
Mey-mey sudah sampai duluan didalam ruang perawatan, sedangkan Farel dan Bu Ida berada dibelakang. Sang suster pun langsung pamit dari ruangan itu
" Sayang " ucap Farel menghampiri sang istri
" Tuan, Nona .. saya permisi " ucap salah satu suster
" Baik Sus, terima kasih " ucap Mey-mey sambil tersenyum
" Sama-sama Nona " ucapnya
Farel dan Bu Ida sekarang sudah berada disamping Mey-mey dengan senyum terukir di wajah masing-masing.
" Mas aku... " ucap Mey-mey Sambil menangis
" Sayang kenapa kamu menangis " tanya Farel segera menghapus air mata Mey-mey
" Aku bahagia Sayang akhirnya apa yang kita mau bisa tercapai " jawabnya masih meneteskan air mata
" Iya sayang, kamu jaga baik-baik Calon anak kita " ucap Farel sambil tersenyum
" Iya sayang, aku akan menjaganya dengan baik " ucap Mey-mey
" Melihat Kau bahagia seperti sekarang membuat ibu sangat senang.. ini yang ibu harapkan selama inj " batin Bu Ida melihat kemesraan anak dan menantunya
" Aku akan segera menelepon bunda dan ayah " ucap Farel dengan bersemangat
" Iya sayang telepon mereka, kita belum menelepon bunda dari seminggu yang lalu " ucap Mey-mey
" Iya sayang, tunggu sebentar " ucap Farel mengambil handphonenya disaku celananya. Lalu iya segera mencet nama Bunda yang terdapat dilayar handphonnya dan langsung meneleponnya
Tut... Tut... Tut...
" Halo Nak " ucap Sang bunda dengan suara seperti sudah menangis
" Halo bunda, bunda kenapa.. apa ada masalah kenapa suara bunda seperti sudah menangis " ucap Farel dengan wajah khawatir
" Iya sayang bunda barusan sedang menangis bahagia " ucapnya Sang bunda
" Menangis bahagia maksud bunda kenapa.. " tanya Farel
" Rena Hamil... " ucap Sisil
" Alhamdulillah, Rena sama seperti kamu sayang " ucap Farel pada Mey-mey
" Bang maksudmu Rena seperti Mey-mey apa bang bunda ga mengerti " ucapnya sang bunda heran
" Bunda,, aku sebenar lagi akan menjadi ayah " ucapnya Farel senang
" Kamu... maksudnya Mey-mey.. Mey-mey hamil " ucap Sang bunda memastikan
" Iya bunda aku hamil " ucapnya Mey-mey senang, yang kebetulan handphone Farel louadspeaker
" Alhamdulillah... hari ini bunda benar-benar senang " ucap Sang bunda dengan nada menangis
" Bunda jangan menangis.. " ucap Mey-mey
" Bunda nangis terharu dan bahagia sungguh bunda kan menjadi nene " ucap Sisil
" Bunda jaga kesehatan agar bunda nanti bisa main dengan cucu-cucu Bunda " ucapnya Farel
__ADS_1
" Iya sayang, bunda lagi dirumah sakit Rena pingsan dan keadaannya masih ditangani dokter " ucap Sang bunda
" Astaghfirullah, Mey-mey juga sedang dirumah sakit namun kondisinya hanya pemulihan saja karena semenjak tadi pagi mual-mualnya tidak berhenti " ucap Farel
" Bunda maunya Kesana, tapi bunda juga kasian sama Rena.. " ucap Sang bunda
" Bunda disana saja dulu sampai Rena sembuh, Mey-mey besok juga sudah pulang dari rumah sakit " ucap Farel
" Iya nak, tapi bunda janji jika Rena sudah pulih bunda akan Kesana cepeatnya " ucapnya
" Iya Bunda... " ucap Mey-mey
" Mey-mey jaga kondisi kesehatan kamu dan calon cucu bunda, kamu harus makan yang banyak dan ga boleh cape-cepe.. kalau ada apa-apa hubungi bunda " ucapnya mulai cerewet pada sang menantu
" Bunda tenang saja Farel akan menjaga Mey-mey dan menjadi suami siaga " ucap Farel sambil tersenyum pada sang istri
" Yasudah Mey-mey banyak-banyak istirahat ya, bunda akan selalu doain kamu dan semuanya sehat " ucap Sang bunda
" Iya bunda terima kasih " ucap Mey-mey meneteskan air mata terharu
" Nanti bunda hubungi lagi ya... " ucap Sang bunda pamit
" Iya bunda, bunda jaga kesehayan " ucap Farel memetikan telepon
Kini Farel berada disamping Mey-mey sedangkan Bu Ida menemani mereka. Apalagi Bu Ida sedang bersemangat karena sebentar lagi iya akan menjadi seorang Nene.
