
Jam istirahat pun tiba Ehan, Niko dan Satria menuju warung Marni untuk beristirahat dan makan siang bersama.
Rasa cape satria menjadi hilang saat iya melihat Ina yang sedang melayani pelanggan lainnya, mekipun didalam hati yang paling dalam satria tidak suka jika Ina banyak berhubungan dengan lelaki lain.
" Kalian mau makan apa " ucap Ina sambil tersenyum
" Aku makan sama telor sama tumis aja " ucap Niko
" Samain aja deh " ucap Ehan
" Kalau kamu " tanya Ina sambil tersenyum kepada Satria
" Aku mau makan kamu " ucapnya tanpa sadar melihat wajah Ina terus
" Dasar otak meseum.. berani kamu begitu sama ia aku gantung kamu dipohon kelapa " ancam Ehan
" Astaga, maaf-maaf aku salah fokus soalnya Ina cantik banget " ucap Satria sambil tersenyum
" Udah samain aja ya dek, dari pada dia lama " ucap Ehan
" Ok ka " ucapnya pergi kedapur mengambil pesanan mereka
" yang lainya kasih sambal kecuali satu piring " ucap Ehan yang ternyata menghampiri sang adik didapur
" Baik ka " jawab Ina
" Biar aku bantu deh " ucap Ehan dengan senyum jahatnya
Ehan pun mengambil lauk pauk didalam piring yang berisi nasi yang diberikan Ina.
" Dek bantuin Kaka dong " ucap Ehan
" Apa " ucapnya
" Kamu pegang yang ini, ini punya satria soalnya Kaka ga bisa bawanya terlalu banyak " alasanya
" iya ka " ucapnya kini mengikuti Ehan memberikan piring itu pada satria
" Ini makananya " ucap Ina
" Makasih ya Ina cantik " ucap Satria sambil terseyum senang
" Sama-sama " ucap Ina, kini pergi melangkah menuju dapur meyiapkan makanan untuk orang lain.
" Em.. ini enak banget " ucap Ehan
" Aku suka tumisnya " ucap Niko
" Sama aku juga suka.. " ucap Satria terlihat lahap memakan makananya
" Kamu makan tumis apa sat " tanya Niko
" Ga tau Ina yang kasih " jawabnya masih lahap memakannya
" Tapi ini enak loh, rasanya kaya jengkol " ucap Satria menghabiskannya
" Jengkol " tanya Ehan pura-pura kaget padahal dalam hatinya senang
" Heem emang kenapa " ucap Satria menyimpan piringnya lalu minum air putih
" Asatag Sat kayanya piring kita ketukar deh " ucap Ehan dengan cengengesan
" Maksudmu " tanya Niko
__ADS_1
Byur... air dalam mulut Satria menyembur kepala Niko
" Astaga naga gue disembur, dikira kesurupan kali " protes Niko
" Hahhaha bau naga ga " tanya Ehan
" Sory ... sory kalau agak sengaja " ucap Satria membalas dendam
" Dasar Lu " ucap Niko kesal
" Tadi apa kamu bilang " tanya satria
" Iya kayanya ketukar piring kita, perasaan aku yang pesan jengkol ko kamu yang makan " ucapnya Ehan pura-pura heran
" Astaga gimana ini " ucap Ehan panik
" Kenapa lu panik " tanya Niko
" Pasti aku bau naga, mana ga ada sikat gigi lagi " ucap Satria kesal
" Aku tanya sama si Niko yang tadi disembur Lu, " ucapnya Ehan cengengesan
" Nik, gimana rasanya di sembur Satria " ucap Ehan masih tertawa
" Mantap " ucap Niki
" Mantap gimana yang jelas dong aku kan ga mau bau naga ku di hirup Ina cantik " ucapnya Satria panik
" Coba kita tes " ucap Niko
" Maksudnya gimana .." tanya satria
" Lu buka mulut terus kita deketin lu, nanti ku bilang HaH, nanti kita hirup udaranya " Niko dengan terseyum licik
" Demi kebaikan bos " ucap Niko sambil tertawa
" Kamu yang bikin aku kaya begini kamu juga harus tangung jawab Ehan " ucap Satria
" Iya iya sok buka mulut " ucap Ehan
" Dalam hitungan ketiga buka katakan HaAH " ucap Niko
" Ok " ucap Satria
Kini Ehan dan Niko mendekati wajah satria lalu satria membuka mulutnya, Niko pun menghitung mundur agar Satria mengatakan HaAH
" Buka mulut " ucap Ehan
" Satu... Dua... tiga... " ucap Niko
" HaAH " ucap Satria
Sebenarnya yang menghirup udara bau naga satria adalah Ehan, karena Niko menghindarinya malah tertawa terbahak-bahak
" Iuh... bau banget " ucapnya Ehan dengan wajah pucat
" Terus aku harus gimana " tanya Satria
" Bos baik-baik saja " tanya Niko
" Dasar licik, kenapa kamu ga hirup bau naga satria " ucap ehan
" Kan tadi sudah di sembur bos " ucapnya
__ADS_1
" Sat, kamu harus puasa ngomong sama Ina ya, nanti dia benci sama kamu " ucap Ehan menakut-nakuti satria
" Kamu benar Han.. " ucap Satria kini semakin panik
Tiba-tiba Ina datang menghampiri mereka, seketika wajah satria ketakutan
" Mau nambah lagi makannya tidak " ucap ina
" Tidak " jawab Niko dan Ehan
" Kalau kamu Sat mau nambah lagi " tawarkan Ina namun satria hanya membalas dengan menggeleng-gelengkan kepalanya tanda tidak mau
" Kamu kenapa sat " tanya Ina semakin heran di balas dengan menggeleng-gelengkan kepalanya lagi sebagai tanda tidak mau
" Satria lagi sakit gigi " ucap Niko
" bukan bisul digiginya "ucap Ehan
" Mana ada ka " ucap Ina sinis
" Eh, salah maksudku sariawan " ucap Niko
" Oh begitu.. mau aku Carikan obat " tanya Ina kembali dan hanya di balas dengan menggeleng-gelengkan kepalanya lagi sebagai tanda tidak mau
" Hari ini sial banget.. tapi aku tak boleh mengeluh " batin satria
" Pasti dia dikerjai ka Ehan lagi " batin Ina merasa kasian
merekapun pamit pada Ina dan langsung menuju proyek kembali untuk menyelesaikan pekerjaannya.
Kini Mereka sudah digedung peroyek dan melanjutkan pekerjaannya yang tertunda, kini Satria sudah tahu setiap tugas dan orang-orang yang diberi tugas jadi iya tidak tertukar lagi seperti tadi pas pertama kalinya.
Pekerjaan mereka begitu berat dan banyak menguras tenaga namun mereka tak menyerah, mereka melanjutkan Pekerjaannya dengan baik.
Setelah tiga jam berlalu mereka pun tiba waktunya pulang, mereka mengantri di kepala mandor untuk mengambil upahnya, karena sang mandor memberikan upah setiap hari waktu jam kerja selesai.
.
.
.
.
.
Bersambung....
Hayo tim Satria Sama Ina mana suaranya...
sudah dipencet belum tombol Like....Komen..... dan Vote ......
Biar saya lebih semangat nulisnya..
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......
So... Ikuti terus kisahnya...
Jangan bosen-bosen ya .....
Marhaban ya Ramadhan
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... dan selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan, jangan lupa jaga kesehatan ya guyz
__ADS_1