
" Ini sebagai ucapan terima kasih saya karena anda sudah membantu saya menemukan Dona " ucap Leo sambil tersenyum
" Tidak usah Tuan.. itu sudah menjadi tugas saya " ucap Pa Budi sambil tersenyum melihat kearah amplopnya
" Dasar Polisi Matre " batin Renal
" Harusnya kami yang berterimakasih pada Pa Budi dan Renal Karena sudah menemukan Dona " ucap Sisil
" Sama-sama Nyoya.. saya terima uangnya " sambil tersenyum bahagia
" Silahkan " ucap Sisil
" Jika Tuan dan Nyoya butuh apa-apa silahkan hubungi saya " ucapnya
" Baik, terima kasih " ucap Sisil
" Saya mau Dona dipenjara seumur hidupnya.. jangan sampai dia lolos " ucap Leo
" Mas.. biarkan hukum yang memutuskan " ucap Sisil
" Dona licik pasti dia akan menghubungi beberapa kenalannya untuk membebaskannya " jawab Leo
" Tuan Leo benar Nyoya.. biarkan saya dan Pa Budi yang mengatur semuanya, Tuan dan Nyoya tidak usah khawatir " ucap Renal
" Kamu yakin " ucap Leo
" Iya Tuan jangan khawatir masalah itu " ucap Pa Budi
" Yasudah jika itu mau kalian saya percayakan pada kalian " ucap Leo
" Baik Tuan, kami tak akan membiarkan Dona bebas " ucap Renal dan Pa Budi
" Bagus, kalau begitu saya pamit " ucap Leo
" Silahkan Tuan " ucap Pa Budi
" Renal kamu ikut pulang sama kita, ya kan Mas " tanya Sisil
" Iya " ucap Leo
Mereka bertiga segera pergi dari sana dan segera menaiki mobilnya untuk kembali lagi kerumah sakit, namun sepanjang perjalanan mereka berbincang-bincang.
" Renal bonus untukmu aku sudah transfer " ucap Leo
" Terima kasih Tuan " ucap Renal
" Renal " panggil Leo
" Iya Tuan " jawabnya
" Jika pernikahan Ina dan Satria saya satukan dengan pernikahan Ehan dan Farel apa kamu dan keluarga mu keberatan " tanya Leo
" Seperti mimpi putraku akan menikah dengan wanita baik dan sekaya Nona Ina.. tapi aku juga tidak bisa melarang mereka Tuan Leo sudah terlalu baik padaku " batin Renal
" Renal jika kamu keberatan bilang saja kami juga tidak akan memaksa " ucap Sisil
" Sebenarnya aku sih tidak keberatan Tuan dan Nyoya hanya saja aku harus berbicara dahulu pada Satria apakah dia mau " ucap Renal
__ADS_1
" Pasti dia mau " ucap Leo
" Lalu untuk apa anda menanyakan hal itu pada saya Tuan kalau anda sendiri tau jawabnya " batin Renal
" Nanti saya akan tanyakan padanya " ucap Renal
" Biar saya saja yang menanyakannya " ucap Leo
" Mas.. biarkan Renal yang bilang " ucap Sisil
" Baiklah... Renal jangan sampai lupa tanyakan pada satria apakah dia mau atau tidak jika pernikahan di satukan dengan Kaka iparnya " ucap Leo
" Baik Tuan " ucap Renal
Mereka kini sudah sampai dirumah sakit, mereka segera menuju ruangan Farel berada.
.
...****************...
.
Sesampainya disana Sisil, Leo dan Renal melihat Semuanya sedang makan. tampak pula Farel sedang menyuapi Mey-mey, hati Sisil bahagia melihat hal itu karena iya melihat farel dan Mey-mey saling mencintai.
" Bunda " ucap Ehan
" Kalian sedang makan " ucap Sisil
" Iya bunda, bunda mau " tawarkan Mey-mey
" Tidak apa-apa sayang, lanjutkan makannya " ucap Sisil
" Mas... " ucap Sisil kesal
" Mey-mey juga sakit Ayah... " ucap Farel
" Mas.. ingat janjimu " ucap Sisil dengan tatapan tajam
" Iya sayang aku merestui mereka ko " ucapnya membuat Farel dan Mey-mey tersenyum bahagia
" Masih Tuan.. eh ayah.. " ucap Mey-mey tampak canggung
" Kamu tenang saja, ada bunda disini " ucap sang bunda sambil tersenyum
" Makasih bunda " ucap Mey-mey tersenyum
" Sayang berarti kita boleh suap-suapan juga " ucap Satria
" Memangnya kamu sakit kaya mereka " cibir Ehan
" Heheh ya tidak sih " ucap Satria malu sendiri
" Diharapkan Jagan mengumbar kemesraan di depanku yang galau ini " ucap Ehan
" Emang Ehan galau kenapa " ucap Salsa
" Kan Ehan ga ada bidadari surga Ehan Tante " ucapnya
__ADS_1
" Renanya diambil orang tuh abisnya Kaka lama menikahi dia " goda Ina
" Ih amit-amit Rena ga ngebet-ngebet mau nikah kaya pacarmu yang alay itu " ucap Ehan
" Ka Ehan " ucap Ina kesal
" Kaka ipar jangan bilang begitu nanti adik iparmu sedih " ucap Satria
" Calon Kaka ipar ya ingat kalian belum menikah, siapa tau besok atau lusa kalian putus " ucap Ehan menggoda satria
" Ka Ehan... " ucap Ina semakin Kesal
" Bunda lihat ka Ehan .. bikin kesal " ucap Ina
" Ehan ga boleh bicara kaya begitu kasian Ina.. " ucap Sisil
" Makasih bunda sudah belain Ina " ucapnya senang
" Hati-hati satria direbut orang " bisik Sisil
" Bunda.. sama aja bikin kesal " ucap Ina
" Sini peluk mamah aja, nanti kalau satria nakal bunda yang marahin dan jewer dia " bela Yesi
" Makasih mamah Yesi " ucap Ina kembali tersenyum
" Lalu aku siapa yang bela " tanya satria
" Mana aku tau " ucap Ehan
" Ga ada gitu yang mau bela aku " ucap Satria kecewa
" Ga ada " ucap Mereka serempak
" Ish kalian jahat " ucap Satria kesal namun iya tahan
" Sabar ya kita sebentar lagi akan menjadi keluarga.. kuatkan hatimu " ucap Ehan dengan senyum jahatnya
" Kalau Ehan sudah seperti itu... perasaanku menjadi tak menentu " batin Satria
.
.
.
.
Bersambung....
Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......
Biar saya lebih semangat nulisnya..
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......
So... Ikuti terus kisahnya...
__ADS_1
Jangan bosen-bosen ya .....
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz