Kisah Cinta Anak Kembar CEO

Kisah Cinta Anak Kembar CEO
Episode 158


__ADS_3

" Ini sebagai ucapan terima kasih saya karena anda sudah membantu saya menemukan Dona " ucap Leo sambil tersenyum


" Tidak usah Tuan.. itu sudah menjadi tugas saya " ucap Pa Budi sambil tersenyum melihat kearah amplopnya


" Dasar Polisi Matre " batin Renal


" Harusnya kami yang berterimakasih pada Pa Budi dan Renal Karena sudah menemukan Dona " ucap Sisil


" Sama-sama Nyoya.. saya terima uangnya " sambil tersenyum bahagia


" Silahkan " ucap Sisil


" Jika Tuan dan Nyoya butuh apa-apa silahkan hubungi saya " ucapnya


" Baik, terima kasih " ucap Sisil


" Saya mau Dona dipenjara seumur hidupnya.. jangan sampai dia lolos " ucap Leo


" Mas.. biarkan hukum yang memutuskan " ucap Sisil


" Dona licik pasti dia akan menghubungi beberapa kenalannya untuk membebaskannya " jawab Leo


" Tuan Leo benar Nyoya.. biarkan saya dan Pa Budi yang mengatur semuanya, Tuan dan Nyoya tidak usah khawatir " ucap Renal


" Kamu yakin " ucap Leo


" Iya Tuan jangan khawatir masalah itu " ucap Pa Budi


" Yasudah jika itu mau kalian saya percayakan pada kalian " ucap Leo


" Baik Tuan, kami tak akan membiarkan Dona bebas " ucap Renal dan Pa Budi


" Bagus, kalau begitu saya pamit " ucap Leo


" Silahkan Tuan " ucap Pa Budi


" Renal kamu ikut pulang sama kita, ya kan Mas " tanya Sisil


" Iya " ucap Leo


Mereka bertiga segera pergi dari sana dan segera menaiki mobilnya untuk kembali lagi kerumah sakit, namun sepanjang perjalanan mereka berbincang-bincang.


" Renal bonus untukmu aku sudah transfer " ucap Leo


" Terima kasih Tuan " ucap Renal


" Renal " panggil Leo


" Iya Tuan " jawabnya


" Jika pernikahan Ina dan Satria saya satukan dengan pernikahan Ehan dan Farel apa kamu dan keluarga mu keberatan " tanya Leo


" Seperti mimpi putraku akan menikah dengan wanita baik dan sekaya Nona Ina.. tapi aku juga tidak bisa melarang mereka Tuan Leo sudah terlalu baik padaku " batin Renal


" Renal jika kamu keberatan bilang saja kami juga tidak akan memaksa " ucap Sisil


" Sebenarnya aku sih tidak keberatan Tuan dan Nyoya hanya saja aku harus berbicara dahulu pada Satria apakah dia mau " ucap Renal

__ADS_1


" Pasti dia mau " ucap Leo


" Lalu untuk apa anda menanyakan hal itu pada saya Tuan kalau anda sendiri tau jawabnya " batin Renal


" Nanti saya akan tanyakan padanya " ucap Renal


" Biar saya saja yang menanyakannya " ucap Leo


" Mas.. biarkan Renal yang bilang " ucap Sisil


" Baiklah... Renal jangan sampai lupa tanyakan pada satria apakah dia mau atau tidak jika pernikahan di satukan dengan Kaka iparnya " ucap Leo


" Baik Tuan " ucap Renal


Mereka kini sudah sampai dirumah sakit, mereka segera menuju ruangan Farel berada.


.


...****************...


.


Sesampainya disana Sisil, Leo dan Renal melihat Semuanya sedang makan. tampak pula Farel sedang menyuapi Mey-mey, hati Sisil bahagia melihat hal itu karena iya melihat farel dan Mey-mey saling mencintai.


" Bunda " ucap Ehan


" Kalian sedang makan " ucap Sisil


" Iya bunda, bunda mau " tawarkan Mey-mey


" Tidak apa-apa sayang, lanjutkan makannya " ucap Sisil


" Mas... " ucap Sisil kesal


" Mey-mey juga sakit Ayah... " ucap Farel


" Mas.. ingat janjimu " ucap Sisil dengan tatapan tajam


" Iya sayang aku merestui mereka ko " ucapnya membuat Farel dan Mey-mey tersenyum bahagia


" Masih Tuan.. eh ayah.. " ucap Mey-mey tampak canggung


" Kamu tenang saja, ada bunda disini " ucap sang bunda sambil tersenyum


" Makasih bunda " ucap Mey-mey tersenyum


" Sayang berarti kita boleh suap-suapan juga " ucap Satria


" Memangnya kamu sakit kaya mereka " cibir Ehan


" Heheh ya tidak sih " ucap Satria malu sendiri


" Diharapkan Jagan mengumbar kemesraan di depanku yang galau ini " ucap Ehan


" Emang Ehan galau kenapa " ucap Salsa


" Kan Ehan ga ada bidadari surga Ehan Tante " ucapnya

__ADS_1


" Renanya diambil orang tuh abisnya Kaka lama menikahi dia " goda Ina


" Ih amit-amit Rena ga ngebet-ngebet mau nikah kaya pacarmu yang alay itu " ucap Ehan


" Ka Ehan " ucap Ina kesal


" Kaka ipar jangan bilang begitu nanti adik iparmu sedih " ucap Satria


" Calon Kaka ipar ya ingat kalian belum menikah, siapa tau besok atau lusa kalian putus " ucap Ehan menggoda satria


" Ka Ehan... " ucap Ina semakin Kesal


" Bunda lihat ka Ehan .. bikin kesal " ucap Ina


" Ehan ga boleh bicara kaya begitu kasian Ina.. " ucap Sisil


" Makasih bunda sudah belain Ina " ucapnya senang


" Hati-hati satria direbut orang " bisik Sisil


" Bunda.. sama aja bikin kesal " ucap Ina


" Sini peluk mamah aja, nanti kalau satria nakal bunda yang marahin dan jewer dia " bela Yesi


" Makasih mamah Yesi " ucap Ina kembali tersenyum


" Lalu aku siapa yang bela " tanya satria


" Mana aku tau " ucap Ehan


" Ga ada gitu yang mau bela aku " ucap Satria kecewa


" Ga ada " ucap Mereka serempak


" Ish kalian jahat " ucap Satria kesal namun iya tahan


" Sabar ya kita sebentar lagi akan menjadi keluarga.. kuatkan hatimu " ucap Ehan dengan senyum jahatnya


" Kalau Ehan sudah seperti itu... perasaanku menjadi tak menentu " batin Satria


.


.


.


.


Bersambung....


Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......


Biar saya lebih semangat nulisnya..


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......


So... Ikuti terus kisahnya...

__ADS_1


Jangan bosen-bosen ya .....


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz


__ADS_2