
Sedangkan tiba-tiba Mey-mey menghampiri mereka sambil menangis
" Itu tidak mungkin... ayah tega begitu sama ibu " ucapnya lirih lalu dengan segera Farel memeluknya untuk menenangkan Mey-mey
" Kamu yang sabar ya, ini ujian buatmu.. " ucap Farel
" Aku tidak menyangka Ayah akan berbuat hal itu " ucap Mey-mey
" Kan aku sudah pernah bilang waktu itu.. ini yang aku takutkan " ucapnya
" Terus Ayah sekarang dimana " tanya Mey-mey
" Kami sedang mencarinya, Namun belum ketemu " ucap Riki
" Ko bisa " ucapnya Mey-mey
" Ada yang membawa ayahmu kedalam mobil, Dan anak buah ku tidak tahu siapa yang membawanya " ucap Riki
" Aku harus gimana sekarang " ucap Mey-mey menangis kembali
" Kita laporkan pada Polisi agar ayahmu jera " ucap Farel
" Tapi ibu ga bakal setuju " ucap Mey-mey bingung
" Aku yang akan bilang sama ibumu nanti " ucap Farel
" Ibu itu sayang sekali sama ayah, bahkan aku saja tidak diperbolehkan melawan dan berkata kasar sama ibu, apa ibu tega melaporkan Ayaj " ucapnya
" Sayang boleh, tapi tidak seperti itu.. " ucap Farel
" Aku ga mau bahas tentang itu, aku takut jika ayah kita laporkan.. justru akan terus menyakiti ibu, Ayah akan dendam " ucap Mey-mey
" Jadi gimana Tuan " tanya Riki
" Jangan dilaporkan dahulu kita cari keberadaan nya " ucap Farel
" Saya akan meyuruh anak Buah saya untuk mencarinya terus-menerus " ucap Riki
" Em " ucap Farel
Tiba-tiba handphone Farel berbunyi dan ternyata Ehan yang menelepon, farel pun segera mengangkatnya
Kring.... Kring....Kring....
" Halo.. " ucap Farel
" Bang Kamu dimana " tanya Ehan
" Ada apa " jawab Farel
" Aku punya informasi penting untukmu " ucap Ehan sambil tersenyum
" Apa "
" Ini harus dibicarakan langsung " ucap Ehan
" Yasudah Kau kerumah sakit yang kemarin " ucap Farel
" Apa Riki disana " Tanya Ehan
__ADS_1
" Ya ada apa " tanya balik Farel
" Jemput aku dong disini, aku takut ada yang nyulik " ucap Ehan cengengesan
" Ga akan ada orang yang nyulik kamu makanya banyak " ledek sang Abang
" Tapi Kan aku ganteng " ucap Ehan cengengesan
" Yasudah aku suruh Riki Kesana sekarang " ucap Farel
" Ok deh " ucap Ehan dan mematikan teleponnya
Farel dengan segera memberitahukan pada Riki agar menjemput Ehan dan membawanya kerumah sakit bertemu dengan Farel.
Setelah mendapat tugas seperti itu, Riki langsung menuju kantor dengan kecepatan tinggi.
.
...****************...
.
Ehan pun segera membereskan Pekerjaannya tak lupa iya membawa laptopnya. Dengan segera. Tiba-tiba seseorang mengetuk pintunya.
Tok... Tok... Tok...
