Kisah Cinta Anak Kembar CEO

Kisah Cinta Anak Kembar CEO
Episode 134


__ADS_3

Ehan sudah sampai dikontrakkan nya dengan berwajah capek dan lelah, ketika iya membuka pintu, iya melihat Lala dan Niko sedang menunggunya disana


" Ehan aku mau bicara sama kamu.. " ucap Lala dengan wajah kesal


" Ada apa... " ucap Ehan


" Kamu kenapa ga ngundang aku di acara lamaran mu " ucap Lala


" Oh itu, aku hanya pertemuan keluarga saja " ucap Ehan dengan santai dan pergi kekamar nya


" Ehan dengarkan aku dahulu " ucap Lala menghampiri Ehan namun Ehan sudah masuk kamar dan menguncinya


" Ehan... buka pintunya tok.. tok .. tok.. " ucap Lala mengetuk pintu kamar Ehan


" Sudah lah " ucap Niko mencoba menenangkan Lala


" Tapi Nik, " ucap Lala dengan kesal


" Nanti kita bicarakan lagi, kasian mungkin bos Ehan cape " ucap Niko


Akhirnya Lala pergi kekamar nya dengan perasaan kesal dan marah, sedangkan Ehan iya sudah terlelap dikasurnya karena kecapean.


.


...****************...


.


Sementara dihotel, Leo Sisil dan Ina sudah siap-siap segera pulang ke Jakarta. Mereka sengaja mengambil perjalanan malam hari agar sampai di Jakarta menjelang subuh ataupun tengah malam


" Sayang semuanya sudah siap " ucap Leo pada Sisil


" Sudah mas.. " Ucap Sisil


" Kamu sudah minum obatnya " ucap Leo perhatian


" Sudah mas, Mas.. aku mau kamu jujur sama aku " ucap Sisil


" Jujur apa sayang " ucap Leo


" Kamu sebenarnya mengajukan persyaratan apa pada Satria " tanya Sisil


" Aku hanya ingin melihat kesungguhan Satria untuk mendapatkan ina " ucapnya Leo sambil memeluk Sisil


" Mas meragukan cintanya satria " tanya Sisil kembali


" Bukan begitu sayang.. mas hanya ingin yang terbaik untuk Ina " ucap Leo


" Kalau sekarang bagaimana menurut Mas.. apa satria sudah terlihat sungguh-sungguh Dimata mas " ucapnya Sisil


" Iya sayang nanti mas akan bicara sama satria " ucap Leo


" Mas yakin.. nanti mas meragukan satria lagi " tanya Sisil

__ADS_1


" Mas sekarang sudah yakin dengan satria.. kamu tenang saja ya Sayang " ucap Leo


" Syukurlah aku lega mendengarnya " ucap Sisil sambil tersenyum


Tok... Tok... Tok...


" Mas, itu sepertinya ina " ucap Sisil


" Kamu buka saja ya, biar mas yang membawa kopernya " ucap Leo


" Iya sayang " ucap Sisil melangkah pergi membukakan pintu


Handphone Leo tiba-tiba berbunyi dan iya segera mengangkatnya dengan perasaan was-was takut ada yang mendengarkan


Kring... Kring...


" Halo " ucap Leo


" Tuan... Saya sudah kirimkan semua informasi yang Tuan minta ke email anda " ucap seseorang


" Baik, terimakasih.. nanti bayaran kamu akan saya transfer " ucap Leo


" Terima kasih Tuan "


" Sama-sama " ucap Leo dengan buru-buru mematikan teleponnya


Sementara Ina dengan membawa kopernya masuk kedalam bersama Sisil


" Kamu sudah siap nak " tanya Leo


" Sudah ayah " ucap Ina sambil tersenyum


" Yasudah sini koper kamu biar ayah yang bawakan " ucap Leo


" Tidak usah ayah kasian ayah nanti kerepotan " ucap Ina


" Tidak apa-apa hanya sampai depan pintu kamar karena nanti akan ada pelayan yang membawanya " ucap Leo dengan cuek


" Yah kirain ayah bawa sendiri " ucap Ina dengan wajah kesal


" Sudah jangan ngambek, yu kita berangkat sekarang biar tengah malam cepat sampai " ucap Sisil


" Baiklah Bunda " ucap Ina


Kini mereka segera menaiki mobilnya dan seorang supir mengendarai kendaraannya dengan kecepatan sedang.


Ina tertidur didalam mobil sementara Sisil bersandar pada Leo sambil berbincang-bincang.


" Mas aku kangen Farel " ucap Sisil


" Sama aku juga " ucap Leo


" Kita ke Surabaya menyusul Farel " ajak Sisil pada Leo dengan bersemangat

__ADS_1


" Kamu masih sakit.. biar aku saja yang kesana " ucap Leo


" Tapi mas... " protes Sisil


" Aku hanya tidak mau kamu sakit lagi... kamu sakit membuatku sangat panik " ucap Leo dengan tersenyum


" Iya mas.. maafkan Aku tadi membuatmu panik dan khawatir " ucap Sisil


" Tidak apa-apa sayang " ucap Leo


" Mas kapan mau ke Surabaya menyusul Farel " tanya Sisil


" Secepatnya " ucap Leo


" Mas harus bertemu dengan wanita pilihan Farel dan perlihatkan Fotonya padaku, agar aku tahu, tapi ingat jangan membuat gadis itu kabur karena sikapmu " ucap Sisil


" Iya sayang.. aku tidak akan macam-macam " ucap Leo


" Mas janji ucap Sisil sambil tersenyum


" Iya sayang... kamu tenang saja " ucap Leo


" Tidak terasa ya mas.. sebentar lagi anak-anak kita akan menikah... dan kita akan menimang cucu " ucap Sisil


" Kalau kita menimang anak bagaimana " goda Leo


" Mas yakin mau aku hamil lagi... Kata mas.. mas ga tega lihat aku melahirkan " ucap Sisil


" Iya sih sayang.. rasanya campur aduk " ucap Leo sambil tertawa


Leo dan Sisil saling berpelukan dan mengakhiri pembicaraan nya. Sisil langsung tertidur pulas diperlukan sang suami.


.


.


.


Bersambung....


Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......


Biar saya lebih semangat nulisnya..


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......


So... Ikuti terus kisahnya...


Jangan bosen-bosen ya .....


Marhaban ya Ramadhan


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... dan selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan, jangan lupa jaga kesehatan ya guyz

__ADS_1


__ADS_2