
Ehan sudah sampai dikontrakkan nya dengan berwajah capek dan lelah, ketika iya membuka pintu, iya melihat Lala dan Niko sedang menunggunya disana
" Ehan aku mau bicara sama kamu.. " ucap Lala dengan wajah kesal
" Ada apa... " ucap Ehan
" Kamu kenapa ga ngundang aku di acara lamaran mu " ucap Lala
" Oh itu, aku hanya pertemuan keluarga saja " ucap Ehan dengan santai dan pergi kekamar nya
" Ehan dengarkan aku dahulu " ucap Lala menghampiri Ehan namun Ehan sudah masuk kamar dan menguncinya
" Ehan... buka pintunya tok.. tok .. tok.. " ucap Lala mengetuk pintu kamar Ehan
" Sudah lah " ucap Niko mencoba menenangkan Lala
" Tapi Nik, " ucap Lala dengan kesal
" Nanti kita bicarakan lagi, kasian mungkin bos Ehan cape " ucap Niko
Akhirnya Lala pergi kekamar nya dengan perasaan kesal dan marah, sedangkan Ehan iya sudah terlelap dikasurnya karena kecapean.
.
...****************...
.
Sementara dihotel, Leo Sisil dan Ina sudah siap-siap segera pulang ke Jakarta. Mereka sengaja mengambil perjalanan malam hari agar sampai di Jakarta menjelang subuh ataupun tengah malam
" Sayang semuanya sudah siap " ucap Leo pada Sisil
" Sudah mas.. " Ucap Sisil
" Kamu sudah minum obatnya " ucap Leo perhatian
" Sudah mas, Mas.. aku mau kamu jujur sama aku " ucap Sisil
" Jujur apa sayang " ucap Leo
" Kamu sebenarnya mengajukan persyaratan apa pada Satria " tanya Sisil
" Aku hanya ingin melihat kesungguhan Satria untuk mendapatkan ina " ucapnya Leo sambil memeluk Sisil
" Mas meragukan cintanya satria " tanya Sisil kembali
" Bukan begitu sayang.. mas hanya ingin yang terbaik untuk Ina " ucap Leo
" Kalau sekarang bagaimana menurut Mas.. apa satria sudah terlihat sungguh-sungguh Dimata mas " ucapnya Sisil
" Iya sayang nanti mas akan bicara sama satria " ucap Leo
" Mas yakin.. nanti mas meragukan satria lagi " tanya Sisil
__ADS_1
" Mas sekarang sudah yakin dengan satria.. kamu tenang saja ya Sayang " ucap Leo
" Syukurlah aku lega mendengarnya " ucap Sisil sambil tersenyum
Tok... Tok... Tok...
" Mas, itu sepertinya ina " ucap Sisil
" Kamu buka saja ya, biar mas yang membawa kopernya " ucap Leo
" Iya sayang " ucap Sisil melangkah pergi membukakan pintu
Handphone Leo tiba-tiba berbunyi dan iya segera mengangkatnya dengan perasaan was-was takut ada yang mendengarkan
Kring... Kring...
" Halo " ucap Leo
" Tuan... Saya sudah kirimkan semua informasi yang Tuan minta ke email anda " ucap seseorang
" Baik, terimakasih.. nanti bayaran kamu akan saya transfer " ucap Leo
" Terima kasih Tuan "
" Sama-sama " ucap Leo dengan buru-buru mematikan teleponnya
Sementara Ina dengan membawa kopernya masuk kedalam bersama Sisil
" Kamu sudah siap nak " tanya Leo
" Sudah ayah " ucap Ina sambil tersenyum
" Yasudah sini koper kamu biar ayah yang bawakan " ucap Leo
" Tidak usah ayah kasian ayah nanti kerepotan " ucap Ina
" Tidak apa-apa hanya sampai depan pintu kamar karena nanti akan ada pelayan yang membawanya " ucap Leo dengan cuek
" Yah kirain ayah bawa sendiri " ucap Ina dengan wajah kesal
" Sudah jangan ngambek, yu kita berangkat sekarang biar tengah malam cepat sampai " ucap Sisil
" Baiklah Bunda " ucap Ina
Kini mereka segera menaiki mobilnya dan seorang supir mengendarai kendaraannya dengan kecepatan sedang.
Ina tertidur didalam mobil sementara Sisil bersandar pada Leo sambil berbincang-bincang.
" Mas aku kangen Farel " ucap Sisil
" Sama aku juga " ucap Leo
" Kita ke Surabaya menyusul Farel " ajak Sisil pada Leo dengan bersemangat
__ADS_1
" Kamu masih sakit.. biar aku saja yang kesana " ucap Leo
" Tapi mas... " protes Sisil
" Aku hanya tidak mau kamu sakit lagi... kamu sakit membuatku sangat panik " ucap Leo dengan tersenyum
" Iya mas.. maafkan Aku tadi membuatmu panik dan khawatir " ucap Sisil
" Tidak apa-apa sayang " ucap Leo
" Mas kapan mau ke Surabaya menyusul Farel " tanya Sisil
" Secepatnya " ucap Leo
" Mas harus bertemu dengan wanita pilihan Farel dan perlihatkan Fotonya padaku, agar aku tahu, tapi ingat jangan membuat gadis itu kabur karena sikapmu " ucap Sisil
" Iya sayang.. aku tidak akan macam-macam " ucap Leo
" Mas janji ucap Sisil sambil tersenyum
" Iya sayang... kamu tenang saja " ucap Leo
" Tidak terasa ya mas.. sebentar lagi anak-anak kita akan menikah... dan kita akan menimang cucu " ucap Sisil
" Kalau kita menimang anak bagaimana " goda Leo
" Mas yakin mau aku hamil lagi... Kata mas.. mas ga tega lihat aku melahirkan " ucap Sisil
" Iya sih sayang.. rasanya campur aduk " ucap Leo sambil tertawa
Leo dan Sisil saling berpelukan dan mengakhiri pembicaraan nya. Sisil langsung tertidur pulas diperlukan sang suami.
.
.
.
Bersambung....
Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......
Biar saya lebih semangat nulisnya..
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......
So... Ikuti terus kisahnya...
Jangan bosen-bosen ya .....
Marhaban ya Ramadhan
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... dan selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan, jangan lupa jaga kesehatan ya guyz
__ADS_1