan seperti biasanya, iya memasak nasi goreng untuk suami dan ibunya.


Bu Ida sekarang sudah bekerja mengelola rumah makan milik Ehan, agar iya tak merasa kesepian dirumah karena anak dan menantunya sibuk kerja. Ditambah dia bosan jika harus dirumah terus

__ADS_1


Mey-mey meletakan makananya diatas meja makan dan menyiapkan semuanya, sedangkan Ibu dan suaminya batu datang keruang makan dengan pakaian Rapi


" Pagi Nak " Ucap sang ibu pada Mey-mey yang sedang menyiapkan sarapannya


" Pagi juga Bu " ucap Mey-mey sambil tersenyum namun wajahnya sedikit pucat


" Nak kamu tidak apa-apa, apa kamu sakit " tanya Sang ibu


" Tidak bu " ucap Mey-mey


" Tapi wajahmu pucat " ucap Sang ibu merasa heran pada Mey-mey


" Iya sayang apa kita harus kedokter, aku merasa khawatir karena wajahmu pucat " ucap Farel


" Tidak usah Mas... aku tidak apa-apa " ucap Mey-mey menutupi rasa sakitnya yang memang dari tadi iya sedikit pusing.


" Kamu yakin sayang " ucapnya Farel menghampiri Mey-mey namun Mey-mey malah mendorong tubuh sang suami


" Mas jangan dekat-dekat kamu bau... kamu pakai parfum siapa Ko baunya aneh " ucap Mey-mey


" Perasaan aku pakai parfum seperti biasanya deh.. ga pernah aku ganti " ucap Farel heran melihat tingkah sang istri


" Ga Tapi bau mas " ucap Mey-mey


" Sudah jangan bertengkar ayo kita sarapan nanti kalian terlambat " ucap sang ibu


" Iya bu " ucap mereka segera duduk dikursi meja makan lalu menyantap makanannya seperti biasanya


Tiba-tiba Mey-mey merasakan mual yang sangat pada perutnya, lalu dengan segera iya pergi kekamar mandi dan memuntahkan semua makananya


" Woek... woek... woek... " ucap Mey-mey merasa sangat mual


" Sayang kamu kenapa " tanya Ferel heran


" Aku Mual mas.. " jawabnya sambil pergi kekamar mandi


" Ibu ... saya tinggal dulu sebentar " ucap Farel langsung pergi membuntuti sang istri


" Kamu kenapa sayang " tanya Farel didalam kamar mandi dan mengusap-usap punggung Mey-mey


" Sepertinya Mag ku kambuh " ucap Mey-mey


.


.


.


.


Bersambung....


Ada yang mau tau kisah malam pertama Mey-mey


Komen di kolom komentar ya...


Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......


Biar saya lebih semangat nulisnya..


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......


So... Ikuti terus kisahnya...

__ADS_1


Jangan bosen-bosen ya .....


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz


__ADS_2