Kisah Cinta Anak Kembar CEO

Kisah Cinta Anak Kembar CEO
Episode 188


__ADS_3

Mey-mey sudah sampai duluan didalam ruang perawatan, sedangkan Farel dan Bu Ida berada dibelakang. Sang suster pun langsung pamit dari ruangan itu


" Sayang " ucap Farel menghampiri sang istri


" Tuan, Nona .. saya permisi " ucap salah satu suster


" Baik Sus, terima kasih " ucap Mey-mey sambil tersenyum


" Sama-sama Nona " ucapnya


Farel dan Bu Ida sekarang sudah berada disamping Mey-mey dengan senyum terukir di wajah masing-masing.


" Mas aku... " ucap Mey-mey Sambil menangis


" Sayang kenapa kamu menangis " tanya Farel segera menghapus air mata Mey-mey


" Aku bahagia Sayang akhirnya apa yang kita mau bisa tercapai " jawabnya masih meneteskan air mata


" Iya sayang, kamu jaga baik-baik Calon anak kita " ucap Farel sambil tersenyum


" Iya sayang, aku akan menjaganya dengan baik " ucap Mey-mey


" Melihat Kau bahagia seperti sekarang membuat ibu sangat senang.. ini yang ibu harapkan selama inj " batin Bu Ida melihat kemesraan anak dan menantunya


" Aku akan segera menelepon bunda dan ayah " ucap Farel dengan bersemangat


" Iya sayang telepon mereka, kita belum menelepon bunda dari seminggu yang lalu " ucap Mey-mey


" Iya sayang, tunggu sebentar " ucap Farel mengambil handphonenya disaku celananya. Lalu iya segera mencet nama Bunda yang terdapat dilayar handphonnya dan langsung meneleponnya


Tut... Tut... Tut...


" Halo Nak " ucap Sang bunda dengan suara seperti sudah menangis


" Halo bunda, bunda kenapa.. apa ada masalah kenapa suara bunda seperti sudah menangis " ucap Farel dengan wajah khawatir


" Iya sayang bunda barusan sedang menangis bahagia " ucapnya Sang bunda


" Menangis bahagia maksud bunda kenapa.. " tanya Farel


" Rena Hamil... " ucap Sisil


" Alhamdulillah, Rena sama seperti kamu sayang " ucap Farel pada Mey-mey


" Bang maksudmu Rena seperti Mey-mey apa bang bunda ga mengerti " ucapnya sang bunda heran


" Bunda,, aku sebenar lagi akan menjadi ayah " ucapnya Farel senang


" Kamu... maksudnya Mey-mey.. Mey-mey hamil " ucap Sang bunda memastikan


" Iya bunda aku hamil " ucapnya Mey-mey senang, yang kebetulan handphone Farel louadspeaker


" Alhamdulillah... hari ini bunda benar-benar senang " ucap Sang bunda dengan nada menangis


" Bunda jangan menangis.. " ucap Mey-mey


" Bunda nangis terharu dan bahagia sungguh bunda kan menjadi nene " ucap Sisil


" Bunda jaga kesehatan agar bunda nanti bisa main dengan cucu-cucu Bunda " ucapnya Farel

__ADS_1


" Iya sayang, bunda lagi dirumah sakit Rena pingsan dan keadaannya masih ditangani dokter " ucap Sang bunda


" Astaghfirullah, Mey-mey juga sedang dirumah sakit namun kondisinya hanya pemulihan saja karena semenjak tadi pagi mual-mualnya tidak berhenti " ucap Farel


" Bunda maunya Kesana, tapi bunda juga kasian sama Rena.. " ucap Sang bunda


" Bunda disana saja dulu sampai Rena sembuh, Mey-mey besok juga sudah pulang dari rumah sakit " ucap Farel


" Iya nak, tapi bunda janji jika Rena sudah pulih bunda akan Kesana cepeatnya " ucapnya


" Iya Bunda... " ucap Mey-mey


" Mey-mey jaga kondisi kesehatan kamu dan calon cucu bunda, kamu harus makan yang banyak dan ga boleh cape-cepe.. kalau ada apa-apa hubungi bunda " ucapnya mulai cerewet pada sang menantu


" Bunda tenang saja Farel akan menjaga Mey-mey dan menjadi suami siaga " ucap Farel sambil tersenyum pada sang istri


" Yasudah Mey-mey banyak-banyak istirahat ya, bunda akan selalu doain kamu dan semuanya sehat " ucap Sang bunda


" Iya bunda terima kasih " ucap Mey-mey meneteskan air mata terharu


" Nanti bunda hubungi lagi ya... " ucap Sang bunda pamit


" Iya bunda, bunda jaga kesehayan " ucap Farel memetikan telepon


Kini Farel berada disamping Mey-mey sedangkan Bu Ida menemani mereka. Apalagi Bu Ida sedang bersemangat karena sebentar lagi iya akan menjadi seorang Nene.


.


...****************...


.


" Ina kapan istriku sadar " ucap Ehan masih dengan wajah paniknya


" Sabar dong Ka, keadaan ka Rena kan sedikit lemah " ucap Ina sebagai dokter yang menangani sang Kaka ipar


" Farel kamu sabar sedikit kenapa " ucap Leo merasa kesal dengan sikap Ehan yang berubah menjadi panikan


" Tapi lama sekali sadarnya " ucap Ehan


" Mungkin sebentar lagi " ucap Ina


Tiba-tiba tangan Rena mulai bergerak perlahan dan mata Rena pun mulai membuka matanya sedikit-sedikit, ada rasa pusing yang teramat yang Rena rasakan saat ini.


" Aw " ucap Rena merasakan kesakitan


" Sayang " ucap Ehan menghampiri sang istri


" Aku dimana " tanya Rena sambil memegang kepalanya


" Kamu dirumah sakit, tadi kamu pingsan dikamar mandi, aku segera membawamu kesini.. apa yang kamu rasakan.. apanya yang sakit " ucap Ehan mulai bawel


" Ka Ehan, kalau bertanya satu-satunya kasian Ka Rena " ucap Ina kesal dengan tingkah Ehan


" Khawatir juga ga kaya begitu... " cibir ina


" Ko malah Ribut.. kasian Rena tambah pusing dia " ucap Leo menyudahi pertengkaran antara Ehan dan dan Ina


" Biar aku yang bertanya aku kan dokter " ucap Ina membuat Ehan kesal

__ADS_1


" ish sombong sekali " ucap Ehan kesal


" Ka Rena apa yang Kaka rasakan sekarang, apa masih pusing " tanya Ina


" Iya kepalaku terasa sangat pusing " ucap Ina


" Sebelah mana yang pusing biar aku pijat " ucap Ehan membuat Ina menggeleng-gelengkan kepalanya heran dengan sikap kakaknya


" Yang ini sayang " tanya Ehan memegang kepala Rena


" Iya sayang " ucap Rena


" Memang ka Ehan dan ka Rena lebay sekali.. Ka Ehan takut sekali pada Ka Rena.. yang penting ka mereka saling menyayangi dan mencintai " ucap Ina dalam hatinya


" Ka Rena... selamat ya.. Kaka hamil " ucap Ina membuat Rena kaget


" Sayang sebentar lagi aku akan menjadi ayah dan kamu akan menjadi ibu " ucap Ehan


" Yang benar Sayang " ucap Rena merasa tak percaya dan duduk diranjangnya


" Iya sayang... " ucap Ehan memeluk Rena


" Kita akan menjadi orang tua " ucap Rena


" Terima kasih sayang sudah mau jadi ibu dari anak-anakku, aku akan berjanji melindungi mu dan anak kita " ucap Ehan


" Ka Ehan tidak tahu saja kalau wanita hamil mengidam itu kaya jaksa hakim yang permintaannya mau tidak mau suka tidak suka harus dituruti.. " batin Ina


Ceklek,,


Sisil datang kekamar perawatan Rena setelah mendapat telepon dari Farel, iya segera menghampiri Rena dan menanyakan keadaannya dengan wajah yang sangat bahagia


.


.


.


.


.


.


Bersambung....


Untuk Ina aku tahan dulu ya...


Tapi cepat atau lambat dia juga akan hamil


Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......


Biar saya lebih semangat nulisnya..


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......


So... Ikuti terus kisahnya...


Jangan bosen-bosen ya .....

__ADS_1


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz


__ADS_2