Kisah Cinta Anak Kembar CEO

Kisah Cinta Anak Kembar CEO
Episode 172


__ADS_3

Sisil dan Leo segera menuju kamar hotel iya khawatir jika Ehan masih tidur disana


Ceklek,,


Sisil dan Leo segera menuju kamar Ehan dan ternyata benar Ehan disana masih tidur


" Astaga Ehan.. ini jam berapa kenapa kamu masih tidur " ucap Sisil kesal


" Ehan bangun " ucap Sisil


" Lima menit lagi Bunda.. Ehan masih ngantuk " ucapnya


" Apa perlu ayah bawakan air seember " ucap Leo


" Ayah jahat.. Ehan semalem ga bisa bobo.. soalnya Ehan degdegan terus " ucapnya sambil menutup matanya


" Kamu ya... cepat mandi atau bunda mandikan " ucap Sang Sisil


" Sayang... Ehan udah gede... biar mandi sendiri " ucap Leo


" Tapi mas.. disaat yang lain sedang menunggu dia, dia malah asik-asikkan tidur.. " ucapnya Sisil


" Ehan cepat bangun atau ayah bawa kamu ke pelaminan sekarang " ancam Leo


" Mas masa bawa Ehan dengan keadaan seperti ini " ucap Sisil heran


" biarin, biar Rena ga mau nikah sama Ehan dengan keadaan begini " ucapnya Leo


" Ayah.. ngomongnya jahat amat " ucap Ehan


" Makanya kamu bangun " ucap Leo


" Iya iya Ehan bangun " ucapnya bangun dan melangkah ke kamar mandi


" Kalau dalam waktu sepuluh menit kamu belum selesai mandi makan pernikahanmu ayah batalkan " ancam Leo


" Iya ayah iya.. " ucap Ehan kesal


Lima menit kemudian Ehan sudah mandi dilihatnya ayah dan bundanya sedang menunggu Ehan dikamar Ehan.


" Loh ayah dan bunda ko diam disini " ucap Ehan heran


" Cepat pakai baju ini " ucap Sisil


" Iya bunda, bunda tunggu saja diluar " ucap Ehan


" Ayo kita keluar " ucap Leo


" Baiklah.. bunda akan tunggu diluar.. ingat awas kalau kamu tidur lagi " ucapnya Sang Bunda


" Iya bundaku sayang " ucap Ehan


Sisil dan Leo pun menunggu Ehan didepan pintu kamarnya dengan wajah panik dan khawatir, sedangkan Ehan iya segera memakai bajunya


" Ayah dan bunda kenapa sih kan acaranya setengah jam lagi " ucap Ehan sendiri lalu iya segera membuka pintu kamarnya karena iya sudah memakai jas pernikahan yang senada dengan Rena


" Bunda.. lihat Ehan sudah ganteng maksimal " ucapnya

__ADS_1


" Jangan kebanyakan bercanda ayo kita masuk ke gedung tempat acaranya sebentar lagi akan dimulai " ucap Sisil Menggandeng tangan Ehan


" Ayo mas kita " ajak Sisil


Mereka bertiga pun segera pergi dari kamar itu dan menuju gedung dimana sebentar lagi iya akan mengucapkan ijab qobul dan resmi menjadi suaminya Rena


" Kamu yang nikah kita yang repot " ucap Sisil Kesal


" Ish Bunda " ucap Sisil


" Hai Ehan.. gimana mimpinya indah " goda Satria


" Ish.. calon adik ipar bisa-bisa bilang begitu didepan bunda " batin Ehan


" Iya mimpi bulan madu sama Rena.. kamu puas " ucap Ehan


" Kamu ya nikah belum udah pikirannya bulan madu " ucap Farel


" Sirik aja " ucap Ehan


" Ehan kamu keruangan itu dulu penampilan mu harus terlihat rapi... " Ucapnya Sang bunda masih kesal


" Iya bunda.. " ucap Ehan langsung pergi keruangan dan dirias oleh perias.


Setalah Ehan selesai dirias barulah mereka duduk di kursi yang sudah disediakan untuk melangsungkan ijab Qabul.


Ijab Qobul dilakukan bergantian dimulai dari Farel, Ehan kemudian Satria. ketiganya merasakan degdegan.


