
Mereka langsung berpencar untuk menemukan Dona, mereka menelusuri sepanjang sungai namun belum ada tanda-tanda Dona ditemukan
Salah satu polisi itu langsung menghubungi Leo dan memberikan kabar terbaru tentang keberadaan Dona.
Tut... Tut... Tut...
" Halo " ucap Leo
" Halo Tuan, maaf menggangu waktunya, Saya Bripda Budi saya ingin memberitahukan Tuan bahwa Saudari Dona sudah berhasil kami temukan, namun beberapa saat kemudian dia berhasil lolos dengan cara melompat kedalam sungai " ucapnya
" Apa, masa kalian tidak bisa menangani satu wanita seperti dia " bentak Leo
" Maafkan Kami Tuan, dia benar-benar licik " ucapnya Sang polisi
" Saya tidak mau tau, bagaimanapun caranya Dona harus ketemu " ucap Leo dengan wajah marah
" Kamu Tidak akan bisa lari secepat itu Dona, aku akan temukan Kamu sampai ke ujung dunia " batin Leo
" Baik Tuan " ucapnya
" Kami share lokasinya biar Renal datang Kesana dan membantu mencari keberadaan Dona " ucap Leo dengan wajah kesal
" Baik Tuan saya share sekarang lokasinya " ucapnya lalu menutup teleponnya
Leo menatap Renal dengan tatapan tajam
" Tuan " lirih Renal
" Kamu sekarang kelokasi yang sudah saya kirimkan padamu alamatnya, cari Dona sampai dapat mau keadaan dia mati atau hidup temukan dia " ucap Leo dengan wajah marahnya
" Baik Tuan kalau begitu saya pamit " ucap Renal melangkah pergi dari sana
" Ternyata Tuan Leo kalau marah seram juga seperti singa yang mau menerkam mangsanya " batin Mey-mey ketakutan
Sementara mereka menunggu kedatangan Satria dan Ina yang sedang dalam perjalanan menuju kota Surabaya. mereka duduk didepan ruangan UGD. sedangkan Sisil sudah dipindahkan keruangan VVIP.
" Ayah " ucap Ehan
" Iya nak " ucapnya Leo
" Ayah mau menunggu Abang disini atau menunggu bunda diruangan perawatan " ucap Ehan
" Kamu tungguin saja Bunda mu, dan beristirahat disana, ayah liat wajahmu tampak masih pucat " ucap sang ayah
" Baiklah " ucap Ehan
" Kamu mau ikut bersama Ehan " tanya Leo pada Mey-mey
" Tidak Tuan, saya disini mau menunggu Farel sampai sadar " ucapnya dengan canggung
" Yasudah Ehan pergi keruangan Bunda dulu ya " ucap Ehan
" Ok " ucap sang ayah
Ehan segera melangkah menuju ruangan sang bunda, iya melihat sang bunda sedang beristirahat diranjangnya lalu iya memutuskan untuk tidur disofa agar tubuhnya segar kembali.
Sedangkan Leo dan Mey-mey menunggu Farel diluar ruangan Ugd, mereka saling diam dan tak bersuara
.
__ADS_1
...****************...
.
Renal sudah sampai ditempat Dona jatuh kesungai, iya segara menghampiri petugas polisi yang ada disana
" Selamat Sore Pa Polisi " ucap Renal
" Sore, maaf anda siapa " tanya salah satu petugas disana
" Saya dengan Renal, saya mau bertemu dengan Bripda Budi " ucapnya sambil tersenyum
" Mari saya antarakan " ucap salah satu petugas
" Baik terima kasih " ucap Renal segera mengikutinya
" Maf Pa ada yang mau bertemu dengan anda " ucap petugas yang mengantarkan Renal
" Siapa " tanya pa Budi
" Tuan Renal " ucapnya
" Saya Renal Pa, asisten Tuan Leo " ucapnya sambil tersenyum
" Sore Pa Renal, Tadi Tuan Leo sudah memberitahukan jika anda akan datang, mari silahkan saya tunjukan tempat saudari Dona melompat ke sungai " ucapnya
" Baik " ucap Renal
Kini Pa Budi dan Renal Sama-sama menyusuri sungai itu
" Gawat, jika Dona tidak ketemu sekarang aku harus lembur sampai malam " ucap Renal dalam hatinya
" Harusnya jika Dona melompat Kesana, Dona tidak akan terlalu jauh mengingat sekarang airnya sedikit " ucap Renal berpikir keras
" Seharusnya memang begitu " ucap Renal
Tiba-tiba Air sungai naik, membuat semua orang yang sedang turun ke dasar sungai segera naik keatas
" Cepat naik, air sungai deras " ucap Pa Budi
" Baik Pa " seru mereka
Sebenarnya Dona tidak benar-benar tenggelam Dia bersembunyi didalam air namun ketika air sungai naik dan semakin deras iya panik dari yang tadinya bisa berenang menjadi tenggelam
Dona segera berteriak dan meminta tolong saat itu, karena air semakin deras
" Tolong... Tolong... " ucap Dona tenggelam
Renal yang mendengar adanya suara teriakan langsung mencari dimana suara itu berada
" Pa Budi apa anda mendengarnya " ucap Renal
" Tidak " ucapnya
" Coba dengarkan kembali " ucap Renal
" Sekarang Saya mendengarnya Seperti suara orang yang meminta tolong " ucap Pa Budi
" Ayo kita cari asal suara itu " ucap Renal kaget
__ADS_1
" Saya Setuju ayo " ucap Pa Budi
Mereka segera menghampiri asal suara itu dengan cepat-cepat karena suaranya mulai melemah
" Disana " ucapnya Pa Budi menunjuk pada seseorang yang tengah tenggelam
" Ayo kita selamatkan " ucap Renal membuka sepeti dan jasnya lalu menceburkan diri kedalam air
Byur,,
Pa Budi pun melakukan hal yang sama, kini mereka segera menyelamatkan orang tersebut.
" Ayo kita bawa ke atas sana " ucap Renal sambil memangku Dona bersama-sama dengan Pa Budi
" Baik Pa " ucap Pa Budi
Merekapun segera membawa Dona kedaratan, dan segera mengecek kondisi Dona.
" Dia masih hidup pa " ucap Renal menempelkan tangannya dibawah Diding Dona
" Kita harus menyelamatkan nya, memberikan dia pertolongan pertama " ucap Sang polisi
" Pa Budi tolong berikan Dona nafas buatan " ucap Sang Polisi
" Tapi Pa tadi saya sudah makan Pete " ucapnya ragu-ragu
" Tidak apa-apa Pa, justru bagus biar Dona cepat sadar " ucap Renal dengan senyum jahatnya
" Maunya aku biarkan dia mati sekalian, habisnya dia jahat terus tapi jika dia mati sekarang rugi dia tidak akan merasakan hukuman yang dia akan dapat " batin Renal
" Anda yakin Pa Renal " ucap Pa Budi
" Benar Pa, cepat selamatkan Dona " ucap Renal
" Baiklah kalau begitu " ucap Pa Budi
" Lumayan bisa cium-cium wanita cantik seperti dia, meskipun kelakuannya bikin Tuan Leo marah.. " batin Pa budi
.
.
.
.
Bersambung....
Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......
Biar saya lebih semangat nulisnya..
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......
So... Ikuti terus kisahnya...
Jangan bosen-bosen ya .....
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz
__ADS_1