.
...****************...
.
" Ina kapan istriku sadar " ucap Ehan masih dengan wajah paniknya
" Sabar dong Ka, keadaan ka Rena kan sedikit lemah " ucap Ina sebagai dokter yang menangani sang Kaka ipar
" Farel kamu sabar sedikit kenapa " ucap Leo merasa kesal dengan sikap Ehan yang berubah menjadi panikan
" Tapi lama sekali sadarnya " ucap Ehan
" Mungkin sebentar lagi " ucap Ina
Tiba-tiba tangan Rena mulai bergerak perlahan dan mata Rena pun mulai membuka matanya sedikit-sedikit, ada rasa pusing yang teramat yang Rena rasakan saat ini.
" Aw " ucap Rena merasakan kesakitan
" Sayang " ucap Ehan menghampiri sang istri
" Aku dimana " tanya Rena sambil memegang kepalanya
" Kamu dirumah sakit, tadi kamu pingsan dikamar mandi, aku segera membawamu kesini.. apa yang kamu rasakan.. apanya yang sakit " ucap Ehan mulai bawel
" Ka Ehan, kalau bertanya satu-satunya kasian Ka Rena " ucap Ina kesal dengan tingkah Ehan
" Khawatir juga ga kaya begitu... " cibir ina
" Ko malah Ribut.. kasian Rena tambah pusing dia " ucap Leo menyudahi pertengkaran antara Ehan dan dan Ina
" Biar aku yang bertanya aku kan dokter " ucap Ina membuat Ehan kesal
__ADS_1
" ish sombong sekali " ucap Ehan kesal
" Ka Rena apa yang Kaka rasakan sekarang, apa masih pusing " tanya Ina
" Iya kepalaku terasa sangat pusing " ucap Ina
" Sebelah mana yang pusing biar aku pijat " ucap Ehan membuat Ina menggeleng-gelengkan kepalanya heran dengan sikap kakaknya
" Yang ini sayang " tanya Ehan memegang kepala Rena
" Iya sayang " ucap Rena
" Memang ka Ehan dan ka Rena lebay sekali.. Ka Ehan takut sekali pada Ka Rena.. yang penting ka mereka saling menyayangi dan mencintai " ucap Ina dalam hatinya
" Ka Rena... selamat ya.. Kaka hamil " ucap Ina membuat Rena kaget
" Sayang sebentar lagi aku akan menjadi ayah dan kamu akan menjadi ibu " ucap Ehan
" Yang benar Sayang " ucap Rena merasa tak percaya dan duduk diranjangnya
" Iya sayang... " ucap Ehan memeluk Rena
" Kita akan menjadi orang tua " ucap Rena
" Terima kasih sayang sudah mau jadi ibu dari anak-anakku, aku akan berjanji melindungi mu dan anak kita " ucap Ehan
" Ka Ehan tidak tahu saja kalau wanita hamil mengidam itu kaya jaksa hakim yang permintaannya mau tidak mau suka tidak suka harus dituruti.. " batin Ina
Ceklek,,
Sisil datang kekamar perawatan Rena setelah mendapat telepon dari Farel, iya segera menghampiri Rena dan menanyakan keadaannya dengan wajah yang sangat bahagia
.
.
.
.
.
.
Bersambung....
Untuk Ina aku tahan dulu ya...
Tapi cepat atau lambat dia juga akan hamil
Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......
Biar saya lebih semangat nulisnya..
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......
So... Ikuti terus kisahnya...
Jangan bosen-bosen ya .....
__ADS_1
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz