
" Sayang... " ucap Farel pada sang istri yang sedang selesai berdoa dan masih memakai mukenanya
" Ada apa sayang " ucap Mey-mey menoleh pada sang suami yang seperti sedang terburu-buru dengan nafas tersengal-sengal dan berkeringat seperti yang sudah berlari
" Ibu ... sayang " ucap Farel
" Ada apa dengan ibu " Ucap Mey-mey kaget dan segera menghampiri sang suami
" Ibu Ida kenapa Farel.. " tanya Sisil penasaran
" Ibu sudah sadar " ucapnya Farel membuat semua orang yang ada di mushola kaget dan langsung berdiri menghampirnya
" Apa " ucap mereka
" Abang serius " tanya Ehan
" Iya ibu sudah sadar dan ingin bertemu dengan Mey-mey " ucap Farel menoleh pada sang istri
" Alhamdulillah, secepatnya itu doa aku terkabul " ucap Ehan sambil tersenyum
" Alhamdulillah, Bu Ida sudah sadar aku jadi lega " batin Sisil
" Ayo kita kesana " ucap Mey-mey berlari cepat menuju ruang ICU sedangkan Sisil masih bertanya-tanya
" Iya Bunda, Bu Ida sadar " ucap Farel kini wajahnya terlihat tidak sedih lagi dan menjelaskan kondisi Bu Ida
" Ayo kita kesana " ucap Leo mengajak semuanya segera menuju ruang ICU
Di sana terlihat Mey-mey masuk dengan tergesa-gesa kedalam ruang ICU, iya dituntun seorang Suster menuju ruangan Bu Ida dengan diberikan pakaian khusus di ruangan ICU
" Sus saya mau ketemu ibu saya, namanya Bu ida " ucap Mey-mey dengan wajah cemas dan buru-buru
" Baik Nona mari silahkan saya tunjukan ruanganya " ucap Sang suster membuka pintu ruangan icu
" Nona maf " ucap sang suster
" Ada apa Sus " tanya Mey-mey heran
__ADS_1
" Anda harus memakai baju ini sesuai dengan prosedur rumah sakit ini " ucap sang suster
" Baik sus.. " ucap Mey-mey segera memakai baju yang diberikan sang suster
" Mari silahkan " ucap sang suster mengantar Mey-mey yang sudah memakai pakaian khusus itu.
" Terima kasih Sus " ucapnya
Kini Sang suster menuju ruangan Bu Ida, Mey-mey dipersilahkan masuk namun tidak bisa lama.
" Ini ruangannya, nona silahkan masuk tapi waktu nona tidak bisa banyak.. " ucap sang suster
" Baik Sus " ucap Mey-mey
" Dokter berpesan agar tidak membebani pikiran pasien karena pasien harus banyak istirahat apalagi kondisinya belum stabil betul.. " ucap sang Suster
" Iya sus " ucapnya Mey-mey segera masuk kedalam ruangan itu, sedangkan sang suster melangkah pergi dari sana
" Ibu " ucap Mey-mey kaget begitu melihat kondisi sang ibu dengan selang yang masih terpasang disana dan sang ibu yang masih terlihat belum stabil
" Mey-mey " ucap sang ibu menoleh pada sumber suara yang iya sangat kenal.
Mey-mey segera menghampirinya dan berada disampingnya sambil menahan air matanya.
" Ibu apa yang ibu rasakan sekarang, mana yang skait " ucap Mey-mey dengan wajah paniknya
" Ibu tidak apa-apa Nak... " ucapnya sedikit tersenyum menahan rasa sakit yang iya alami
" Ibu yakin... jangan sembunyikan rasa sakit ibu.. " ucap Mey-mey kini menggenggam tangan sang ibu
" Ibu tidak apa-apa nak.. " ucap Bu Ida kini sambil tersenyum
" Bu.. Mey-mey senang ibu sudah sadar, Mey-mey takut.. sesuatu yang buruk menimpa ibu dan ibu nanti akan meninggalkan Mey-mey " ucapnya panjang lebar
" Mey, ibu sangat menyayangimu... sekarang kamu sudah bahagia dengan suami dan putra dan putrimu.. " ucap Bu ida
" Mey-mey juga sayang ibu.. " ucap Mey-mey mencium tangan Bu ida
__ADS_1
" Mey, ibu berpesan kamu harus bahagia dan juga membahagiakan kelurgamu, jangan sampai sedih lagi.. Ibu percaya Farel akan membahagiakan mu lahir dan batin " Ucapnya Bu Ida sambil meneteskan air matanya.
" Iya Bu.. ibu jangan khawatir " ucap Mey-mey
" Ya Allah sembuhkan ibuku, aku belum siap kehilangannya " ucap Mey-mey dalam hatinya
" Mey, jika suatu saat ibu pergi meninggalkanmu kamu harus nurut pada sang suami, bahkan jika Farel mengajakmu ke Jakarta... " ucap Sang ibu membuat Mey-mey khawatir
" Ibu jangan berkata begitu, Aku belum siap kehilangan ibu " ucap Mey-mey sambil meneteskan air matanya
" Sayang, semua sudah takdir .. jika ibu harus dipanggil Allah sekarang ibu ikhlas, apalagi ibu sudah melihatmu bahagia " ucap Sang ibu sambil tersenyum
" Tapi Bu.. " lirihnya
.
.
.
.
Bersambung....
Ada yang mau melihat tingkah lucu Putra dan putri ketiga anak CEO. Apalagi Leo dan Oma yang mereka dikerjai mereka.. atau aku end saja ceritanya...
Komen ya Guys...
Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......
Biar saya lebih semangat nulisnya..
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......
So... Ikuti terus kisahnya...
Jangan bosen-bosen ya .....
__ADS_1
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz