
Ehan, Ina, satria dan Niko segera pulang, mereka berpesan pada Marni jika hari ini akan diadakan buka bersama menjelang perpisahan Ina dan Satria nanti malam.
Marni diundang buka bersama bersama Rena, meskipun Marni sedikit kecewa karena Rena pun di undang namun iya tak bisa menolak.
Kini Mereka sudah sampai kontrakan, Niko segera mandi dan membersihkan tubuhnya, setalah selesai barulah iya pergi mencari makanan untuk buka bersama itu.
Sedangkan Ina kini sedang membereskan semua baju-baju kedalam koper, meskipun iya berat melepaskan sang kakak namun iya juga tak bisa meninggalkan pekerjaan.
Beda halnya dengan Satria sekarang iya sedang membersihkan meja, lantai, bahkan meyiapkan mangkuk dan piring-piring agar nabati sang kekasih tidak repot setelah selesai barulah iya pergi mandi dan bersiap-siap.
Kalau mereka sedang sibuk beda dengan yabg dilakukan Ehan, setelah selesai mandi iya malah tidur diranjangnya Karena kecapean.
Satu jam kemudian Niko datang dengan membawa banyak kresek berisi makanan didalamnya.
" Woy bantuin gue " teriakan Niko pas masuk kedalam rumah
" Sini gue bantuin " ucap Satria berlari menghampiri Niko
Merekapun segera menaruh makanan itu disusun dalam piring, terdapat berbagai makanan yang dibeli Niko
" Astaga banyak sekali " ucap Ina
" Aku mah ikut si bos aja yang perintahkan untuk beli ini semua " ucap Niko sambil tersenyum
" Memangnya ini bakal habis " ucap Ina
" Kamu saja yang habiskan kalau perlu bawa ke makananya ke Jakarta " ledek Niko
" Ogah nanti aku gendut " ucap Ina
" Ga papah Inaku sayang, meskipun kamu gendut aku tetap suka " rayu Satria
" Ish... dasar " ucapnya Ina kesal
Tiba-tiba ada seseorang mengetuk pintu kontrakan nya.
Tok... Tok... Tok... Tok...
" Assalamualaikum " ucap mereka dibalik pintu
" Waalaikumsalam " ucap mereka bertiga langsung menghampiri asal suara itu
" Eh Rena... Marni " ucap Ina senang
" Hai Ina " sapa mereka
" Ayo masuk " Ajak Ina pada mereka
Mereka masuk kedalam Kontrakan tersebut, lalu mereka dibawa keruang makan dan dipersilahkan duduk.
" Aku bawakan kolak untuk kalian " ucap Rena sambil tersenyum
" Ga usah Repot-repot harusnya, " ucap Ina sambil memberikan kresek berisi kolak itu
" Tidak apa-apa ko " ucapnya
" Ayo kalian silahkan duduk " ucap Ina dengan sopan
" Makasih " ucap mereka
" Ini sudah mau magrib tapi ko Saya tidak melihat Ehan " tanya Rena tidak sengaja
" Cie kangen ya sama Ehan " goda Niko
" Ada yang perhatiaan nih .. " ucapnya Ina senang
" Wah ada yang akan nyusul kita Inaku " ucapnya satria
" Kalian pacaran " tanya Rena
" Iya " ucap mereka dengan malu-malu
" Selamat ya " ucap Rena terseyum senang
" Oh iya sat aku juga ga lihat bos dari tadi " ucap Niko
" Iya sih aku juga belum lihat " jawab satria
" Lebih baik kalian kekamarnya dan pangil dia " ucap Ina dengan sinis
" Siap " ucapnya Mereka segera melangkah menuju kamar Niko
Tok... Tok... Tok... Tok...
" Bos " ucap Niko
" Ga ada jawaban " ucap Satria
__ADS_1
" Aku coba sekali lagi " ucap Niko
" Iya "
Tok... Tok... Tok... Tok...
" Bos " ucap Niko
" Ehan " pangil Satria
" Ko ga ada jawaban kita ketuk lagi " ucap Mereka
Tok... Tok... Tok... Tok...
" Bos " ucap Niko
" Ehan " pangil Satria
Tok... Tok... Tok... Tok...