" Apa itu Riki " ucapnya dalam hati
" Masuk "
" Hai Sayang " ucap seseorang yang tak asing suaranya
" Jelas-jelas Dia Farel kenapa hatiku mengganggap Dia Ehab " Batin Dona
" Aku kangen sama kamu " ucapnya sambil mendekati Ehan yang iya anggap Farel
" Mungkin jika yang kamu temui Bang Farel pasti Dia akan Luluh tapi sayang aku malah muak melihatmu " ingin Ehan berkata begitu namun iya tak mau mengacaukan rencananya karena didengar Karyawannya
" Mau apa lagi kamu kesini " ucap Ehan
" Aku mau minta maaf soal kejadian waktu itu " ucap Dona
" Apa dengan kata maaf bisa menghapus semua kenyataan penghianatan Mu " ucapnya Ehan sinis
" Kenapa Cara bicara Farel mirip Ehan hatiku begitu sakit mendengarnya, apa karena mereka kembar, " batin Dona
" Aku Meyesal "
" Tiada gunanya disesali, hidup terus berputar kamu lanjutkan hidupmu lebih baik lagi " ucap Ehan
" Apa Lima tahun kita bersama tak ada artinya bagimu, kamu melupakan kenangan kita bahkan saat kita Sama-sama berjuang mendapat Restu dari Ayah Leo " Tanya Dona
" Kenapa Dulu Abang begitu bodoh mau berjuang untuk perempuan seperti Dona" ucap Ehan dalam hatinya
" Pasti Farel sekarang sedang membayangkan kenangan-kenangan indah kita bersama " Batin Dona sambil tersenyum jahat
" Itu Masa lalu... yang kelam. " ucap Ehan membuat Dona heran dan tak menyangka orang yang begitu mencintai Dona akan membenci Dona seperti sekarang
" Lihat Saja Farel, jika Aku saja tak bisa memiliki mu makan Kamu juga tidak boleh dimiliki yang lain " batin Dona
__ADS_1
" Beri Aku kesempatan " ucap Dona
" Sudah terlambat.. seharusnya sebelum kamu bertindak diluar batas kamu pikirkan dahulu perasaanku " ucapnya Farel
" Mungkin ini yang terbaik untukmu Dona agar Kau tidak menggangu Abang lagi, dia juga berhak bahagia .. apalagi saat melihat Mey-mey .. aku yakin dia orangnya baik " batin Ehan
" Farel aku kohon " ucapnya sambil menangis tersedu-sedu
" Jangan keluarkan air matamu untuk sesuatu yang tak berguna, Aku sudah melupakamu " ucap Ehan
" Aku Mohon " ucapnya bersujud di kaki Ehan
" Aku minta maaf, aku sudah mencintai orang lain " ucap Ehan
" Kenapa begitu sesak mendengar Farel bicara begitu padahal selama ini aku tak mencintainya, seakan Ehan yang berkata begitu.. dadaku sesak " batin Dona
" Semudah itu kah Kau berpaling " ucap Dona menjadi marah
" Kenapa Tidak, Kau juga bisa... kenapa aku harus meratapi kesedihanku dan hal bodohku saat itu.. banyak Perempuan yang lebih baik dari kamu " ucap Ehan
" Siapa wanita itu, " Bentak Dona
" Bukan urusanmu " Kini Ehan melangkah pergi dari ruangan itu namun langkahnya terhenti saat Dona berteriak
" Apa gara-gara wanita sialan itu, wanita murahan itu, Wanita yang kamu beli di Club malam " teriakan Dona
" Dari mana Dia tau " batin Ehan
" Itu bukan urusanmu " bentak Ehan
" Lihat saja, tak akan ada yang bisa memiliki mu selain itu " ucap dengan kesal
" Cewe Gila " bentak Ehan lalu Ehan menelepon Satpam untuk mengusir Dona dari perusahaan itu
Tak lama Satpam pun datang sang menyeret Dona agar keluar perusahaan itu , meskipun Dona berontak namun tenaganya kalah besar dengan satpam itu, akhirnya Dona bisa dibawa keluar
,
.
.
.
Bersambung....
Hayo mana tim Farel dan Mey-mey mana suaranya...
Jangan mau kalah sama tim Satria Sama Ina.. dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......
Biar saya lebih semangat nulisnya..
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......
So... Ikuti terus kisahnya...
Jangan bosen-bosen ya .....
Marhaban ya Ramadhan
__ADS_1
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... dan selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan, jangan lupa jaga kesehatan ya guyz