Kisah Cinta Anak Kembar CEO

Kisah Cinta Anak Kembar CEO
Ekstra Part 4


__ADS_3

Kedelapan anak kecil yang lucu-lucu itu sedang berkumpul menunggu mobil untuk mengantarkan mereka ke sekolah.


Sisil dan Leo sengaja memberikan bus yang tidak terlalu besar untuk mereka sekolah agar tidak berebut. mereka jadi tertib duduk di dalam mobil tersebut.


" Umi Mana mobil ya " ucap Lia


" Sebentar lagi sayang " ucap Rena


" Umi aku mau didepan ya " ucapnya Lio


" Iya sayang " ucap Rena sambil sambil tersenyum


" Aku didepan Lio " ucapnya Rafa


" Ga boleh Rifa yang di depan " ucapnya kesal


" Kalian harus ngalah sama leya, leya didepan "


" Ga boleh Lia harus di depan "


" Refa aja yang di depan biar adil " ucapnya


" Sudah dong jangan ribut " ucap Ina pusing dengan semua anak itu


" Kamu ga boleh bentak mereka kasian " ucap Rena


" Tuh, Momih galak ga kaya umi Rena " ucap Refa


" Iya, Momih Ina kaya mamah aku galak dan judes " ucap Leya


" Astaga, Oma pusing ini mendengar kalian bertengkar mulu " ucap sang Oma


" Oma buyut kalau pusing, Oma minum obat saja " ucapnya Reza


" Iya Oma, tidur dan istirahat kata umi Rena selalu bilang begitu " ucap Rezi


" Mereka akan bisa tertib memang sama Rena " ucapnya Sisil sambil tersenyum


" Aku setuju " ucap Ina sambil tersenyum


Tak lama kemudian Leo datang mengendarai Bis kecil tersebut.


" Anak-anak ayo masuk sesuai bangku yang sudah kakek kasih nama di kursiny " ucapnya Leo sambil tersenyum senang


" Mas aku boleh ikut denganmu " Ucapnya Sisil sambil tersenyum berharap sang suami mengijinkannya


" Tentu boleh, Kamu duduk disebelah aku sayang " ucap Leo


" Baik mas " ucap Sisil senang dan bahagia


" Kalian ga boleh rebutan satu-satunya masuk kedalam bisnya" ucapnya Rena


" Ini mau sekolah paud atau mau studi toor " ucapnya Ina sambil menggeleng-gelengkan kepalanya heran


" Ayo masuk ina " ucap Rena sambil tersenyum


" Iya ka " jawabnya segera masuk kedalam bis tersebut


Benar saja didalam bis sudah tertera nama mereka jadi mereka tak bisa protes atau berdesak-desakan.

__ADS_1


" Umi duduk sini saja " ucap Lia


" Umi disini saja " ucap Rena sambil tersenyum


" Ia ka kita disini saja biar tidak pusing " ucap Ina sambil tersenyum


" Mereka kan anak-anakmu juga " ucapnya Rena


" Aku ga bisa bayangkan Ka Rena merawat mereka selama ini " ucap Ina metal wajah Rena


" Sesuatu yang diawali dengan keikhlasan pasti hasilnya akan bagus " ucap Rena


" Makasih ya ka " ucapnya Ina


" Terima kasih buat apa " tanya Rena


" Susah menjaga anak-anak ku dan menyayangi mereka sepeti anakmu sendiri " ucapnya Ina


" Kita kan Saudara " ucap Rena langsung dipeluk oleh ina


" Umi dan momih ko berpelukan kenapa " tanya Refa


" Tidak apa-apa " ucapnya Ina sambil tersenyum


Mobil pun segera melaju dengan kecepatan sedang, anak-anak tampak gembira dan bahagia, mereka bernyanyi bersama. Hal itu membuat Sisil tersenyum, Leo yang melihat wajah sang istri tersenyum dan bahagia merasa sangat senang.


" Semoga sampai nanti kamu akan selalu bahagia sayang, aku akan menjadi lelaki yang selalu membuatmu tersenyum " ucap Leo dalam hatinya


" Terima kasih mas, sudah membuatku bahagia " batin Sisil


Kini mereka sudah sampai di Paud tersebut, Leo sudah memarkirkan mobilnya di depan bangunan paud, Rena dan Ina segera keluar dan mengatur anak-anak supaya tertib keluar dari bisa dan tak ada yang berdesak-desakan


" Ayo semuanya turunnya satu orang-orang " ucap ina


" Jangan berdesak-desakan ya nak, nanti jatuh " ucapnya Rena sambil tersenyum


" Ia Umi " ucap Mereka senang bergantian keluar dari sana


Setelah itu mereka di bawa kedalam gedung Paud tersebut lalu masuk kedalam kelas, seperti biasa mereka pasti berebut.


" Aku mau disini " ucapnya Lia


" Ga boleh kamu harus di belakang sama aku " ucapnya Leya


" Lia harus sama aku " ucap Refa


" Aku mau duduk disini Lia " ucapnya Lio


" Ga mau " ucap Lia


" Lia jahat ga mau sama Refa " ucapnya menangis


" Ayo Lia sama aku aja biarin Refa menangis juga " ucap Leya


" Leya jangan menangis " ucap Rezi


" Ia Leya kamu sangat cengeng " ucap Reza


" Ia aku ga suka kamu cengeng " ucap Rafa sang Kaka

__ADS_1


" Kalian ga boleh begitu " ucap Lia


" Hanya Lia yang sellau ngertiin aku " ucap Refa menangis tersedu-sedu


" Kalian lebay " ucap Rifa


" Biarin " jawab Mereka dengan kompak


Sang guru pun datang, mereka heran melihat keributan di dalam kelas.


" Semuanya Duduk " ucap Sang guru


" Ibu gurunya serem " ucap Lia pada Leya


" Ayo di belakang duduknya takut " ajak Refa


Akhirnya Lie duduk dibelakang bersama Refa dan Leya.


" Ada apa ini kalian ribut-ribut " ucap Sang guru


" Leya lebay Bu " ucap Rifa


" Lebay bagaimana " ucapnya sang guru heran


" Dia apa-apa nangis mulu " ucap Refa


" Lia coba katakan sama ibu kamu nangis kenapa ... " tanya sang guru


" Aku mau Lia duduk di belang sama aku dan Leya tapi Lia ga mau " ucapnya sambil kembali menangis


" Astaga " ucap Sang guru menggelang-geleng kepalanya


" Kalian semua duduk jangan ribu ya " ucap sang guru


" Baik Bu " ucap mereka kompak


Sang guru pun memulai perkenalkan pada mereka.


.


.


.


.


Bersambung....


Aku lanjutkan di judul yang berbeda ya..


bagi kalian yang tidak sabar melihat tingkah lucu mereka tungguin ya...


Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......


Biar saya lebih semangat nulisnya..


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......


So... Ikuti terus kisahnya...

__ADS_1


Jangan bosen-bosen ya .....


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz


__ADS_2