Kisah Cinta Anak Kembar CEO

Kisah Cinta Anak Kembar CEO
Episode 227


__ADS_3

Setelah mendapatkan kunci tersebut, Sisil segera membuka pintu kamar tersebut.


Ceklek,,


" Mas... " ucap Sisil kaget


Sisil segera menghampiri sang suami yang tegah berdiri dan mengguyur dirinya sendiri, diwajahnya terlihat penyesalan yang mendalam.


" Mas " Ucap Sisil lalu dengan kaget Leo langsung menatap Suara yang tak asing di telinganya


" Sayang, ngapain kamu disini " ucapnya Farel heran


" Aku mencari Mas dari tadi " ucapnya langsung memeluk Sang suami dengan perasaan lega


" Kamu jangan begini, nanti kamu sakit " ucap Leo masih melepaskan pelukan sang istri


" Biarin, Mas juga malah begini kalau masuk angin bagaimana " ucap Sisil kesal


" Kan ada kamu yang kerokin aku " ucapnya Leo sambil tersenyum dipaksakan


" Mas sekarang ganti baju, kota harus memakamkan jenazah Momi " ucap sang istri


" Baiklah " ucapnya Leo mematikan air shower yang dari tadi mengguyur kepalanya


Leo pun menarik tangan Sisil keluar dari kamar mandi, Sisil dan Leo segera mengganti bajunya. Sisil langsung memeluk sang suami seakan tau apa yang sebenarnya yang dirasakan sang suami


" Mas.. " ucap Sisil


" Iya sayang " ucap Leo


" Aku tau kamu pasti sedih kan " ucap Sisil membuat Leo hanya bisa menatapnya, iya takut jika iya berbicara air matanya akan mengalir deras


" Kalau Mas mau menangis ada menangis lah dibahu ku... " ucapnya Sisil sambil menatap sang suami


" Aku tidak ingin membuat kamu sedih Sil, hatiku sangat sakit penyesalan menghinggapi pikiran ku.. andaikan diwaktu itu aku tidak egois mungkin Momi tidak akan seperti ini " batin Leo


" Sebaiknya kita cepat kebawah, kita harus cepat memakamkan Momi " ucap Leo memeluk sang istri dan membawanya kebawah


" Mas Leo sangat tegar bahkan dalam keadaan seperti ini " batin Leo


Kini Jenasah yang sudah dimandikan langsung di solatkan di masjid terdekat yang ada di mansion Leo.

__ADS_1


Setelah mengsolatkan, jenasah itu dibawa kedalam ambulance dan di makamkan di TPU yang jaraknya tidak jauh dari sana.


Iring-iringan mobil mengantar ambulan sampai ke dalam TPU tersebut, Leo dan ketiga anaknya serta di bantu Marco dan sang besan menggotong keranda karena jenasah tidak memakai peti.


Sang tukang gali kubur pun sudah selesai menggalinya, lalu jenasah siap untuk di masukan kedalam liang lahat.


Pa Ismail memimpin doa untuk Alm Natalia semoga dia diampuni dosanya dan diberikan tempat yang terbaik di Sisi Allah serta di terima amal ibadahnya.


Setelah acara doa selesai barulah giliran keluarga yang menaburkan bunga segar di atas kuburan Natalia


" Natalia, semoga kita bertemu di akhirat nanti " ucapnya Marco sambil menghapus air matanya


" Oma yang tenang ya disana " ucapnya Ehan


" Oma... Semoga Allah mengampuni dosa-dosa Oma " ucap Farel


" Oma... Aku menyayangimu " ucap Ina memeluk sang bunda


" Momi .. aku janji akan menjaga Mas Leo, menemaninya sampai akhir Allah mencabut nyawa ku " ucapnya Sisil Dalam hati ya


" Momi.. Aku sudah memaafkan mu... hiduplah dengan damai..." batin Leo


Semuanya pun bergantian meninggalkan TPU tersebut bahkan Yesi memeluk Sisil dan mengajaknya pulang, namun dia tidak mau karena sang suami masih terdiam di kuburan sang Momi


" Sil, ayo kita pulang " ucap Yesi


" Aku mau temani Mas Leo... " ucapnya dengan wajah sedih


" Tapi sil " ucapnya Yesi


" Kamu duluan saja " ucap Sisil padanya


Akhirnya Yesi pulang dari sana sedangkan Sisil segera menghampiri sang suami.


" Mas.. " ucap Sisil


" Sayang.. " ucap Leo


" Mas, menangis lah jangan ditahan agar hatimu lega " ucap Sisil menepuk punggung sang suami


" Hiks... Hiks... Hiks... " ucapnya Leo yang sudah tidak bisa menahan Air matanya

__ADS_1


" Momi.... " teriakan Leo


" Momi... jahat... Momi kenapa tingalin Leo... apa Momi tidak sayang Leo... " ucapnya menumpahkan kesediaannya


" Kenapa secepat itu Momi.... " ucap Leo


" Mas aku akan tunjukan sesuatu padamu, Momi berpesan untuk memberikan padamu pada hari ini " ucap Sisil


" Apa sayang " tanya Leo menatap wajah sisil


" Sebuah Vidio tapi sayangnya handphone ku ada ditas, dan tasnya ada di kamar " ucap Sisil


" Sebaiknya kita pulang " ucap Leo penasaran


" Itu Vidio tentang ungkapan perasaan Momi padamu .. " ucap Sisil


" Aku tidak sabar melihatnya ayo kita pulang " ajak Leo


Kini Leo dan Sisil segera meninggalkan TPU tersebut dan segera menuju Mansionnya untuk melihat isi dari rekaman yang Sisil sempat rekam sebelum Natalia meninggal


.


.


.


.


Bersambung....


Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......


Biar saya lebih semangat nulisnya..


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......


So... Ikuti terus kisahnya...


Jangan bosen-bosen ya .....


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz

__ADS_1


__ADS_2