
Setelah solat merekapun melakukannya malam pertama, Ehan melakukannya dengan lembut dan hati-hati. Rena tak mau melepaskan mukenanya
" Sayang kenapa mukenanya tidak dilepas apa Kau mau tidur seperti itu " ucap Ehan heran
" Aku malu sayang " ucap Rena
" Malu kenapa " tanya Ehan
" Baju tidurnya terlalu seksi " ucap Rena malu
" Coba aku lihat " ucap Ehan dengan senyum menggoda
" Ish kamu ini ya " ucap Rena semakin malu
" Jangan malu-malu aku suamimu.. coba buka mukenanya " ucap Ehan
" Tapi... tapi... tapi " ucap Rena gugup
" Ayo jangan membantah perkataan suami " ucap Ehan sambil tersenyum senyum
Akhirnya Rena membuka mukenanya dan benar saja baju tidur yang disiapkan sang bunda untuk menantunya adalah baju tidur seksi berwana merah, tipis, diatas lutut dengan belahan dada kelihatan sontak hal itu membuat Ehan tergoda dan menelan ludahnya sendiri
" Ciptaanmu begitu indah Ya Allah membuat hamba tidak tahan .. aku harus memperlakukan Rena dengan lembut dan nyaman " batin Ehan mulai terangsang melihat pakaian Rena
Ehan tak menyia-nyiakan kesempatan itu yang pertama baginya, untungnya sebelum pernikahan iya sempat melihat tutorial cara-cara berhubungan berciuman dan beberapa gaya sampai iya Bagun kesiangan pas hari pernikahannya.
" Sayang " ucap Ehan menghampiri Rena, mereka duduk dipinggir ranjang. Ehan mencium pipi, dan kening Rena sambil berbisik " Aku sangat mencintaimu " ucapan itu mampu membuat Rena senang dan tersenyum
" Aku juga mencintaimu " ucap Rena
Ehan mulai melakukan ciuman terlebih dahulu sebelum keintinya, ciuman itu awalnya pelan-pelan lama kelamaan semakin cepat karena hasrat Ehan sudah menggebu-gebu Rena hanya menikmati saja.
Tangan Ehan mulai nakal, tangannya mulai Kesana kemari menikmati setiap inci tubuh Rena, apalagi digunung kembar yang Kenyal milik Rena menambah hasratnya ingin segera melakukannya
Namun tiba-tiba suara bel pintu kamar menghentikan langkahnya.
" Sayang itu ada orang yang mencet bel siapa tau penting " ucap Rena
" Biarkan saja " ucap Ehan
" Siapa yang ngerjain aku disaat aku lagi enak-enaknya " batin Ehan
" Yaudah kalau kamu ga mau buka pintu lebih baik aku " ucap Rena
Ehan pun dengan sigap melarangnya karena pakaian Rena yang begitu. " Biar aku saja " ucapnya melangkah dengan perasaan kesal
Ceklek,,
" Aisyah, Mayang ada apa kalian kemari " tanya Ehan dengan wajah kesal
" Ka Ehan Kami mau kasih kado pernikahanmu dengan Ka Rena dan maaf kami datangnya terlambat " ucap mereka. sebenarnya Aisyah dan Maryam adalah anak perempuan salsa.
" Terima kasih kadonya " ucap Ehan buru-buru membawa kadonya
" Sama-sama, ka Ehan mana ka Rena aku mau lihat dong " ucap Aisyah
__ADS_1
" Ka Rena sudah tidur.. kalian sebaiknya pulang .. ini juga sudah malam " ucap Ehan pada mereka
" Tapi Ka.. " ucap mereka
" Kedua kecebong ini malah ganguin aku.. " batin Ehan kesal
" Sudah cepat pulang nanti kalau kemalaman takut ada orang jahat kalau kalian diapa-apain bagaimana " ucap Ehan menakut-nakuti agar mereka cepat pulang dan iya segera melakukan aksinya
" Aku jadi takut, kita menginap saja disini " ucap Mayang
" Eh jangan-jangan kalian menggangu saja.. kalian lebih baik temui dulu Ina dan Satria, memangnya kalian tidak punya hadiah buat mereka " tanya Ehan mengalihkan pembicaraan
" Kami juga bawa hadiah buat mereka " ucap Aisyah
" Yaudah sana.. nanti Ina dan Satria keburu tidur " ucap Ehan
" Baiklah ka kalau begitu.. " ucap Aisyah dan Mayang pamit
Ehan segera menutup pintu dan bersemangat kembali menghampiri Rena sambil membawakan kado.
" Siapa sayang " tanya Rena
" Itu anaknya Tante salsa, Aisyah sama Mayang " ucap Ehan
Ehan kembali mendekati Rena, kini iya menciumi Rena kembali dengan penuh gairah Rena pun dibuatnya keenakkan.
Tiba-tiba suara bel pintu kamar tersebut kembali lagi berbunyi membuat Ehan marah dan kesal
" Sayang ada yang.. " ucap Rena pada sang suami
" Awas saja jika mereka datang kembali aku gantung mereka di pohon toge " batin Ehan kesal
Ceklek,,
" Kalian mau apa lagi " ucap Ehan marah ketika membuka pintu
" Ehan Ko Kamu bentak-bentak Bunda " ucap Sisil kesal
" Eh, bunda maaf kirain Aisyah dan Mayang " ucap Ehan jadi malu
" Kamu ga boleh bentak-bentak siapapun lagi... " ucap Sisil
" Iya bunda aku janji.. " ucap Ehan merasa bersalah pada sang bunda
" Janji ya " ucap Sisil
" Iya bundaku sayang, ngomong-ngomong bunda ada apa kesini " ucap Ehan sopan dan ramah
" Nih bunda buatkan jamu biar kamu kuat .. " ucap sang bunda dengan Senyum menggoda
" Bunda Ehan kuat ko ga lemah " ucapnya
" Cepat minum saja... dan yang ini untuk Rena.. buat staminanya kuat juga " ucap Sisil sambil tertawa kecil
" Kalau sama-sama kuat bagaimana bunda " ucap Ehan heran
__ADS_1
" Ga papah mungkin kalian sampai pagi " goda sang bunda
" Baiklah bunda terima kasih " ucap Ehan senang
" Jangan lupa baca doa supaya lancar dan cepat diberi momongan " ucap sang bunda
" Ok bunda " ucap Ehan
" Bunda pamit ya mau kekamar Satria dan Ina " ucap Sisil
" Iya bunda hati-hati " ucap Ehan langsung menutup pintunya, sedangkan. Sisil segera menuju kamar satria dan ina
Ehan Segera mendekati Rena, dan memberikan minuman jamu itu padanya.
" Sayang minum ini dulu " ucap Ehan
" Apa ini " tanya Rena
" Itu dari bunda.. " ucap Ehan langsung meminum jamu miliknya
Sedangkan Rena langsung meminum jamu yang diberikan sang suami padanya dengan sekali teguk.
" Rasanya pait " ucap Rena
" Namanya juga jamu " ucap Ehan
" Emang itu jamu apa " tanya Rena kembali iya penasaran
" Jamu kuat " bisik Ehan membuat Rena heran dan melotot
" Ayo kita lagi " Ajak Ehan karena mulai terangsang oleh jamu itu
.
.
.
.
Bersambung....
Awas ada bocil karena part selanjutnya akan semakin hot
Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......
Biar saya lebih semangat nulisnya..
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......
So... Ikuti terus kisahnya...
Jangan bosen-bosen ya .....
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz
__ADS_1