Kisah Cinta Anak Kembar CEO

Kisah Cinta Anak Kembar CEO
Episode 175


__ADS_3

Farel dan Bu Ida sudah sampai dikota Surabaya pada siang hari, iya langsung berangkat ke Rumah mereka yang dulu, dimana tempat Pa Edi dan mereka tinggal bersama dulu


Betapa sakit hati Mey-mey melihat sang ayah terbaring tak bernyawa dibungkus kain kafan dan dikelilingi oleh orang-orang yang sedang mengaji surat Yasin


" Ayah " panggil Mey-mey didepan pintu rumahnya


" Mas " ucap Bu Ida sambil meneteskan air matanya


Bu Ida dan Mey-mey segera menghampiri jenazah Pa Edi, mereka langsung membukakan kain yang menutupi wajah Pa Edi.


" Ayah... " ucap Mey-mey kembali


" Mas.. maafkan semua kesalahanku jika aku selama ini punya salah padamu.. dan aku pun sudah memaafkan semua kesalahan mu Mas padaku " ucap Bu Ida


" Ayah maafkan Mey-mey jika selama ini Mey-mey belum bisa membahagiakan ayah " ucap Mey-mey sambil menangis dan Farel dengan sigap memeluknya


" Sudah sayang... kamu harus ikhlas.. ini semua sudah takdir " ucap Farel


" Iya sayang.. " ucap Mey-mey


" Tuan Farel liang lahatnya sudah Siap " ucap Riki


" Baik Tunggu sebentar " ucap Far


" Meskipun kamu selalu jahat padaku selama ini tapi dari lubuk hatiku yang terdalam aku sudah memaafkanmu.. rasa cintaku melebihi rasa benciku " batin Bu Ida


" Ayah... yang tenang disana... Aku janji akan membahagiakan ibu " batin Mey-mey


" Ayah.. aku janji akan menjaga dan membahagiakan ibu dan Mey-mey yang tenang dialam sana " batin Farel


" Bu.. liang lahatnya sudah siap mari kita solatkan terlebih dahulu lalu kita langsung kepemakaman " ucap Pa ustad


" Baik Pa Ustad " ucap Bu Ida


Beberapa pemuda langsung menggotong jenazah pa Edi, sedangkan yang lainnya mengiringi dari belakang jenazah termasuk Farel, Mey-mey dan Bu Ida.


Mereka segera menuju Mesjid disana, terlihat beberapa orang ikut menyolatkan jenazah Pa Edi. Meskipun mereka tidak terlalu kenal dengan Pa Edi namun mereka menghargai Bu Ida yang dulunya dekat dengan tetangga


" Bu Ida apa kabar " ucap salah satu tetangga disepanjang perjalanan menuju mesjid


" Kabar baik Bu, ibu bagaimana keadaannya.. sehat... " ucap Bu ida

__ADS_1


" Kami baik-baik saja.. ibu kemana saja.. kami jadi sepi ga ada ibu " ucapnya Mereka


" Saya ikut ngekos sama anak saya.. kasian kalau tinggal sendirian " ucap Bu Ida


" Ibu benar Pa Edi jangan diurusi dia orangnya jahat sih " ucap tetangga yang suka nyiyir


" Hus Bu.. kasian Pa Edi jangan bilang begitu.. biar bagaimanapun dia suami saya " ucap Bu ida


" Eh Bu maaf bukan maksud saya begitu " ucapnya


" Ga papah Bu, sebaiknya kita ambil wudhu.. " ucap Bu ida


" Dalam keadaan begini masih aja ada orang yang nyinyir " sindir Farel melangkah pergi berwudhu


Mereka kini sudah selesai dengan wudhunya langsung masuk kedalam masjid dan mulai membariskan barisannya untuk kemudian siap-siap melaksanakan solat jenazah


Dipimpin oleh ustad solat jenazah berjamaah pun dimulai, mereka melakukan solat jenazah dengan khusu dan hikmat.


Setelah selesai makan semua yang ada disana langsung mengiringi jenazah menuju Pemakaman umum yang ada disana.


Mereka sudah sampai di pemakaman, para lelaki termasuk Farel ikut mengangkat jenazah dan dimasukannya jenazah kedalam tanah, Farel pun mengadzani Jenazah sang mertua


" Rasanya aku tak sanggup Mas " batin Bu ida


" Bu.. ikhlaskan ayah " bisik Mey-mey


" Iya nak " ucapnya Bu Ida masih menangis


" Kamu juga harus mengikhlaskan Ayahmu " ucap sang ibu


" Ibu tenang saja, Mey-mey sudah ikhlas " ucapnya


Semua prosesi pemakaman sudah selesai, mereka juga sudah menancapkan batu nisan disana. Pa ustad pun segera memanjatkan doa untuk Pa Edi.


" Ibu-ibu dan bapak-bapak saya Farel selaku menantu Pa Edi saya ingin mengucapkan minta maaf sesalam dalamnya jika ada perkataan Alm Pa Edi yang menyakitkan hati ibu dan bapak sekalian " ucap Farel


" Bapak-bapak dan ibu-ibu kita harus saling memaafkan ya... jangan ada dendam dihati kita.. apalagi pada orang yang sudah meninggal " ucap Pa Ustad


Mereka pun mengangguk-angguk tanda mereka setuju dan memaafkan kesalahan Pa Edi


" Kita juga harus mendoakan Alm Pa Edi tenang dialam sana, Ditempatkan disisi Alloh SWT, diterima amal baiknya dan juga diampuni segala dosa-dosanya " ucap Pa ustad

__ADS_1


" Saya juga mau menyampaikan jika selama ini Pa Edi memiliki hutang pada kalian..Baik yang besar maupun yang kecil, kalian bisa menghubungi saya atau pihak keluarga.. " ucap Farel


" Nanti jika kalian malu berkata pada Tuan ini, kalian bisa menyampaikannya pada saya.. nanti saya akan sampaikan kembali ke pihak keluarga " ucap Pa Ustad


" Baik Pa Ustad " ucap Mereka


Semua orangpun segera pergi dari sana sedangkan Farel, Mey-mey dan Ibu Ida masih disana, Bu Ida terus memeluk batu nisan yang bertuliskan nama sang suami disana


" Ibu " ucap Mey-mey memeluk sang ibj


" Mas... semoga Allah SWT mengampuni dosa-dosa mu... " ucap Bu Ida


" Ibu jangan sedih terus ya... kasian ayah nanti disana tidak tenang " ucap Mey-mey


" Iya nak " jawabnya


Mereka segera pergi dari sana menuju rumah mereka yang dulu, Mereka berencana menyiapkan tahlilan untuk mendoakan Pa Edi.


'


.


.


.


.


Bersambung....


Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......


Biar saya lebih semangat nulisnya..


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......


So... Ikuti terus kisahnya...


Jangan bosen-bosen ya .....


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz

__ADS_1


__ADS_2