Semua wali nikah dan saksi di duduk bangku yang sudah disediakan disana kecuali wali Mey-mey, Meskipun Mey-mey merasa sedih karena disini lain Sang ayah meninggal namun iya tetap menunjukan wajah yang tegar dan sudah tidak menangis.


" Aku degdegan banget " bisik Ehan


" Apa kalian siap " ucap sang penghulu


" Siap pa " ucap mereka


" Bismillahirrahmanirrahim saudara Farel yang mana " Tanya sang penghulu


" Saya pa " jawabnya


" Jabat tangan Pa wali nikah dan ikuti ucapan ijab qobul nya dengan lantang dan dalam satu hentakan suara " ucap Sang penghulu


" Baik " ucap Satria dan Ehan


Lalu Wali nikah dan Farel saling berjabat tangan Pak Penghulu mulai menuntun wali nikah dan Farel mulai mengucapkan kata-kata Sakralnya.


" Saya nikahkan Engkau dengan Melinda Juwita binti Edi Suroso dengan mas kawin perhiasan berlian satu set dan satu buah Rumah dibayar Tunai " ucap Wali nikah


" Saya terima Nikah dan kawinnya Melinda Juwita binti Edi Suroso dengan mas kawin perhiasan berlian satu set dan satu buah Rumah dibayar Tunai " ucap Farel dengan lantang


" Bagaimana para saksi " ucap sang penghulu


" Syah " ucap semua orang yang ada disana


" Alhamdulillah " ucap Mereka


" Aku janji akan menjagamu dan mencintai mu sampai akhir hayatku " batin Farel

__ADS_1


" Tuhan Terima kasih sudah mengirimkan Farel untukku, ayah aku sudah bahagia sekarang " batin Mey-mey


" Alhamdulillah akhirnya kamu menemukan kebahagiaan mu kembali nak " batin Bu Ida sambil meneteskan air matanya


" Farel semoga kamu dan Mey-mey bahagia selalu.. doa bunda selalu mengiringi setiap langkahmu " batin Sisil menangis


Semua orang yang disana mengucapkan Sah, langsung berdoa dipimpin oleh sang penghulu.


Setelah selesai ijab qobul Farel Kini tinggal Ehan yang akan mengucapkan ijab qobul, wajahnya tampak pucat dan tegang.


" Saudara Ehan sudah siap " ucap Pa penghulu


" Sudah siap lahir batin pa " celetuk Ehan


" Mari kita Mulai, jabat tangan Pa Ismail " ucap Sang penghulu


Ehan dan pa Edi mulai berjabat tangan Pak Penghulu mulai menuntun Mereka untuk memulai mengucapkan kata-kata Sakralnya.


" Saya nikahkan Engkau Saudara Farhan Leosil Putra Wiratmaja dengan Rena Wulandari binti Muhammad Ismail dengan mas kawin perhiasan berlian satu set dan satu buah Rumah dibayar Tunai " ucap Pa ismail


" Saya terima Nikah dan kawinnya Rena Wulandari binti Muhammad Ismail dengan mas kawin perhiasan berlian satu set dan satu buah Rumah dibayar Tunai " ucap Ehan dengan lantang dan cepat


" Bagaimana para saksi " ucap sang penghulu


" Syah " ucap semua orang yang ada disana


" Alhamdulillah " ucap Mereka


Sang penghulu pun langsung memimpin Doan untuk Ehan dan Rena, Sekarang Ehan lega karena impiannya sudah tercapai menikah dengan bidadari surganya


" Terima kasih Tuhan.. sudah mempertemukan ku dengan bidadari surgaku.. " batin Ehan


" Ehan semoga setelah menikah kamu berubah sifat jahilmu " batin Sisil


" Terima kasih Tuhan, Akhirnya Ehan berubah dari dulu yang membenci aku sekarang iya mencintai aku " batin Rena


" Sekarang kamu sudah ada yang menjaga dan bertanggung jawab sepenuhnya padamu.. semoga kamu bahagia dan jangan tiru sifat ibumu " batin Pa Ismail sambil meneteskan air matanya


" Meskipun kamu bukan akan kandungku tapi aku sangat menyayangimu Rena... Umi selalu berharap kamu bahagia selalu " ucap batin Bu Rahmi


.


.


.


.


Bersambung....


Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......


Biar saya lebih semangat nulisnya..


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......


So... Ikuti terus kisahnya...

__ADS_1


Jangan bosen-bosen ya .....


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz


__ADS_2