Kisah Cinta Anak Kembar CEO

Kisah Cinta Anak Kembar CEO
Episode 206


__ADS_3

Satria, Ina dan para suster sedang bersiap-siap untuk melakukan operasinya, sedangkan Rena dan Ehan mulai tegang. Ehan memegangi tangan Rena dan mencoba memberi semangat.


" Sayang, kamu jangan tegang ya.. ada aku disini " ucap Ehan


" Iya sayang " ucap Rena sambil tersenyum


" Kamu harus kuat ya sayang " ucapnya Ehan mencium kening sang istri


" Iya sayang " ucapnya Rena sambil meneteskan air matanya


" Ina satria, tolong selamatkan Rena dan bayiku " ucap Ehan dengan wajah khawatir


" Kakak tenang saja, Kakak harus banyak-banyak berdoa " ucap Ina


" iya.. " ucap Ehan


" Baik kita mulai sekarang operasinya.. " ucapnya Ina


" Baik dok " ucap sang suster


Tiba-tiba perut Ina ikutan kontraksi, iya merasakan kesakitan diperutnya


" Aw " ucapnya Ina kesakitan


" Sayang kamu kenapa " tanya satria


" Perutku seperti mau melahirkan " ucap ina dengan wajah pucat


" Apa " ucap mereka


" Lalu Rena bagaimana " tanya Ehan


" AW... sakit " ucap Ina


" Suster coba baringkan istri saya diranjang itu " ucap Satria menunjuk ranjang yang tidak jauh dari ranjang Rena


" Baik Dok " ucap sang suster


" Dok terus bagaimana ini " ucap Suster yang lainnya


" Aku ga mau ya kamu lihat-lihat perut Istriku meskipun kamu dokter " ucap Ehan pada satria


" Lalu bagaimana.. sudah tidak ada waktu " ucap Satria dengan wajahnya mulai panik


" Aku ga mau tau, mau kamu bawakan lagi dokter wanita ga peduli yang penting aku ga mau kamu jadi dokter yang pegang-pegang Rena " ucap Ehan


" Tapi... " ucapnya satria


" AW... sakit " ucap Ina meringis kesakitan


" Aku tidak punya pilihan lain " batin Satria


" Suster tolong panggilkan dokter Dinda " ucapnya Satria


" Baik dok " ucapnya langsung pergi menemui dokter Dinda sesuai dengan apa yang diperintahkan dokter satria


" Aduh,, mules " ucap ina


" Kamu Sabar ya, kamu baru pembuka empat " ucap Satria


" Tapi mules sekali " ucap Ina


" Iya tahan ya sayang, aku mau operasi dulu Rena " ucap satria


Tak lama kemudian Dokter Dinda datang dan menghampiri satria.


Ceklek,,


" Selamat siang dokter Satria " ucap Dokter Dinda dengan senyum manisnya

__ADS_1


" Aku ga mau lahiran dibantu dia " ucap Ina kesal


" Oh dokter Ina mau lahiran " ucapnya


" Bantu saya untuk mengoperasi pasien ini " ucap satria


" Baiklah dokter satria " ucapnya


" Sayang, kamu ga boleh deket-deket sama dokter dinda " ucap Ina


" Kamu tenang saja sayang " ucapnya Satria


" Kalian ya, ingat Rena ini bagaimana malah sibuk cemburu sama hal yang ga penting " ucap Ehan marah


" Maf ka " ucap Ina


" Maf kakak ipar " ucap Satria


" Sekarang lakukan tugas kalian cepat " ucapnya Ehan


" Baik " ucapnya satria langsung berkumpul dengan para suster dan dokter dinda


" Sebelum melakukan operasi lebih baik kita berdoa agar semuanya lancat " ucap Satria


Merekapun berdoa menurut agamanya masing-masing, setelah itu barulah dokter Dinda dan Satria mulai mengoperasi Rena.



" Astaga ko aku yang ngilu " batin Ehan dengan wajah pucatnya melihat semua proses operasi


" Ya Allah kuatkan hambamu ini " batin Rena


" Semoga semuanya lancar " batin ina


" Sayang, kuat ya " ucap Ehan menguatkan sang istri


" Iya sayang " ucap Rena


" Oek... Oek... Oek... "


" Alhamdulillah " ucap Rena dan Ehan


" Sayang anak kita sudah lahir " ucap Ehan


" Iya sayang " ucap Rena sedikit lega dan tersenyum


" Terima kasih sayang " ucap Ehan menciumi kening Rena sambil meneteskan air mata


" Sama-sama sayang, aku sudah menjadi wanita seutuhnya, karena sudah melahirkan anak untukmu " jawabnya sambil tersenyum


" Kamu adalah wanita yang terbaik yang Allah kasih untukku " ucap Ehan


" Iya sayang " ucap Rena sambil menangis dan Ehan segera menghapus air matanya


" Kalian jangan senang dulu " ucap Satria


" Maksudnya " tanya Rena dan Ehan


" Baru satu bayi yang keluar " ucap Satria


" Maksudnya bayi kami ada berapa " tanya Ehan heran


" Memangnya kalian tidak memeriksa dulu, atau tidak di USG " tanya satria


" Sudah, tapi kata dokter cuma satu " jawabnya Rena


" Oek... Oek... Oek... "


" Sayang sepertinya itu tangisan bayi perempuan " ucap Rena senang

__ADS_1


" Iya sayang " ucap Ehan bahagia


" Selamat, bayi kalian kembar dua, laki-laki dan perempuan " ucap Satria


" Alhamdulillah " ucap Ehan dan Rena


Setelah sang bayi keluar barulah perut Rena dijahit, dan Alhamdulillah keadaan Rena sudah lebih baik.


" Tunggu setengah jam lagi baru kami akan memasukan Rena keruang perawatan " ucap Satria


" Apa boleh aku bertemu dengan bayi ku " tanya Rena


" Bayinya harus di adzanin dulu " ucap Satria


" Silahkan Tuan Ehan " ucap Suster


" Baik suster terimakasih " ucap Ehan senang


" Sayang aku adzanin dulu ya " ucap Ehan segera menuju box bayi disana


Dengan tangis bahagianya iya mengendong bayi laki-lakinya yang tampan lalu iya segera mengadzani nya, setelah selesai barulah iya menggendong bayi perempuannya lalu iya mengadzani.


Setelah selesai iya segera mencium kedua bayi tersebut, lalu sang suster pun menghampiri Ehan.


" Tuan Maf saya bersihkan dulu bayinya " ucap Sang suster


" mau dibawa kemana bayiku suster " tanya ehan


" Kami akan bawa dulu keruang khusus bayi " ucap sang suster


" Baiklah " jawab Ehan


Ehan segera menemani Sang istri kembali, sambil tersenyum iya segera mencium kening Rena kembali


" Anak kita sangat tampan seperti ku, dan cantik seperti mu " ucap Ehan senang


" Alhamdulillah " ucap Rena sambil tersenyum


" Sayang aku sudah tidak kuat " ucap Ina


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung....


Aku percepat ya part nya...


Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......


Biar saya lebih semangat nulisnya..


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......


So... Ikuti terus kisahnya...


Jangan bosen-bosen ya .....


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz

__ADS_1


__ADS_2