" Bos " ucap Niko
" Ehan " pangil Satria
" Ayo kita dobrak " ucap Niko
" Ok.. kita hidung bersama-sama setelah hitungan ketiga lalu kita dorong paksa pintunya " ucap Niko
" Aku setuju "
" Satu... Dua... ti.... "
Ceklek,,
Bruk,,
" AW " ucap Satria
" Ngapain kamu, sudah kaya banteng saja " ucap Ehan
" Aku kira pintunya dikunci " lirih satria
" Aku ketiduran " ucap Ehan
" Semua sudah pada nunggu, yuk kita Kesana " ajak Niko
" Ehan kenapa tumben dia ga menyapa aku " batin Rena
" Ada apa dengan si bos cuek banget " batin Niko
" Tidak seperti biasanya Ka Ehan cuek dan dingin pada Rena " batin Ina
" Ini ga salah, Ehan cuek banget sama Rena " Batin Satria
" Sikap Ehan berubah " batin Marni
Tak lama kemudian Adan pun berkumandang, tibalah bagi mereka untuk membatalkan puasanya. Dengan segera mereka mengambil gelas masing-masing. Ina pun meminta sang Kaka untuk memimpin Doa seperti biasanya.
" Ka Ehan " pangil ina
" Em... "
" Ini sudah Azan, Kaka yang pimpin doa ya " pinta Ina
" Iya " jawab singkatnya
Ehan mulai mengucapkan doanya dengan khusu dan fokus
" Allahumma lakasumtu wabika aamantu wa'alaa rizqika afthortu birohmatika yaa arhamar roohimiin." ucapnya
" Aamin " jawab mereka
Mereka pun segera meminum makananya dan memilih makanan sebagai keinginan mereka sebelum makan nasi, Niko tadi membelikan, SOP buah, cendol, es jeruk dan beberapa gorengan iya juga tak lupa membelikan kurma.
" Kamu ga salah beli makanan " ucapnya Ehan
" Tidak bos " ucapnya
" Yaudah habiskan, Saya mau solat dulu " ucapnya melangkah menuju kamarnya untuk menunaikan Solatnya
" Ada apa dengan Ka Ehan " tanya Ina dengan kesal
" Entahlah " ucap Satria
" Sudah jangan dipikirkan lebih baik kita makan gorengan ini enak loh " ucap Niko
" Solat dulu " ucap Ina
__ADS_1
" Yu kita solat dulu " ucap satria
" Gantian saja Ina, nanti kita pinjam mukenanya, iya kan Marni " ucap Rena
" Iya aku dulu ya " ucap Ina melangkah pergi menuju kamarnya
" Kamu kenapa Marni " tanya Niko
" Ga papah ko " ucapnya
Ina pun sudah datang, dan memberitahukan bahwa mukenanya ternyata ada dua jadi mereka bisa melaksanakan solat barenga
" Rena, Marni kalian bisa solat berjamaah ternyata mukena yang aku bawa ada dua " ucapnya Ina
" Iya " ucap Mereka segera menuju kamar Ina dan melaksanakan solat magrib ya.
sedangkan Ehan dan satria sudah selesai dengan solat mereka, mereka langsung duduk di kursi mereka dan giliran Niko yang solat sekarang.
Kini mereka sudah berkumpul bersama, dan hendak melakukan makan bersama, Ehan dan Rena tiba-tiba mau memegang centong nasi bersamaan namun yang terjadi malah tangan Rena dan Ehan saling bersentuhan malah berpegangan.
" Rena " tanya ehan
" Astaghfirullah " ucap Rena langsung pipinya merona
" Sejak kapan kamu disini " ucap Ehan terlihat senang
" Dari tadi kali ka, Kaka aja yang ga sadar " cibir Ina
" Maaf, aku tadi ga sadar " ucap Ehan dengan senyum malunya
" Emang bos tadi pingsan " ucap Niko dengan cengengesan
" Ish kau ini " ucap Ehan kesal
Merekapun bersiap-siap untuk memakan makananya, Tiba-tiba suara ketika pintu menghentikan mereka
Tok... Tok... Tok... Tok...
" Permisi " ucap seseorang dibalik pintu
" Ehan... Ehan... permisi "
" Ka ada suara yang mengetuk pintu " ucap Ina
" Oh iya " ucap Ehan
" Kira-kira siapa ka " ucapnya
" Ga tau " ucap Ehan
" Ayo kita lihat " ucap Nikk
" Tidak usah kalian makan saja, biar aku buka " ucap Ehan melangkah membukakan pintu.
Ceklek,,
.
.
.
.
.
Bersambung....
Ada yang tahu siapa yang datang..
Coba tebak
Hayo tim Satria Sama Ina mana suaranya...
sudah dipencet belum tombol Like....Komen..... dan Vote ......
Biar saya lebih semangat nulisnya..
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......
So... Ikuti terus kisahnya...
Jangan bosen-bosen ya .....
Marhaban ya Ramadhan
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... dan selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan, jangan lupa jaga kesehatan ya guyz
__ADS_1