
Mereka Kini berjalan kembali mencari jalan keluar lalu terdengarlah suara seseorang tertawa
Hihihihihihi
" Bos suara apa itu " tanya Niko
" Kayanya itu suara ketawa hantu deh " ucap Marni mulai gugup
" Ngeri juga ya " ucap Niko pada Marni
" Aku mah biasa aja " jawabnya
" Kamu takut " bisik Ehan pada Rena
" Tidak " ucapnya dengan wajah gugup
" Yakin Tidak takut " goda ehan Ehan
" Yakin... " ucapnya
" Bos benar-benar ya ga ada takut-takut nya " ucap Niko
" Orang itu bohongan " ucap Ehan cuek
Datanglah Seseorang yang memakai jubah putih dengan wajah penuh warna merah dan rambut panjang siapa saja yang melihat pasti akan lari terbirit-birit. beda halnya dengan Ehan
" Aaaaaaaaaa.... Setannya Seram " ucap Niko, Rena dan Marni
Ehan pun langsung memukul pantat hantu itu, dengan tingkah gemesnya seperti emak-emak yang sedang memarahi anaknya yang sedang nakal
" Kamu nakal ya... Renaku jadi takut... mau tangung jawab kalau Rena jadi punya penyakit jantungan hah... mau aku lapor polisi... " ucap kesal Ehan sambil memukul-mukul pantat yang memakai kostum hantu itu.
" AW... AW... AW... Sakit ampun ampun " ucap sang seseorang yang memakai baju hantu itu langsung pergi meninggalkan mereka
" Bos.. " ucap Niko gemetaran seluruh tubuhnya
" Apa " ucapnya
" Aku takut " lirihnya
" Sudah ayo cepat kita maju lagi biar cepat menemukan jalan keluar nya " ucap Ehan
Merekapun melanjutkan perjalananya mencari jalan keluar namun tiba-tiba sang pocong mengagetkan mereka. sontak Mereka bertiga berteriak semakin kencang
" Heh pocong mau ngajak berantem sama aku sini... aku ga takut " ucap Ehan main kejar-kejaran dengan sang pocong dan membawa sepatunya hendak memukul pantantnya
Sang pocong berlindung pada tubuh Rena sedangkan Rena menjerit ketakutan. drama kejar-kejaran pun kembali terjadi pada akhirnya sang pocong jatuh karena kakinya diikat
Ehan pun memukul-mukul tubuh sang pocong tersebut dengan sepatunya sang pocong pun merasa kesakitan.
" Ampun Dek ampun " ucapnya
" Sudah Ehan sudah " ucap Rena mencoba memisahkan Ehan dengan sang pocong itu
" Hey pocong, kamu tau jalan keluar dari sini " kata Niko
" Iya bener nih pocong, aku sudah tidak kuat pengen pipis " ucap Marni
" Ayo jawab " ucap Ehan mulai kesal kembali
" Ampun .. ampun.. Kalian Lurus saja " ucap sang pocong
" Marni kamu tahan ya jangan pipis dicelana " ucap Rena
" Aku akan menahanya " ucapnya
Merekapun segera pergi dan menuju jalan yang sang pocong tunjukan. Dan akhirnya Mereka keluar dan bebas dari sana.
Kini mereka sudah berada diluar halaman pasar malam tersebut, Marni segera menuju toilet dengan terburu-buru.
__ADS_1
Rena merasa heran kenapa celana Niko basah, iya pun mencoba menanyakannya pada Niko
" Niko, kenapa celana mu basah " ucap Rena
" Astaga.. " ucapnya kaget
" Kamu ngompol dicelana " ucap Ehan dengan sinis
" Em... em.. " ucapnya gugup
" Ih kamu jorok banget " ucap Marni tiba-tiba menghampiri mereka dan membuat kaget Niko
" Em.. aku tidak pipis dicelana ko " ucapnya bohong
" Sok jujur saja " ucap Marni
" Em.. em.. aku ga pipis dicelana ko " ucapnya dengan gugup
" Terus apa itu " ucap Ehan menunjuk celana Ehan
" Aku ketoilet dulu ya " ucapnya Niko langsung pergi meninggalkan mereka, tak lupa iya pun membelikan celana dulu, agar iya langsung mengganti celananya yang basah
" Ko dia lama " ucap Marni kesal
Setelah sepuluh menit kemudian barulah Niko datang dan mereka heran karena Niko mengganti celananya
" Cie yang ganti celana karena pipis di celana " goda ehan
" Bos " ucapnya kesal
" Jadi benarkan kata aku dia pipis di celana " ledek Marni
" Sudah-sudah jangan begitu kasian Niko " ucapnya Rena
" Rena aku padamu " ucap Niko
" Berani ya kamu sama Rema " ucap Ehan kesal
" Sudah-sudah jangan bertengkar " ucap Rena
" Aku laper nih " Seru Marni
" Oh yaudah kita makan dulu bos kasian calon pacar aku " ucapnya sambil melihat wajah Marni
" Siapa calon pacar kamu " Tanya Marni
" Ya kamu lah, " ucapnya sambil tersenyum
" Ih amit-amit " ucap Marni
" Yaudah kita makan yu " ajak Ehan pada mereka
" Yaudah yu " ucap mereka segera pergi dan mencari tempat makan disekitar pasar malam
" Bos adanya juga tukang bakso " ucap Niko
" Kalian mau makan bakso " tanya Ehan pada Rena dan Marni
" Yaudah ga papah deh aku laper soalnya " ucap Marni
" Aku juga seyuju " ucap Rena
" Yaudah yu kita masuk " ajak Ehan
Merekapun segera masuk kedalam tempat makan yang menjual bakso, mereka duduk dikursi kayu yang sudah disediakan, tak lupa mereka memesan bakso sesuai selera mereka.
Setelah menunggu sekitar sepuluh menit bakso yang dipesan pun datang, mereka tampak sedang memberikan saus, kecap dan lada sebagai pelengkap
" Kamu jangan makan pedes-pedes nanti kamu sakit perut " ucap Ehan terlihat perhatian sama Rena
__ADS_1
" Iya " jawabnya
Tanpa sadar Marni pun menjadi kesal karena iya melihat sikap Ehan pada Rena, tanpa sadar iya pun mengambil sambel kebayakan
" Astaga, Marni kamu ga salah ngasih sambelnya " ucap Niko
" Astaghfirullah " ucap Marni
" Kamu kenapa Marni " tanya Rena
" Ga papah ko, kan aku lagi pengen makan yang pedas-pedas " jawabnya dengan terseyum dipaksakan
" Nanti kamu sakit perut loh " ucap Ehan
" Ga akan kan aku kuat " ucapnya sambil tersenyum
" Lebih sakit hatiku dibanding perutku melihat kamu memperlakukan Rena seperti itu " batin Marni
" Ko Marni jadi aneh melihat Bos perhatiaan sama Rena, apa jangan-jangan Marni menyukai Bos" batin Niko
" Hari ini aku bahagia sekali bisa menghabiskan malam bersamamu, ok mulai sekarang aku akan dekati Marni agar dia juga bisa mendekatkan aku dengan Rena " Batin Ehan sambil memandangi Wajah cantik Rena
" Aku hari ini senang bisa menghabiskan waktu bersama Ehan dan juga Ehan memperlakukan ku dengan peehatian, tapi apakah perlakuan Ehan akan sama jika iya mengetahui jika Aku Rena mantan pacarnya dahulu waktu SD " ucap Rena dalam batinnya
Kini mereka terlihat menyantap makanan nya lahap kecuali Marni karena iya merasa kepedesan
" Kamu pasti kepedesan " ucap Niko pada Marni
" iya " ucapnya ketus
" kamu pesan aja yang baru " ucap Ehan Sambil terseyum
" Terus yang ini gimana " ucap Marni sambil tersenyum
" Biar Niko yang habiskan " ucapnya dengan terseyum jahat
" Loh ko aku bos " protes Niko
" Katanya suka tapi ko nolak itu bekas Marni loh " goda Ehan
" Em.. tapi bos " ucapnya protes kembali
" Ayo makan " titahnya
Merekapun kembali menyantap makananya, sedangkan Niko terlihat menghabiskan dua mangkuk, namun yang satu lagi membuatnya mules-mules
waktu sudah menunjukan jam delapan malam, merekapun memutuskan untuk segera pulang karena dirasa sudah malam dan kasihan jika Rena dan Marni harus pulang malam.
.
.
.
.
.
Bersambung....
So... Ikuti terus kisahnya...
Aku up nya pagi dan sore ya guys...
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan Dukung Aku dengan cara
Like....Komen..... dan Vote ......
Jangan bosen-bosen ya .....
__ADS_1
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua....
Karena Doa yang baik akan kembali kepada orang memberi Doa.... 😁😁😁