
" Memangnya Om sebagai kurir apa dibayar begitu besar.. " tanya Niko
" Om itu kurir.... ini " ucapnya memberikan sesuatu pada Lala
" Kamu mau tau " ucap sang mandor
" Ya iya dong om " ucap Lala
" Ini Dia " ucap Sang mandor
" Om apa itu kaya bedak " ucap Niko pura-pura polos
" Kamu ga tau ini apa " tanyanya
" Memangnya apa Om " tanya Lala sama seperti Niko pura-pura polos dihadapan sang mandor
" Kamu pegang " ucap Sang mandor
" Ini apa Om, ko bedaknya ga ada wangi-wangian " ucap Lala sambil tersenyum jahat
" Coba aku cium juga " ucap Niko
" Kalian sudah ku jebak, dalam bungkus itu akan ada Sidik jari kalian, dana selamanya Kau akan menjadi Anak Buah ku " batin Pa Rijal
" Ini namanya Narkoba " ucap sang mandor sambil tersenyum jahat
" Apa " ucap Niko dan Lala pura-pura kaget
" Ko kalian kaget " ucapnya
" Kami belum pernah tau yang kaya begini " ucap Lala
" Baner banget Len aku jadi takut nanti ada polis " ucap Niko
" Ga akan ada polisi ko " ucap Sang mandor
" Om aku takut " ucap Lala
" Kamu tenang aja " ucap Sang mandor
" Oh ya Niki kamu mau ga kerja sama Om bayarannya gede, kerjanya ga cape " bujuk sang Om
" Maksud Om jadi kurir kaya Om gitu " ucap Niko heran
" Ga Sudi banget, gila ini Pa Rijal " batin Niko
" Niki ga mau ah, takut " ucapnya
" Ko ga mau sih " ucap Pa Rijal
" Niki takut " ucapnya
" Leni juga takut " ucap Lala
" Kalian ini payah " ucapnya
" Lala kamu hisap ini " ucapnya menyodorkan Narkoba pada Lala
" Lala ga mau Om " Ucapnya
" Om jangan om " ucap Niko
" Diam kamu " ucap Sang mandor kesal
" Kalau kalian ga mau mengisap barang ini, lihat saja saya akan laporkan pada polisi jika kalian pengedar narkoba " ancam sang mandor
" Jangan Om " ucap Lala
" Iya Om kami ga mau " ucap Niko
" Pokonya kalian hisap " bentak sang Mandor
" Ga mau " ucap Lala yang dipegangi mulutnya oleh sang mandor
" Jangan Om " ucap Niko mencoba mencegah sang mandor
" Diam kamu .. " ucap Sang mandor mendorong Niko
Sedangkan Lala iya segera membuang serbuk narkoba itu ke lantai dan langsung iya injak oleh sepatunya.
" Wanita sialan " bentak sang mandor marah
" Om jangan macam-macam " ucap Lala mulai takut
__ADS_1
" Ehan mana, aku takut " batin Lala
" Kamu tau ga ini harganya berapa.. kenapa main di buang-buang " ucap sang mandor dengan wajah marah
" Om jangan mendekat " ucap Niko menghadang Sang mandor
" Minggir kamu " ucapnya
" Ga boleh " ucap Niko
" Sana Minggir aku akan kasih pelajaran sama Si Leni ga tau diri ini " ucap sang mandor kesal
" Jangan Om.. jangan " ucap Niko
" Bos kemana sih situasinya lagi begini ko belum muncul " ucap Niko dalam hatinya
" Ehan aku takut " batin Lala
" Lihat saja Leni, akan ku buat Kau menyesal karena sudah berbuat sembarangan " Batin sang mandor
" Sini kamu Leni kamu ga bisa lari dariku " ucapnya dengan nada tinggi
.
...****************...
.
Sementara ditempat lain Ehan yang sedang melihat hal itu dan beberapa orang polisi segera bertindak.
" Apa semua ini sudah jadi bukti " ucap Ehan
" Sudah Ehan, kamu tenang saja ku pastikan Pa Rijal itu mendekam dipenjara dengan hukuman yang lama " ucapnya salah satu polisi
" Kamu memang temanku Reno " ucapnya tersenyum senang
" Kalau ada maunya muji-muju " ucap Reno
Sebenarnya Reno adalah Teman Ehan saat waktu sekolah menengah pertama, Reno adalah seorang polisi, Ehan baru mengetahui bahwa Reno bertugas dikota bandung ketika Ehan datang ke kantor polisi
Karena Ehan melihat ada Reno, rencana pun tersusun dengan rapi, dan Reno membantu Ehan dan mendukungnya
" Yasudah yuk kita bergerak " ucap Ehan sambil tertawa karena iya senang bisa menangkap sang mandor
" Baik Komandan " ucap mereka
" Jangan sampai kenapa-kenapa dengan teman-teman ku " ucap Ehan
" Siap kamu tenang saja disini..." ucapnya dengan enteng
" Jadi aku tidak bisa ikut kedalam " tanya Ehan
" Ga usah disini saja " jawabnya
" Yasudah hati-hati " ucap Ehan pada Reno
" Siap " jawabnya
Merekapun segera mendekati ruangan target dengan bersenjata lengkap mereka lebih dekat dengan ruangan itu
.
...****************...
.
" Sialan malah pingsan lagi " ucap Sang mandor
" Om.. Leni kenapa " ucap Niko khawatir
Tok... Tok... Tok...
" Siapa lagi " jawab sang mandor kesal
" Biar Aku yang buka pintunya Om " ucap Niko
" Jangan, biar Om saja " ucapnya
Ceklek,,
" Kalian siapa " ucap Sang mandor kaget ketika membuka pintu pistol semua mengarah padanya
" Angkat tanganmu " ucap Reno
__ADS_1
" Tapi Ada apa ini " ucap sang mandor tampak bingung
" Anda kami tahan, atas tuduhan kasus korupsi, sindikat pengedar obat-obatan terlarang, dan penganiyaan terhadap Leni dan Niki " ucapnya langsung memegang tangan Sang mandor dan memborgolnya
" Tapi.. tapi. ini tak benar. " ucapnya masih bingung dan melihat kearah Niko
" Rasakan " ucap Niko kesal
" Sialan kalian menjebakku " ucapnya marah
" Sekarang bawa dia kekantor " ucap Reno
" Baik Komandan " ucap mereka
" Awas kalian ya, lihat pembalasanku " ucapnya berteriak karena tak terima Ia dijebak
" Lepaskan aku " teriakan sang mandor menjauh dari tempat itu dan segera di bawa ke kantor polisi
" Kalian tidak apa-apa " ucap Reno
" Tidak Pa " ucap Niko
" Itu teman kamu kenapa " ucap Reno heran
" Ga tau sebentar saya bangunkan " ucapnya
" La.. bangun la.. sudah selesai sandiwaranya " ucap Niko
" Jangan-jangan temanmu pingsan beneran " ucap Reno
" Sepertinya iya pa " ucap Niko khawatir sungguhan
" Ayo kamu anggap dia dan bawa dia kerumah sakit terdekat " ucapnya
" Bapak saja yang bawa dia, saya mau laporan dulu sama Bos Ehan " ucap Niko
" Masa saya yang gendong dia " ucap Reno heran
" Ayolah pa, ga berat ko " ucap Niko membujuknya
" Baiklah kamu cepat menyusul ke rumah sakit D yang ga jauh dari sini " ucapnya
" Baik Pa " ucap Niko segera menjauh dari ruangan itu dan melapor pada Ehan.
Sementara Lala digendong Reno menuju mobilnya, dan iya segera membawanya kerumah sakit.
.
.
.
.
.
.
Bersambung....
Bagaimana .. Bagus ga rencana Ehan...
Kalian memang luar biasa Reader, Kalian bisa menebak apa yang dipikirkan oleh aku..
jangan-jangan kita sehati...
Maaf ya guys ga bisa banyak-banyak up soalnya ibuku kemarin melahirkan di Rs jadi aku harus bulak balik ke RS, tapi tenang saja nanti kalau mamah ku sudah balik dari RS aku akan banyak up..
Terima kasih semua
Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......
Biar saya lebih semangat nulisnya..
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......
So... Ikuti terus kisahnya...
Jangan bosen-bosen ya .....
Marhaban ya Ramadhan
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... dan selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan, jangan lupa jaga kesehatan ya guyz
__ADS_1